cover
Contact Name
-
Contact Email
staiddimakassar@gmail.com
Phone
+6285299775325
Journal Mail Official
staiddimakassar@gmail.com
Editorial Address
Sultan Alauddin
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27457796     EISSN : 28097459     DOI : 10.55623
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam , 2809-7459 (ONLINE) dan 2745-7796 (PRINT) , merupakan jurnal OPEN ACCESS dan Peer-reviewed. Jurnal ini memiliki Focus and Scope dalam kaitannya dengan wacana-wacana keislaman dewasa ini serta menitikberatkan pada pembahasan Dinamika & Pergolakan Keislaman-Keindonesiaan yang membawa pengaruh terhadap kondisi kehidupan umat manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
Kontribusi Hukum Islam dalam Penyelesaian Konflik Sosial berbasis Agama dan Harmoni Masyarakat Indonesia Zakirah; Andi Fadhil Andi Aderus
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi hukum Islam dalam penyelesaian konflik sosial berbasis agama dan peranannya dalam memperkuat harmoni masyarakat Indonesia. Manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman konseptual dan praktis mengenai implementasi prinsip-prinsip hukum Islam dalam mediasi konflik, serta memberikan alternatif penyelesaian yang adaptif dan inklusif bagi masyarakat plural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif normatif-konseptual dengan pendekatan desk study, memanfaatkan literatur dan dokumen sekunder yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui teknik analisis konten untuk mengidentifikasi prinsip hukum Islam yang diterapkan dalam mediasi konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip mediasi, sulh, dan rekonsiliasi dalam hukum Islam efektif meredam konflik karena menekankan keadilan, kemaslahatan, dan pemulihan hubungan sosial. Integrasi prinsip hukum Islam dengan praktik berbasis Hak Asasi Manusia dan nilai budaya lokal menciptakan model penyelesaian konflik yang lebih diterima masyarakat dibanding pendekatan litigatif formal. Kesimpulannya, hukum Islam tidak hanya berfungsi sebagai norma normatif, tetapi juga sebagai instrumen praktis yang mampu membangun harmoni sosial dan perdamaian berkelanjutan di Indonesia.
Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad; Roslan
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.569

Abstract

Media digital telah mengubah praktik komunikasi, khususnya dalam strategi komunikasi penyampaian pesan, pola interaksi, dan cara audiens memaknai pesan edukatif.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam komunikasi edukasi dengan fokus pada strategi komunikasi, interaksi dan partisipasi, serta pemaknaan audiens terhadap pesan atau konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi konten media digital,wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi edukasi disusun secara adaptif melalui penyajian pesan yang ringkas, visual, dan kontekstual. Audiens berperan aktif dalam proses pembelajaran dengan beragam bentuk, mulai dari respons sederhana hingga diskusi mendalam. Selain itu,pemaknaan audiens dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, literasi digital, dan kredibilitas sumber pesan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi edukasi dalam pemanfaatan media digital ditentukan oleh integrasi desain, interaksi, dan proses pemaknaan pesan audiens.
Pengaruh Perilaku terhadap Minat Belajar pada Anak Usia Dini dan Penggunaan Gadget sebagai Variabel Intervening Basri; Tri Fira Yuniza; Anna Ashrawi Suhartini; Wahyuni
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.570

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh langsung perilaku terhadap Gadget pada anak usia dini, pengaruh langsung gadget terhadap minat belajar anak usia dini dan pengaruh perilaku terhadap minat belajar anak usia dini. Sedangkan pengaruh tidak langsung perilaku terhadap minat belajar melalui gadget pada anak usia dini. Jumlah populasi sebanyak 1800 orang dan adapun sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin sebesar 94,73 atau dibulatkan 95 orang tua atau wali dari anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengujian hipotesis menggunakan metode path analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) perilaku berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap penggunaan gadget pada anak usia dini (2) gadget berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap minat belajar pada anak usia dini (3) perilaku berpengaruh langsung positif tidak signifikan terhadap minat belajar pada anak usia dini (4) perilaku berpengaruh positif signifikan terhadap minat belajar melalui gadget pada anak usia dini.
Rahasia Poligami dalam Islam: antara Idealitas Syariat dan Realitas Sosial-Modern Sudirman M; Rahmatiah HL; Lomba Sultan
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.571

Abstract

Poligami merupakan salah satu persoalan paling kontroversial dalam hukum keluarga Islam. Al-Qur’an (QS. An-Nisā’: 3) memperbolehkan laki-laki menikahi hingga empat istri dengan syarat berlaku adil. Secara historis, ayat ini dipahami sebagai keringanan (rukhsah) dan solusi sosial pada masa awal Islam untuk melindungi janda dan anak yatim pasca peperangan. Namun, idealitas syariat yang menekankan keadilan dan kemaslahatan sering sulit diwujudkan dalam realitas modern. Di satu sisi, poligami dianggap sebagai ketentuan ilahi dengan hikmah menjaga keturunan, mencegah zina, dan memberi perlindungan bagi perempuan. Di sisi lain, praktik poligami kontemporer kerap menimbulkan persoalan psikologis, ekonomi, hukum, serta isu kesetaraan gender dan HAM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-teologis dan sosiologis. Data diperoleh dari literatur tafsir, hadis, fikih klasik, dan kajian kontemporer tentang hukum keluarga Islam serta gender. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menitikberatkan pada maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya prinsip keadilan (‘adl) dan kemaslahatan (maṣlaḥah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami mengandung nilai luhur, tetapi implementasinya sangat bergantung pada kemampuan memenuhi syarat keadilan. Dalam konteks sekarang, poligami sering berbenturan dengan norma sosial, hukum nasional, dan wacana kesetaraan gender. Karena itu, poligami sebaiknya dipandang bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai pilihan terbatas dengan pertimbangan moral, spiritual, dan sosial yang matang.
Telaah Daya Juang dan Optimalisasi Teknologi untuk Menuntut Ilmu menurut Syaikh Muḥammad Ṣāliḥ Al-Munjid dalam Kitab Ṭalab Al-‘Ilmi Anggi Wulandini; Basuki
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.572

Abstract

Di dalam menuntut ilmu, memiliki niat yang kuat dan memanfaatkan teknologi merupakan sebuah keniscahyaan. Dalam perjalanannya keduanya saling berkaitan agar peserta didik atau penuntut ilmu mendapat hasil yang optimal. Artikel ini akan menjelaskan daya juang ulama salaf dan memanfaatkan teknologi ketika menuntut ilmu menurut pemikiran Muḥammad Ṣāliḥ Al-Munjid. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penilitian kepustakaan. Dengan memanfaatkan sumber primer kitab Ṭalab Al-‘Ilmi karya Syaikh Muḥammad Ṣāliḥ Al-Munjid. Dengan menggunakan content analysis, penelitian ini telah menemukan pemikiran Syaikh Muḥammad Ṣāliḥ Al-Munjid tentang daya juang sahabat dan ulama salaf dan pemanfaatan teknologi dalam menuntut ilmu yaitu: (1) sahabat dan ulama salaf memiliki daya juang dan tingkat konsentrasi yang tinggi saat menuntut ilmu; (2) kemajuan teknologi saat ini membantu setiap manusia dalam menuntut ilmu. Kedua hal tersebut merupakan keniscahyaan sikap dan komitmen oleh siapapun dalam proses menuntut ilmu, sehingga ilmu pengetahuannya menjadi penuh manfaat dan berkah.
Gerakan Dakwah Anregurutta Kh. Muhammad As’ad Di Kabupaten Wajo Aguswandi; Sutriani; Herman; Alamsyah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.576

Abstract

Pada 1928 Anregurutta KH. Muhammad As’ad datang ke Kabupaten Wajo setelah lama tinggal di Mekah bersama orang tuanya. Kedatangannya di Kabupaten Wajo disebabkan oleh banyaknya informasi yang didengar dari jamaah haji asal Wajo bahwa kehidupan beragama di Wajo sangat memperihatinkan, banyak terjadi kemungkaran dan kemusyrikan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana gerakan dakwah yang dilakukan sehingga bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama masyarakat Wajo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara serta telaah pustaka dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan dakwah Anregurutta H. Muhammad As’ad terdiri dari tiga bentuk yaitu secara lisan, tertulis dan perbuatan. Adapun faktor yang mendukung keberhasilan dakwahnya yaitu kemampuannya dalam mengamati lingkungan, menyesuaikan diri dengan masyarakat, dan melakukan pembinaan dan pengajaran. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Anregurutta H. Muhammad As’ad berhasil melakukan gerakan dakwahnya di Kabupaten Wajo tidak terlepas dari kepiawaiannya mengamati medan dakwah dan kemampuannya mengemas isi dakwah, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Implikasi dari penelitian ini yaitu seorang da’i harus pandai menyesuaikan diri, baik lingkungan, materi dan metode dakwahnya, terlebih lagi di era perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini.
Leksikon ke Spiritualitas: Model Integratif Semantik Qur’ani dan Hermeneutika Sufistik dalam Memahami Konsep Cinta Ilahi Vina Vahira; Nidaul Hasanah; Abdul Rahman; Baso Pallawagau
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.582

Abstract

Kajian tentang cinta Ilahi dalam Al-Qur’an selama ini lebih banyak dipahami dalam kerangka teologis dan tasawuf normatif, sementara pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik masih jarang diintegrasikan secara sistematis. Padahal, konsep cinta dalam Al-Qur’an memiliki kedalaman makna yang tidak hanya bersifat leksikal, tetapi juga spiritual dan eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep cinta Ilahi melalui model integratif antara semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik guna memahami transformasi makna dari dimensi kebahasaan menuju dimensi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik. Data penelitian diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep cinta, seperti ḥubb, mawaddah, dan raḥmah, serta ditunjang oleh literatur tafsir, karya tasawuf, dan kajian semantik modern. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah relasi makna leksikal, konteks ayat, dan interpretasi sufistik terhadap konsep cinta Ilahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta Ilahi dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna afeksi emosional, tetapi juga mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan Tuhan yang berorientasi pada penyucian jiwa, kedekatan eksistensial, dan transformasi moral. Integrasi semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika makna cinta dalam Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan studi semantik Al-Qur’an dan kajian spiritualitas Islam kontemporer.
Komunikasi Lingkungan dalam Perspektif Al-Qur’an: Pendekatan Ekoteologi Islam terhadap Kesadaran Ekologis Masyarakat Andi Fauziah Astrid; Achmad Abubakar; Sohrah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.584

Abstract

Krisis lingkungan hidup yang melanda dunia modern menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik dan perspektif nilai-nilai spiritual. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung pesan-pesan penting tentang pentingnya preservasi lingkungan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah (wakil Allah) di bumi. Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep komunikasi lingkungan melalui pendekatan ekoteologi Islam untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tafsir tematik (tafsir maudhu’i) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan isu lingkungan, dikombinasikan dengan analisis perspektif fiqhi (hukum Islam) dan kontekstual. Penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur’an menawarkan paradigma ekoteologi Islam yang mengintegrasikan aspek spiritual, hukum, dan sosial untuk mendorong perilaku ramah lingkungan. Implikasi praktis dari penelitian adalah perlunya mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi Islam dalam kurikulum pendidikan, dakwah lingkungan berbasis Al-Qur’an, dan kebijakan publik yang responsif terhadap krisis ekologis. Rekomendasi akademik mencakup pengembangan model komunikasi lingkungan yang kontekstual dan kolaborasi antara akademisi, tokoh agama, dan pemangku kebijakan.
Pendidikan Islam Humanis: Rekonstruksi Konseptualisasi Pendidikan Islam Berorientasi Kemanusiaan Asyari Abdul Wafa; Siti Kholida; Muharofah Nur Safitri
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konseptualisasi Pendidikan islam berorientasi kemanusiaan, memberikan metode yang relevan dalam membangun konsep Pendidikan islam yang berorientasi kemanusiaan serta memberikan kontribusi dalam mengimplementasikan Pendidikan islam yang berorientasi kemanusiaan melalui metode penelitian kajian Pustaka (Library Research) sehingga menghasilkan temuan penelitian, Pertama, Rekonstruksi Konseptualisai Pendidikan islam humanis berfokus pada kemanusiaan menempatkan manusia sebagai pusat dari pendidikan, bukan hanya sekadar memperoleh, pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika serta kepedulian terhadap sesama. Kedua, Pendekatan yang diterapkan dalam Pendidikan Islam humanis berfokus pada penguatan metode normative, teologi, tekstualis dan doctrinal, serta menggabungkan dengan berbagai pendekatan yang bersumber dari motivasi yang ada dalam diri manusia. Ketiga, Implementasi Pendidikan humanis menekankan penanaman Nilai-nilai Islam serta mengajarkan hubungan antara sesama manusia diantaranya keadilan, al-musawwah, musyawarah, dan kebebasan memilih dalam konteks perlindungan harta, perlindungan akal, serta perlindungan keturunan. Serta dalam mengimplementasikan Pendidikan islam yang berfokus pada kemanusiaan, ditekankan nilai-nilai manusiawi, seperti keterlibatan dalam diskusi antaragama, aktivitas lintas budaya dan inisiatif yang mendorong penghargaan terhadap hak-hak kelompok minoritas. Dengan demikian dapat meningkatkan pemahaman akan signifikansi sikap saling menghargai dan Kerjasama dalam membangun kedamaian ditengah masyarakat yang majemuk. Sementara hal yang lebih utama dalam penerapan Pendidikan islam yang berorientasi pada memanusiakan manusia dilakukan rekonstruksi penyusunan kurikulum, pendekatan pengajaran dan suasana belajar yang menghargai peserta didik sebagai manusia. Serta pentingnya kurikulum berkarakter humanis yang lebih menekankan pada prinsip empati, toleransi, keadilan dan penghormatan terhadap martabat individu.
Implikasi Hukum Islam terhadap Pemanfaatan Teknologi Biomedis Sudirman; Kurniati; Misbahuddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum Islam terhadap pemanfaatan teknologi biomedis dalam perspektif maqashid syariah serta mengkaji relevansi prinsip-prinsip syariah dalam merespons perkembangan teknologi kesehatan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-analitis berbasis studi kepustakaan, dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, fatwa, dan konsep hukum Islam kontemporer yang berkaitan dengan teknologi biomedis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam pada dasarnya bersifat adaptif dan dapat menerima pemanfaatan teknologi biomedis sepanjang berorientasi pada kemaslahatan, khususnya dalam menjaga jiwa dan keturunan. Namun demikian, terdapat dinamika perbedaan pandangan terhadap teknologi yang lebih kompleks seperti rekayasa genetika dan kecerdasan buatan dalam medis, yang menuntut pendekatan ijtihad yang lebih kontekstual dan interdisipliner. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan pemahaman masyarakat Muslim terhadap implikasi hukumnya. Oleh karena itu, pendekatan maqashid syariah menjadi kerangka yang relevan dalam menjembatani antara inovasi teknologi dan nilai-nilai syariah. Kesimpulannya, hukum Islam memiliki potensi besar untuk merespons perkembangan teknologi biomedis secara konstruktif, namun memerlukan penguatan kajian yang komprehensif dan kontekstual agar mampu memberikan panduan yang aplikatif bagi masyarakat.