cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2025): September" : 8 Documents clear
Upaya Pojok Motorik Halus dalam Meningkatkan Cakupan D/S di Posyandu Serai Wangi Kurniasari, Lia; Awalia, Rinda Rizki; Marinda, Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.118-123

Abstract

Posyandu sebagai bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) memiliki peran penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Namun, rendahnya cakupan kunjungan balita ke Posyandu Serai Wangi, Kelurahan Karang Asam Ulu yang baru berdiri tiga bulan dan hanya memiliki cakupan kurang 50% menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan cakupan D/S (jumlah balita ditimbang/jumlah balita keseluruhan) melalui pendekatan edukatif dan stimulatif berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari edukasi kepada ibu balita menggunakan media leaflet dan video animasi, pembuatan media informasi kesehatan, pembangunan pojok motorik halus dengan berbagai mainan edukatif, serta kunjungan rumah oleh kader untuk menjangkau balita yang tidak hadir ke posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita secara signifikan (p = 0,0001), setelah intervensi edukasi, serta peningkatan minat anak untuk hadir ke posyandu melalui pendekatan stimulasi bermain. Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya dalam program kunjungan rumah. Pendekatan aktif melalui edukasi dan stimulasi motorik halus terbukti efektif dalam meningkatkan cakupan kunjungan ke Posyandu. Sinergi antara ibu, keluarga, kader, dan petugas kesehatan menjadi kunci keberhasilan keberlanjutan layanan posyandu.Posyandu (Integrated Health Service Post) is a form of community-based health effort (UKBM) that plays a crucial role in monitoring child growth and development. However, the low attendance rate of children at Posyandu Serai Wangi, located in Karang Asam Ulu—recently established and reporting a coverage of less than 50%—has become a key concern. This community service activity aimed to improve the D/S coverage (number of weighed children divided by total number of children) through an educational and stimulative community-based approach. The methods included educational sessions for mothers using leaflets and animated videos, development of health promotion materials, creation of a fine motor skills play corner with age-appropriate educational toys, and home visits by health cadres to reach absent children. The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge (p = 0.000) after the intervention, along with increased child engagement through the play-based stimulation approach. The home visit initiative was well received by mothers, particularly those unable to attend due to illness or work commitments. In conclusion, active efforts through education and motor skill stimulation effectively increased attendance at the Posyandu. Strong collaboration among mothers, families, health cadres, and healthcare staff is essential to ensure the sustainability of Posyandu services).
Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal Dewi, Arifiana Wungu Kartika; Wijaya, Nieke Andina; Soebjanto, Sonny; Ciptorini, Ariesia Dewi; Artayasuinda, Sisi; Hidayat, Arief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.124-131

Abstract

Masalah kesehatan kulit pada remaja, seperti jerawat dan kulit berminyak, sering kali dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang perawatan kulit yang benar. Penyuluhan interaktif “Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan perawatan kulit yang sehat pada remaja. Program ini menggunakan metode edukasi interaktif yang mencakup presentasi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Responden dipilih secara purposive sampling dengan total 25 peserta berusia 12–18 tahun. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait faktor penyebab masalah kulit (30%), cara perawatan kulit yang benar (34%), penggunaan produk yang aman (36%), dan pentingnya tabir surya (40%). Sebanyak 85% peserta merasa penyuluhan bermanfaat, dan 78% mulai menerapkan kebiasaan perawatan kulit yang lebih baik. Penyuluhan berbasis interaktif terbukti lebih efektif dibanding metode konvensional dalam meningkatkan literasi kesehatan kulit. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program serupa dengan cakupan lebih luas, termasuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau lebih banyak remaja. Evaluasi jangka panjang juga diperlukan untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan kulit dan kepercayaan diri remaja.Teenage skin health issues, such as acne and oily skin, are often influenced by a lack of knowledge about proper skincare. The interactive counseling program "Healthy Skin, Maximum Confidence" aims to enhance adolescents' understanding and habits of healthy skincare. This program employs an interactive educational method, including presentations, group discussions, and Q&A sessions. Respondents were selected using purposive sampling, totaling 25 participants aged 12–18 years. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as participant satisfaction surveys. The results showed a significant increase in participants' understanding of the causes of skin problems (30%), proper skincare methods (34%), the use of safe skincare products (36%), and the importance of sunscreen (40%). A total of 85% of participants found the counseling beneficial, and 78% began adopting better skincare habits. Interactive counseling proved to be more effective than conventional methods in improving skincare literacy. The implications of this study highlight the need for developing similar programs with a broader reach, including the use of digital media to engage more adolescents. Long-term evaluation is also necessary to assess the sustainability of behavioral changes. This program is expected to serve as an effective educational model for increasing awareness of skin health and boosting teenagers' self-confidence.
Pemberdayaan Kader dalam Penatalaksanaan TBC, Hipertensi & Rokok Mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Sari, Mega Puspa; Ningtyas, Luthfiana Nurkusuma; Annisa, Syifa; Azzahra, Dhita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.132-139

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) adalah suatu program yang mempunyai sasaran meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi. Kader adalah pihak - pihak yang mempunyai peranan dalam pencapaian PISPK dan menurunkan angka kesakitan. Dari 12 indikator PISPK, tuberkulosis dan hipertensi merupakan prioritas masalah yang ditemukan di Kelurahan Paku Jaya Kota Tangerang Selatan. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kader tentang penatalaksanaan TB dengan pengobatan secara tuntas, hipertensi dengan mempraktikkan langsung pembuatan teh belimbing wuluh guna mengontrol tekanan darah tinggi dan sosialisasi rumah tanpa asap rokok. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang kader. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari penyuluhan dan demonstrasi. Hasil pretest dan postest menunjukkan ada perbedaan pengetahuan kader sebelum dan setelah diberikan materi penyuluhan. (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader dalam tatalaksana tuberkulosis, hipertensi, dan rokok dengan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK) melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung.The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) is a program that targets improving health and nutritional status. Cadres are the parties who have a role in achieving PISPK and reducing morbidity. Of the 12 PISPK indicators, tuberculosis and hypertension are priority problems found in Paku Jaya Village, South Tangerang City. The purpose of this community service is to increase cadres' understanding of TB management with complete treatment, hypertension by practicing directly making starfruit tea to control high blood pressure and socializing smoke-free homes. 30 cadres attended. Method of this activity consists of 3 stages: planning, implementation, and evaluation. The implementation of activities consists of counselling and demonstrations. The results of the pretest and posttest showed a difference in cadres' knowledge before and after being given counselling materials. (p = 0.000). It can be concluded that There is an increase in cadres' knowledge in the management of tuberculosis, hypertension, and smoking with the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) through counselling and direct demonstrations.
Penyuluhan dan Demonstrasi Breathing Exercise untuk Takipnea pada Pesepeda Ontel Club Ontoseno Kota Malang Sari, Putri Nadila; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Fransiska, Tri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.140-147

Abstract

Takipnea pada pesepeda seringkali disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh selama aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme di balik efektivitas latihan pernapasan dalam mengatasi takipnea. Tujuan dari program ini adalah untuk mengedukasi pentingnya latihan pernapasan bagi para pesepeda. Metode yang digunakan dalam program ini adalah dengan edukasi dan penerapan latihan pernapasan yang dilakukan di Balai Serba Guna Ontoseno Kelurahan Polehan kepada komunitas pesepeda berjumlah 12 orang. Ditemukan bahwa tiap komponen pertanyaan pretest didapatkan hasil 0% dan hasil posttest didapatkan hasil 100% sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan penerapan latihan pernapasan pada Club pesepeda pada komunitas kesehatan keluarga di Kelurahan Polehan terdapat peningkatan pemahaman dan penerapan terkait Latihan pernapasan untuk mengatasi terjadinya takipnea.Tachypnea in cyclists is often caused by the inability of the respiratory system to meet the body's oxygen needs during physical activity. This study aims to identify the mechanisms behind the effectiveness of breathing exercises in treating tachypnea. The aim of this program is to educate cyclists about the importance of breathing exercises. The method used in this program is education and application of breathing exercises which will be carried out on at the Ontoseno Multipurpose Center Polehan Village for the cycling community. For each component of the pretest, the results were 0% and the posttest results were 100%. It can be concluded that outreach activities and the application of breathing exercises at the cyclist club in the family health community in Polehan Village showed an increase in understanding and application regarding breathing exercises to overcome the occurrence of tachypnea.
Upaya Pencegahan Hipertensi melalui Penyuluhan dan Pemutaran Video Edukasi bagi Warga RW 10, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang Prasetijono, Purwito Sugeng; Ardiansyah, Rodjik; Rahmantika, Nurbani Widha; Ayunindya, Nisrina Syifa; Sabila, Nadila Yuniar; Saputra, Yoga Pratama; Nurulita, Nisa Devina; Asyar, Nisrina Adiba; Widiasari, Naura Filza; Aldian, Alfida Fitratunissa; Syauqi, Laely Nur Habibah; Prasetyo, Anugerah Wahyu Adi; Suparmi, Suparmi; Yuliyanti, Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.99-108

Abstract

Pengetahuan dan sikap terhadap pengobatan dan pencegahan hipertensi merupakan faktor penting dalam perilaku kepatuhan pengobatan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi melalui penyuluhan dengan media video. Tema intervensi ditentukan berdasarkan masalah yang ditemukan dari hasil observasi serta evaluasi kegiatan dengan pendekatan one group pre and post-test design. Sebanyak 44 pasien hipertensi di RW 10 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, berpartisipasi dalam intervensi edukasi dan pelatihan yang bertemakan “ARJUNA: Ayo Rutin Jaga Tekanan Darah”. Intervensi ini menggunakan media powerpoint, video edukasi, dan leaflet yang berisi tentang pencegahan dan pengobatan hipertensi serta pemberian kalender pengingat kepatuhan minum obat hipertensi. Pretest dan posttest untuk menilai persepsi dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 22 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05) persepsi peserta tentang hipertensi setelah intervensi. Edukasi yang diberikan meliputi definisi, faktor risiko, dan komplikasi hipertensi, serta pentingnya kepatuhan dalam pengobatan berdasarkan pendekatan teori health believe model. Edukasi dilakukan dengan powerpoint, video edukasi, leaflet edukasi, serta pemberian kalender terbukti efektif dalam meningkatkan persepsi peserta mengenai hipertensi.Understanding knowledge and attitudes toward hypertension treatment and prevention is crucial for enhancing adherence to treatment and effectively managing hypertension. This health promotion initiative aims to improve treatment adherence among hypertension patients through mass education utilising video media. The intervention theme was developed based on issues identified from observations and evaluations of prior activities, and it follows a one-group pre- and post-test design approach. Forty-four patients with hypertension from RW 10 in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City, participated in an educational and training intervention titled "ARJUNA: Let's Routinely Manage Blood Pressure." The intervention consisted of PowerPoint presentations, educational videos, and leaflets containing information on hypertension prevention and treatment. Participants also received a reminder calendar to help them adhere to their medication schedule. To assess the impact of the intervention, pretest and posttest questionnaires were administered, consisting of 22 questions that were previously tested for validity and reliability. The results of the Wilcoxon test indicated a significant increase (p < 0.05) in participants' perceptions of hypertension following the intervention. The educational content covered the definition, risk factors, and complications associated with hypertension, as well as the importance of adhering to treatment, based on the Health Belief Model theory. Using PowerPoint slides, educational videos, and informational leaflets, along with distributing calendars, was effective in enhancing participants' understanding and perceptions of hypertension.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai Alternatif Herbal dalam Mengurangi Mual Muntah pada Ibu Hamil Mayangsari, Rr. Nindya; Ardi, Djurriy Yeta; Julianti, Gita; Febi, Rikana; Halbia, Halbia; Ramadhani, Nisa; Sartika, Sartika; Safitri, Suci Aulia; Afriani, Nur; Salasiah, Nur; Wenggo, Angela Marici
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.148-157

Abstract

Masalah mual dan muntah pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, merupakan keluhan yang sangat umum dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kesehatan ibu dan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi dan stress psikologis yang berpotensi mengganggu perkembangan janin dan kesehatan ibu secara keseluruhan. Penggunaan terapi non farmakologis, khususnya berbasis herbal, menjadi alternative yang semakin diminati karena dianggap lebih aman dan ramah lingkungan. Ginger Lem Jelly dipilih sebagai solusi herbal inovatif karena mengandung jahe (Zingiber Officinale) dan jeruk lemon yang memiliki sifat antiemetic dan antiinflamasi yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai alternative herbal yang efektif dan udah diakses untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dan pelatihan langsung dengan pendekatan partisipatif, yang memungkinkan ibu hamil memahami manfaat bahan herbal dan praktik pembuatan produk secara mandiri. Peserta berjumlah 30 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini secara aktif dan antusias di PMB Juweni. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan adalah 47,85 dan meningkat signifikan menjadi 93,75 setelah kegiatan, dengan nilai p=0,015 berdasarkan uji t-paired, yang menunjukkan efektifitas intervensi secara statistic. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam membuat dan menggunakan Ginger Lem Jelly sebagai terapi non farmakologis mandiri. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kemandirian ibu hamil dalam mengelola keluhan mual dan muntah secara alami, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan janin secara berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal lokal yang dapat diadopsi secara luas sebagai solusi kesehatan alternative di komunitas lain, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.Nausea and vomiting problems in pregnant women, especially in the first trimester, are very common complaints and have a significant impact on the quality of life and health of the mother and fetus. This condition can cause dehydration, malnutrition and psychological stress that has the potential to interfere with fetal development and the mother's overall health. The use of non-pharmacological therapies, especially herbal ones, is becoming an increasingly popular alternative because it is considered safer and more environmentally friendly. Ginger Glue Jelly was chosen as an innovative herbal solution because it contains ginger (Zingiber Officinale) and lemon which have antiemetic and anti-inflammatory properties that have been scientifically proven to reduce nausea and vomiting in pregnant women. This community service aims to provide education and training on making Ginger Glu Jelly as an effective and accessible herbal alternative to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The methods used include interactive counseling and hands-on training with a participatory approach, which allows pregnant women to understand the benefits of herbal ingredients and the practice of making products independently. Participants totaled 30 pregnant women who actively and enthusiastically participated in this activity at PMB Juweni. Evaluation is carried out by providing a pretest and posttest to measure the improvement of participants' knowledge and skills. The average knowledge score before the activity was 47.85 and increased significantly to 93.75 after the activity, with a p=0.015 value based on the t-paired test, which showed the effectiveness of the intervention statistically. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge and skills of pregnant women in making and using Ginger Glu Jelly as an independent non-pharmacological therapy. The implication of this activity is to increase the independence of pregnant women in managing nausea and vomiting complaints naturally, which contributes to the continuous improvement of maternal and fetal health as well as community empowerment in maintaining reproductive health. This activity also opens up opportunities for the development of local herbal products that can be widely adopted as alternative health solutions in other communities, while strengthening the community's capacity to maintain health independently and sustainably.
Penyuluhan Penyakit Parkinson dan Skrining Frailty pada Penderita Parkinson di RSI Sultan Agung Semarang Wirastuti, Ken; Rosdiana, Ika; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.109-117

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan kondisi neurodegeneratif yang progresif dan sering ditemukan pada populasi usia lanjut. Penyakit ini disertai dengan gejala motorik dan non-motorik yang dapat meningkatkan kerentanan pasien terhadap keadaan frailty. Frailty sendiri merupakan sindrom geriatrik yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis secara umum, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi seperti jatuh, disabilitas, dan mortalitas. Hubungan antara penyakit Parkinson dan frailty belum sepenuhnya dieksplorasi, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya mengenai penyakit Parkinson, serta melakukan skrining tingkat frailty melalui penggunaan kuesioner RAPUH. Kegiatan dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang, meliputi penyuluhan, pengukuran pengetahuan melalui pretest dan posttest, penilaian stadium Parkinson berdasarkan metode Hoehn dan Yahr, serta penilaian frailty pada 59 pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia antara 61 hingga 80 tahun, dengan dominasi jenis kelamin laki-laki. Selain itu, lebih dari 49,15% peserta berada dalam kondisi pre-frailty, sementara 40,68% masuk kategori frailty. Terjadi peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan pasien setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya melakukan skrining frailty secara dini pada pasien Parkinson, mengingat korelasi yang erat antara tingkat keparahan gejala dan derajat frailty yang dialami pasien. Integrasi penilaian frailty dalam manajemen klinik Parkinson, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, diharapkan dapat memperlambat progresi penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi beban perawatan jangka panjang.Parkinson's disease is a progressive neurodegenerative condition commonly found in the elderly population. It is accompanied by motor and non-motor symptoms that increase patients' vulnerability to frailty. Frailty itself is a geriatric syndrome characterized by a general decline in physiological function, potentially increasing the risk of complications such as falls, disability, and mortality. The relationship between Parkinson’s disease and frailty has not been fully explored, especially in Indonesia. This study aimed to enhance patients’ and their families’ understanding of Parkinson’s disease and to conduct frailty screening using the frailty questionnaire. The activities were carried out at RSI Sultan Agung Semarang and included educational sessions, assessment of knowledge through pre- and post-tests, staging of Parkinson’s disease using the Hoehn and Yahr method, and frailty assessment among 59 outpatient participants. The results showed that the majority of participants were aged between 61 and 80 years, with a predominance of male patients. Additionally, more than 49.15% of participants were classified as pre-frail, while 40.68% were categorized as frail. A significant improvement in patients’ knowledge scores was observed after the educational intervention. These findings highlight the importance of early frailty screening in Parkinson’s patients, considering the strong correlation between symptom severity and the degree of frailty experienced. Integrating frailty assessment into the clinical management of Parkinson’s disease, along with continuous education for patients and their families, is expected to slow disease progression, improve quality of life, and reduce the long-term burden of care.
Edukasi Fisioterapi untuk Mencegah Nyeri Punggung Bawah pada Guru SMPN 1 Bathin Solapan Akhir, Raudatul; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.158-163

Abstract

Low back pain ataupun nyeri punggung bawah yakni keadaan ketika timbul rasa nyeri ataupun ketidaknyamanan di punggung bagian bawah, mulai dari bawah kosta hingga lipatan bawah bokong namun tidak disertai nyeri yang mengarah ke kaki. Faktor utama low back pain yakni duduk dengan jangka waktu yang panjang, sikap duduk yang tidak benar, dan kegiatan yang melampaui batas. Postur tubuh yang buruk, duduk terlalu lama saat mengerjakan pekerjaan rumah siswa, dan mempersiapkan pelajaran merupakan beberapa aspek yang mengakibatkan nyeri punggung bawah pada guru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pegetahuan mengenai low back pain dan cara mengatasinya dengan stretching bersama guru-guru SMPN 1 Bathin Solapan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada 17 Maret 2025 dengan menggunakan media promosi berupa poster. Kegiatan ini dihadiri 24 orang guru dengan diawali dengan sesi pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab serta diskusi, serta ditutup dengan sesi post-test. Hasil dilaksanakannya tes di setiap pertanyaan menunjukkan peningkatan angka dari 0% menjadi 100%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi telah memenuhi target. Lower back pain is a condition characterized by pain or discomfort in the lower back area, from below the rib cage to the buttocks, without any pain radiating to the legs. The main causes of this pain include prolonged sitting, poor sitting posture, and excessive fatigue. Poor posture, prolonged sitting while completing school tasks, and lesson preparation are the primary triggers of lower back pain among teachers. This activity aims to increase awareness and understanding of lower back pain and its management techniques through stretching sessions with teachers at SMPN 1 Bathin Solapan, Mandau District, Bengkalis Regency, Riau Province, on March 17, 2025, using educational posters as media. A total of 24 teachers participated in the activity, which began with a pre-test, followed by a presentation of the material, a question-and-answer session and discussion, and concluded with a post-test. The evaluation results showed an increase in scores on each question, from 0% to 100%. From these results, it can be concluded that the awareness program successfully achieved its objectives.

Page 1 of 1 | Total Record : 8