cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Ketakutan terhadap KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan dampaknya terhadap kelengkapan imunisasi anak (literature review) Husniyah, A'idah; Hafrisa, Nadia; Dinanti, Denisya Marshaluna; Fauziyyah, Inayah Dzikra; Herbawani, Chahya Kharin
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1604

Abstract

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan adanya tantangan dalam cakupan imunisasi dasar pada anak. Tercatat bahwa 56,9% anak usia 12-23 bulan belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Dari kelompok anak usia 0-59 bulan yang tidak diimunisasi, sebanyak 45,5% orang tua beralasan karena kekhawatiran akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh KIPI terhadap pemberian imunisasi pada anak di berbagai daerah. Penelitian ini menyajikan faktor-faktor yang berkontribusi pada ketakutan terhadap KIPI, dampak KIPI terhadap pemberian imunisasi pada anak, serta strategi mengatasi ketakutan terhadap KIPI dan peningkatan kelengkapan imunisasi yang diharapkan dapat memperbaiki tingkat kepatuhan orangtua dalam memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak-anak mereka. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki tingkat kepatuhan orang tua dalam memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak-anak mereka. Penulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) dalam penyusunan hasil dan pembahasan. Proses pencarian jurnal dilakukan secara sistematis pada tiga database: GARUDA, Google Scholar, dan ScienceDirect. Pada database GARUDA, pencarian menggunakan kata kunci "KIPI" dan menghasilkan 95 jurnal. Untuk Google Scholar, digunakan kombinasi kata kunci yaitu ("Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi" OR "KIPI") AND ("Adverse events following immunization" OR "AEFI") AND ("Immunization" OR "Imunisasi") -buku -literature -review -tinjauan -systematic -book yang menghasilkan 113 jurnal. Sementara itu, pencarian di ScienceDirect dengan kata kunci ("Adverse events following immunization" OR "AEFI") AND ("Immunization") menemukan 1.676 jurnal. Seluruh artikel yang ditemukan dari ketiga database tersebut kemudian melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria eksklusi. Kriteria tersebut meliputi: terbit dalam kurun waktu lebih dari lima tahun, berjenis laporan kegiatan dan non-artikel penelitian, tidak dapat diakses secara penuh dan full text, serta artikel yang membahas KIPI namun tidak berhubungan dengan imunisasi anak. Setelah proses penyaringan ini didapatkan hasil akhir sebanyak 14 jurnal yang relevan untuk di-review terdiri atas 5 jurnal dari GARUDA, 5 dari Google Scholar, dan 4 dari ScienceDirect.
Hubungan pengetahuan, sikap, kenyamanan dan ketersediaan terhadap penggunaan alat pelindung diri pada pekerja kontruksi di PT XYZ Shafa, Banafsyah; Wasiyem, Wasiyem; Siregar, Putra Apriadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1609

Abstract

Pekerja konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, sehingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan. Namun, tingkat kepatuhan penggunaan APD di lapangan masih rendah, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor individu dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, kenyamanan dan ketersediaan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja konstruksi di PT XYZ. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja konstruksi PT XYZ sebanyak 100 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 92% pekerja memiliki pengetahuan yang kurang baik, 78% pekerja memiliki sikap yang buruk, 65% pekerja merasa cukup nyaman menggunakan APD, dan 90% pekerja menyatakan tidak ada ketersediaan APD yang memadai. Penggunaan APD secara baik ditemukan pada 45% pekerja, sedangkan 55% pekerja menggunakan APD secara buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,000), kenyamanan (p=0,000), dan ketersediaan APD (p=0,000) dengan penggunaan APD pada pekerja konstruksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, kenyamanan, dan ketersediaan APD merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada pekerja konstruksi di PT XYZ. Disarankan agar perusahaan meningkatkan edukasi tentang pentingnya APD, menyediakan APD yang ergonomis dan nyaman, serta memastikan ketersediaan APD yang memadai bagi seluruh pekerja.
Formulasi sediaan sabun padat ekstrak Wuru Ketek (Myrica javanica Reinw. ex Bl) dengan basis minyak nabati dan minyak hewani Ardiyansyah, Muhamad; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1611

Abstract

Tanaman Wuru Ketek (Myrica javanica reinw. ex. Bl) berpotensi menghambat Pertumbuhan bakteri serta dapat digunakan untuk pembuatan beberapa sediaan Untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya sediaan sabun padat. Tujuan penelitian Ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan sabun padat Ekstrak Wuru Ketek (Myrica Javanica Reinw. ex. Bl.) menggunakan metode eksperimental dengan Desain trial. F0 tidak mengandung Ekstrak Wuru Ketek, sedangkan F1, F2, dan F3 Masing-masing mengandung Ekstrak Wuru Ketek sebesar 5%, 7,5%, dan 10% serta Melakukan uji skrining dan evaluasi fisik sediaan sabun padat yang mencakup uji Organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas busa, dan uji aktivitas Antibakteri. Formulasi tersebut menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan Organoleptik dan homogenitas, serta memenuhi standar pH 9-11 dan tinggi busa 1,3 Cm – 22 cm serta hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh hasil diameter zona hambat 5 – 19 mm (sedang) hingga ≥20 mm (sangat kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Analisis kandungan siklamat serta hubungan pengetahuan dengan tindakan mahasiswa dalam konsumsi es teh manis di kantin UIN Sumatera Utara Medan Pratiwi, Sabila; Ashar, Yulia Khairina; Wahyudi, Wahyudi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1614

Abstract

Latar Belakang: Minuman es teh manis merupakan minuman populer di kalangan mahasiswa karena rasanya yang menyegarkan dan harga yang terjangkau. Namun, beberapa pedagang mengganti gula dengan pemanis buatan seperti Siklamat dalam jumlah berlebih yang dapat membahayakan kesehatan, seperti menimbulkan gangguan fungsi hati, ginjal, bahkan meningkatkan risiko kanker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Siklamat pada es teh manis yang dijual di kantin UIN Sumatera Utara Medan serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dengan tindakan mereka dalam membeli minuman es teh manis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian terdiri dari 16 sampel es teh manis (total sampling) dan 112 mahasiswa (accidental sampling). Kandungan Siklamat diuji menggunakan metode pengendapan dan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan data pengetahuan dan tindakan mahasiswa dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,5% sampel es teh manis mengandung Siklamat namun masih dalam batas aman (≤ 350 mg/kg). Sebanyak 64% mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik dan 67% memiliki tindakan konsumsi yang baik. Namun, uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan tindakan mahasiswa (p = 0,488). Kesimpulan: Es teh manis yang dijual di kantin UIN Sumatera Utara Medan relatif aman dikonsumsi karena kandungan Siklamat masih dalam batas aman, tetapi pengetahuan mahasiswa tidak berhubungan signifikan dengan tindakan konsumsi mereka. Saran: Diharapkan pihak universitas dapat meningkatkan pengawasan bahan tambahan pangan di kantin kampus dan memberikan edukasi berkelanjutan kepada mahasiswa agar lebih selektif dalam memilih minuman yang aman untuk kesehatan.
Physical health status in middle age on cognitive function: Literature review Fauziyyah, Jihan Nafisah; Sabila, Misna Zakiyus; Septiani, Riswanti; Istianah, Istianah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1625

Abstract

This study aimed to systematically examine the relationship between physical health status in middle age and cognitive function. This systematic literature review was conducted following the PRISMA guidelines, with searches such as PubMed/MEDLINE, Scopus, Web of Science, PsycINFO, and CINAHL for articles published between 2020 and 2024. The inclusion criteria focused on original studies involving individuals aged 40-65 years, measuring physical health indicators, and evaluating cognitive function. 7 relevant articles were analyzed and narratively synthesized. The findings showed that various aspects of physical health status in middle adulthood were significantly associated with cognitive function. Body composition (BMI, muscle mass, visceral obesity) and metabolic health (fasting blood glucose levels) were consistently associated with cognitive performance and the risk of cognitive impairment. Cardiovascular health, represented by diastolic blood pressure, also affected brain structure and cognitive function. The relationship between physical activity and balance with cognition is variable, but some evidence suggests benefits of moderate-intensity physical activity and mind-body exercises such as Tai Chi. Other contextual factors such as education and early life conditions also play a role in cognitive resilience. In conclusion, interventions targeting weight management, metabolic health, cardiovascular health, and physical activity promotion in middle age have great potential to maintain optimal cognitive function. Further longitudinal studies are needed to confirm causal relationships and explore underlying mechanisms in more depth.
Use of technology in type 1 diabetes patients to improve health literacy: Literature review Sabila, Misna Zakiyus; Fauziyyah, Jihan Nafisah; Istianah, Istianah; Septiani, Riswanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1626

Abstract

This study aims to examine the role of technology use in improving health literacy in patients with type 1 diabetes mellitus (T1DM). The research methodology was guided by the PRISMA guidelines. A comprehensive search was conducted in five major databases (PubMed, Scopus, Web of Science, CINAHL, ScienceDirect), using a combination of keywords related to T1DM, technology (e.g. mobile applications, telemedicine, Continuous Glucose Monitoring, artificial intelligence), and health literacy. Primary studies in English/Indonesian published between 2020 and 2024 were selected based on strict inclusion and exclusion criteria. Data were extracted, assessed for quality, and synthesized narratively-thematically. The 7 articles analyzed showed that various technologies, including web applications, simulation tools, serious games, and personal robots, were effective in improving knowledge, self-management skills, and self-confidence in patients with T1DM through access to real-time information and feedback. However, patient digital literacy was identified as a key facilitator and significant barrier to technology adoption and effectiveness. A patient-centered approach is also essential for successful implementation. Although AI (artificial intelligence) shows potential, the accuracy of general generative AI tools in specific medical information still requires validation and professional guidance. In conclusion, technology has great potential to improve health literacy in people with T1DM, but its optimization requires increased digital literacy and user-centered design. Further research is needed for large-scale validation and comprehensive integration of technology in T1DM care.
Identification of barriers to physical activity engagement in adolescents: A scoping review Septiani, Riswanti; Istianah, Istianah; Sabila, Misna Zakiyus; Fauziyyah, Jihan Nafisah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1628

Abstract

This study aims to identify and map various barrier factors reported in the scientific literature related to the involvement of adolescents (aged 10-19 years) in physical activity. This scoping review method was conducted according to the PRISMA-ScR guidelines. A systematic search was conducted in electronic databases such as PubMed, Scopus, Web of Science, CINAHL, PsycINFO, and SPORT Discus, using relevant keywords about adolescents, physical activity, and barriers. Studies that identified barriers to AF in adolescents were included. Data were extracted and synthesized narratively and thematically to identify key categories of barriers. Results are a synthesis of 12 included studies identifying multidimensional barriers that fall into three main categories: (1) Individual/Personal: Lack of motivation, personal preferences, time constraints, self-confidence, and mental health issues. (2) Social/Interpersonal: Lack of family/peer support, parental objections, and group dynamics that influence acceptance. (3) Environmental/Structural/Policy: Lack of access to or quality of facilities, safety concerns in public spaces, cost and transportation constraints, and unsupportive school/community policies. The COVID-19 pandemic was also a significant barrier. In conclusion, barriers to physical activity in adolescents are complex and interrelated, requiring a holistic and multi-component approach. Addressing these barriers requires tailored interventions, support from multiple stakeholders (individuals, families, schools, communities), and innovation in promotion strategies, including digital solutions. Further research is needed to test the effectiveness of interventions targeting these specific barriers.
Pengaruh pemberian Murottal Al Quran terhadap kuantitas tidur balita 3-5 tahun di TPMB Ade Angga Desa Nogosari Tristiani, Ade Angga Pradini; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1632

Abstract

Introduction: Sleep disorders in toddlers represent clinical problems affecting optimal growth and development processes through sleep homeostasis dysfunction and neurohormonal regulation impairment. This study aims to analyze the effect of Quranic murottal recitation on sleep quantity in toddlers aged 3-5 years at TPMB Ade Angga, Nogosari Village. Methods: The research design employed a quasi-experimental pretest-posttest with control group involving 32 toddlers divided into experimental and control groups of 16 subjects each. The intervention consisted of playing Surah Al-Mulk murottal for 10 minutes, twice daily, for 10 consecutive days. Data collection utilized structured observation of nighttime sleep duration, analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: The experimental group demonstrated significant improvement in sleep quantity with p = 0.002, average sleep duration increase of 1.3 hours, and effect size r = 0.564. The control group showed no significant changes. Conclusion: Quranic murottal therapy effectively enhances toddler sleep quantity through parasympathetic nervous system modulation and can be recommended as a safe non-pharmacological therapeutic modality for pediatric sleep disorder management. Pendahuluan: Gangguan tidur pada balita merupakan permasalahan klinis yang mempengaruhi proses tumbuh kembang optimal melalui disfungsi homeostasis tidur dan regulasi neurohormonal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian murottal Al-Quran terhadap kuantitas tidur balita usia 3-5 tahun di Dusun Gumuk Bagu Desa Nogosari. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment pretest-posttest with control group dengan sampel 64 balita yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 32 subjek. Perhitungan ukuran sampel menggunakan power analysis dengan α = 0,05, β = 0,20, dan effect size 0,8. Kriteria inklusi meliputi balita sehat usia 3-5 tahun, tidak memiliki riwayat gangguan neurologis, dan mendapat persetujuan orang tua. Intervensi berupa pemutaran murottal Surah Al-Mulk selama 10 menit setiap malam menjelang tidur selama 21 hari berturut-turut. Pengumpulan data menggunakan sleep diary tervalidasi dan aktigrafi untuk mengukur durasi tidur malam, latensi tidur, dan efisiensi tidur. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney untuk perbandingan antar kelompok dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk analisis pre-post dalam kelompok. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan kuantitas tidur dengan nilai p = 0,001, peningkatan median durasi tidur 1,5 jam (IQR: 1,0-2,0), dan effect size r = 0,45. Analisis baseline menunjukkan homogenitas karakteristik kedua kelompok (p > 0,05). Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,723). Confidence interval untuk median difference adalah 1,2-1,8 jam. Kesimpulan: Terapi murottal Al-Quran efektif meningkatkan kuantitas tidur balita melalui modulasi sistem saraf parasimpatis dan dapat direkomendasikan sebagai modalitas terapi non-farmakologis yang aman untuk manajemen gangguan tidur pediatrik.
Pengaruh pemberian ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada Mencit (Mus Musculus) diabetes melitus Hafizah, Nurul; Harleli, Harleli; Meliahsari, Renni; Irma, Irma
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1643

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and pancreatic β-cell dysfunction. One non-pharmacological treatment approach considered safe, economical, and free from harmful side effects is the use of herbal plants, such as aloe vera (Aloe vera). This plant contains active compounds such as acemannan, flavonoids, and anthraquinones that have the potential to act as antihyperglycemic agents. This study aims to investigate the effect of Aloe vera extract administration on blood glucose levels in diabetic mice (Mus musculus). This study is an experimental laboratory study using a post-test only control group design. A total of 30 male mice were used, divided into five groups: positive control, negative control, and three treatment groups with aloe vera extract doses of 250 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, and 350 mg/kgBB, respectively. Diabetes mellitus was induced using streptozotocin (STZ) at a dose of 150 mg/kgBB. Bivariate analysis was performed using a One-Way ANOVA test with a Post-Hoc LSD test. The results showed that aloe vera extract significantly reduced blood glucose levels (p<0.05), particularly at the 350 mg/kgBB dose. Therefore, it can be concluded that aloe vera extract has the potential to effectively reduce blood glucose levels in diabetic mice, especially at the highest dose tested. This study supports the potential of aloe vera as an antidiabetic phytopharmaceutical agent.
Dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan kualitas hidup pasien stroke: Artikel review Hayuningrum, Cicilia Febriani; Fikri, Nuraini; Sari, Amandha Aprilia; Purnomo, Ridho
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1648

Abstract

Stroke is a blood vessel disorder that causes acute loss of brain function for 24 hours or more. Stroke sufferers experience permanent disability due to serious neurological deficits caused by stroke, the most significant of which are loss of motor function, as well as induced paralysis, pathological reflexes, and spasticity, which interfere with a person's independent mobility. This review article aims to identify the impact of physical exercise on improving the motivation and quality of life of stroke patients. The method used in this study is a systematic review. Data collection was carried out by searching, documenting and reviewing all articles related to the impact of physical exercise on improving the motivation and quality of life of stroke patients in the period 2019-2024 obtained from the PubMed database. Ten articles were obtained that met the inclusion and exclusion criteria. The articles obtained came from Australia (2 articles), France (1 article), the Netherlands (1 article), South Korea (1 article), Japan (1 article), Germany (2 articles), Taiwan (1 article), Sweden (1 article). The conclusion obtained is that physical exercise can have a positive effect on improving the quality of life of stroke patients, through increasing physical mobility abilities. Stroke adalah gangguan pembuluh darah yang menyebabkan hilangnya fungsi  otak secara akut selama 24 jam atau lebih, penderita stroke mengalami cacat permanen karena  defisit neurologis serius yang disebabkan oleh stroke, yang paling signifikan adalah hilangnya  fungsi motorik, serta kelumpuhan yang diinduksi, refleks patologis, dan spastisitas, yang  mengganggu mobilitas independen seseorang. Artikel review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan  kualitas hidup pasien stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan systematic review.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri, mendokumentasikan serta meninjau  semua artikel terkait dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan kualitas hidup  pasien stroke dalam kurun waktu 2019-2024 yang diperoleh dari database PubMed. Didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel yang  didapatkan berasal dari Australia (2 artikel), Prancis (1 artikel), Belanda (1 artikel), Korea  Selatan (1 artikel), Jepang (1 artikel), Jerman (2 artikel), Taiwan (1 artikel), Swedia (1 artikel). Keismpulan yang diperoleh adalah latihan fisik mampu memberikan efek positif pada peningkatan kualitas hidup pasien stroke, melalui peningkatan kemampuan mobilitas fisik.