cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 176 Documents
Menelusuri Tubuh dan Phallus dalam Film Sammi, Who Can Detach His Body Parts (2025) Ni Luh Ayu Sukmawati; Kukuh Yudha Karnanta; Denny Antyo Hartanto
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2627

Abstract

Artikel menganalisis film pendek Indonesia yang berjudul Sammi, Who Can Detach His Body Parts (2025) sebagai teks yang memvisualisasikan kehilangan melalui tubuh yang terfragmentasi dan menampilkan phallus sebagai simpul simbolik kuasa dan pengakuan. Kerangka teori utama menggunakan pemikiran Christian Metz, tentang sinema sebagai imaginary signifier yang bekerja melalui konflik hadir–absen dan rantai identifikasi penonton, lalu diperluas dengan psikoanalisis Lacan untuk membaca phallus sebagai penanda yang mengatur posisi hasrat melampaui kepemilikan tubuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis film interpretatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa film menyusun kehilangan sebagai rangkaian jejak, sehingga pencarian ibu atas sisa tubuh bergerak searah dengan kerja penonton yang mengikat fragmen, sementara absennya phallus menjadi puncak konflik karena standar sosial maskulinitas dan legitimasi pemakaman. Adegan peminjaman phallus untuk balas dendam merupakan penanda atas ketidakstabilan otoritas falosentris dan memperlihatkan bahwa pembalikan relasi kuasa tidak serta merta menghadirkan keadilan.
Pola Komunikasi Organisasi  IMM dalam Penguatan Identitas Kader Annisagita Sungga Dirgantari; Masni Sanmas; Musfiroh Musfiroh; Nur Rhamdania
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2646

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola komunikasi organisasi dalam memperkuat identitas kader serta hambatan komunikasi pada Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Universitas Muhammadiyah Papua. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pada informan yang dipilih. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi di PK IMM cenderung dua arah melalui kombinasi aliran vertikal, horizontal, dan diagonal, dengan dominasi komunikasi ke bawah. Penggunaan media digital serta forum tatap muka dalam mendukung koordinasi dan internalisasi nilai-nilai organisasi bagi kader. Namun, komunikasi masih terhambat oleh penyampaian informasi yang mendadak, information overload pada media digital, rendahnya umpan balik, serta dinamika interpersonal anggota. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan berkelanjutan merupakan fondasi krusial dalam pembentukan identitas kolektif dan penguatan keterikatan kader dalam organisasi kemahasiswaan.
Polarization of Public Attitudes Toward the "Board of Peace" Policy on the @presidenrepublikindonesia Instagram Account Yani Tri Wijayanti; Sopiyani Solihah; Muhammad Al Bushairi
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2683

Abstract

The abundance of debates and public opinions on social media regarding government policies particularly Indonesia’s participation in the Board of Peace program has led to public polarization. This study aims to analyze the direction of public attitudes and the patterns of polarization that have emerged within the digital discourse space. The method employed is a quantitative approach using content analysis of 200 comments on two posts from the Instagram account @presidenrepublikindonesia. The results indicate that rejection dominates at 73.5%, followed by support at 23% and neutrality at 3.5%, indicating strong polarization with a scarcity of moderate positions. The implications of this study suggest that social media plays a role in reinforcing the division of opinions through the mechanisms of the echo chamber and social conformity pressure. Thus, it can be concluded that public discourse on social media tends to lead to extremes in attitudes and has the potential to diminish the quality of constructive public dialogue.
Audience Reception of Medical Authority in the Ice Cold Documentary Dewi Hanum Firdasari; Vina Mahdalena; Lusia Handayani
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2707

Abstract

Doctor Djaja Surya Atmadja is an expert witness for the defendant who appears in the documentary “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.” However, Doctor Djaja's explanation of the medical facts surrounding Mirna Salihin's death was not fully accepted by viewers due to a misperception of Doctor Djaja's position. Therefore, this study aims to describe how viewers interpret Doctor Djaja's representation as a medical authority in the documentary Ice Cold. The research methods used are descriptive qualitative, Stuart Hall's audience reception analysis, and in-depth interviews with six informants using purposive sampling techniques. The results of the study describe that five informants were in the position of dominant hegemonic, because they accepted and acknowledged that the documentary represented Doctor Djaja as a medical authority. Meanwhile, one informant was in the position of opposition, because he considered that the documentary only focused on explaining Doctor Djaja's controversial character in the public eye.
Pengaruh Program GoCampus Ambassador terhadap Peningkatan Brand Engagement Gojek pada Mahasiswa Edy Prihantoro; Rizky Wulan Ramadhani; Erdiandara Putri Permana
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2729

Abstract

GoCampus Ambassador merupakan salah program dan menjadi satu strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Gojek. GoCampus Ambassador berperan sebagai perwakilan merek dalam menyampaikan informasi, membangun interaksi, serta meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap Gojek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh GoCampus Ambassador Gojek terhadap keterlibatan merek di kalangan mahasiswa Jakarta melalui analisis menggunakan Two Step Flow of Communication Theory. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di Jakarta yang mengetahui atau mengikuti program GoCampus Ambassador. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan analisis regresi sederhana untuk melihat pengaruh program GoCampus Ambassador terhadap brand engagement Gojek pada mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program GoCampus Ambassador memiliki pengaruh terhadap peningkatan brand engagement Gojek pada mahasiswa. Semakin baik pelaksanaan program GoCampus Ambassador, maka semakin tinggi keterlibatan, ketertarikan, serta interaksi mahasiswa terhadap brand Gojek. Perusahaan lain dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi komunikasi pemasaran berbasis komunitas dan pendekatan digital kepada generasi muda.
Optimizing the Research System to Enhance Research Productivity in Indonesian Higher Education Institutions Ismandianto Ismandianto; Siti Nurjanah; Reny Fitri Yani
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2764

Abstract

Research in Indonesian universities faces significant structural obstacles. These issues restrict universities’ capacity to support sustainable development. This study aims to evaluate the optimization of the research system as a unified framework covering research policy analysis, institutional capabilities, leadership roles, internal and external collaboration, and the connection between research and community service. The study used a descriptive qualitative design with a case study approach at the University of Riau. Data collection relied on triangulation, combining semi-structured interviews and document analysis. The data were examined through thematic analysis, following data reduction, data display, and data verification. The findings show limitations in the original E-PPM system, such as weaknesses in the software architecture and the lack of an integrated digital communication mechanism. Based on system analysis and an assessment of users’ needs, the study recommends redesigning the system with requirements for an intuitive interface, automated workflows, and technology data visualization.