cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Formulasi Dan Uji Tingkat Kesukaan Gummy Candy Dari Puree Terong Ungu (Solanum melongena) Sebagai Suplemen Makanan Khairunnisa, Alifa Fajar; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.943

Abstract

Gizi buruk di Indonesia masih menjadi polemik utama. Ketidaksukaan masyarakat terhadap buah dan sayur menjadi faktor meningkatnya angka gizi buruk. Terong ungu merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi berlimpah namun tingkat kesukaan masyarakat masih sangat kurang, supaya kandungan gizi yang dimiliki dalam terong ungu dapat bermanfaat bagi masyarakat maka perlu diolah menjadi suatu sediaan yang cukup populer di semua umur yaitu gummy candy. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden dan evaluasi sediaan gummy candy puree terong ungu. Formulasi gummy candy puree terong ungu terdiri dari 4 formula yaitu 0%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penilaian uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa formula 1 gummy candy dengan konsentrasi puree terong ungu 10% merupakan formula terbaik dengan perolehan skor warna 7,77, rasa 6,87, aroma, 6,93, dan tekstur 7,43. Evaluasi sifat fisik gummy candy menghasilkan aroma khas buah, rasa manis sedikit asam, warna kuning, dan tekstur kenyal. Evaluasi kimia gummy candy memiliki kadar air rentang 18,58 sampai 19,92 dan nilai pH 5,00 sampai 5,90 memenuhi syarat SNI 3547.2-2008. Hasil uji stabilitas ± 1 bulan pada suhu dingin atau kontrol 4℃ cenderung stabil. Analisis data menggunakan SPSS versi 16 dengan uji Kruskal -Wallis (p>0,05) dan uji lanjutan Mann-Whitney (p<0,05).
Implementasi Program Rujukan Berjenjang Peserta Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Di Puskesmas X Syarifah, Ummi; Ridwan, Muhammad; Nasution, Yulia Adinda; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.944

Abstract

Pengoptimalkan pelayanan sistem rujukan merupakan suatu hal yang penting dalam penegakan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tingginya angka rujukan di Puskesmas X menunjukkan bahwa implementasi sistem rujukan sudah berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengimplementasian rujukan berjenjang pada peserta jaminan kesehatan nasional di Puskesmas X Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam melalui proses wawancara dan observasi kepada informan. Informan kunci pada penelitian ini yakni orang yang mempunyai informasi dasar yang dibutuhkan, maka informan kunci pada penelitian ini adalah kepala bidang JKN dan Peserta JKN di Puskesmas X Kota Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas SDM sudah cukup baik, serta kuantitas SDM sudah cukup baik. Ketersediaan sarana dan fasilitas kesehatan sudah lengkap serta obat-obatan di Puskesmas sudah cukup lengkap dan belum sesuai dengan fornas yang berlaku. Pelaksanaan sistem rujukan di Puskesmas sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, akan tetapi masih banyak pasien yang meminta rujukan atas permintaan sendiri. Kesimpulan: Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Ketersediaan Obat-obatan di Puskesmas X berpengaruh terhadap terjadinya tinggi angka rujukan di Puskesmas X dan masih terdapat rujukan atas permintaan sendiri yang dikarenakan ketidaktahuan pasien mengenai alur rujukan.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Rusun Dakota Terhadap Resistensi Antibiotik Wulandari, Mia; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.945

Abstract

Banyak masyarakat yang mengkonsumsi obat yang tidak rasional atau tidak tepat salah satunya merupakan jenis antibiotik, ketika antibiotik digunakan secara tidak tepat hal yang akan didapatkan adalah masalah negatif pengobatan seperti resistensi yang menimbulkan dampak berbahaya yaitu kematian, sehingga perlu adanya penelitian mengenai tingkat pengetahuan masyarakat mengenai resistensi antibiotik untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Rusun Dakota RT 06 RW011 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 60 responden dalam usia produktif (15-64 Tahun). Penelitian ini menggunakan 10 soal kuesioner yang sudah di lakukan uji validitas dan uji reliabilitas sebagai intrumen penelitian. Data yang diperoleh akan dilakukan analisis kemudian persentase pengetahuan responden akan dihitung. Hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat terhadap resistensi antibiotik berdasarkan usia dengan nilai tertinggi pada  usia 36-45 tahun (31,67%), jenis kelamin perempuan dengan persentase sebesar (60%), tingkat pendidikan SMA/SMK sederajat (65%), dan pekerjaan karyawan swasta (35%). Hasil dari perhitungan rata-rata Tingkat pengetahuan masyarakat Rusun Dakota RT 06 RW 011 Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat sebesar (70,33%) kategori cukup.
Analisis Staphylococcus aureus Pada Tester Kosmetik Sediaan Lipstik Cair Dan Padat Di Gerai Kosmetik Daerah Kelapa Gading Dengan Uji Angka Lempeng Total Putri, Nanda Agustin Adhila; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.947

Abstract

Pendahuluan: Ketersediaan sampel produk memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan yang lebih tepat ketika membeli produk yang diinginkan, sehingga dalam memilih lipstik, konsumen dapat mencoba dan menguji warna lipstik tersebut sebelum membelinya, memastikan bahwa warna dan tipe lipstik sesuai dengan kebutuhan mereka. Terkadang konsumen tidak memperhatikan cara pemakaian dan penyimpanan yang baik, sehingga lipstik mudah tercemar bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran mikroba pada tester lipstik cair dan padat. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen (eksperimental) yang melibatkan tindakan atau perlakuan di laboratorium. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil persentase bakteri Staphylococcus aureus pada tester lipstik cair dan padat, yaitu berkisar antara < 1 x 104 sampai 6,2 x 104 CFU/ml didapatkan persentase sebanyak 40%, untuk kisaran hasil 1,5 x 106 sampai 4,2 x 106 CFU/ml didapatkan hasil persentase sebanyak 60%. Kesimpulan: Dari semua 6 sampel tester lipstik cair dan tester lipstik padat tidak memenuhi syarat BPOM yaitu tidak lebih dari 103 CFU/ml, sedangkan untuk hasil dari pewarnaan gram bakteri Staphylococcus aureus pada tester lipstik cair dan padat pada 6 sampel didapatkan 5 sampel yang positif dan 1 sampel negatif.
Profil Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat Periode Januari-Desember 2022 Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Laeman, Safirah Adlina
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.950

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global dan menjadi masalah serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang rentan terjadi pada usia produktif karena tingginya mobilitas. Pemberian pengobatan secara lengkap dan sesuai dengan pedoman sangat diperlukan guna mengurangi angka kematian akibat tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita tuberkulosis paru, jenis dan pola penggunaan, serta lama penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang diberikan pada penderita tuberkulosis paru jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik penderita tuberkulosis paru pada usia produktif terbanyak yaitu usia dewasa 26 – 45 tahun berjumlah 48 penderita (47%) dan jenis kelamin laki – laki sejumlah 62 penderita (60%). Jenis penggunaan OAT yang digunakan pada penderita tuberkulosis paru adalah OAT KDT kategori I sebanyak 77 penderita (75%) dan OAT KDT pergantian menjadi OAT Lepasan (Kombipak) sebanyak 26 penderita (25%). Pola penggunaan OAT KDT yang digunakan adalah fase intensif 4KDT dan fase lanjutan 2KDT, sementara pola penggunaan OAT Lepasan (Kombipak) adalah R/H, R/H/E, dan R/H/Z/E. Lama penggunaan OAT pada penderita tuberkulosis paru terbanyak adalah masa pengobatan > 6 bulan yaitu sebanyak 50 penderita (48%) karena mengalami komplikasi.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Peppermint (Mentha Piperita L.) Dan Minyak Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia Swingle.) Kireina, Tafani Ayu; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.952

Abstract

Lilin aromaterapi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) diharapkan memberikan efek menyegarkan dan efek relaksan kepada penggunannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah formula dengan kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif sediaan lilin aromaterapi dan memiliki efek terapi yang disukai oleh responden. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi formulasi dan evaluasi sediaan. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar, uji titik leleh dan uji kesukaan. Hasil yang didapatkan dari titik leleh ketiga formula memenuhi standar yaitu 50oC-58oC. Hasil uji waktu bakar paling lama 74 menit pada formula I. Hasil uji kesukaan lilin aromaterapi yang paling disukai dan memiliki efek terapi yaitu formula III dapat dibuktikan dengan jumlah presentasenya mencapai 58%. Formulasi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif yang memberikan efek terapi yang disukai responden.
Fisioterapi Dengan New Bobath Concept Pada Hemiparese Sinistra Et Causa Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara Nesi, Nesi; Suminarti, Suminarti; Hayuningrum, Cicilia Febriani; Wiyono, Agus; Faradilla, Adella
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.955

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian dan disabilitas pada orang dewasa di seluruh dunia. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah menggunakan metode bobath. Bobath concept berorientasi pada aktifitas fungsional dengan pola gerakan normal untuk meningkatkan kemampuan kontrol postural dan gerakan-gerakan yang selektif. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus stroke iskemik dengan metode bobath dalam peningkatan postural kontrol. Metode: Penelitian ini berupa studi kasus dengan pelaksanaan terapi menggunakan new bobath concept sebanyak 5 kali pertemuan di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Hasil Penelitian: penanganan fisioterapi menggunakan metode bobath yang diberikan memperlihatkan adanya peningkatan kekuatan otot, pengurangan tightness, pengurangan spastisitas, perbaikan postur, meningkatkan postural kontrol dan kontrol keseimbangan yang mengacu pada pola berjalan pasien sehingga dapat meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional. Kesimpulan: Penatalaksanaan fisioterapi dengan bobath concept yang diberikan pada pasien stroke iskemik dapat meningkatkan kemampuan fungsional secara signifikan sekaligus dapat mencegah terjadinya komplikasi lain yang dapat memperburuk keadaan pasien.
Pola Peresepan Obat Antihistamin Di Poli Anak Eksekutif RS X Dengan Diagnosa Rhinitis Alergi Periode Juli – September 2023 Afsyanti, Asfyanti; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.957

Abstract

Antihistamin adalah senyawa yang bertindak sebagai penentang histamin, mengurangi dan menghambat efek histamin dalam tubuh dengan menghalangi reseptor histamin. Rhinitis alergi adalah kondisi peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien yang sudah sensitif terhadap alergen tertentu, yang dipicu oleh reaksi antara alergen dan antibodi jenis IgE dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat antihistamin yang banyak diresepkan oleh dokter poli anak eksekutif Rumah Sakit X periode Juli - September 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan lalu mencatat resep pasien rawat jalan. Penelitian dengan jumlah 167 resep pasien, didapatkan hasil pola peresepan obat antihistamin di poli anak eksekutif Rumah Sakit X berdasarkan karakteristik jenis kelamin yaitu laki-laki 84 pasien (50,30%) perempuan 83 pasien (49,70%). Berdasarkan karakteristik umur masa balita 0 – 5 tahun 88 pasien (52,70%); masa kanak-kanak 6 – 11 tahun 79 pasien (47,30%). Berdasarkan karakteristik jenis terapi tunggal 139 pasien (83,23%) terapi kombinasi 28 pasien (16,77%). Obat jenis terapi tunggal yang paling banyak digunakan adalah cetirizine dengan nama dagang Ryvel® sirup 54 pasien (38,85%). Obat dengan jenis terapi kombinasi yang paling banyak adalah kombinasi siproheptadin tablet (nama dagang Pronicy®) dan cetirizine tablet (nama dagang Ryvel® ) dengan jumlah 15 pasien (53,57%).
Gambaran penggunaan obat antihiperlipidemia di instalasi farmasi rawat jalan BPJS rumah sakit x periode juli - september 2023 Jayanti, Dewi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.958

Abstract

Perubahan zaman menyebabkan perubahan gaya hidup manusia sehingga terjadi perubahan pola aktivitas fisik, makanan yang dikonsumsi, makan yang tidak teratur. Hal itu menyebabkan seseorang dapat menderita dislipidemia. Dislipidemia yang tidak ditangani dapat menjadi penyebab dari penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Pengobatan antihiperlipidemia yang diberikan harus aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihiperlipidemia di Instalasi Farmasi BPJS Rumah Sakit X periode Juli-September 2023. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan mengumpulkan data resep yang berisi obat antihiperlipidemia dengan maksud untuk mengetahui resep yang berisi obat antihiperlipidemia berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin pasien, berdasarkan jenis terapi, dan berdasarkan obat penyakit degeneratif lainnya di Instalasi Farmasi BPJS Rumah Sakit X periode Juli-September 2023. Dari hasil penelitian berdasarkan karakteristik usia yaitu kelompok usia 56-65 tahun sebanyak 50 resep (35,46%), karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 71 resep (50,4%), berdasarkan karakteristik penyakit penyerta yaitu penyakit Jantung sebanyak 46 resep (32,62%), berdasarkan obat antihiperlipidemia yang diresepkan yaitu simvastatin sebanyak 76 resep (54%), dan berdasarkan obat penyakit degeneratif lainnya yang diresepkan yaitu Bisoprolol sebanyak 44 resep (16,60%).
Skrining fitokimia dan stadarisasi berbagai ekstrak daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) di pasar serdang dengan beberapa parameter spesifik Tidar, Fijar Rivaldo; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.959

Abstract

Bayam hijau atau Amaranthus hybridus L merupakan tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan makanan atau obat-obatan karena banyak mengandung serat dan mineral. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun bayam hijau dengan membandingkan tiga pelarut, yaitu aquadest, etanol, dan nheksana melalui parameter standar spesifik dan skrining fitokimia. Hasil identitas ekstrak aquadest daun bayam hijau memiliki bentuk kental, bau tajam, warna hitam, dan rasa yang pahit dengan hasil rendemen 6,06%. Sementara identitas ekstrak etanol daun bayam hijau didapati hasil rendemen 7,18% dengan bentuk ekstrak kental, bau khas, warna hitam kehijauan, dan rasa yang pahit. Identitas ekstrak nheksana daun bayam hijau didapati bentuk sedikit keras, bau khas, warna hitam, dan bau pahit dengan hasil rendemen 4,58%. Pada kadar sari larut air, persentase ekstrak aquadest (19,5%), ekstrak etanol (25,5%), dan ekstrak n-heksana (13%). Pada kadar sari larut etanol, persentase ekstrak aquadest (38,5%), ekstrak etanol (39,5 %), dan ekstrak n-heksana (39%). Hasil skrining fitokimia dari ketiga ekstrak, ekstrak aquadest dan ekstrak etanol daun bayam hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan alkaloid. Sementara pada ekstrak n-heksana hanya dapat menarik senyawa flavonoid, steroid, dan alkaloid. Etanol merupakan pelarut paling efektif dikarenakan etanol merupakan pelarut polar yang dapat menarik senyawa polar maupun non polar.