cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada skizofrenia Qawima, Septia; Novitayani, Sri; Pertiwi, Eri Riana
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1512

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan seseorang terhadap penyakit akan membantunya untuk dapat membuat keputusan terkait pengobatan yang akan dijalaninya. Kepatuhan terhadap pengobatan pasien skizofrenia bergantung pada persepsi pasien terkait penyakitnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien skizofrenia dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat di Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskripstif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan metode total sampling adalah 83 pasien. Instrumen yang digunakan adalah knowledge About Schizophrenia Questionnaire (KASQ) dan Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ). Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan pengetahuan yang cukup memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi (72,3%) dengan hasil uji chi-square yang memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p=0,335). Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dalam mengidentifikasi faktor lain dari penyebab kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia.
Hubungan antara fungsi keluarga dengan patuh obat pada Skizofrenia Jannah, Miftahul; Novitayani, Sri; Hidayati, Husna
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1513

Abstract

Pendahuluan: Pasien skizofrenia mengalami ketidakseimbangan neurotransmiter di otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, pikiran dan perilaku. Hal ini menyebabkan pasien skizofrenia membutuhkan bantuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dalam proses pengobatan. Oleh karena itu, fungsi keluarga sangat penting dalam membantu keberhasilan pengobatan pasien dengan skizofrenia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain descriptive correlative dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel terdiri dari 123 pasien skizofrenia rawat jalan di Puskesmas Kuta Baro dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The McMaster Family Assessment Device (FAD) dan Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ), lalu dianalisis dengan uji Spearman rank correlation. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dan kepatuhan minum obat (p < 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang. Secara spesifik, aspek lainnya juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikat terutama dalam aspek komunikasi (p=0,006) dengan kekuatan korelasi lemah, responsivitas afektif.
Faktor yang mempengaruhi keluhan Musculoskeletas Disorders (MSDs) pada tenaga kerja bongkar muat barang di kota X Siregar, Nur Asiyah; Eliska, Eliska
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1583

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem otot dan rangka yang sering disebabkan oleh aktivitas kerja berulang, postur tubuh tidak ergonomis, serta beban kerja berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi keluhan MSDs pada tenaga kerja bongkar muat di Kota X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 62 responden yang dipilih melalui total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Regresi Logistik. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan adalah postur kerja (p-value = 0,003) dan lama kerja (p-value = 0,001), sedangkan suhu (p-value = 0,291), umur (p- value=0,775), dan kebiasaan merokok (p-value = 0,485) tidak berpengaruh signifikan. Disimpulkan bahwa postur kerja dan lama kerja memengaruhi keluhan MSDs. Perusahaan disarankan mengevaluasi postur kerja dan mengatur waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs.
Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari Suhadi, Suhadi; Meliahsari, Renni; Muslimah, Muslimah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1587

Abstract

Anemia merupakan permasalahan gizi yang masih banyak terdapat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia di kalangan remaja putri di SMAN 9 Kendari. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 9 Kendari berjumlah 358 siswi. Sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow, menghasilkan 76 siswi dan diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilkakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000), konsumsi fast food dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000) dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,017). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Saran peneliti bagi responden adalah menjaga selalu sarapan setiap pagi, menjaga pola makan yang baik dengan makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan, mengurangi minuman dan makanan fast food dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Bonus demografi di Indonesia: Peluang dan tantangan dalam penguatan layanan kesehatan Priyono, Afifah Thaliah Putri; Alba, Alinda Mahardika; Jaya, Liranti Jacinta; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1588

Abstract

Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi 2030–2040 dengan mayoritas penduduk usia produktif. Ini membuka peluang ekonomi, namun menuntut sistem kesehatan yang kuat. Tantangannya mencakup peningkatan layanan, penanganan PTM, kesehatan mental, dan pemanfaatan AI. Strategi utamanya adalah peningkatan akses, edukasi, penguatan gizi, dan integrasi teknologi untuk mendukung tenaga kerja yang sehat dan produktif. Pencarian sistematis pada basis data yang relevan menggunakan Google Scholar dan PubMed dilakukan untuk mengidentifikasi penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, yang berfokus pada bonus demografi, tantangan sistem kesehatan dan strategi pada usia produktif. Dengan mengadopsi metodologi Literatur Review, sebanyak 7 artikel berdasarkan relevansi dan kualitas metodologisnya. Kriteria inklusi studi yang dianalisis meliputi studi yang membahas bonus demografi, tantangan sistem kesehatan dan strategi pada usia produktif, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal terindeks dari tahun 2020 hingga 2025, dan tersedia dalam bahasa Indonesia atau Inggris serta kriteria eksklusi non-ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonus demografi di Indonesia meningkatkan permintaan layanan kesehatan, terutama untuk bayi, wanita, anak, dan pekerja usia produktif. Tantangan utama meliputi terbatasnya akses layanan kesehatan reproduksi dan kurang optimalnya pelaksanaan program keluarga berencana. Untuk memanfaatkan peluang ini, diperlukan strategi yang fokus pada peningkatan gizi, kualitas layanan kesehatan, serta penurunan angka kelahiran agar tenaga kerja dapat lebih sehat dan produktif. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan kata kunci "Bonus Demografi", "Sistem Kesehatan", "Kesehatan Usia Produktif", "Strategi Kebijakan", dan "Penyakit Tidak Menular".
Efektivitas program dapur bebas stunting berbasis pemanfaatan sumber daya dalam penurunan stunting di Kelurahan Sicanang Belawan Medan Hasibuan, Ira Sri Mawarni; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1589

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Upaya penanganan stunting memerlukan intervensi yang terintegrasi, salah satunya melalui program “Dapur Bebas Stunting” yang memanfaatkan potensi sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Dapur Bebas Stunting berbasis pemanfaatan sumber daya dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Sicanang, Belawan, Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode case studies. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (Deep Interview), observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Kelurahan, Kepala Lingkungan, Ibu PKK, Kader Posyandu, dan Ibu balita stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Dapur Bebas Stunting memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku gizi keluarga, peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi, dan pemanfaatan bahan pangan lokal secara efektif. Program ini juga berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayah penelitian. Kesimpulan: Program Dapur Bebas Stunting yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya terbukti efektif dalam upaya penurunan stunting. Dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
Gambaran faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 6 bulan – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Babakan Nisaa', Defa Rahmatun; Rosyadi, Reza Julian Fadhilah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1592

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menduduki peringkat kedua dunia untuk kasus TBC tertinggi. Kabupaten Cirebon mencatat 261 kasus TBC anak pada 2021, dengan beragam faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kejadian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko TBC paru anak seperti umur, jenis kelamin, gizi, ASI eksklusif, berat badan lahir, imunisasi BGC, kontak dengan penderita TB dewasa, pendidikan dan pekerjaan orang tua, status sosial ekonomi serta perilaku merokok orang tua. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan responden sebanyak 31 orang menggunakan analisis univariat pada Juni 2023 di Babakan, Kabupaten Cirebon. Didapatkan hasil mayoritas anak berusia tahun 1–<2 tahun (48,4%), laki-laki (51,6%), gizi kurang (96,7%), mendapat ASI eksklusif (96,8%), berat badan lahir normal (96,8%), imunisasi BCG (87,1%), orang tua berpendidikan SMA, penghasilan ayah di atas UMR (80,6%), ibu di bawah UMR (90,3%), ayah bekerja sebagai karyawan swasta (71,0%), ibu sebagai ibu rumah tangga (87,1%), ada perokok di dalam rumah (87,1%), dan sedikit riwayat kontak TB dewasa (83,9%). Dari 31 responden, didapatkan faktor risiko terbanyak pada anak berusia 1–<2 tahun, jenis kelamin laki-laki, menderita gizi kurang, ASI eksklusif, berat badan lahir normal, mempunyai riwayat imunisasi BCG, ayah dan ibu berpendidikan SMA, penghasilan ayah di atas UMR, ibu di bawah UMR, ayah sebagai karyawan swasta, ibu sebagai ibu rumah tangga, ada perokok di dalam rumah, dan tidak ada riwayat kontak TB dewasa.
Evaluasi indikator proses dan output sistem surveilans DBD di BLUD UPTD Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2024 Irma, Irma; Nurfadillah H, Siti; Milu, Sitti Fatimah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1596

Abstract

Surveilans DBD adalah proses sistematis dan berkelanjutan yang mencakup pengumpulan, analisis, dan penyebaran data tentang penyakit DBD dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan dari evaluasi sistem surveilans kesehatan masyarakat adalah untuk memastikan bahwa pemantauan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan rancangan penelitian case study. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi surveilans DBD di BLUD UPTD Puskesmas Lepo-Lepo pada tahun 2024, ditinjau dari indikator proses dan output. Partisipan penelitian dikategorikan menjadi dua, yaitu informan kunci dan informan utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Secara keseluruhan, indikator proses surveilans DBD di BLUD UPTD Puskesmas Lepo-Lepo berjalan cukup baik dan kondisi indikator output (laporan) termasuk dalam kategori sangat baik.
The impact of endometriosis towards the severity of anemia Nurjanah, Salsa Evva; Ningrom, Ira Citra; Purbowati, Mustika Ratnaningsih; Agatri, Norina; Poernomo, Megawati Al’badly Ponco Dewi; Marlina, Dina; Utomo, Aditya; Amri, Beni Samsul
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1597

Abstract

The purpose of this study was to investigate the relationship between endometriosis and anemia severity, along with other potential contributing factors. The study was conducted at Margono Hospital in Indonesia and involved patients with endometriosis who were enrolled from 2020 to 2024. Inclusion and exclusion criteria were applied, and statistical analyses, including odds ratios and prevalence ratios, were performed. The analysis revealed that women of reproductive age were significantly more likely to develop endometriosis, with an odds ratio of 3.033 [95% CI 1.703-5.403, p<0.001]. Increasing age contributed 0.9% to the likelihood of endometriosis, and parity was significantly associated with endometriosis, with nulliparous women having an odds ratio of 11.883 [95% CI 2.103-67.163, p<0.001]. No significant correlation was found between anemia severity and endometriosis, though moderate anemia was most likely in the case group [OR 0.744, 95% CI 0.520-1.063, p=0.613]. Although endometriosis did not significantly affect anemia severity in our study, further research is needed to explore the molecular impact of different types of endometriosis on erythropoiesis.
Optimalisasi pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di rumah sakit x Inayah, Zufra; Shirat, Hasan; Wahdaniah, Khoirotul; Sholikhah, Siti Mar'atus; Wamufiidah, Yusriiyahna
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1600

Abstract

Penelitian ini membahas optimalisasi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit X kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia, sebagai respons terhadap peningkatan volume limbah medis akibat tingginya kebutuhan layanan kesehatan, terutama selama pandemi COVID-19. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis praktik penyimpanan dan pengelolaan limbah saat ini, mengidentifikasi ketidaksesuaian terhadap regulasi, serta mengusulkan strategi optimalisasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengambilan sampel limbah selama delapan hari berturut- turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang penyimpanan eksisting seluas 24 m² belum mencukupi kebutuhan ideal sebesar 27,27 m², sehingga menimbulkan ketidakefisienan operasional serta potensi risiko kesehatan dan lingkungan. Upaya optimalisasi meliputi perbaikan kemasan, penataan ulang tata letak penyimpanan, dan penyesuaian frekuensi pengangkutan limbah, yang berdampak pada penurunan kebutuhan kemasan dan biaya transportasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi sederhana dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah B3 secara signifikan tanpa investasi besar, serta hasilnya dapat dijadikan acuan bagi rumah sakit lain yang menghadapi masalah serupa agar sesuai dengan regulasi dan menjamin keselamatan lingkungan serta tenaga kerja.