cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
KAJIAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN KOMODITAS BATUAN GRANODIORIT PADA PT TOTAL OPTIMA PRAKARSA Bagus Eko Nugroho; - Marsudi; M. Khalid Syafrianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32008

Abstract

PT. Total Optima Prakarsa merupakan salah satu perusahaan pertambangan komoditas batuan granodiorit dengan menggunakan sistem penambangan quarry. Kegiatan peledakan merupakan salah kegiatan utama dalam kegiatan penambangan, namun hasil fragmentasi yang dihasilkan melebihi ukuran maksimal crusher yaitu lebih dari 60 cm dan harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam crusher. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui hal – hal  yang berdampak pada fragmentasi dan mengetahui perbandingan hasil fragmentasi secara teoritis maupun secara aktual. Dalam penelitian ini, terdapat dua metode yang digunakan untuk menganalisa fragmentasi batuan yaitu dengan menggunakan software split dekstop version 4.0 dan menggunakan metode Kuz-Ram. Hasil dari analisa tersebut akan menghasilkan perbandingan ukuran batuan untuk geometri peledakan akutal dan geometri peledakan secara teoritis. Faktor – faktor yang berdampak pada fragmentasi berdasarkan hasil analisa kondisi lapangan PT. Total Optimal Prakarsa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa pada saat melakukan perencanaan geometri peledakan, metode geometri peledakan secara teoritis akan menghasilkan ukuran fragmentasi yang lebih efesien daripada metode geometri aktual. Faktor yang mempengaruhi fragmentasi dipengaruhi oleh struktur diskontuinitas pada lokasi peledakan, sifat dan kekuatan batuan, geometri peledakan serta pengisian bahan peledak Kata kunci: crusher, fragmentasi, granodiorit, peledakan, software
ANALISA PROSEDUR PELAKSANAAN PADA PROYEK SWAKELOLA Budiman, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.2414

Abstract

Dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang PengadaanBarang/Jasa Pemerintah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan melaluiSwakelola dan/atau PemilihanPenyedia Barang/Jasa. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilakukandengan menggunakan penyedia barang/jasa mempunyai perbedaan dengan pelaksanaanpengadaan barang/jasa pemerintah dengan cara swakelola. Pada penulisan kali iniakan membahas lebih khusus tentang pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintahdengan cara swakelola. Menurut Pasal 26 Ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 54Tahun 2010 yang dimaksud dengan Swakelola adalah Swakelola merupakan kegiatanPengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannyadirencanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri olehK/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintahlain dan/atau kelompok masyarakat. Pelaksanaanpengadaan barang/jasa dengan cara swakelola memiliki prosedur tersendiridalam pelaksanaannya. Prosedur Swakelola meliputi kegiatan perencanaan,pelaksanaan, pengawasan, penyerahan, pelaporan danpertanggungjawaban pekerjaan. Adasinyalemen yang salah kaprah baik di kalangan penegak hukum maupun di kalanganaparatur pemerintah sendiri. Ketika berbicara Perpres No. 54 Tahun 2010 seolah-olah pengadaan tersebut harus dilakukan dengan cara pelelangan,dan kalau tidak dilakukan dengan cara itu penggunaan metoda dimaksud merupakanperbuatan melanggar hukum. Padahal, kalau dicermati secara mendalam substansi Perpres No. 54 Tahun 2010 dimaksud tidak sesederhana itu. Kesalah-kaprahan ini seringkali sangatmerugikan pihak penyelenggara pemerintahan. Terutama bagi mereka yang bertugasdalam pengadaan barang dan jasa bahkan dapat menimbulkan ketakutan yang tidakperlu, yang dapat menghambat jalannya pembangunan di negeri ini. Tidakseperti pada pengadaan barang/jasa pemerintah dengan menggunakan pemilihan PenyediaBarang/Jasa, pasal-pasal pada perundang-undangan yang mengatur tentang Pelaksanaan PengadaanBarang/Jasa Dengan Cara Swakelola sangat terbatas. Keterbatasan Peraturantersebut menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa denganCara Swakelola. Para Pengguna Barang/Jasa sering menginterepretasikan ProsedurPelaksanaan Proyek Swakelola menurut versi mereka masing-masing. Mereka hanyamenyusun Acuan Kerja yang dibuat sendiri sebelum memulai suatu Proyek Swakelolayang mereka kelola. Ketidakseragaman dan ketiadaan Juknis ini mengakibatkankerancuan dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan Cara Swakelola. Untukmenghindari kerancuan ini sangat diperlukan petunjuk teknis yang bersifat bakuberupa Prosedur Pelaksanaan Proyek Swakelola. Untuk itu, penulis ingin menyusun suatu mekanisme prosedurpelaksanaan proyek swakelola yang dibuat berdasarkan :Analisa ProsedurPelaksanaan Proyek Swakelola dibuat dengan mengacu kepada PeraturanPerundang-undangan yang mengatur pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan caraSwakelola.Analisa manajemen yangdigunakan adalah analisa sumber daya yang meliputi : analisa waktu, analisabiaya, analisa tenaga kerja, analisa material dan analisa peralatan.Kata-kata kunci : Swakelola, Analisa Prosedur Pelaksanaan Proyek Swakelola, Analisa Manajemen
ANALISA PENGARUH WAKTU PADA FENOMENA ELEKTROKINETIK TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL Utomo, Marsudi; Rustamaji, Raden Mas; Priadi, Eka
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi pada konstruksi yang didirikan pada tanah lunak adalah rendahnya daya dukung tanah dan besarnya penurunan yang terjadi. Elektrokinetik adalah salah satu metode perbaikan tanah yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak dengan cara menempatkan anoda dan katoda yang dialiri arus listrik searah di dalam tanah dalam suatu jarak tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh waktu tunggu yang dikombinasikan dengan metode elektrokinetik terhadap daya dukung suatu model tiang tunggal di tanah lunak.Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula di sekitar fondasi tiang didapatkan dari data sekunder pengujian di laboratorium. Untuk tiang tunggal yang diberi perlakuan elektrokinetik diberikan arus listrik sebesar 20 mA. Untuk analisa daya dukung tiang diukur dengan melakukan loading test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan daya dukung yang cukup signifikan untuk tiang tunggal yang diberi perlakuan elektrokinetik daripada tiang tunggal tanpa perlakuan elektrokinetik berdasarkan lamanya waktu tunggu. Adapun persentase peningkatan daya dukung tiang tunggal setelah perlakuan elektrokinetik untuk waktu tunggu 3, 7, dan 15 hari yaitu sebesar 11,161%, 21,124%, dan 25,185%. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan metode elektrokinetik dapat dijadikan alternatif solusi metode perbaikan tanah. Kata kunci: elektrokinetik, tiang tunggal, arus listrik, waktu tunggu, daya dukung. 
PENERAPAN SISTEM ECONOMIC ORDER QUANTITY UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PENGADAAN BAHAN BAKU READY MIX CONCRETE Oktaviani, Ria Isni; Arpan, Budiman; Pratiwi, Riyanny
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.10404

Abstract

Untuk menjalankan sistem kegiatan produksi Ready Mix Concrete yang baik dan lancar dengan biaya yang seminimum mungkin, maka perusahaan harus merencanakan kebutuhan dan persediaan bahan baku.Salah satu metode perencanaan kebutuhan persediaan adalah Economic Order Quantity.Metode ini digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan bahan baku, dan juga perhitungan persediaan pengaman (Safety Stock), dan titik pemesanan kembali (Reorder Point). Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah nilai EOQ semen sebesar 25,661M³/hari, EOQ pasir sebesar 80,819 M³/hari dan batu sebesar 47,344 M³/hari. Nilai Safety Stock semen sebesar 12,19 M³/hari, Safety Stock pasir sebesar 33,21 M³/hari, dan Safety Stock batu sebesar 57,178 M³/hari. Nilai ROP semen sebesar 34,96 M³/hari, ROP pasir sebesar 96,67 M³/hari, ROP batu sebesar 163,578 M³/hari. Dan dapat meminimalkan biaya pengadaan bahan baku sebesar Rp. 45.8984.822,59 atau sebesar 39,36%. Kata-katakunci :Economic Order Quantity (EOQ), Biaya Pengadaan, Persediaan
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMELIHARAAN SECARA BERTAHAP BANGUNAN KERATON KADARIAH KOTA PONTIANAK Anwar, Yong
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.4967

Abstract

Pemeliharaan bangunan adalah suatu proses atau tindakan yang bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan equipment atau fasilitas pada standar yang telah ditetapkan, sehingga equipment atau fasilitas tersebut dapat berfungsi dengan baik sesuai rencana. Dimana fasilitas yang dipelihara secara baik dan teratur akan terhindar dari kerusakan-kerusakan yang tidak terduga atau gejala kerusakannya dapat terdeteksi sedini mungkin. Pada tulisan ini menyajikan perhitungan dan perkiraan biaya yang akan dikeluarkan secara bertahap untuk pemeliharaan bangunan keraton kadariah kota pontianak berdasarkan jenis - jenis kerusakannya
ANALISIS KOMBINASI PRELOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIK TERHADAP PEMAMPATAN TANAH LUNAK PONTIANAK ., Agustina; ., Rustamadji; ., Eka Priadi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.6863

Abstract

Daya dukung tanah yang rendah dan besarnya penurunan yang dapat  terjadi pada tanah lunakdipengaruhi oleh tingginya kandungan air di dalamanya. Metode Elektroosmotik merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar air  yang ada pada tanah lunak, dengan cara menempatkan katoda dan anoda yang dialiri listrik ke dalam tanah dalam satu jarak tertentu, sehingga air  akan mengalir dari anoda (+) ke katoda (-) sebagai manivestasi gejala elektroosmosis.Pada penelitian ini dilakukan uji konsolidasi dengan matriks percobaan yang berbeda-beda.Hasil uji laboratorium pada pengujian konsolidasi dengan preloading 144 jam dikombinasikan dengan arus 15 mA menunjukkan adanya penurunan pada nilai indeks pemampatan sebesar 37.16% efisiensi waktu sebesar 18.18% dan pada pengujian konsolidasi dengan preloading 144 jam dikombinasikan dengan arus 30 mA  penurunan nilai indeks pemampatannya sebesar 42.66% efisiensi waktu sebesar 36.36%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa akibat pengaruh listrik,kekakuan tanah dapat meningkat dan proses pemampatan tanah yang terjadi dapat dipercepat.   Kata kunci: Tanah lunak, Pemampatan Preloading, Elektrokinetik
KAJIAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR PADA TANAH BERBATU KERAS DI JEMBATAN TAYAN ., Leni; ., Marsudi; Faisal, Ahmad
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.7822

Abstract

Seiring dengan berkembangnya pembangunan diberbagai sektor khususnya pembangunan transportasi jalan raya dan jembatan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat merencanakan pembangunan jembatan Tayan di Kabupaten Sanggau.Proyek jembatan Tayan merupakan proyek strategis yang merupakan bagian dari program lintasan transportasi darat Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah sebagai koridor utama Kalimantan. Dalam perancangan konstruksi jembatan Tayan pada konstruksi bawah direncankan menggunakan sistem pondasi dalam yaitu pondasi tiang bor, pemilihan tiang bor sebagai pondasi mengingat jenis pondasi ini dapat digunakan untuk menahan struktur berat seperti bangunan tingkat tinggi dan jembatan, dan juga digunakan karena ditemukan adanya lapisan batuan di dekat permukaam tanah. Hasil perhitungan dan analisa yang dilakukan didapat bahwa pondasi tiang bor mampu menahan beban yang bekerja diatasnya memberikan daya dukung yang sangat besar serta aman dari keruntuhan materialnya.   Kata kunci : lapisan batuan keras, tiang bor, daya dukung ultimit.
PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP PEKERJAAN GALIAN BASEMENTSWISS-BELHOTEL PONTIANAK ., Sukaryanto; Priadi, Eka; ., Aswandi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.9329

Abstract

Air adalahsalahsatukomponen yang tidakterpisahkandarisegalailmupengetahuan.Jauh di dalamtanahjugaterdapat air, di Bumihampirsekitar 70 % luasanpermukaannyadipenuhiolehperairan.Air tanahadalah air yang terdapatdalamlapisantanahataubebatuan di bawahpermukaanbumi.Tinggimuka air tanahsetiapwilayahtentuberbeda-bedadisesuaikandengankondisi di manadaerahtersebutberada.Khususdaerahpesisirpantaidengantanahlunaknyaseperti Pontianak, Kalimantan Barat ketinggian air sangatberpengaruhterhadappekerjaankonstruksi yang berkaitandengangaliantanah. Ada beberapahal yang harusdiperhatikandalampekerjaangalianyaitu :kestabilantanahgaliandipengaruhiolehsifat-sifat material daritanahtersebut, tinggipermukaan air tanah, kedalamangalian, jenisstrukturpenahantanah yang digunakan, prosedurdanmetodepenggalian, metodepengeringan(dewatering) yang dipilih. Analisaperhitunganselaindenganperhitungan manual, jugadilakukandengan program Plaxisdenganmembuatberbagaimacamjenispermodelankasustahapanpekerjaandanjenis material yang digunakangunamembandingkanhasilanalisisnya.Hasilperhitunganmenyimpulkanpadapekerjaangaliantanahdenganadanya air tanahmenyebabkandeformasi horizontal tanah yang cukupbesar, disampingitupenanganannilaideformasibisaminimalisirdenganmenggunakanturap yang diberipenyangga(struts) dangalianbertahap yang didewateringkansecaraberkelanjutan. Kata-kata kunci: galiantanah, muka air tanah, turap, dewatering
Re-Analisis Bangunan Atas Jembatan Kapuas 1 Dengan Menggunakan Program Hadi, Siswoyo; Hamid, Abdul; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.10003

Abstract

Jembatan Kapuas 1 dibangun pada tahun 1980 – 1981, merupakan urat nadi provinsi Kalimantan Barat dan menjadi tumpuan pembangunan kota Pontianak karena secara geografis provinsi Kalimantan Barat terbelah oleh sungai Kapuas. Seiring dengan tingkat pertambahan dan kepadatan penduduk kota Pontianak yang pesat mengakibatkan pengguna jembatan Kapuas 1 yang semakin banyak dan padat. Hal ini berpengaruh pada lendutan yang terjadi pada struktur akibat peningkatan beban yang diderita oleh jembatan Kapuas 1. Selain itu faktor perencanaan jembatan Kapuas 1 yang saat itu menggunakan peraturan VOSB 1963 dan PBI 1971 menjadi ukuran untuk melakukan  reanalisa mengingat terus majunya ilmu pengetahuan.   Di dalam analisa dilakukan observasi lapangan dengan tujuan mendapatkan data yang sebenarnya dilapangan berupa data survey lalu lintas, foto-foto jembatan Kapuas 1 dan ukuran dimensi profil. Jembatan Kapuas 1 Pontianak terdiri dari 7 bentang dengan panjang tiap bentang adalah 60 m. Fokus analisa diambil pada elemen bangunan atas rangka induk jembatan Kapuas bentang pertama dengan kemiringan jembatan 7,5%, dengan pembatasan pada analisa gempa, reduksi baja, pengaruh susut tidak diperhitungkan.Berdasarkan data survey lalu lintas dilapangan didapatkan LHR sebesar 53859 smp, dengan data ini mengindikasikan bahwa jembatan tersebut melebihi kapasitas LHR perencanaan sehingga harus dibebani dengan pembebanan 100%. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan kekuatan struktur atas dengan RSNI T 02-2005, yang mana setara dengan AISC-LRFD99, didapat angka perpindahan hasil deformasi akibat beban ultimit adalah 0,121214 m lebih besar dari yang diijinkan yakni 1/800 dari panjang bentang 60 m yaitu 0,075 m.   Mengingat secara keseluruhan kondisi kekuatan Jembatan Kapuas 1 melewati batas ijin lendutan sehingga mengakibatkan overstress dan umurnya saat ini adalah 32 tahun yaitu telah melewati 50% umur perencanaan jembatan maka ditakutkan akan terjadi kelelahan jika terus menerus dibebani beban maksimum dan hampir statis. Namun hasil ini bukan merupakan hasil akhir karena perlu dilakukan penelitian bangunan bawah jembatan sehingga diketahui kondisi jembatan Kapuas 1 secara utuh.   Kata kunci : lendutan, observasi, lapangan, evaluasi, struktur atas, umur, dimensi
KAJIAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI BEGASING Alamanda, Ivony; ., Kartini; Nirmala, Azwa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.15395

Abstract

Daerah Irigasi Begasing terletak di desa Sedahan Jaya kecamatan Sukadana memiliki luas areal pertanian sebesar 380 Ha dan merupakan daerah yang memiliki wilayah alam yang potensial untuk melakukan pengembangan di bidang pertanian khususnya tanaman pangan. Daerah Irigasi Begasing merupakan daerah irigasi semi teknis dengan sumber air yang berasal dari mata air lubuk baji. Debit air untuk mengairi sawah berkurang akibat adanya penebangan liar serta penggunaan air bersih untuk kebutuhan penduduk sekitar. Penurunan fungsi sarana dan prasarana juga terjadi di jaringan irigasi ini mengingat umur bangunan yang sudah termakan usia. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi sehingga dapat diketahui imbangan air, serta tingkat efektifitas dan efisiensi saluran primer daerah irigasi Begasing.Metode penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui instansi-instansi terkait berupa data topografi, data curah hujan bulanan,data klimatologi (suhu udara, penyinaran matahari, kelembaban udara, dan kecepatan angin). Data primer berupadata dimensi penampang saluran, kecepatan aliran di hulu bendung dan di saluran. Analisa yang dilakukan adalah analisa evapotranspirasi dengan metode Penmann Modifikasi FAO, ketersediaan air dengan metode Mock, analisa kebutuhan air irigasi, analisa imbangan air, serta analisa efektifitas dan efisiensi saluran sekunder Begasing. Debit andalan maksimum sebesar 0,364m3/detik pada bulan Desember, debit andalan minimum sebesar 0,029 m3/detik pada bulan Agustusdandebit  padabulanpengukuranyaitubulanjanuarisebesar 0,0828 m3/detik. Kebutuhan air irigasi di bangunan pengambilan dengan pola tanam padi-padi adalah sebesar 0,632 m3/detikserta imbangan air yang defisit yaitu memiliki ketersediaan air yang lebih sedikit dari kebutuhan air irigasi. Luas areal minimum yang terairi melalui sistem irigasi adalah 129,58 ha atau hanya 34% dari total sawah. Efektifitas padasaluransekunder 1 adalah 0,33289 danpadasaluransekunder 2adalah 0,45816 makaefektifitassemuasaluran tidakmendekati 1 artinya besarnya debit rencana kurangdaridebit kapasitas. Ditinjau dari segi  efisiensi, debit di saluran jauh lebih kecil dari debit yang direncanakan dengan tingkat efisiensi di saluran sekunder 1 yaitu 0,31021 dan di saluran sekunder 2 yaitu 0,16958, lebih kecil dari 1.   Kata kunci : Daerah Irigasi Begasing, Metode Mock, efektifitas dan efisiensi saluran

Page 56 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue