cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
EVALUASI SISITEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Zulpiadi, -; Kartini, -; Wibowo, Hari
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.654 KB)

Abstract

Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, Kecamatan ini merupakan pusat kegiatan pembangunan serta kegiatan sosial ekonomi. Ketersediaan sarana dan prasarana memberikan dampak terhadap pertumbuhan penduduk serta kebutuhan air. Kebutuhan air bersih PDAM Kabupaten Kubu Raya unit Sungai Raya dengan kapasitas Reservoir sebesar 150 lt/dtk melayani ±14.875 sambungan atau sekitar 37% di Kecamatan Sungai Raya. serta dengan banyaknya dibangun kawasan perbelanjaan dan industri menyebabkan kekurangan air bersih pada jam puncak. Dalam mengevaluasi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2038, sehingga dapat di ketahui besarnya ukuran dimensi jaringan pipa primer air bersih di lokasi studi.Untuk menentukan proyeksi Penduduk ada beberapa metode yaitu: Arithmatic Rate of Growth Methode, Geometric Rate of Growth Methode dan least Square Rate of Growth Methode. Untuk menentukan pilihan metode proyeksi jumlah penduduk yang akan digunakan dengan hasil perhitungan yang paling mendekati kebenaran harus dilakukan analisa dengan menghitung standar deviasi. Analisa kebutuhan air didapat berdasarkan perhitungan air domestik dan non domestik, Analisa Jaringan  Air Bersih dilakukan dengan menggunakan program Epanet 2.0.Berdasarkan hasil perhitungan jumlah proyeksi penduduk pada tahun 2038 menggunakan metode aritmatik didapat jumlah penduduk Kecamatan Sungai Raya khususnya 5 Desa pada tahun 2038 adalah 136.223  jiwa, Kebutuhan debit  jam puncak untuk lima desa pada tahun 2018 sebesar 293,04 lt/dt dan pada tahun 2038 sebesar 377,18 lt/dt dan pada data eksisting dengan diameter pipa f300 mm tidak memenuhi standar hidrolis serta perlu adanya evaluasi dan penyesuaian diameter pipa. Setelah dievaluasi diameter pipa yang digunakan untuk pipa primer  adalah pipa f700 mm, f650 mm dan f400 mm, adapun jenis pipa primer yang digunakan  yaitu pipa HDPE dengan nilai koefisien kekasaran 140 . Kata Kunci : Evaluasi jaringan distribusi PDAM Kecamatan Sungai Raya
ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Azmi, Restu Al; Wulandari, Agustiah; Firdaus, Hendry
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan kawasan pesisir di Kecamatan Sungai Kunyit menyebabkan peningkatnya jumlah lahan terbangun. Peningkatan tersebut menyebabkan kerusakan dan degradasi kawasan pesisir terutama hutan mangrove. Mengingat bahwa pengembangan wilayah seharusnya memperhatikan kondisi fisik kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menyusun arahan pemanfaatan lahan di kawasan pesisir Kecamatan Sungai Kunyit yang memperhatikan kesesuaian kondisi fisik dan fungsi kawasan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan melakukan  analisis kesesuaian lahan, overlay, dan skoring. Data yang dibutuhkan berupa; peta administrasi, peta jenis tanah, peta curah hujan, peta kelerengan, jarak pantai, kebijakan terkait penataan kawasan pesisir, dan kondisi eksisting kawasan pesisir Kecamatan Sungai Kunyit. Penggunaan lahan eksisiting didominasi oleh kebun campuran, dan permukiman. Hasil dari identifikasi penggunaan lahan eksisting, dan analisis kesesuaian lahan, sebagai dasar untuk menentukan arahan peruntukan kawasan lindung dan kawasan budidaya. Arahan peruntukan kawasan pesisir di Kecamatan Sungai Kunyit adalah kawasan lindung sempadan pantai dan kawasan budidaya. Arahan kawasan lindung sempadan pantai ditentukan 200 meter dari garis pantai kearah daratan. Sedangkan untuk kawasan budidaya, yaitu: kawasan mangrove, permukiman, wisata, perdagangan, perindustrian, dan kawasan pertanian. Kata Kunci: Arahan pemanfaatan lahan, Kawasan pesisir, Kecamatan Sungai Kunyit
PERHITUNGAN JEMBATAN LAYANG (FLYOVER) DENGAN TIPE BOX GIRDER BETON PRATEGANG (PRESTRESSED CONCRETE) UNTUK PERTEMUANJALAN MAYOR ALIANYANG DAN JALAN SOEKARNO-HATTA KABUPATEN KUBU RAYA Prasetya, Wiratama Adi; ., Elvira; Budi, Gatot Setya
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1679.637 KB)

Abstract

Projection of traffic current is increasing of vehicle volume every year and for reducing conflict of perpendicular in junction of Jalan Mayor Alianyang and Jalan Sukarno-Hatta in Kubu Raya regency. Flyover become a alternative solution and a plan that can be a Bridge class 1 that has load of plan traffic current 100%  from total load before. With width of highways 7,00 m (double ways) then must uses 2 unit box girder shaped trapesium with extend of bridge 60 m with spesification : tall of girder 2,80 m, width of bridge 2 x 8,50 m, quality of prestressed concrete box girder K-500 (fc=41,50 MPa), and quality of plat concrete/slab of floor bridge K-500 (fc = 41,50MPa). It has 23 part in calculation proses and analysis flyover structure that must composed then can give of subscribing about applied of prestressed concrete structure in box girder section. Based on result of calculation and analisys of the first prestressing force is 85290,81 kN, it has total of loss prestressing 22,02 %, so remain of effective 50128,16 kn of prestressing force from jacking force result 64285,74 kN. Effective prestressing used 70%, it has 45000,02 kN of prestressing force of  jacking force result 100% UTS is 113159,20 kN. In a box girder section uses prestressing tending consists: 28 tendon with spescification of diameter nominal strands 12,7 mm (0,5?), 22 wire with uncoated 7 wire kind of super strands ASTM A-416-06 grade 270 each 1 tendon and 14 tendon with specification of diameter nominal strands 12,7 mm (0,5?), 31 wire of kind uncoted 7 wire super strands ASTM A-416-06 grade 270 each 1 tendon. Then for longitudinal reinforcement in above of plat uses D19-200 mm, plat of wall or web section uses D19-150 mm, and plat of down in wall section uses D19-200 mm, stretch of reinforcement uses diameter is 16 mm with varian of distance in pillar area till a middle of span: 100 mm and 200 mm, eventough sum of crossbar that need for bursting force 5 D 16 mm in each 1 anchorage. Keywords : Flyover, Prestress, harian regional, Box Girder.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN PASIR DARI BEBERAPA DAERAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Jeffry, -; Lingga, Andry Alim; Handalan, Cek Putra
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.056 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24133

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain-lain. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat lain dan air, dengan semen Portland atau semen hidrolik yang lain, Campuran tersebut akan mengeras seperti batuan. Pengerasan terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air. Beton yang sudah mengeras dapat juga dikatakan sebagai batuan tiruan, dengan rongga-rongga antara butiran yang besar (agregat kasar atau batu pecah), dan diisi oleh batuan kecil (agregat halus atau pasir), dan pori-pori pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen). Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakan yaitu Metode SNI, dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Semen yang digunakan adalah semen PCC. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan Æ 15 cm, dan tinggi 30 cm. Terdapat enam variasi sampel beton yaitu pasir daerah Putussibau, pasir daerah Karangan, pasir daerah Toho, pasir daerah Tayan, pasir halus dan kasar daerah Pontianak. Pengujian/pengetesan benda uji meliputi uji kuat tekan.Kata kunci: pasir kasar dan pasir halus dan kuat tekan beton.
PENGARUH PENGGUNAAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) Pratama, Nugraha Yuda; Widodo, Slamet; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.283 KB)

Abstract

Aspal merupakan salah satu material yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan raya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan akibat beban muatan kendaraan adalah dengan meningkatkan kualitas dan stabilitas perkerasan tersebut. Oleh sebab itu penggunaan bahan tambah (Additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate) merupakan salah satu jenis sampah yang sulit diuraikan senyawa organik tanah sehingga merupakan salah satu penyebab kerusakan unsur tanah, namun mungkin sampah botol plastik merupakan bahan fleksibel yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan tambah (Additive) pada campuran perkerasan jalan. Pemanfaatan ini dimaksudkan untuk mengurangi keberadaan sampah botol plastik tersebut sehingga tidak akan menyebabkan dampak yang negatif namun dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik aspal dan mengetahui karakteristik Marshall pada campuran laston (AC-WC) dengan bahan tambah sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate).Hasil pemeriksaan aspal dengan penambahan kadar plastik sebesar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7% secara umum dapat memperbaiki sifat-sifat fisik aspal, kecuali pada kadar plastik 0,5% dan 0,7% yang nilai daktilitasnya tidak memenuhi syarat sesuai  spesifikasi umum Bina Marga 2010. Hasil pengujian campuran laston (AC-WC) dengan aspal normal dari 5% sampai 7% diperoleh nilai KAO sebesar 6,1%. Setelah didapat nilai KAO, selanjutnya dilakukan penambahan plastik dalam campuran dengan kadar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7%  dari berat aspal. Berdasarkan hasil Marshall Test pada campuran Laston (AC-WC) didapat nilai stabilitas, flow, MQ, VIM, dan VFB. Nilai stabilitas kadar plastik 0% = (1002,97 kg), 0,1% = (1019,08 kg), 0,3% = (1040,90 kg), 0,5% = (1088,84 kg), dan 0,7% = (1163,22 kg). Nilai flow kadar plastik 0% = (3,13 mm), 0,1% = (3,17 mm), 0,3% = (3,23 mm), 0,5% = (3,37 mm), dan 0,7% = (3,53 mm). Nilai MQ kadar plastik 0% = (320,1 kg/mm), 0,1% = (321,88 kg/mm), 0,3% = (322,63 kg/mm), 0,5% = (325,42 kg/mm), dan 0,7% = (332,13 kg/mm). Nilai VIM kadar plastik 0% = (4,04%), 0,1% = (3,94%), 0,3% = (3,79%), 0,5% = (3,58%), dan 0,7% = (3,45%). Nilai VFB kadar plastik 0% = (80,37%), 0,1% = (80,95%), 0,3% = (81,77%), 0,5% = (82,97%), dan 0,7% = (83,68%). Dari semua parameter Marshall, kadar plastik 0,1% sampai 0,5% telah memenuhi syarat, hanya kadar plastik 0,7% yang tidak memenuhi syarat karena nilai VIM yang lebih kecil dari spesifikasi. Kadar maksimum untuk pengunaan plastik dalam campuran laston (AC-WC) pada KAO 6,1% adalah sebesar 0,63%.Berdasarkan hasil sifat-sifat fisik aspal dan karakteristik Marshall, dapat disimpulkan bahwa kadar penambahan plastik yang dapat digunakan adalah 0,1% - 0,3% dari berat aspal. Penambahan plastik dengan kadar 0,3% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal, karena telah memenuhi syarat dari semua pemeriksaan dan memiliki nilai stabilitas tertinggi pada campuran laston (AC-WC). Kata Kunci : Aspal, Sampah Botol Plastik, Laston (AC-WC
URUTAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) Achmad, Netto; Widodo, Slamet; Suyono, Rudi S.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.042 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35926

Abstract

AbstrakBelum adanya acuan dalam prioritas pemeliharaan jalan menjadi kendala untuk pemilihan prioritas pemeliharaan jaringan jalan, menyebabkan belum bisa terpenuhinya seluruh kebutuhan pemeliharaan jaringan jalan. Penentuan urutan prioritas pemeliharaan jaringan jalan tersebut harus melihat dari berbagai kriteria sehingga menghasilkan hasil data yang akurat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengurutkan rangking prioritas pemeliharaan jalan. 23 stake holder yang dipilih terdiri dari sistem kelembagaan yang berkaitan dengan masalah transportasi secara umum. Ruas jalan yang ditinjau semua ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten dengan menggunakan berbagai kriteria pilihan. Metode yang digunakan adalah Proses Hirarki Analitik (PHA), Proses Hirarki Analitik adalah suatu pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk membantu pencarian solusi dari berbagai permasalahan multi kriteria. Kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jalan adalah tingkat aksebilitas, tata guna lahan, jenis permukaan jalan dan alokasi anggaran. Urutan prioritas pemeliharaan jalan Kabupaten Kapuas Hulu: 1 Ruas Jalan Nanga Dangkan - Landau Kumpang dengan nilai 0,611. 2 Ruas Jalan Simp. Nanga Kantuk - Jaung dengan nilai 0,467 dan seterusnya. Saran untuk para penulis dalam menyusun kuesioner harus diperhatikan kejelasan pertanyaan dan susunannya, sehingga pada pengisian kuesioner oleh stake holder maksud dan tujuan yang ingin kita dapatkan tersampaikan, karena hasil kuesioner sangat menentukan hasil daripada penelitian ini. Kata kunci : Proses Hirarki Analitik, Urutan Prioritas Pemeliharaan Jalan
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG MIDPOINT 8 LANTAI DI JALAN JENDRAL URIP PONTIANAK Cheriandi, Alvin Alfrendo; Lingga, Andry Alim; Lestyowati, Yoke
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan SNI 1726-2002,Pulau Kalimantan tidak termasuk daerah zonasi gempa Namun sejak terjadigempa di Kota Singkawang pada tanggal 23 Agustus 2011 yang telah dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa telahterjadi gempa dengan kekuatan 4,4 Skala Ritcher, maka dalam perencanaan gedung di Pulau Kalimantan perlu diperhitungkan gaya gempa.Perencanaan struktur bangunan di Indonesiamengacu pada SNI-03-2847-2013 tentang Tata Cara Perhitungan Beton Struktural untuk Gedung dan SNI-1726-2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung. Bangunan gedungbiro jasa dan perkantoran (Midpoint), berlantai 8 yang terletak di Jalan Jendral Urip, Pontianakdipilih sebagai obyek yang akan dihitung kembali dengan asumsi terjadi didaerah gempa zonasi < 0,05g sehingga dalam perhitungan struktur gedung ini akan ditinjau terhadap beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Perhitungan struktur mengacu pada peraturan  terbaru, sehingga menghasilkan dimensi struktur yang kuat, kaku, efektif serta efisien dalam menahan beban yang dikerjakan pada gedung tersebut. Perhitungan yang ditinjaumeliputi elemen struktur pelat, balok, kolom, pondasi serta periode struktur akibat gempa dan simpangan maksimum lantaiberdasarkan SNI 1726-2012 dengan analisis dinamis yang akan dikontrol nantinya dengan analisis statis ekivalen. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan dimensi elemen struktur balok dan kolom gedung yang lebih besar± 30% - 40% dari dimensi elemen struktur balok dan kolom gedung Midpoint yang ada saat ini. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa dimensi suatu elemen struktur mempengaruhi kekakuan suatu struktur untuk menahan gempa yang terjadi. Kata kunci : struktur gedung, beton bertulang, gempa.
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN KANTOR SEWA TUJUH LANTAI DI PONTIANAK Suganda, Agus; Samsurizal, Eddy; Sutandar, Erwin
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.175 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.25296

Abstract

As the provincial capital of Pontianak to become the main business events destinations and is a barometer for the development of other areas in West Kalimantan. Business development in Pontianak will have an impact on increasing office space requirements, but it raises new problems, namely the limitation of the availability of land. To overcome this problem one alternative solution is the construction of a multi-story building. With a storied building can increase the capacity of office spaces, so the need for Office space can be fulfilled. In this final Task, carried out the planning of the steel structure SPRMB (Bearers of ordinary Moment Frame System) includes the planning of primary and secondary structure of the Foundation based on SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, SNI: 1727:2013 and others. The analysis is done by software ETABS 2016 version 16.2. The results of the calculation of the results obtained, namely: roof and floor plates thick 10 cm, the typical parent WF beam dimensions 450,200 column dimension, King Cross 600,300, H-beam and H-beam 400,400 300,300 in the elevator. The connection to the main structure is planned as a high-quality connections with bolts fub 625 MPa. Planning the Foundation using concrete powerboats square 20 x 20 size with a depth of 24 m. Key words: SPRMB (Bearers of ordinary Moment Frame System), steel structures, Planning.
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG RUMAH SAKIT 8 LANTAI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Adianto, Bobby; Yusuf, M.; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.773 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30517

Abstract

Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk di kota Pontianak yang terus meningkat, perlu juga diimbangi dengan peningkatan kebutuhan kesehatan dengan membangun rumah sakit baru dengan fasilitas yang memadai. Untuk membangun rumah sakit baru tersebut diperlukan ruang lahan yang cukup luas. Karena ruang lahan yang terbatas serta harga lahan di daerah kota yang mahal serta untuk mengikuti tren gedung-gedung di Pontianak saat ini, gedung bertingkat tinggi menjadi pilihan untuk mengatasi hal tersebut. Saat ini wilayah Kalimantan Barat sudah termasuk dalam zona gempa. Walaupun kemungkinan kerusakan akibat gempa di Kalimantan Barat ini sangat kecil, namun demikian tetap harus diwaspadai dan harus diperhitungkan terhadap persyaratan gempa yang berlaku agar tidak terjadi kerugian yang besar. Bangunan yang dianalisis adalah gedung rumah sakit  Universitas Tanjungpura Pontianak. Analisis struktur yang dilakukan berupa pelat, balok, kolom, dan fondasi. Perhitungan struktur yang dilakukan mengacu pada SNI 1726:2012 untuk perhitungan gempa dan mengacu pada SNI 2847:2013 untuk perhitungan beton bertulang. Dari hasil perhitungan diperoleh dimensi elemen struktur berupa pelat, balok, kolom serta jenis fondasi dan jumlah spun pile yang digunakan.Kata Kunci : beton bertulang; perhitungan gempa; pelat, balok, kolom, fondasi
PERILAKU PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG AKIBAT PENGURANGAN BEBAN DI BANGUNAN BENUA INDAH PONTIANAK Iskandar, Victor Otto; Priadi, Eka; Aswandi, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.157 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.19220

Abstract

Tanah merupakan salah satu material yang dipergunakan untuk membangun dalam dunia konstruksi. Dari berbagai jenis tanah, tanah lempung adalah tanah yang banyak ditemukan dalam mayoritas masalah keteknikan, karena tanah lempung merupakan tanah yang kohesif. Tanah lempung merupakan tanah dengan karakteristik yang dapat mengalami penyusutan (shrinkage) dan pengembangan (swelling) yang besar tergantung dari pengaruh tinggi muka air tanah dan mineral lempung dari tanah itu sendiri. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam analisa pengembangan (swelling) pada tanah lempung yaitu potensi mengembang (swelling potential) tanah akibat pengaruh air dan pengurangan beban (unloading) pada tanah yang akan di analisis dimana terdapat bangunan di atasnya. Tanah yang akan dianalisis berlokasi di Kota Pontianak, Jalan Teuku Umar, bangunan eks Benua Indah Pontianak. Bangunan ini merupakan bangunan lama yang direnovasi kembali, yang terdapat pekerjaan pengurangan tingkat bangunan. Analisis pengembangan tanah (swelling)  dapat dilakukan dengan penelitian di laboratorium dan juga perhitungan secara manual berdasarkan skema permodelan pengurangan beban tingkat bangunan. Hasil penelitian dan perhitungan menyimpulkan tingkat pengembangan tanah (swelling) termasuk rendah, sehingga pada pekerjaan pengurangan beban tingkat bangunan tidak menimbulkan bahaya kerusakan bangunan akibat kenaikan tanah (heave). Kata Kunci: Tanah Lempung, Swelling, Unloading, Heave, Skema Permodelan Bangunan

Page 17 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue