cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Asuhan keperawatan intranatal pada ny. MW dengan Ketuban Pecah Dini (KPD) di ruang bersalin rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Putri, Qanita; Fitri, Aida; Kiftia, Mariatul
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1372

Abstract

Infeksi persalinan pada ibu hamil dapat disebabkan salah satunya karena ketuban pecah dini (KPD). KPD merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum terjadinya persalinan yang terjadi baik pada kehamilan aterm maupun kehamilan preterm. Dampak KPD pada ibu berupa sepsis sedangkan pada janin yaitu asfiksia. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan meningkatkan angka mortalitas ibu dan bayi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan intranatal dengan KPD diruang bersalin RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosa pada studi kasus ini yaitu pada kala I nyeri melahirkan, ansietas, resiko infeksi, kala II nyeri melahirkan dan kala IV termoregulasi tidak efektif. Intervensi yang diberikan berdasarkan Evidence Based Practices (EBP) yaitu melakukan massage effleurage dan massage counter pressure pemijatan tekanan tumit telapak tangan pada area lumbal dan massase dengan ujung jari pada area abdomen untuk mengurangi rasa nyeri persalinan. Teknik relaksasi tarik nafas dalam dan berzikir dapat mengurangi kecemasan. Resiko infeksi dilakukan vulva hygiene dan membatasi vaginal touche (VT) setiap 4 jam. Terapi berikutnya dilakukan teknik relaksasi tiup tiup balon “huu..huu” membantu pengambilan nafas saat mengedan. Terapi terakhir yaitu melakukan kontrol suhu dan lingkungan memakaikan selimut hangat. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah nyeri pinggang belakang berkurang, abdomen terasa rileks, pasien sudah paham kondisinya beserta kecemasan berkurang, pasien mampu melakukan relaksasi nafas tiup tiup balon mempersiapkan mengedan serta mengedan sesuai intruksi, suhu tubuh 36,50C, kulit pasien hangat dan CRT < 3 detik. Diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi sesuai EBP dalam menangani pasien dengan KPD diruang bersalin sehingga mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut
Penerapan four handed suction terhadap masalah keperawatan bersihan jalan nifas tidak efektif pada by. D dengan respiratory distress syndrome dan hernia diafragmatika di ruang perawatan intensif RSUD Banda Aceh: Studi kasus Azizi, Shyafa Diba; Fajri, Nova; Septiana, Nenty
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1374

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia pada neonatus yang berhubungan dengan kurangnya jumlah surfaktan akibat belum matur fungsi paru yang berisiko terjadinya malformasi thoraks seperti Hernia Diafragmatika. Hernia Diafragmatika dapat menimbulkan gangguan paru-paru, keterlambatan perkembangan dan kerusakan organ akibat dari tekanan organ abdomen yang masuk ke rongga thoraks. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan dari studi kasus ini menganalisis asuhan keperawatan pada By. D dengan RDS (Respiratory Distress Syndrome) dan Hernia Diafragmatika di ruang NICU Rumah Sakit Umum Banda Aceh. Masalah keperawatan yang muncul pada adalah gangguan ventilasi spontan, bersihan jalan nafas tidak efektif, risiko hipotermia, risiko syok sepsis, risiko defisit nutrisi, risiko perfusi renal tidak efektif dan risiko gangguan perlekatan. Implementasi keperawatan yang diberikan yaitu dukungan ventilasi, manajemen jalan nafas, manajemen hipotermia, manajemen syok, manajemen cairan, pemberian makanan parenteral dan promosi perlekatan. Evaluasi keperawatan selama 4 hari rawatan didapatkan risiko hipotermia teratasi; bersihan jalan nafas tidak efektif, risiko syok sepsis, risiko perfusi renal tidak efektif teratasi sebagian; serta gangguan ventilasi spontan, risiko defisit nutrisi dan risiko gangguan perlekatan belum teratasi, sehingga membutuhkan pemantauan dan intervensi lebih lanjut pada By. D. Manajemen asuhan keperawatan pada neonatus risiko tinggi pada bayi dengan RDS dan Hernia Diafragmatika dapat dilakukan dengan baik dan tepat dengan memperhatikan tumbuh kembang pada neonatus.
Hubungan masa kerja, durasi istirahat, kebiasaan merokok dan Musculoskeletal Disorder (MSDS) dengan kelelahan kerja pada karyawan PT. Wijaya Inti Nusantara Kendari Iwan, Israwati; Sabilu, Yusuf; Hartoyo, Agnes Mersatika
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1376

Abstract

Introduction: According to the National Safety Council, 13% of work accidents are related to fatigue, and most work accidents are caused by illness and the body's response. Nickel mining company PT. Wijaya Inti Nusantara has a busy work schedule that can cause fatigue due to heavy workloads, increased duration, and frequency of physical activity, as well as environmental factors including temperature, vibration, air pollution, and smoking. Objective: This study aims to determine the relationship between working period, rest duration, smoking habits, and complaints of musculoskeletal disorder (MSDs) with work fatigue in employees of PT. Wijaya Inti Nusantara in 2024. Methods: This quantitative research uses an observational method with a cross-sectional approach. This research was conducted at PT. Wijaya Inti Nusantara in November 2024. Population: All participants were employees of PT. Wijaya Inti Nusantara with as many as 253 respondents. Sample: Slovin's formula (1960) was used to determine the number of samples with a sample size of 155 people. Results: Based on the chi-square test, it was shown that the duration of work (P-value=0.0012<0.05), duration of rest (P-value=0.016<0.05), smoking habit (P-value=0.024<0.05) and complaints of musculoskeletal disorders (P-value=0.028<0.05) were significantly related to work fatigue. Conclusion: The results showed that working period, rest duration, smoking behavior, and musculoskeletal disorders (MSDs) were related to work fatigue in PT. Wijaya Inti Nusantara in 2024. Pendahuluan: Menurut National Safety Council, 13% kecelakaan kerja terkait dengan kelelahan, dan sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh penyakit dan respons tubuh. Perusahaan tambang nikel PT. Wijaya Inti Nusantara memiliki jadwal kerja yang padat yang dapat menimbulkan kelelahan karena beban kerja yang berat, peningkatan durasi dan frekuensi aktivitas fisik, serta faktor lingkungan termasuk suhu, getaran, polusi udara, dan merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja, durasi istirahat, kebiasaan merokok, dan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) dengan kelelahan kerja pada karyawan PT. Wijaya Inti Nusantara Tahun 2024. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunkan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di PT. Wijaya Inti Nusantara pada November 2024. Populasi: Semua partisipan adalah pekerja PT. Wijaya Inti Nusantara dengan sebanyak 253 responden. Sampel: Rumus Slovin (1960) digunakan untuk menentukkan jumlah sampel dengan jumlah sampel 155 orang. Hasil: Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa masa kerja (P-value=0,0012<0.05), durasi istirahat (P-value=0,016<0,05), kebiasaan merokok (P-value=0,024<0,05) dan keluhan musculoskeletal disorders (P-value=0,028<0,05) berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja, durasi istirahat, perilaku merokok, dan musculoskeletal disorder (MSDs) berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja PT. Wijaya Inti Nusantara tahun 2024.
Asuhan keperawatan pada pasien dengan ancaman Partus Prematurus dan Ketuban Pecah Dini (KPD) Munirah, Fajra; Hermawati, Dewi; Rizkia, Mira
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1378

Abstract

Angka kejadian persalinan premature di Indonesia antara 6-10%, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, tingkat pendidikan, paritas, jarak kehamilan, riwayat abortus, ketuban pecah dini, gemelli, perdarahan antepartum, cacat bawaan dan infeksi dalam rahim. Tujuan dari studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pasien dengan ancaman partus prematurus dan ketuban pecah dini di Ruang Bersalin RSUD di Banda Aceh. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa keperawatan yang diangkat pada pasien adalah risiko cedera pada janin, risiko cedera pada ibu dan ansietas. Intervensi yang diterapkan berdasarkan Evidence Based Practices seperti posisi miring kiri pada risiko cedera pada janin, personal hygiene pada risiko cedera pada ibu serta relaksasi napas pada ansietas. Hasil evaluasi dari kasus ini didapatkan risiko cedera pada janin, risiko cedera pada ibu dan ansietas teratasi sebagian. Disarankan kepada perawat untuk menjadikan laporan ini sebagai salah satu sumber rujukan dalam menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan ancaman partus prematurus dan ketuban pecah dini.
Asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Ayu, Dara Puspita; Husna, Cut; Kasih, Laras Cyntia
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1381

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk asuhan keperawatan, termasuk pegkajian, penegakkan diagnosis, melakukan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn. AM adalah pola nafas tidak efektif, curah jantung menurun, kadar glukosa darah tidak stabil, hipervolemia dan gangguan integritas kulit. Evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa satu masalah keperawatan teratasi dan empat masalah keperawatan teratasi sesuai dengan pencapaian beberapa tujuan dari kriteria hasil yang telah ditetapkan. Rekomendasi: Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi referensi untuk pemberian asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Keluarga pasien diberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus dengan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang di PMB Leni Gustian Palembang tahun 2024 Jamiyatun, Jamiyatun; Sari, Erma Puspita; Rahmawati, Eka; Handayani, Sri
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1422

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan salah satu program  kontrasepsi  yang efektif dari  pemerintah namun angka pencapaian akseptor MKJP masih tergolong rendah dibandingkan metode yang lain. Penggunaan kontrasepsi di dunia menurut data World Health Organization (WHO) lebih dari 100 juta pasangan menggunakan alat kontrasepsi yang memiliki efektifitas, dengan pengguna kontrasepsi hormonal sebesar 75% dan 25% menggunakan non hormonal. faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah karakteristik seperti pendidikan, pengetahuan, lingkungan (jarak dari pelayanan kesehatan), biaya dan dukungan suami. Tujuan penelitian yaitu Diketahui hubungan pengetahuan, peran petugas kesehatan dan dukungan suami secara simultan dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang di PMB Leni Gustian S.Keb Palembang Tahun 2024. Metode penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu peserta KB aktif yang datang di PMB Leni Gustian berjumlah 50 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil analisa univariat diperoleh penggunaan MKJP sebanyak 32%, pengetahuan baik 36%, peran petugas kesehatan mendukung 56% dan dukungan suami 40%. Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan pengetahuan secara parsial dengan penggunaan MKJP dengan p value 0.000, ada hubungan peran petugas kesehatan secara parsial dengan penggunaan MKJP p value 0.000 dan ada hubungan dukungan suami secara parsial dengan penggunaan MKJP di PMB Leni Gustian S.Keb Palembang tahun 2024 dengan p value 0.000. Diharapkan kepada pihak terkait untuk meningkatkan program keluarga berencana terutama MKJP.  
Hubungan pengetahuan sikap dan dukungan tenaga kesehatan dengan perawatan payudara pada ibu nifas di Puskesmas Betung Kabupaten Oku Timur tahun 2024 Nawamalini, Tia; Sari, Erma Puspita; Anggraini, Arie; Afrika, Eka
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1441

Abstract

Masa nifas (Perenium) merupakan masa pulih kembali mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada Tahun 2022 presentase perempuan menyusui yang mengalami bendungan ASI rata- rata mecapai 87.06% atau mencapai 8242. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, Sikap dan Dukungan Tenaga Kesehatan secara simultan dengan Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Betung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi ibu nifas dan sampel sebanyak 57 dengan menggunakan metode Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil dari 30 responden ibu yang pengetahuannya kurang yang tidak melakukan perawatan payudara pada saat nifas (86,7 %) hasil p-value 0.000 ≤ 0.05. 35 responden ibu yang sikap negatif yang tidak melakukan perawatan payudara pada saat nifas sebanyak 26 responden (74,3 %) p-value 0.001 ≤ 0.05. 31 responden ibu tidak ada dukungan tenaga kesehatan dan yang tidak melakukan perawatan payudara pada saat nifas (80.6%) p-value 0.000 ≤ 0.05. ada hubungan pengetahun, sikap dan dukungan tenaga kesehatan secara simultan. Bidan dan tenaga kesehatan lainnya diharapkan memberikan edukasi.   
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pembina Kota Palembang tahun 2024 Rizki, Sri; Sari, Erma Puspita; Sari, Intan; Anggraini, Arie
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1442

Abstract

Menurut Kemenkes RI sebanyak 18,3% ibu hamil di Indonesia mengalami KEK. Pada tahun 2022 jumlah ibu hamil dengan KEK sebanyak 14.7%. Pada tahun 2023 jumlah ibu hamil dengan KEK sebanyak 13.2%. Tujuan penelitian. Diketahui hubungan riwayat hyperemesis gravidarum, pendidikan dan aktivitas fisik secara simultan dengan KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pembina tahun 2024. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang datang ke Puskesmas Pembina pada tahun 2024 yang berjumlah 125 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 62 orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh Ibu hamil dengan KEK sebanyak 19 responden (30.6%), riwayat hyperemesis gravidarum sebanyak 10 responden (16.1%), pendidikan rendah sebanyak 18 responden (29%) dan aktivitas fisik berat sebanyak 14 responden (22.6%). Ada hubungan riwayat hyperemesis gravidarum secara parsial dengan KEK pada ibu hamil dengan nilai p 0.000, ada hubungan pendidikan secara parsial dengan KEK pada ibu hamil dengan nilai p 0.000 dan ada hubungan aktivitas fisik secara parsial dengan KEK pada ibu hamil dengan nilai p 0.000. Diharapkan kepada pihak terkait guna mengembangkan dan meningkatkan program pencegahan dan penatalaksanaan KEK pada ibu hamil.
Mengatasi hambatan struktural dalam peningkatan akses universal ke layanan kesehatan di Indonesia Abdillah, Ratu Puanurani Anggitya; 'Aisy, Afifah Rohadatul; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1454

Abstract

Akses universal ke layanan kesehatan merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem kesehatan di Indonesia guna mencapai Universal Health Coverage (UHC). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan struktural dalam mencapai akses universal layanan kesehatan. Literatur diperoleh dari Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait, kemudian diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil menunjukkan bahwa kepesertaan BPJS di Indonesia telah mencapai 96%. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, defisit tenaga kesehatan, dan kompleksitas regulasi yang menghambat pencapaian UHC secara menyeluruh. Selain itu, pemanfaatan layanan oleh peserta BPJS belum merata, terutama di wilayah terpencil. Reformasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan mencakup perbaikan sistem pembiayaan kesehatan, optimalisasi distribusi tenaga medis melalui insentif yang lebih menarik, serta penguatan regulasi yang didukung oleh berbagai sektor untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kajian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan berkeadilan dalam reformasi kebijakan agar akses layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di instalasi gawat darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh Ananda, Liza; Syarif, Hilman; Nurhidayah, Irfanita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1507

Abstract

Pelaksanaan caring dalam pelayanan keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kualitas asuhan dan kepuasan pasien. Namun, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan caring di Instalasi Gawat Darurat masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 344 responden dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Gadar Caring Scale (GCS-46), yang terdiri dari tiga aspek utama, yaitu perilaku caring, lingkungan caring, dan administrasi caring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien (87,2%) menilai pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa dalam kategori baik, dengan aspek perilaku caring sebesar 95,1%, lingkungan caring sebesar 83,1%, dan administrasi caring sebesar 87,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar perawat telah menerapkan prinsip caring dalam pelayanan keperawatan, seperti interaksi dengan pasien, kebersihan lingkungan, serta administrasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa Banda Aceh tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus meningkatkan pelatihan bagi perawat dalam aspek komunikasi terapeutik dan manajemen pelayanan untuk memastikan kepuasan dan kenyamanan pasien tetap optimal.