cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Hubungan Tingkat Stres Dan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Disminore Primer Pada Remaja Putri Awa, Cyntanila Rambu Naha Ana; Purwanti, Anik Sri; Ilmiah, Widia Shofa
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.810

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer, yang merupakan nyeri menstruasi tanpa penyebab medis yang jelas, adalah masalah kesehatan yang sering mengganggu kualitas hidup perempuan. Meskipun prevalensinya bervariasi di berbagai negara, lebih dari 50% perempuan di seluruh dunia mengalami dismenore primer. Tingkat stres dan pola konsumsi makanan cepat saji telah diidentifikasi sebagai faktor-faktor yang mungkin berkontribusi pada kondisi ini. Namun, hubungan antara tingkat stres, perilaku konsumsi makanan cepat saji, dan kejadian dismenore primer pada remaja putri masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 46 remaja putri di Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi makanan cepat saji berpengaruh negatif terhadap kejadian dismenore primer, sedangkan tingkat stres tidak berpengaruh secara signifikan. Namun, secara bersama-sama, tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji berpengaruh terhadap kejadian dismenore primer. Kesimpulan: Temuan ini menyoroti pentingnya manajemen stres dan pola makan yang sehat dalam upaya mencegah atau mengatasi masalah dismenore primer pada remaja putri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih dalam interaksi antara faktor-faktor ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
Analisis Mutu Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Islam Malahayati Terhadap Pasien Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Shifah Sagala, Rizqa Auliyah; Vanda, Medina Elly; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.841

Abstract

Rumah Sakit memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat sebagai penyedia layanan kesehatan. Saat mengevaluasi kualitas layanan rumah sakit, kebahagiaan pasien menjadi pertimbangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit Islam Malahayati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara kepada keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan rawat inap yang diberikan oleh Rumah Sakit Islam Malahayati kepada pasien BPJS dinilai baik oleh kerabat pasien. Mayoritas responden menyatakan kepuasan terhadap perlakuan dan interaksi dengan staf medis. Survei dan wawancara dengan pasien juga mengungkapkan bahwa mereka merasakan dukungan dan penghargaan selama menjalani perawatan, mencerminkan kualitas layanan yang diberikan. Temuan ini memberikan gambaran positif tentang pengalaman pasien BPJS dalam mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut. Evaluasi terhadap kebahagiaan pasien menjadi fokus utama dalam menilai kualitas layanan rumah sakit. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Malahayati dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang pengalaman pasien BPJS dalam sistem kesehatan yang terjangkau.
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Keluarga Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang NICU Hidhayanti, Hayyu Naafi; Aryani, Tri
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.854

Abstract

Pendahuluan: Berat Badan Lahir Rendah didefinisikan sebagai berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram. Pengetahuan dan persepsi ibu dianggap mempengaruhi perilakunya dalam mengasuh bayi, namun pada kasus ibu yang memiliki BBLR cenderung memiliki tingkat percaya diri yang rendah dari biasanya, yang berasal dari kurangnya pengetahuan, pengalaman yang tidak memadai, dan kurangnya keterampilan secara menyeluruh dalam merawat bayinya. Salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan adalah dengan pemberian edukasi. Media yang dapat digunakan dalam edukasi kesehatan adalah media video. Metode: Desain penelitian Pra Eksperimental Design, perencanaan yang digunakan adalah one group pretest-posttest, jumlah sampel 10 responden dengan teknik total sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan video edukasi tentang BBLR memiliki nilai rata-rata 54,00, sedangkan setelah diberikan video edukasi nilai rata-rata responden sebesar 84,00. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Paired Sampels T-Test menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 (p < 0,05), yang berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan keluarga pada BBLR di Ruang NICU. Kesimpulan: Ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan keluarga pada BBLR di ruang NICU (p value= 0,000).
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Dextra Dengan Terapi Latihan Di RS Hermina Kemayoran Hasanah, Tri Nur Uswatun; Syafitri, Putri Karina; Hayuningrum, Cicilia Febriani; Utomo, Dani Hafiz
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.867

Abstract

Background: ACL reconstruction is a surgical procedure that involves grafting tendon tissue (graft) to restore knee stability and joint fixation. Problems after ACL reconstruction include pain, limited ROM, decreased muscle circumference, decreased muscle strength, and decreased functional ability in the lower extremities. Objective: To determine physiotherapy management in cases of post ACL reconstruction dextra with exercise therapy on pain, ROM limitations, muscle circumference, muscle strength, and functional abilities. Methods: Case study with one patient post ACL reconstruction performed for 3 weeks with 5 times evaluation. Pain was measured with VAS. ROM limitation was measured with a goniometer. Muscle circumference was measured by midline. Muscle strength was measured with a sphygmomanometer. Functional ability with IKDC. Research Results: After 5 times of therapy, it was found that there was a decrease in pain, an increase in knee ROM, an increase in muscle circumference and muscle strength, and an increase in functional ability in the lower extremities. Conclusion: Giving exercise therapy to patients post ACL reconstruction can increase muscle circumference and muscle strength so that there is a decrease in pain scale, increased knee ROM, and increased functional ability in the lower extremities. Latar Belakang: Rekonstruksi ACL merupakan prosedur pembedahan dengan mencangkok jaringan tendon (graft) untuk mengembalikan stabilitas lutut dan fiksasi pada sendi. Problematika pasca tindakan rekonstruksi ACL, yaitu nyeri, keterbatasan ROM, penurunan lingkar otot, penurunan kekuatan otot, dan penurunan kemampuan fungsional pada ekstremitas bawah. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus post rekonstruksi ACL dextra dengan terapi latihan terhadap nyeri, keterbatasan ROM, lingkar otot, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional. Metode: Studi kasus dengan satu pasien post rekonstruksi ACL yang dilakukan selama 3 minggu dengan 5 kali evaluasi. Nyeri diukur dengan VAS. Keterbatasan ROM diukur dengan goniometer. Lingkar otot diukur dengan midline. Kekuatan otot diukur dengan sphygmomanometer. Kemampuan fungsional dengan IKDC. Hasil Penelitian: Setelah dilakukannya terapi sebanyak 5 kali, didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan ROM lutut, peningkatan lingkar otot dan kekuatan otot, serta peningkatan kemampuan fungsional pada ekstremitas bawah. Kesimpulan: Pemberian terapi latihan pada pasien post rekonstruksi ACL dapat meningkatkan lingkar otot dan kekuatan otot sehingga terjadi penurunan skala nyeri, peningkatan ROM lutut, dan peningkatan kemampuan fungsional pada ekstremitas bawah.
Analisis Implementasi Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Di Puskesmas Kutalimbaru Syahadah, Rahmah Fadlilatu; Hariyani, Elva; Fadila, Naswa; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.910

Abstract

Kesehatan adalah hak fundamental setiap warga Oleh karenanya setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya. Tingginya jumlah peserta BPJS dari kategori PBI   menggambarkan   bahwa   tingginya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Namun, pada   kenyataannya   akses layanan kesehatan yang baik masih menjadi permasalahan    bagi    masyarakat    miskin    di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Informan dari penelitian ini adalah kepala puskesmas, penerima layanan kesehatan dan kepala tata usaha di Puskesmas Kuta Limbaru. Hasil penelitian ini menunjukkan Puskesmas Kutalimbaru berperan penting dalam memberikan layanan kesehatan tanpa diskriminasi. Koordinasi yang baik dan sikap proaktif petugas kesehatan menjadi faktor krusial. Kendala seperti ketidakakuratan data dan keterbatasan anggaran ditemukan. Program PBI JKN memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Kesimpulan penelitian ini bahwa Puskesmas. Kutalimbaru memainkan peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang setara bagi peserta PBI dan non-PBI. Koordinasi yang baik, komunikasi efektif, pemanfaatan sumber daya yang optimal, dan sikap positif dari petugas kesehatan mendukung keberhasilan program.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Orif Fraktur Sepertiga Distal Femur Di Rumah Sakit Hermina Bekasi Nesi, Nesi; Mumtaaza, Najma; Saputra, Andrew Wijaya; Yulsefni, Yulsefni; Almarici, Tiara Jesica
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.912

Abstract

Latar Belakang: Fraktur femur merupakan salah satu penyebab terjadinya cacat secara fisik. Penatalaksanaan pasien pada kasus fraktur femur adalah dengan kondisi post pemasangan ORIF. Tujuan: Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Post ORIF fraktur sepertiga distal femur dengan intervensi TENS, Ultrasound, dan exercise dalam mengatasi nyeri, edema, tightness, spasme, kekuatan otot, penurunan ROM, penurunan keseimbangan dan berjalan. Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 5 kali didapatkan penurunan nyeri tekan pada T1=6 dan T5=5, nyeri gerak T1=6 dan T5=5, adanya selisih edema 20cm diatas tuberositas tibia T1:3cm dan T5:3cm, tuberositas tibia T1:5cm dan T5:3cm, dibawah tuberositas tibia 10cm T1: 4cm dan T5: 4cm, ROM pada fleksi knee T1: 110° dan T5: 120°, ekstensi knee T1: 3° dan T5: 1°, kekuatan otot fleksor knee T1: 4 dan T5: 5, ekstensor knee T1: 4 dan T5: 5, four stage balance pada side by side T1: 10 detik dan T5: 11 detik,semi tandem T1: 6 detik dan T5: 7 detik, tandem full T1: 6 detik dan T5: 6 detik. Kesimpulan: Pemberian TENS, Ultrasound dan exercise dapat mengurangi nyeri, mengurangi bengkak, mengurangi spasme, mengurangi tightness, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan ROM, keseimbangan dan kemampuan berjalan pada post ORIF fraktur sepertiga distal femur sinistra.
Strategi Efektif Dalam Manajemen Logistik Kesehatan: Mengoptimalkan Stok Penyimpanan Obat Di Rumah Sakit Nashiroh, Alya Devia; Apriliyani, Mutia; Mahardieka, Clarissa; Iswanto, Acim Heri
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.915

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah unit di rumah sakit yang bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan obat yang efektif dan efisien. Pengadaan obat dalam manajemen logistik yang baik tidak hanya memberikan manfaat pada ketersediaan dan keterjaminan kuantitas serta kualitas obat, namun juga akan berdampak kepada penurunan biaya produksi pelayanan sehingga menjadi lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai optimalisasi stok penyimpanan obat di rumah sakit melalui manajemen logistik kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah systematic review. Sebuah upaya untuk mencegah rumah sakit kekurangan obat (out of stock) atau kelebihan penumpukan obat (overstock), dan menurunkan jumlah obat kadaluarsa (expired date) maka diperlukan pengelolaan obat yang efektif dan efisien menjadi salah satu faktor untuk optimalisasi persediaan medis. Upaya penyimpanan obat dapat dilakukan dengan metode penyimpanan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, alat kesehatan, dan jenis sediaan farmasi. Optimalisasi stok penyimpanan obat dilakukan dengan menerapkan prinsip First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO). Kedua metode ini adalah metode penyimpanan obat yang telah banyak digunakan diberbagai instalasi farmasi rumah sakit.
Analisis Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Kampus UINSU Tuntungan Simangunsong, Rizky Aulia; Putri, Dea Hamiche; Purba, Rahmadani; Purba, Sri Hajijah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.916

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) dalam lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Tuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan KTR dan meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama terkait bahaya merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan melibatkan 31 mahasiswa FKM melalui wawancara kuesioner menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mengetahui adanya peringatan KTR di kampus, meskipun masih ada yang merasa perlu peningkatan kejelasan peringatan tersebut. Kendala utama dalam implementasi kebijakan KTR adalah ketidakpedulian individu dan kurangnya penegakan aturan. Namun, mayoritas responden merasa bahwa kebijakan KTR cukup atau sangat efektif dalam mengurangi aktivitas merokok di kampus. Dalam konteks ini, partisipasi mahasiswa dianggap sangat penting dalam mendukung implementasi kebijakan KTR. Mereka dipandang sebagai agen perubahan potensial dalam mendukung gaya hidup sehat dan meningkatkan efektivitas kebijakan KTR. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran individu, penegakan aturan, dan sosialisasi mengenai KTR guna mengatasi kendala-kendala dalam implementasinya. Kata Kunci : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Peningkatan Kepatuhan Mahasiswa, Partisipasi Mahasiswa, Kesehatan, Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Pada Rumah Sakit Rawat Inap: Studi Literatur Ridwan, Muhammad; Syarifah, Ummi; Nasution, Yulia Adinda; Purba, Sri Hajijah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.917

Abstract

Rumah sakit merupakan suatu instansi yang menyediakan jenis pelayanan kesehatan diantaranya pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, pelayanan perawatan, pelayanan rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kualitas kesehatan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien sebagai hal yang sangat subyektif, sulit diukur, dapat berubah-ubah, serta terdapat banyak sekali faktor yang berpengaruh sebanyak dimensi di dalam kehidupan manusia. Tujuan dari literature review ini untuk mengetahui bagaimana analisis pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di rumah sakit rawat inap. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review. Hasil 5 jurnal diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan dalam perspektif rumah sakit yaitu dari segi bentuk fisik (tangibles), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan (assurance) dan empati (empathy). Dapat disimpulkan bahwa analisis yang mempengaruhi layanan kesehatan berpengaruh pada dengan kepuasan pasien dari faktor bagaimana tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan, pemahaman, memberikan rasa nyaman, dan meningkatkan fasilitas kesehatan untuk menunjang kesembuhan pasien.
Studi Literature Perlindungan Hukum Bagi Pasien BPJS Dalam Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Fitria, Adinda Dwi; Salwa, Fadillah; Khairani, Khovifah; Ujung, Sofia Rahma; Purba, Sri Hajijah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i3.923

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang menderita. Namun penerapannya tidak lepas dari banyak faktor, antara lain perbedaan fungsional antara pasien BPJS dan non-BPJS. Terdapat perbedaan antara berbagai rumah sakit, termasuk RSUD, dalam pelayanan yang diberikan kepada pasien BPJS dan non-BPJS. Pasien BPJS mempunyai masa rawat inap yang lebih singkat, ruang kamar yang lebih sedikit, dan masa pengobatan yang lebih lama. Terkadang sikap dan respon petugas kesehatan terhadap pasien BPJS buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau literatur tentang “Dukungan hukum pasien BPJS di rumah sakit”. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan kajian pustaka. Penelitian sastra, disebut juga penelitian sastra, adalah pengumpulan data dari sumber-sumber kepustakaan dan penelitian sejarah. Penelitian ini menggunakan data yang disajikan atau tersedia, bukan data lapangan atau saksi mata kejadian dan menggunakan data sekunder. Faktor yang menghambat pasien mengetahui haknya antara lain kurangnya informasi rumah sakit, tidak dibayarnya biaya pengobatan oleh BPJS, dan tidak dipatuhinya peraturan rumah sakit. Upaya BPJS Kesehatan untuk menjamin hak-hak peserta BPJS Kesehatan mencakup pegawai masing-masing rumah sakit yang terlibat langsung di fasilitas BPJS Kesehatan. Perlindungan hukum antara pasien reguler dan pasien BPJS memastikan bahwa kedua pasien berhak mengakses dan menerima pelayanan kesehatan yang baik dan aman. Namun pasien BPJS harus membayar dan mengikuti sistem rujukan. Penyelenggaraan perlindungan hukum terhadap pasien yang masuk JKN-KIS tercermin dari terlaksananya hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan mematuhi peraturan perundang-undangan.

Page 10 of 32 | Total Record : 319