cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Balancing control and freedom: Conditional autonomy in curriculum management in an Islamic Private School in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency. AbstrakStudi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru.Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Developing STEM-based LKPD to improve student's critical thinking abilities Korinti Nalsalisa Br Milala; Fauziyah Harahap; H. Hasruddin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74743

Abstract

Students' critical thinking skills in science learning remain low due to suboptimal teaching approaches. This study aims to develop and assess the feasibility, practicality, and effectiveness of STEM-based student worksheets (LKPD) on the life cycle topic for fourth-grade students at SDN 064027 Karang Sari. The research employed a Research and Development (RD) approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data collection methods included observations, interviews, and tests, while data analysis was conducted through expert validation, practicality tests, and effectiveness evaluations. The results showed that the STEM-based LKPD is feasible, practical for classroom implementation, and effective in enhancing students' critical thinking skills. The LKPD supports active learning and fosters 21st-century skills such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. The STEM approach provides meaningful learning experiences by integrating science, technology, engineering, and mathematics, enabling students to relate learning concepts to real-life contexts. This study recommends the STEM-based LKPD as an innovative alternative for science education, particularly for the life cycle topic, to enhance students' critical thinking skills and conceptual understanding.  AbstrakKemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA masih rendah akibat pendekatan pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan, kepraktisan, serta keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis STEM pada materi daur hidup untuk peserta didik kelas IV di SDN 064027 Karang Sari. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan tes, sedangkan analisis data dilakukan melalui validasi ahli, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis STEM layak digunakan dalam pembelajaran, praktis diterapkan, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. LKPD ini dirancang untuk mendukung pembelajaran aktif, berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pendekatan STEM memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui integrasi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, sehingga peserta didik dapat mengaitkan konsep pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan LKPD berbasis STEM sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi daur hidup, untuk membantu peserta didik meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konseptual.Kata Kunci: Berpikir kritis; LKPD; STEM.
Bibliometric analysis: Economics curriculum development in the 21st century 2015-2024 Komang Ade Komala Savitri; Hari Mulyadi; Endang Supardi
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75519

Abstract

Economic curriculum development is a crucial aspect in the effort to improve the quality of education and prepare future generations to face various challenges in the 21st century. A good curriculum is designed to achieve the desired cognitive, affective, and psychomotor educational goals. This study aims to identify publications related to economic curriculum development and describe the characteristics of this research. The bibliometric Analysis method was used in this research. The results showed that the number of publications containing economic curriculum development in the 21st Century increased yearly from 2015 to 2022 and decreased from 2023 to 2024. The number of documents that contain this is still relatively small, with two papers by Budiwati. At the same time, the authors with the most citations with two citations are Budiwati and Dahlan. INA-Rxiv holds the top position as the publisher with the most four documents. New themes that emerged in this field were "development", "learning" and "curriculum". AbstrakPengembangan kurikulum ekonomi merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21. Kurikulum yang baik dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi publikasi yang terkait dengan pengembangan kurikulum ekonomi dan mendeskripsikan karakteristik penelitian tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi yang mengandung pengembangan kurikulum ekonomi di abad ke-21 mengalami peningkatan setiap tahun dari 2015 sampai tahun 2022, dan mengalami penurunan pada tahun 2023 sampai tahun 2024. Jumlah dokumen yang membahas topik ini masih relatif sedikit, dengan 2 dokumen yang ditulis oleh Budiwati, sedangkan penulis dengan kutipan terbanyak dengan 2 kutipan adalah Budiwati dan Dahlan. INA-Rxiv menempati posisi teratas sebagai penerbit dengan jumlah dokumen terbanyak, yaitu 4 dokumen. Tema baru yang muncul di bidang ini adalah "pengembangan", "pembelajaran", dan "kurikulum".Kata Kunci: analisis bibliometrik; kurikulum ekonomi; pengembangan kurikulum
Influence of pragmatism and scholasticism on contemporary education development Eva Puspitasari
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75787

Abstract

The foundation of this study lies in the longstanding debate between practice-oriented, experiential educational approaches (pragmatism) and more traditional, theory-centered methods grounded in deductive logic (scholasticism). This research examines the influence of the philosophical streams of pragmatism and scholasticism on contemporary education. Adopting a qualitative approach, the study employs comparative literature analysis to evaluate the application of these philosophies within the modern educational framework. Findings reveal that pragmatism plays a pivotal role in shaping an educational system that is dynamic, adaptable, and responsive to contemporary societal needs, particularly by linking learning to real-life experiences. Conversely, scholasticism contributes significantly by preserving the value of education founded on deep theoretical comprehension and systematic logic. The synergy between these two philosophical approaches is posited to create a more balanced and holistic curriculum, blending practical and theoretical aspects essential for fostering student competencies in modern education. This research offers a new perspective on curriculum formulation by integrating the strengths of both approaches. AbstrakLatar belakang penelitian ini berakar dari perdebatan panjang antara pendekatan pendidikan yang berorientasi pada praktik dan pengalaman langsung (pragmatisme) dan pendekatan pendidikan yang lebih tradisional berbasis teori dan logika deduktif (scholatisisme). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua aliran filsafat pragmatisme dan scholatisisme terhadap pendidikan kontemporer. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif, mengadopsi analisis literatur dengan metode komparatif guna mengevaluasi implementasi kedua aliran filsafat dalam konteks sistem pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam perumusan kurikulum yang efektif dengan mengintegrasikan kekuatan dari kedua pendekatan. Pragmatisme berperan penting dalam membentuk sistem Pendidikan yang dinamis, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer, khususnya dalam menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Di sisi lain, scholatisisme memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan pentingnya Pendidikan yang berbasis pada pemahaman teori yang mendalam dan logika yang sistematis. Sinergi antara kedua aliran filsafat ini diyakini mampu menciptakan kurikulum pendidikan yang lebih seimbang dan holistik, memadukan aspek praktis dan teoretis yang esensial bagi pengembangan kemampuan peserta didik di era kontemporer.Kata Kunci: pragmatisme; scholatisisme; pendidikan kontemporer
Implementation of extracurricular to develop a confident character for students in elementary schools Eka Ratna Putri; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75711

Abstract

Self-confidence is an essential part of student personality development. Most students always have low self-confidence due to many factors, and to overcome this, efforts need to be made, one of these efforts being extracurricular activities. This study's background is to see how Muhadharah extracurricular activities can shape students' self-confidence. This research uses a qualitative approach with collection techniques through documentation studies from scientific sources, interviews with three participants, and observation of Muhadharah activities. Data analysis techniques use data reduction, presentation, and conclusion drawing and verification. Data validity uses triangulation techniques of sources, techniques, and time. The results showed that infrastructure facilities, activity schedules that do not collide with other activities, and sufficient funds support student participants in Muhadharah extracurricular activities. This activity trains students to perform and speak in public to form a brave and confident mentality in each of these students. AbstrakKepercayaan diri menjadi bagian yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian siswa. Nyatanya kebanyakan siswa selalu memiliki kepercayaan diri yang rendah yang disebabkan oleh banyak faktor, dan untuk mengatasinya perlu dilakukan upaya, salah satu upaya tersebut yakni dengan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu melatarbelakangi penelitian ini dengan tujuan untuk melihat bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Muhadharah mampu membentuk sikap percaya diri pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan melalui studi dokumentasi dari sumber-sumber ilmiah, wawancara bersama tiga partisipan, observasi kegiatan Muhadharah. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana, jadwal kegiatan yang tidak bertabrakan dengan kegiatan lain, dan dana yang mencukupi mendukung partisipan siswa dalam ekstrakurikuler Muhadharah. Kegiatan ini melatih siswa untuk tampil dan berbicara di depan umum sehingga membentuk mental berani dan percaya diri dalam diri masing-masing siswa tersebut.Kata Kunci: ekstrakurikuler; karakter percaya diri; pembinaan
The correlations between the TikTok application and the student learning outcomes M. Maulidiniyah; Siti Quratul Ain
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75223

Abstract

In this era, social media users are not only adults, children have also played social media, such as TikTok, which contains video content. The use of TikTok for children, especially elementary school students, can have positive and negative impacts. The tendency of students to play TikTok for a long time causes a decrease in enthusiasm for learning and focus on learning. However, TikTok can be a learning medium that can increase student motivation. This study aimed to determine the relationship of TikTok application in learning with student learning outcomes. The research method used was quantitative, with a sample of 30 fourth-grade students of SDN 06 Belantik, Siak Sri Indrapura Regency. Data were collected through a questionnaire with 20 questions covering the use of TikTok and Pancasila learning motivation. Furthermore, data was analyzed using descriptive, normality, and linearity tests with the help of SPSS to calculate the data. The calculation results show that the use of TikTok social media for student learning shows a positive correlation, meaning a good relationship exists between the TikTok application and student learning outcomes. AbstrakDi era sekarang ini pengguna sosial media tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun sudah bermain sosial media, seperti TikTok yang berisi konten-konten video. Penggunaan TikTok untuk anak-anak terutama siswa Sekolah Dasar dapat mengakibatkan ampak poitif dan negatif. Kecendurungan siswa bermain TikTok dalam waktu yang lama menyebabkan turunnya semangat belajar dan fokus dalam belajar. Namun, TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan aplikasi TikTok dalam pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas IV SDN 06 Belantik Kabupaten Siak Sri Indrapura. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 20 pertanyaan mencakup penggunaan TikTok dan motivasi pembelajaran Pancasila. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan uji deskriptif, normalitas, dan linieritas dengan bantuan SPSS untuk menghitung data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok untuk pembelajaran siswa menunjukkan korelasi positif, artinya terdapat hubungan yang baik antara aplikasi TikTok dengan hasil belajar siswa.Kata Kunci: aplikasi TikTok; hasil belajar siswa; sosial media
Analysis of teacher training needs for peace education in early childhood education (PAUD) Muhamad Kosim Gifari; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.71227

Abstract

In the Indonesian context, peace education is becoming increasingly relevant considering the existing cultural, religious, and ethnic diversity. Teachers are a critical sector and have a significant role in instilling peace education in schools. So, competent skills are needed by every teacher who teaches the students about peace education. Then, this study aims to analyze the need for teacher training in peace education in early childhood education. This study uses a quantitative method with a survey approach to explore the need for teacher training related to peace education in early childhood education (PAUD). Data collection was carried out using a Likert scale-based questionnaire. The population of this study is PAUD teachers of RA Al-Hikam Soreang in the Bandung Regency area. The research respondents were taken using the census technique.  The respondents were 5 (five) people or all teachers of RA Al-Hikam Soreang. This research reveals a significant need to improve teacher training in peace education in early childhood education. AbstrakDalam konteks Indonesia, pendidikan perdamaian menjadi semakin relevan mengingat keragaman budaya, agama, dan etnis yang ada. Guru adalah sektor yang sangat penting dan memiliki peran utama dalam menanamkan pendidikan perdamaian di sekolah. Sehingga diperlukan keterampilan yang kompeten untuk dimiliki oleh setiap guru yang akan mengajarkan kepada siswa tentang pendidikan perdamaian. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlunya pelatihan guru bagi pendidikan perdamaian pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk menganalisis kebutuhan pelatihan guru terkait pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini (PAUD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Populasi penelitian ini adalah guru PAUD RA Al-Hikam Soreang di wilayah Kabupaten Bandung. Responden penelitian diambil dengan menggunakan teknik sensus. Jumlah responden yang diambil sebanyak 5 (lima) orang atau seluruh guru RA Al-Hikam Soreang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan pelatihan guru dalam pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pendidikan perdamaian; pelatihan guru
Student perspectives of MOOCs process M. Ridwan Sutisna; Arie Susanty; Paulina Pannen; Gatot Fatwanto Hertono; Rahayu Dwi Riyanti; Rini Febrianti; Rudi Susilana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.76161

Abstract

This study investigates participants' experiences in Massive Open Online Courses (MOOCs). In the last decade, online learning has experienced rapid growth, and MOOCs have become one of the most popular forms of online learning. The digital transformation led to increased mobile and internet users, facilitating the adoption of online learning platforms. As one of the digital transformation products, this study aims to describe the use of Massive Open Online Courses from the perspectives of higher education students. Despite the increase of MOOCs use in the higher education, the dropout rates tend to be high. Students play an essential role in that case. This study focuses on MOOCs prior to learning, the activity during learning, and how the learning assessment is delivered from student perspectives. Using descriptive method, with the involvement of twelve MOOCs students from higher education. This study has concluded that the information presented in the prior learning process is essential regarding choosing specific MOOCs courses. Students value interaction and engage in content during the learning process, especially real-world examples. Although some participants found the assessment process challenging, it was perceived as relevant to the course objectives. At the same time, easy navigation and access to learning resources are essential for MOOCs platforms to be considered user-friendly courses. Overall, the study suggests that MOOCs students should be well informed initially. Then MOOCs courses should be delivered dynamically to maintain student motivation and provide relevant assessment. AbstrakSelama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam pendidikan daring, dengan MOOCs muncul sebagai salah satu opsi yang paling populer. Transformasi digital, yang ditandai dengan peningkatan langganan seluler, pengguna internet, dan akses pita lebar, telah mendorong munculnya platform pembelajaran daring. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman individu yang berpartisipasi dalam Massive Open Online Courses (MOOCs). Sebagai salah satu produk transformasi digital, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Massive Open Online Courses dari perspektif mahasiswa pendidikan tinggi. Meskipun penggunaan MOOCs meningkat di universitas yang lebih tinggi, tingkat penyelesaian kursus cenderung tinggi. Sangat jelas bahwa mahasiswa memainkan peran penting dalam kasus tersebut. Fokus penelitian ini adalah pada pembelajaran sebelumnya melalui MOOCs, aktivitas selama pembelajaran, dan bagaimana penyampaian asesmen pembelajaran dari perspektif mahasiswa. Dengan menggunakan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan dua belas mahasiswa pendidikan tinggi yang mengikuti MOOCs. Temuan menunjukkan bahwa materi pembelajaran awal sangat penting dalam memengaruhi keputusan untuk mendaftar di kursus MOOCs tertentu. Selama fase pembelajaran, mahasiswa menghargai konten yang interaktif dan menarik, terutama jika mencakup aplikasi dunia nyata. Meskipun beberapa peserta menganggap proses penilaian sulit, mereka menganggapnya relevan dengan tujuan kursus. Selain itu, navigasi yang mudah dan akses ke materi pembelajaran sangat penting agar platform MOOCs dianggap sebagai kursus yang mudah digunakan. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menyoroti pentingnya memberikan informasi yang memadai kepada siswa di awal dan menyarankan agar MOOCs disampaikan dengan cara yang menarik untuk mempertahankan motivasi siswa dan menawarkan penilaian yang relevan di akhir.Kata Kunci: desain pembelajaran; kursus daring; MOOCs; pembelajaran di perguruan tinggi
Aligning Islamic education with the challenges of the Industrial Revolution 4.0: Opportunity or threat? M. Abdul Rahman Hakim; Nazih Sadatul Kahfi; Alza Nabiel Zamzami; Mahfud Junaedi; Abdul Wahib
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75853

Abstract

This research aligned Islamic religious education with the challenges of the Industrial Revolution 4.0 to create an Islamic education environment following modernization. Today's industrial revolution has positively impacted all aspects of life, including education, but only some individuals can utilize it properly. Many deviations occur in the current generation, both in moral and social aspects. This research uses qualitative research with a literature study approach. Primary and secondary data sources used include books, scientific articles, and other literature relevant to the theme. To align Islamic education with the Industrial Revolution 4.0, it is necessary to modernize the Islamic education environment; to develop and implement Islamic education, there must be strong collaboration and joint responsibility between the school environment, family, government, and society. This is applied as a reference for the current generation to use the industrial revolution, which is developing significantly. With various challenges and solutions, instead of digitalization being a threat, it can be an opportunity to effectively align digitalization with education to achieve educational goals and Indonesia's sustainable development goals. AbstrakPenelitian ini dilakukan bertujuan guna menyelaraskan pendidikan agama islam dengan tantangan revolusi industri 4.0 demi menciptakan lingkungan pendidikan islam yang sesuai dengan modernisasi pada saat ini. Revolusi industri pada hari ini membawa banyak dampak positif bagi semua aspek kehidupan tidak terkecuali pendidikan, namun pada realitanya tidak banyak individu yang dapat memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Banyak penyimpangan yang terjadi pada generasi saat ini, baik dalam aspek moral maupun sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber data primer dan sekunder yang digunakan seperti, buku, artikel ilmiah, dan juga literatur lainya yang relevan dengan tema terkait. Guna menyelaraskan pendidikan islam dan revolusi industri 4.0 perlu dilakukan dengan modernisasi lingkungan pendidikan islam, demi mengembangkan dan menerapkan pendidikan islam dilingkungan harus terdapat suatu kolaborasi yang kuat dan menjadi tanggung jawab bersama, antara lingkungan sekolah, keluarga, pemerintah, dan juga masyarakat seperti pengembangan aplikasi. Hal ini diaplikasikan dengan tujuan dapat menjadi acuan bagi generasi saat ini dalam memanfaatkan revolusi industri yang berkembang secara signifikan. Dengan berbagai tantangan dan solusi yang ada, alih alih digitalisasi menjadi suatu ancaman tetapi dapat menjadi peluang dengan cara menyeleraskan digitalisasi terhadap pendidikan secara efektif hingga tercapainya tujuan pendidikan guna mewujudkan program tujuan pembangunan keberlanjutan di indonesiaKata Kunci: keselarasan; pendidikan agama Islam; revolusi industri 4.0
Local wisdom of Mapag Cai tradition of Banceuy villages indigenous community for sociology learning outcomes Irra Martiana; Dian Peniasiani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74511

Abstract

This research aims to apply the value of Gotong royong as local wisdom of Mapag Cai tradition in the Banceuy Village Indigenous Community to be a commodity of wisdom value development in the educational scene of Sociology learning. This research was conducted as an effort to utilize local wisdom so that students understand the meaning of “gotong royong” and strengthen the ties of social interaction in the digital era, which causes indirect interaction that impacts students' interpersonal intelligence. This research uses a descriptive research method that is precise to the characteristics of Mapag Cai social activities. The research was conducted through direct observation and interviewing Banceuy Indigenous Community Leaders, literature studies, and other sources relevant to the writing topic. The results illustrate that the Mapag Cai tradition means the spirit of cooperation and solidarity in maintaining the cleanliness of irrigation channels based on the values and rules held firmly by residents, which can be an inspiration for learning with a contextual approach in building soft skills to foster the spirit of cooperation and social interaction between students. AbstrakPenelitian ini bertujuan menerapkan nilai gotong royong sebagai kearifan lokal tradisi Mapag Cai di Kampung Adat Banceuy Desa Sanca, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang menjadi komoditas pengembangan nilai kearifan dalam adegan pendidikan pembelajaran Sosiologi. Alasan penelitian ini dilakukan adalah sebagai upaya memanfaatkan kearifan lokal agar peserta didik memahami makna gotong royong dan memperkuat jalinan interaksi sosial di era digital yang menyebabkan tingginya interaksi tidak langsung sehingga membawa dampak terhadap kecerdasan interpersonal peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif secara tepat terhadap sifat-sifat kegiatan sosial Mapag Cai. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung dan mewawancarai Tokoh Masyarakat Adat Banceuy serta studi pustaka dan sumber lain yang relevan dengan topik penulisan. Hasil penelitian menggambarkan tradisi Mapag Cai bermakna semangat gotong royong dan solidaritas dalam menjaga kebersihan saluran irigasi yang dilandasi oleh nilai dan tata aturan yang dipegang teguh warga dapat menjadi inspirasi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dalam membangun soft skill guna menumbuhkan semangat gotong royong dan interaksi sosial antar peserta didik.Kata Kunci: Kampung adat banceuy; pendidikan; gotong royong; kearifan lokal; mapag cai