cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Penatalaksanaan Fisioterapi Kasus Tenosynovitis Bicipitalis Dengan Ultrasound, Eccentric Dan Isometric Exercise Di Rumah Sakit Hermina Bekasi Nesi, Nesi; Sasono, Rafi Aditya; Saputra, Andrew Wijaya; Yustika, Rina; Annisa, Alya Nur
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.924

Abstract

Latar belakang: Tenosynovitis merupakan peradangan yang terjadi pada selubung tendon dimana tempat penghubung antara otot dengan tulang. Tenosynovitis Bicipitalis ditandai dengan nyeri pada depan bahu dan lengan atas yang disebabkan oleh peradangan pada selubung tendon biseps atau regangan tendon bisep. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui Ultrasound, Eccentric Exercise, dan Isometric exercise untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan fungsional pada kasus Tenosynovitis Bicipitalis. Metode: Study kasus pada Tenosynovitis Bicipitalis yang diukur dengan pemberikan intervensi fisioterapi sebanyak 5 kali sesi. Evaluasi yang dilakukan mengukur tingkat nyeri dengan NRS, nilai kekuatan otot dengan MMT, dan fungsional menggunakan DASH. Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 5 kali sesi fisioterapi didapat hasil adanya penurunan nyeri diam, nyeri tekan dan nyeri gerak, terdapat peningkatan kekuatan otot serta peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan: Terapi Ultrasound, Eccentric Exercise, dan Isometric exercise dapat mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional pada kondisi Tenosynovitis Bicipitalis.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Membayar Iuran BPJS Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru Fanisa, Siti; Pasaribu, Riska Fadilla; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.927

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan bagi segenap bangsa Indonesia. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan sampel yang digunakan sebanyak 100 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,000), tingkat kepuasan terhadap layanan BPJS kesehatan (p=0,045), tingkat kesulitan (p=0,000) dan tingkat faktor yang menghambat membayar iuran (p=0,000) dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat penghasilan tetap dan akses ke fasilitas kesehatan terhadap kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru. BPJS Kesehatan juga diharapkan memberikan informasi kepada peserta tentang cara menggunakan program BPJS Kesehatan, tata cara pembayaran, kepesertaan, dan sanksi yang diberikan apabila menunggak iuran.
Profil Penggunaan Antibiotik Pasien Covid-19 Terhadap Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit “X” Periode Januari-Maret 2021 Maulita, Fadia Putri; Adiana, Sylvi; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.929

Abstract

SARS CoV-2 merupakan virus menular yang dikenal dengan Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus-2. World Health Organization memberi nama SARS CoV-2 dengan sebutan covid-19 yaitu wabah yang bermula di kota Wuhan, China pada Desember 2019. Covid-19 merupakan penyakit menular melalui percikan liur (droplet) yang dikeluarkan oleh pasien yang terinfeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Profil Penggunaan Antibiotik Pasien Covid-19 Terhadap Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Periode Januari-Maret 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif yang meggunakan metode deskriptif dalam desain penelitian, yang kemudian data diambil secara retrospektif. Penelitian ini menggunakansampel rekam medis pasien Covid-19 di Rumah Sakit “X” yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu jenis kelamin paling banyak perempuan yaitu 164 pasien (50,15%) dan usia paling banyak yaitu 46-55 tahun sebanyak 69 pasien (21,10%). Pada penggunaan berdasarkan jenis antibiotik paling banyak yaitu seftriaxone 276 pasien, penggunaan berdasarkan golongan antibiotik paling banyak yaitu sefalosporin dan makrolida yaitu 190 pasien (58,10%), dan lama perawatan pasien paling banyak yaitu <14 hari sebanyak 271 pasien (82,87%).
Gambaran Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien BPJS Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit X Periode Mei–Juli 2023 Shas, Mutiara Diva Azzahra; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.931

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum di dunia, khususnya di Indonesia. Penanganan Hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis tunggal maupun kombinasi. Jika pemberian farmakologis tunggal tidak mencapai sasaran tekanan darah yang dianjurkan, maka terapi farmakologis kombinasi baru dapat diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Antihipertensi dan tipe terapi yang paling banyak digunakan di Poliklinik Penyakit Dalam BPJS Rumah Sakit X periode Mei sampai Juli 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Dari penelitian ini didapatkan resep pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak (61,19%) dibanding resep pasien laki-laki (38,81%), berdasarkan kriteria usia terbanyak adalah resep pasien Masa Lansia Akhir (35,82%), berdasarkan penyakit penyerta terbanyak adalah resep pasien Hipertensi dengan penyerta Diabetes (79,10%), berdasarkan Tipe Terapi terbanyak adalah Tipe Terapi Tunggal (50,37%), berdasarkan penggunaan Tipe Terapi Tunggal terbanyak adalah Amlodipine 10 mg (22,96%), dan berdasarkan penggunaan Tipe Terapi Kombinasi terbanyak adalah kombinasi ARB dan CCB (59,40%). Kata Kunci : Antihipertensi, Pola Penggunaan, Rumah SakitHipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum di dunia, khususnya di Indonesia. Penanganan Hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis tunggal maupun kombinasi. Jika pemberian farmakologis tunggal tidak mencapai sasaran tekanan darah yang dianjurkan, maka terapi farmakologis kombinasi baru dapat diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Antihipertensi dan tipe terapi yang paling banyak digunakan di Poliklinik Penyakit Dalam BPJS Rumah Sakit X periode Mei sampai Juli 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Dari penelitian ini didapatkan resep pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak (61,19%) dibanding resep pasien laki-laki (38,81%), berdasarkan kriteria usia terbanyak adalah resep pasien Masa Lansia Akhir (35,82%), berdasarkan penyakit penyerta terbanyak adalah resep pasien Hipertensi dengan penyerta Diabetes (79,10%), berdasarkan Tipe Terapi terbanyak adalah Tipe Terapi Tunggal (50,37%), berdasarkan penggunaan Tipe Terapi Tunggal terbanyak adalah Amlodipine 10 mg (22,96%), dan berdasarkan penggunaan Tipe Terapi Kombinasi terbanyak adalah kombinasi ARB dan CCB (59,40%).
Analisis Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Eksekutif Poliklinik Penyakit Dalam Di Rumah Sakit X Periode Januari-Maret 2023 Kania, Michelle; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.932

Abstract

Obat yang dikonsumsi memiliki efek yang baik untuk tubuh seperti untuk mendiagnosa, mencegah, atau menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi juga memiliki potensi yang menyebabkan seseorang keracunan atau menimbulkan efek yang tidak diinginkan selama proses pengobatan seperti Interaksi obat. Interaksi Obat merupakan kejadian yang memberikan efek toksik yang tidak diharapkan selama masa pengobatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa, mengetahui dan memperoleh potensi terjadinya interaksi obat serta tingkat keparahan pada resep pasien yang digunakan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit X periode Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode Random Sampling secara deksriptif. Hasil dari penelitian ini dari 320 sampel resep Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit X periode pengambilan data Januari sampai dengan Maret 2023, sebanyak 68 resep yang mengalami interaksi dengan tingkat keparahan minor sebanyak 52 kasus (45,61%), tingkat keparahan moderat 42 kasus (36,84%), tingkat keparahan mayor 20 kasus (17,55%).
Analisis Implementasi Kebijakan Program BPJS Kesehatan Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan: Studi Literatur Shifah Sagala, Rizqa Auliyah; Vanda, Medina Elly; Hariyani, Elva; Syahadah, Rahmah Fadhilatu; Purba, Sri Hajijah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.933

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan program strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, BPJS Kesehatan sebagai program jaminan kesehatan nasional telah diimplementasikan sejak tahun 2014 dengan tujuan untuk memberikan akses kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode systematic review yang diambil dari beberapa jurnal menggunakan database Google Scholar dengan kata kunci: Implementasi, Program BPJS Kesehatan, Kualitas Pelayanan Kesehatan. Literatur menggunakan sejumlah jurnal berbahasa Indonesia diambil berdasarkan penerbitan lima tahun terakhir, yaitu dari tahun 2021 sampai tahun 2023 serta diteliti sesuai dengan kriteria inklusi peneliti. Hasil literatur ini menunjukan bahwa Implementasi BPJS Kesehatan di Indonesia masih dalam tahap berkembang dan masih terdapat berbagai kendala yang perlu diatasi. Namun, BPJS Kesehatan telah memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam hal akses dan pembiayaan pelayanan kesehatan. Upaya berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pihak terkait sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi BPJS Kesehatan dan mencapai tujuannya untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Sebagai Sabun Padat Fairus Izza, Aisyah Risqita; Adrianto, Dimas
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.935

Abstract

Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki potensi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri karena kandungan flavonoidnya, Sabun digunakan untuk membersihkan kulit dari berbagai peralatan yang digunakan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sediaan sabun padat dari ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan menilai kualitas fisiknya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu jenis penelitian di mana percobaan atau trial dilakukan untuk mengetahui bagaimana perlakuan tertentu akan mempengaruhi atau mengubah suatu variabel. Hasil penelitian dari keempat formula sabun ekstrak daun binahong dengan formulasi: F0 tidak ada kandungan ekstrak daun binahong, F1 yang mengandung 2 gram ekstrak daun binahong, F2 yang mengandung 2,5 gram ekstrak daun binahong, dan F3 yang mengandung 3 gram ekstrak daun binahong didapatkan bahwa formula 3 paling baik diantara formula lain karena penambahan ekstrak tidak berpengaruh pada bentuk dan tekstur sediaan (selama proses stabilitas bentuk tetap padat), berpengaruh terhadap kestabilan pH dan tinggi busa (semakin banyak kandungan ekstrak semakin tinggi nilainya), tetapi masih masuk dalam rentang standar. Metabolit sekunder kandungan alkaloid, tanin, flavonoid, triterpenoid memang benar adanya terkandung dalam sampel.
Studi Literatur: Analisis Efektivitas Pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Di Indonesia Sabila, Farah; Ningrum, Tiara Pakar; Andika, Wulan; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.939

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan literatur tentang efektivitas Program Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Indonesia. Program JKN bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas perawatan kesehatan bagi seluruh warga Indonesia, tanpa memandang status sosial atau ekonomi. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan selama beberapa tahun terakhir. Program Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program wajib yang memberikan akses perawatan kesehatan komprehensif kepada seluruh warga negara Indonesia, termasuk individu dalam angkatan kerja dan masyarakat umum. Diluncurkan pada 1 Januari 2014, JKN berupaya memberikan layanan kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang mencakup klinik, puskesmas, dan klinik masyarakat. Program ini menawarkan layanan pencegahan, terapi, promosi kesehatan, dan rehabilitasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas JKN dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status pekerjaan, tingkat pendidikan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kesehatan. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia di FKTP juga memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan program ini. Dengan meninjau literatur yang ada, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan peluang dalam pelaksanaan JKN di Indonesia serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus (Blume) Miq.) Sebagai Antibakteri Terhadap Propionibacterium Acnes Dengan Menggunakan Dua Pelarut Arianti, Varda; Fikriyan, Fatikhah; Lakoan, Milda Rianty; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.941

Abstract

Jerawat ialah masalah kesehatan kulit yang kerap dialami oleh masyarakat, dapat diakibatkan dari adanya infeksi Propionibacterium acnes. Penelitian pendukung terdahulu membuktikan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) mengandung zat metabolit sekunder yang memiliki peran sebagai antibakteri seperti alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan antibakteri ekstrak daun kumis kucing terhadap Propionibacterium acnes menggunakan etanol 96% dan n-heksana. Metode ekstraksi yang dipakai yaitu maserasi, serta menggunakan metode difusi cakram yang dilakukan 3 kali pengulangan untuk pengujian aktivitas antibakteri dengan berbagai konsentrasi yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, kontrol positif klindamisin 0,1%, dan kontrol negatif n-heksana dan etanol 96%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kumis kucing pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% terhadap Propionibacterium acnes memperoleh rata-rata sebesar 3,76 mm, 5,88 mm, 10,71 mm, 12.08 mm, 17,36 mm dan ekstrak n-heksana dengan rata-rata sebesar 3,68 mm, 5,30 mm, 7,75 mm, 12.03 mm, 17,21 mm. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ekstrak etanol 96% dan n-heksana daun kumis kucing memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan konsentrasi terbaik yaitu 80%.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Kondisioner Dari Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Nafisah, Asti; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.942

Abstract

Biji pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa triterpenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai sediaan kondisioner. Kondisioner merupakan salah satu sediaan kosmetik yang dapat melindungi rambut setelah keramas sehingga rambut terlihat lebih lembut dan berkilau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada biji pepaya dan dapat melakukan pembuatan sediaan kondisioner dari biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai salah satu upaya dalam pemanfaatan limbah biji pepaya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan zat aktif berupa ekstrak biji pepaya. Penelitian ini meliputi proses pembuatan simplisia, uji kadar abu, uji kadar sari larut etanol, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan dan evalusiasi sediaan kondisioner. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa limbah biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai sediaan kondisioner dan memenuhi persyaratan uji mutu sediaan, yaitu memiliki warna coklat muda hingga coklat kehitaman, bau khas biji pepaya, kental dan lembut, homogen, memiliki rentang pH 5,23–6,5 dengan nilai viskositas 2497 mPa’s atau 2497 Cp, dan memiliki tipe krim minyak dalam air (M/A).

Page 11 of 32 | Total Record : 319