cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
KARAKTERISTIK KINERJA CAMPURAN HRS-WC AKIBAT PERUBAHAN BENTUK AGREGAT KASAR Y.K.O, Halilintar Boma; Erwan, Komala; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.974 KB)

Abstract

This study aimed to determine how much influence changes in the form of coarse aggregate to the mixture of Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Changes in the form of coarse aggregate in question is additional aggregate mixture coarse flat and oval in the mix HRS-WCserta Measuring the strength characteristics of the mixture HRS -WCdengan Marshall parameters due to changes in the form of coarse aggregates. Mix design carried out in seven stages of manufacture. Making the first stage of the test object using a normal coarse aggregate and composition for stone aggregate 1-1 (18%), 0.5 stone (22%), 0.5 (20%), stone dust (36%), and sand ( 24%), then made a test object as much as 15 pieces, Based on the analysis results of experiments conducted to prove that the use of various forms of coarse aggregate asphalt mixture lonjon flat and the HRS-WC 5%, 10%, and 15% concluded variation aggregate form flat 5% shows the value of the best results of the three variations, From the above conclusions and marshall results can be seen that the greater the percentage of the aggregate number of flat or oval cavity resulted in an increase in the mix and the cavity in the aggregate. The results of the variation form aggregates shows that changes in composition of the filter does not significantly affect the strength characteristics of asphalt mixture are all still meet the standards of the general specifications of public works DGH. From the above conclusions and marshall results can be seen that the greater the percentage of the aggregate number of flat or oval cavity resulted in an increase in the mix and the cavity in the aggregate. The results of the variation form aggregates shows that changes in composition of the filter does not significantly affect the strength characteristics of asphalt mixture are all still meet the standards of the general specifications of public works DGH. From the above conclusions and marshall results can be seen that the greater the percentage of the aggregate number of flat or oval cavity resulted in an increase in the mix and the cavity in the aggregate. The results of the variation form aggregates shows that changes in composition of the filter does not significantly affect the strength characteristics of asphalt mixture are all still meet the standards of the general specifications of public works DGH. Keywords: Filter, Flat Oval, Coarse Aggregate Shape, Marshall Test.
ANALISA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI TERDU Leni Dwiwana; - Nurhayati; - Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.388 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32202

Abstract

Daerah irigasi Terdu Anjongan terletak di Desa Anjongan dengan luas area pertanian sebesar 57 hektar yang mengambil sumber air dari Sungai Tangkit. Informasi ketersediaan dan kebutuhan air sangat penting dalam kegiatan irigasi. Faktor yang mempengaruhi cara penyedian dan pemberian air adalah kondisi tanah pertanian, tanaman, iklim setempat termasuk kondisi hujan, topografi tanah, dan lain-lain. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa klimatologi dan peta topografi. Data primer meliputi posisi global daerah irigasi, dimensi saluran, dan kecepatan aliran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perhitungan evapotranspirasi dengan metode Penman Modifikasi, ketersediaan air irigasi menggunakan metode Mock. Hasil analisa ketersediaan air menggunakan metode Mock didapat debit andalan 80% Sungai Tangkit sebesar 0,028 m3/detik atau 28 liter/detik. Analisa imbangan air dengan membandingkan debit ketersediaan dan debit dipintu pengambilan diperoleh hasil dari kedua pola tanam yang dianalisa menunjukan ketersediaan air memungkinkan penanaman dengan pola padi-padi dan pola tanam padi-padi jagung. Kata Kunci: Kinerja jaringan irigasi, Terdu Anjongan
STRATEGI PENAWARAN UNTUK MEMENANGKAN TENDER PROYEK KONSTRUKSI Zulis, Evan; Arpan, Budiman; Mulyani, RR Endang
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.055 KB)

Abstract

Dalam upaya mendapatkan pekerjaan pada sektor jasa konstruksi hampir selalu melalui proses yang dinamakan pelelangan. Proses ini menjadi sangat penting bagi pengusaha jasa konstruksi, karena kelangsungan hidupnya sangatlah tergantung dari berhasil atau tidaknya proses ini. Penetapan harga pelelangan ditentukan oleh berbagai pertimbangan dan terkadang hanya berdasarkan naluri bisnis. Hal ini sangatlah menentukan besar / kecilnya keuntungan yang masih mungkin diperoleh kontraktor dan persentase kemungkinan memenangkan proyek.Bagi perusahaan yang baru bergabung mengikuti pelelangan belum mengenal pesaing yang mengikuti pelelangan (unknown bidders) akan sulit menentukan suatu harga penawaran. Dipilih model strategi penawaran dari Gates Pesaing Tidak Dikenal. Model tersebut diterapkan dengan sejumlah data harga penawaran dari kontraktor - kontraktor yang mengikuti tender di Kementerian Pekerjaan Umum dalam hal ini LPSE(Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Direktorat Jendral Bina Marga Daerah Kalimantan Barat  mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2014. Kemudian hasil data diuji dengan data yang dipilih untuk pengujian model tersebut. Diperoleh dari pengujian bahwa model strategi penawaran gates menghasilkan mark upyang dapat dijadikan acuan  untuk data penawaran dari pesaing yang tidak dikenal (unknown bidders) dengan Single Distribusi Normal yang menghasilkan mark up yang masih ada harapan untuk memenangkan tender adalah dari -20% s/d -28%. Dimanamark upoptimum sebesar -20% denganexpected profit optimum 10%.   Kata kunci: strategi penawaran, mark up, Gates
PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL MAPOLDA KALBAR AKIBAT PERUBAHAN GEOMETRIK SIMPANG Karunia, Meidi Ahdiyat; Akhmadali, -; Sutarto Y.M., -
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.906 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.21674

Abstract

Pemerintah Kota Pontianak membangun jalan baru pada Jl. Serdam yang berfungsi sebagai belok kiri langsung (LTOR) menuju Jl. Ahmad Yani dan membangun jembatan pada pendekat Jl. Ahmad Yani yang berfungsi sebagai belok kiri langsung menuju Jl. Serdam Sudarso. Akibat dari perubahan geometrik tersebut antrian pada satu lengan berkurang, namun pada jalan lain masih terdapat antrian panjang. Kondisi eksisting Simpang Bersinyal Mapolda Kalbar didapati nilai derajat kejenuhan Jl. Ahmad Yani 1,02; Jl. Serdam Sudarso 1,84; Jl. Arteri Supadio 1,33 dan Jl. Serdam 0,64. Nilai tundaan total kondisi eksisting Simpang Mapolda Kalbar sebesar 451,581 det/smp maka masuk Tingkat Pelayanan (LOS) F dengan durasi siklus selama 157 detik. Setelah dilakukan pengaturan ulang lampu lalu lintas didapati waktu siklus bertambah menjadi 178 detik dengan nilai tundaan total turun menjadi 431,86 det/smp. Pada alternatif 1 berupa pelebaran pendekat simpang mapolda Kalbar didapati nilai tundaan total menjadi 42,98 det/smp   maka kategori Tingkat Pelayanan masuk dalam kategori E.   Alternatif 2 mengubah fase simpang mapolda Kalbar menjadi 2 fase didapati nilai tundaan total turun menjadi 62,18 det/smp. Alternatif 3 berupa pembangunan jalan layang (flyover) pada simpang Mapolda Kalbar didapati nilai tundaan total kondisi pelebaran pada pendekat Simpang Mapolda Kalbar sebesar 9,11 det/smp maka kategori Tingkat Pelayanan masuk dalam kategori B.Kata kunci: Tingkat Pelayanan, Tundaan, Antrian, Simpang Bersinyal, smp, MKJI 1997
KOEFISIEN LANTAI BANGUNAN (KLB) FUNGSI HOTEL DI JALAN GAJAHMADA BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN JALAN (LOS) DALAM RTRW KOTA PONTIANAK Virduani, Atrie; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.739 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27734

Abstract

Pembangunan hotel di Jalan Gajahmada Kota Pontianak semakin meningkat setiap tahun. Hal ini terlihat dari jumlahnya yang bertambah dan bentuk bangunan yang semakin tinggi. Peningkatan tersebut berpengaruh kepada bangkitan dan tarikan pergerakan yang disebabkan luas lantai yang semakin besar. Namun untuk penyediaan ruang parkir tidak memadai. Sehingga terkadang menimbulkan kemacetan yang tentunya akan berpengaruh kepada tingkat pelayanan jalan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai KLB maksimum untuk fungsi hotel di Jalan Gajahmada Pontianak. Sasaran yang akan dicapai adalah menentukan bangkitan pergerakan, menentukan VCR dan LOS serta menentukan KLB fungsi hotel. Metode dalam studi ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan analisis yang digunakan berupa perhitungan menghitung bangkitan pergerakan, kapasitas jalan, VCR dan LOS serta menentukan nilai KLB maksimum fungsi hotel di Jalan Gajahmada.Hasil penelitian berdasarkan tingkat pelayanan Jalan Gajahmada yakni “C”. Nilai KLB untuk fungsi hotel yang diklasifikasikan berdasarkan jenis hotel yang ada di Jalan Gajahmada yakni hotel bintang 4 dengan nilai KLB 12,78, hotel bintang 3 dengan nilai 8,48, hotel bintang 2 dengan nilai 9,22 serta hotel non bintang dengan nilai 3,58. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jika sebuah hotel membangun lebih dari luas lantai maksimum yang diperbolehkan. Maka hal tersebut akan berdampak pada tingkat pelayanan jalan yang buruk atau telah melewati daya tampung Jalan Gajahmada Pontianak juga menimbulkan kepadatan dan kemacetan dengan arus yang tertahan. Kata kunci: hotel, lantai bangunan, bangkitan pergerakan, tingkat pelayanan jalan, koefisien lantai bangunan.
ANALISIS PENGGUNAAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI KABUPATEN KUBU RAYA Wahyudi, Ganjar Ilham; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.202 KB)

Abstract

Angkutan penyeberangan merupakan transportasi yang menghubungkan antar daerah yang dipisahkan oleh sungai. Pemerintah Kubu Raya sangat memperhatikan keberadaan sungai dan transportasi penghubungnya. Keberadaan transportasi sungai ini masih dicari dan dibutuhkan oleh sebagian kecil masyarakat yang tidak memiliki akses dan aset untuk menggunakan transportasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan angkutan penyeberangan di Kabupaten Kubu Raya.  Lokasi penelitian dilakukan di empat titik penyeberangan di empat pelabuhan yaitu Pelabuhan Parit Sarem, Pelabuhan Sungai Nipah, Pelabuhan Rasau Jaya dan Pelabuhan Pinang Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis cross tab teknik chi-square. Hasil Penelitian ini yaitu Fasilitas Pelabuhan Angkutan Penyeberangan masih belum sesuai dengan standar pelayanan penumpang sehingga perlu peningkatan fasilitas. Pola perjalanan masyarakat lebih banyak menggunakan jenis angkutan klotok (motor air) daripada kapal ferry dengan asal responden terbanyak dari Kecamatan Sungai Raya dan tujuan perjalanan terbanyak menuju Kecamatan Kubu dan Telok Pakedai. Faktor Karakteristik Pengguna yang terdiri jenis kelamin, usia, jenis kendaraan dan pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap penggunaan Angkutan Penyeberangan dan Faktor fasilitas moda yang terdiri kenyamanan, keamanan, waktu perjalanan, tarif dan kemudahan dan keterjangkauan memiliki pengaruh terhadap pemilihan angkutan penyeberangan.Kata kunci: Angkutan penyeberangan, dermaga, pola perjalanan, Kabupaten Kubu Raya
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR AKIBAT MENINGKATNYA BEBAN LALU LINTAS PADA JALAN SINGKAWANG-SAGATANI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Prasetia, Eka; YM, Sutarto; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.049 KB)

Abstract

Jalanmerupakanprasaranaperhubungandarat yang sangatpentinguntukmenunjangkegiatanpembangunandanmempercepatpengembanganwilayahdalamusahamencapaitingkatkemakmurandankesejahteraanrakyat. Olehkarenaitu, jalanharusmampumelayanisampaiumurrencana yang direncanakan.Kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Singkawang-Sagatani Kecamatan Singkawang Selatan Panjang 15.300 M’ membuat aktifitas lalu lintas menjadi terganggu sehingga tingkat pelayanan pengguna jalan tidak maksimal. Untuk menganalisa kerusakan jalan yang terjadi maka diperlukan survey di lapangan dan data-data pendukung dari instansi/dinas terkait. Metode/analisa perhitungan yang digunakan adalah analisa perhitungan perencanaanBinaMargadenganMetodeAnalisaKomponen di Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B yang mengacu pada AASHTO Guide design of pavements structures Tahun 1993. Berdasarkan hasil perhitungan didapat beban gandar standar untuk lajur rencana eksisting adalah 151365,3 beban gandar sedangkan dalam waktu 20 tahun akan meningkat menjadi 5005038,06 beban gandar, sehingga jika dianalisa dari jenis perkerasan eksisting maka diperlukan lapisan tambah. Jika ditinjau dari ITP jalan lama pada Sta 0+000-0+500 tidak memerlukan lapisan tambah karena nilai ITP eksisting yaitu 4,75 mendekati nilai ITP hasil perhitungan yaitu 5,1. Sedangkan untuk nilai ITP jalan lama pada Sta 0+500-15+300 didapat 3,3 dimana jalan tersebut sudah banyak terjadi kerusakan sehingga sudah tidak memungkinkan menampung beban arus lalu lintas saat ini dan yang akan datang, sedangkan nilai ITP hasil perhitungan yang didapat dari analisa terhadap perkiraan lalu lintas yang akan datang (W18), Reliability (R), Overall Standard Deviation (So), Modulus Resilien Efektif tanah dasar (MR) dan Design Serviceability Loss (∆PSI) maka didapat nilai ITP jalan baru pada Sta 0+500-15+300 adalah 6,3 yang akan dapat menampung beban lalu lintas kendaraan saat ini selama 20 (dua puluh) tahun dengan tebal lapisan permukaan 5 cm menggunakan bahan HRS dan lapis pondasi atas batu pecah dengan tebal 15 cm menggunakan batu pecah kelas A.Kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan dapat diakibatkan faktor beban lalu lintas yang semakin meningkat dan struktur tanah yang tidak stabil sehingga tidak dapat menahan beban lalu lintas yang semakin berkembang. Kata kunci :bebankendaraan, strukturtebalperkerasan, metodeanalisakomponen.
PENENTUAN OPERASIONAL JARINGAN ANGKUTAN UMUM DI KAWASAN METROPOLITAN PONTIANAK BERBASIS BRT (BUS RAPID TRANSIT) Haridan, -; Akhmadali, -; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.316 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24000

Abstract

Dengan pertumbuhan Kota Pontianak yang semakin meningkat dan sesuai denganfungsi Kota Pontianak sebagai Kota Jasa menyebabkan meningkatnya aktifitas masyarakatdi Kota Pontianak. Peningkatan aktifitas masyarakat yang semakin tinggi jugamenyebabkan bertambahnya pergerakan masyarakat yang ditunjukkan dengan semakinbertambahnya jumlah kendaraan di Kota Pontianak.dengan akan dimulainya perubahanuntuk Kawasan Metropolitan Pontianak ini tentu saja akan semakin menambah luasnyadaerah yang dilayani oleh angkutan umum bus kota, hal ini tentu harus diiringi pula denganpelayanan transportasi yang dapat di koordinir dengan baik. Dengan kondisi seperti inimaka kehadiran angkutan massal yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besardengan efisiensi jaringan jalan seharusnya menjadi pertimbangan. Adapun tujuan daripenelitian ini adalah Menentukan jumlah armada yang optimal dan operasional angkutanumum di area metropolitan pontianak berbasis BRT (Bus Rapid Transit), dan Menganalisisskema pembiayaan atau menghitung besaran subsidi yang dapat diterapkan untuk angkutanumum Kota Pontianak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan menganalisadata-data sekunder yang di dapat dari instansi-instansi terkait. Analisis yang dilakukanmeliputi analisis jumlah armada, analisis biaya operasional angkutan, dan biaya subsidiyang harus diberikan pemerintah kepada pengelolah BRT (Bus Rapid Transit).Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah aramada yang akan dioperasikan pada masingmasingkoridor adalah 20 armada untuk koridor 1, 12 armada untuk koridor 2 dan 13armada untuk koridor 3 Pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh operator per tahun adalahRp. 2.380.970.159,72 pada koridor 1, Rp. 1.264.176.833,40 pada koridor 2, dan Rp2.453.471.979,34, sedangkan besarnya biaya operasional kendaraan (BOK) per tahunadalah Rp. 9.556.597.892,47 pada koridor 1, Rp. 6.439.137.059,55 pada koridor 2, dan Rp.6.236.606.195,22 pada koridor 3. Dengan demikian dapat dilihat bahwa jumlah besaransubsidi untuk masing masing koridor adalah Rp. 7.175.627.732,75 untuk koridor 1 Rp.5.174.960.226,15 untuk koridor 2 Rp. 3.783.134.215,88 untuk koridor 3Kata-kata kunci: Bus Rapid Transit (BRT), Biaya Opersional Kendaraan (BOK),
PERAN TRANSMIGRASI TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA Setyorini, Indah; Mulki, Gusti Zulkifli; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.041 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.29274

Abstract

Dengan seiringnya waktu program transmigrasi telah memberikan dampak perubahan pada wilayah tujuan, sebagai pusat pertumbuhan baru, dan mengembangkan peran wilayah sebagai pusat produksi pertanian, perkebunan, peternakan, bahkan pemerintahan. Desa Rasau Jaya I merupakan salah satu lokasi transmigrasi. Tujuan penelitian ini yaitu “Peran transmigrasi terhadap pengembangan wilayah Desa Rasau Jaya 1” dengan sasaran (1)  Mengidentifikasi kondisi terkini transmigrasi dan kondisi penggunaan lahan di Desa Rasau Jaya I, (2) Menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam  pengembangan wilayah di Desa Rasau Jaya I, (3) Merekomendasikan solusi kedepan dalam pengembangan wilayah di Desa Rasau Jaya I. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif  dan metode analisis Isi (Content Analysis) dan analisis SWOT. Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan 2 jenis responden yaitu penduduk transmigrasi dan non transmigrasi dengan jumlah 35 KK per enam dusun. Metode pengambilan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan wilayah tidak terlepas dengan adanya peran transmigrasi yang mendukung pengembangan wilayah di DesaRasau Jaya I dengan adanya transmigrasi Desa Rasau Jaya I memiliki kemajuan seperti sarana, prasarana dan pertumbuhan ekonomi terciptanya sentra produksi yang optimal serta membantu memperbaiki pengembangan wilayah yang sudah ada untuk ditingkatkan kualitas dan kuantitas nya.  Kata kunci : Peran Transmigrasi, Rasau Jaya, Pengembangan Wilayah
ANALISIS LAJU ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG DI PARIT BANSIR KOTA PONTIANAK Supianto, Aris; Nurhayati, -; Yulianto, Eko
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.19 KB)

Abstract

Pembuangan limbah di Parit Bansir Kota Pontianak selain menyebabkan pencemaran, juga menyebabkan terjadinya pendangkalan akibat dari sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen melayang yang dipengaruhi pasang surut di bagian hilir Parit Bansir Kota Pontianak. Penelitian imenggunakan data primer berupa hasil pengukuran hidrometri (lebar, kedalaman, kecepatan), data pasang surut, perhitungan debit aliran, dan sampel air. Data diambil pada kondisi pasang surut selama 30 jam. Laju angkutan sedimen melayang dihitung dari hasil perkalian antara konsentrasi sedimen dengan debit aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkutan sedimen melayang di bagian hilir (muara) saat kondisi pasang sebesar 0,086 mg/s, sedangkan saat kondisi surut adalah besar 0,075 mg/s.Kata kunci: Sedimen melayang, Parit Bansir, TSS.  

Page 18 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue