cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Asuhan keperawatan pada pasien dengan Space Occupying Lession (SOL) di ruang rawat saraf pria Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Syahputrik, Windika Yulia; Darliana, Devi; Bahri, Teuku Samsul
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1241

Abstract

Space Occupying Lesion (SOL) merupakan kondisi gangguan neurologis serius yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas jika tidak ditangani dengan baik. Tumor medula spinalis, merupakan jenis neoplasma yang  dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan SOL di ruang penyakit saraf pria pada tanggal 27 November hingga 3 Desember 2023. Pada pengkajian didapatkan data pasien usia 33 tahun mengalami batuk berdahak dengan pneumonia, nyeri tengkuk skala 7, tetraparese, kelemahan fisik, nafsu makan menurun disertai penurunan berat badan 21 kg, berkemih tidak tuntas, nokturia, serta BAB keras dengan frekuensi seminggu sekali. Masalah keperawatan yang diidentifikasi meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, nyeri kronis, gangguan mobilitas fisik, defisit nutrisi, gangguan eliminasi urin, dan konstipasi. Intervensi dilakukan selama 7 hari, termasuk mengajarkan batuk efektif, fisioterapi dada, dan kolaborasi pemberian obat ekspektoran, melakukan manajemen nyeri berat dan kolaborasi pemberian anti nyeri, melatih ROM, memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, dan manajemen eliminasi. Evaluasi menunjukkan bahwa masalah nyeri kronis, defisit nutrisi, dan konstipasi teratasi, bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian, serta gangguan mobilitas fisik dan eliminasi urin teratasi. Rekomendasi mencakup dukungan mobilisasi melalui latihan ROM pasif oleh pasien dan keluarga.
Pemanfaatan Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Shari, Amalia; Lestari, Dian Ayu
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1246

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bakteri sangat dipengaruhi oleh media kultur yang digunakan, namun media pertumbuhan bakteri komersial seperti Nutrient agar sering kali menghadapi kendala seperti harga yang mahal dan sulit diakses di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kacang hijau (Vigna radiata L.) sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri. Kacang hijau dipilih karena kandungan nutrisinya yang melimpah, seperti protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin, yang mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Hasil penelitian pada laporan ini menunjukkan bahwa kacang hijau dapat mendukung pertumbuhan bakteri dengan baik, dengan hasil jumlah koloni yang tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan Nutrient agar. Kacang hijau terbukti menjadi alternatif yang efektif dan lebih terjangkau, terutama untuk laboratorium dengan keterbatasan akses terhadap media standar. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan formulasi media kacang hijau agar menghasilkan pertumbuhan koloni yang lebih seragam.
Manajemen kinerja SDM kesehatan: Menjaga kualitas melalui sistem penilaian yang efektif Putri Priyono, Afifah Thaliah; Alba, Alinda Mahardika; Wasir, Riswandy; Arbitera, Cahya
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1252

Abstract

Performance standards provide guidelines regarding the quantity and quality of performance that employees must achieve. Performance standards can be used as a benchmark in implementing work processes to achieve predetermined results to provide an assessment. The results of the Performance Evaluation contain the strengths and weaknesses of the employee's performance, and will be notified to the employee being evaluated as appreciation for their performance so that the employee knows and makes improvements to the evaluation results provided. Therefore, this study aims to explore how performance management in the health HR sector can be carried out optimally in order to maintain and improve the quality of health. The method used is a literature review from the Google Scholar and Pubmed databases for 2019-2024. With research results, performance assessment is an effort to identify, measure and manage the work carried out by workers (HR) within an organization/company. This is proven because many employees state that they always comply with existing regulations at work, including wearing uniforms provided by the agency, working in accordance with their duties and responsibilities and working in accordance with instructions from their superiors. Service quality is the main factor in community satisfaction in receiving health services at community health centers. Standar kinerja memberikan pedoman tentang kuantitas dan kualitas kinerja yang harus dicapai karyawan. Standar kinerja dapat dijadikan tolak ukur dalam pelaksanaan proses kerja untuk mencapai hasil yang telah ditentukan untuk memberikan penilaian. Hasil Evaluasi Kinerja berisikan kekuatan dan kelemahan kinerja karyawan, dan akan diberitahukan kepada karyawan yang dievaluasi sebagai penghargaan atas kinerjanya agar karyawan mengetahui dan melakukan perbaikan atas hasil evaluasi yang diberikan. Maka dari itu, kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana manajemen kinerja dalam sektor SDM kesehatan dapat dilakukan secara optimal guna menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan. Metode yang digunakan yaitu literature review dari database Google Scholar dan Pubmed tahun 2019-2024. Dengan hasil penelitian Penilaian kinerja merupakan usaha mengidentifikasi, mengukur dan mengelola pekerjaan yang dilaksanakan oleh para pekerja (SDM) di lingkungan suatu organisasi/perusahaan. Hal ini dibuktikan karena banyak pegawai yang menyatakan bahwa mereka selalu mentaati peraturan yang ada di tempat bekerja termasuk mengenakan pakaian seragam yang disediakan instansi, kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dan bekerja sesuai dengan instruksi dari atasan. Kualitas pelayanan menjadi faktor utama bagi kepuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.
Efektivitas penilaian kinerja dan penggajian berbasis kinerja dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan Anggraini, Mela Ratri; Permatasari, Putri; Azahra, Sabrina; Astuti, Winda Dwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1260

Abstract

Sistem penggajian berbasis kinerja dan penilaian kinerja memegang peran penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Meskipun keduanya menghadapi masalah seperti ketidakjelasan indikator dan subjektivitas, tetapi implementasi kedua sistem tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan efektivitas pegawai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem penilaian kinerja dan penggajian berbasis hasil yang berkontribusi mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Desain penelitian menggunakan studi literature review dari literatur internasional maupun nasional yang didapat melalui database Google Scholar dan Pubmed. Pencarian artikel difokuskan pada artikel yang terbit sejak 2019 hingga 2024. Hasil menunjukkan kualitas layanan kesehatan dapat meningkat dengan menerapkan sistem penilaian kinerja dan penggajian berbasis hasil. Meskipun dalam beberapa indikator terdapat peningkatan, kurangnya sumber daya dan komunikasi masih menjadi penghambat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penilaian kinerja dan penggajian berbasis hasil memberikan pengaruh positif terhadap mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan kerja. peneliti Diharapkan kedepannya dapat memperdalam permasalahan kedua sistem, serta melakukan evaluasi dan monitoring rutin untuk keberlanjutan sistem.
Perencanaan SDM kesehatan: Mewujudkan kebutuhan tenaga kesehatan melalui strategi yang efektif Octaviani, Putri; Fitri, Tasya Ariani; Kurnia, Inara Perdana; Wasir, Riswandy; Arbitera, Cahya
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1275

Abstract

Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan adalah hal yang penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata di Indonesia. Artikel ini mengkaji analisis kebutuhan, distribusim serta beban kerja tenaga kesehatan sebagai bagian dari strategi perencanaan yang efektif. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menyoroti ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau, serta tingginya beban kerja yang dapat menurunkan kualitas pelayanan. Metode seperti Workload Indicators of Staffing Needs (WISN) dan Analisis Beban Kerja (ABK) digunakan untuk mendukung perencanaan berbasis data. Hal yang direkomendasikan meliputi pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di daerah tertinggal, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, serta pemanfaatan tekonologi dalam manajemen adminitrasi. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan tenaga kesehatan yang berkualitas. Dengan perencanaan yang berbasis data dan pendekatan holistic, sistem kesehatan di Indonesia dapat mengatasi ketimpangan, meningkatkan efisiensi, serta memberikan akses pelayanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan menjadi Solusi untuk menciptakan sistem kesehatan yang Tangguh dan berkelanjutan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dismenore primer terhadap kualitas hidup wanita: Tinjauan pustaka Fathiyyah, Nurul; Kwarta, Cityta Putri; Imeldawati, Rakhmalia; Ganisia, Ainun; Kusumawardani, Lentera Afrida
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1277

Abstract

Disminorea merupakan nyeri haid yang menganggu aktifitas fisik wanita, sehingga seringkali saat menstruasi wanita mengalami nyeri sehingga terganggunya aktifitas dan menurunya kualitas hidup, afaktor-faktor yang berisiko terhadap dismenore primer dari berbagai literatur baik yang bersifat ginekologi, patologis sel imun maupun faktor non-medis lainnya sebagai bahan pembelajaran wanita khususnya wanita remaja untuk peningkatan kualitas hidup dengan memperbaiki faktor-faktor yang berisiko tinggi terhadap kejadian dismenorea. Tulisan ini akan membahas tentang faktor-faktor penyebab terjadinya dismenore primer berdasarkan tinjauan pustaka/literatur review. Kami menggunakan data dari beberapa referensi jurnal tinjauan sistematik, baru, dan beberapa teori dari situs yang terindeks seperti Pubmed, Scopus, Research gate, Ajog, NCBI dan lain-lain dengan menggunakan kata kunci “dismenore primer“atau nyeri haid wanita”. Peneliti menentukan batas maksimal publikasi artikel penelitian dalam 7 tahun terakhir yaitu dari 2018-2024. Hasil yang ditemukan faktor faktor yang berisiko terjadi disminore secara umum yaitu usia awal menstruasi. siklus mentsruasi, riwayat keluarga, tidak olahraga, kurang tidur, stres, cemas, dpresi, pola gaya hidup yang tidak baik, seperti konsumsi makan makanan junkfood, kurang protein, tinggi makanan berlemak, berakohol. Eksplorasi dismenore berkembang sangat pesat diharapkan dapat mengoptimalkan metode yang ada akan memainkan peran penting dalam memahami faktor-faktor yang berisiko terjadi dismenore sehingga dapat mengembangkan terapi terhadap dismenore ini di masa mendatang melalui analisis faktor-faktor penyebab tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup wanita. Kata Kunci: disminore, faktor-faktor, kualitas hidup  
Faktor risiko Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Kota Kendari Tahun 2024 Aisyah, Wa Ode Nur; Sabilu, Yusuf; Azim, La Ode Liaumin
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1278

Abstract

Introduction: The World Health Organization (WHO) estimates that 10 million people globally are affected by tuberculosis, underscoring the significant impact of this disease. The greatest challenge to global tuberculosis eradication efforts is multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB), a form of tuberculosis resistant to at least isoniazid and rifampicin, the two most effective and widely used tuberculosis drugs. In 2021, the global incidence of multidrug-resistant and rifampicin-resistant tuberculosis (MDR/RR-TB) was estimated to be around 450,000 cases, reflecting a 3.1% increase from the 437,000 cases reported in 2020. This study aims to identify risk factors for multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in Kendari City in 2024. Methods: This research employs a quantitative approach with an observational analytical study design, specifically using a case-control design with a matching procedure. The sample for this study consisted of 38 cases and 38 controls, forming a 1:1 ratio. Data analysis was conducted using the McNemar test and matched pair case-control analysis, with significance determined at p < 0.05 and using an odds ratio. Results: The study found significant associations between knowledge (p = 0.0192; OR = 3.5000), medication adherence (p = 0.0010; OR = 4.4000), and previous treatment history (p = 0.0118; OR = 3.7500) with the incidence of MDR-TB. Conclusion: Based on the study results, it can be concluded that knowledge, drug side effects, and previous treatment history are significant risk factors for multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in Kendari City in 2024. Pendahuluan: World Health Organizarion (WHO) memperkirakan bahwa terdapat 10 juta orang di seluruh dunia yang terjangkit penyakit tuberkulosis, yang menunjukkan betapa besar beban penyakit ini. Tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat, dikenal sebagai MDR-TB, adalah tantangan terbesar dalam upaya pemberantasan tuberkulosis di seluruh dunia. MDR-TB adalah bentuk tuberkulosis khusus yang resistan terhadap setidaknya isoniazid dan rifampisin, dua obat tuberkulosis yang paling efektif dan umum digunakan. Pada tahun 2021, insiden global tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat dan resistan terhadap rifampisin (MDR/RR-TB) diperkirakan mencapai sekitar 450.000 kasus, meningkat sebesar 3,1% dari 437.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko tuberkulosis resistan multiobat (MDR-TB) di Kota Kendari pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional melalui rancangan kasus kontrol dengan prosedur pencocokan. Sampel dalam penelitian ini adalah 1:1 yaitu 38 kasus dan 38 kontrol. Analisis data menggunakan uji McNemar dan matched pair case control dengan nilai signifikansi p<0,05 dan nilai odd ratio.  Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,0192; OR = 3,5000), kepatuhan minum obat (p = 0,0010; OR = 4,4000), dan riwayat pengobatan sebelumnya (p = 0,0118; OR = 3,7500) dengan kejadian MDR-TB. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, efek samping obat, dan riwayat pengobatan sebelumnya merupakan faktor risiko utama terjadinya tuberkulosis resistan multiobat (MDR-TB) di Kota Kendari pada tahun 2024.
Studi retropektif: Analisis faktor risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Abeli, Kota Kendari Azim, La Ode Liaumin; Akifah, Akifah; Kalza, Lade Albar; Yunawati, Irma; Rusliafa, Jusniar; Jufri, Nurnashriana; Liaran, Rastika Dwiyanti; Hartoyo, Agnes Mersatika; Saktiansyah, La Ode Ahmad; Kohali, Rizki Eka Sakti O.
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1284

Abstract

Pendahuluan: Pengantar: Stunting merupakan masalah kesehatan di dunia karena dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada anak. Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah kasus (21,6%), Kota Kendari (19,6%). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan jumlah sampel 78 responden yang terdiri dari 39 kasus dan 36 kontrol. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur stunting adalah timbangan injak dan microtoise. Data penelitian dianalisis menggunakan uji ods ratio dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pendidikan (p = 0,04; OR = 2,588; CI = 1,033 - 6,486), pendapatan (p = 0,022; OR = 2,912; CI = 1,150 - 7,372), tinggi badan ibu (p = 0,029; OR = 2,994; CI = 1,099 - 8,158), BBLR (p = 0,044; OR = 3. 438; CI = 0.987 - 11.969), ASI eksklusif (p = 0.012; OR = 3.234; CI = 1.273 - 8.218), imunisasi (p = 0.068; OR = 0.812; CI = 0.331 - 1.989), penyakit menular (p = 0.389; OR = 1.650; CI = 0.525 - 5.186). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa faktor risiko stunting di Puskesmas Abeli adalah pendidikan ibu, pendapatan, tinggi badan ibu, BBLR, dan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah imunisasi dan penyakit infeksi.
Asuhan keperawatan keluarga dengan speech delay pada balita Ramadhani, Zikrina; Arnita, Yuni; Mulyati, Dini
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1338

Abstract

Latar Belakang : Speech delay merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan komunikasi. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan dukungan dan perawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada keluarga dengan balita yang mengalami speech delay. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus asuhan keperawatan keluarga, meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Intervensi keperawatan keluarga berfokus pada lima tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan speech delay, memberikan dukungan dan motivasi kepada keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah speech delay dengan pengenalan macam-macam stimulasi untuk melatih kemampuan berbicara pada anak, demonstrasi cara mengatasi speech delay dengan metode flashcard, menciptakan lingkungan hidup yang nyaman, serta mendorong keluarga untuk menggunakan fasilitas kesehatan terdekat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga berdasarkan lima tugas kesehatan sangat penting dalam meningkatkan minat dan motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat tercapai status kesehatan yang lebih baik.
Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Post ORIF Fraktur1/3 Proximal Tibia Dextra dengan menggunakan terapi latihan di RS Hermina Daan Mogot Syafitri, Putri Karina; Hayuningrum, Cicilia Febriani; Apriliani, Tika; Utomo, Dani Hafiz
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1342

Abstract

Latar belakang: Fraktur merupakan terputusnya kontinuitas atau retakan jaringan tulang yang disebabkan cidera traumatik dan faktor patologi pada tulang itu sendiri. Fraktur tibia adalah fraktur lutut periarticular dari lutut bagian proksimal. Tulang tibia merupakan permukaan tulang dari tibia proksimal yang membentuk setengah distal dari sendi knee. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan menggunakan terapi latihan pada kasus post ORIF fraktur 1/3 proximal tibia dextra. Metode: penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang menggunakan 1 sampel dan dilakukan terapi selama 6 kali pertemuan dalam 4 minggu. Sampel memenuhi syarat penelitian yaitu telah melakukan tindakan operasi ORIF. Penelitian ini menggunakan alat ukur NRS untuk nyeri, midline untuk oedema, goniometer untuk LGS, MMT untuk kekuatan otot dan LEFT untuk mengukur kemampuan fungsional. Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 5 kali terdapat penurunan nyeri diam dari 3 ke 1, nyeri tekan dari 6 ke 4 dan nyeri gerak dari 6 ke 4, penurunan oedema dari 37 cm ke 35,5 cm, peningkatan LGS fleksi knee dari 500 ke 850, ekstensi knee dari -80 ke 30, yang didapatkan yaitu terdapat pengaruh dengan adanya pemberian terapi latihan. Terapi latihan dapat meningkatkan fleksibilitas secara aktif dan memeperkuat otot agonis sehingga mampu meningkatkan lingkup gerak sendi. Kesimpulan: Intervensi dengan terapi latihan dapat mengurangi nyeri, oedema, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan lingkup gerak sendi pada pasien Post ORIF Fraktur 1/3 Tibia Dextra.