cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 161 Documents
Perpisahan Bukan Akhir: Tafsir Semiotik dalam "Gala Bunga Matahari" Listianto, Abdul Yudha Fahrezha; Febriana, Poppy
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2261

Abstract

Video-klip musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang menyampaikan makna budaya melalui sistem tanda. Penelitian ini menganalisis makna dalam video-klip Gala Bunga Matahari karya Sal Priadi menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian didasarkan pada kesenjangan kajian sebelumnya yang belum mengeksplorasi simbolisme visual dan ideologi dalam karya ini secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, mengkaji makna denotatif (literal), konotatif (simbolik), dan mitos (ideologis). Hasilnya menunjukkan bahwa elemen visual seperti bunga matahari, bulan, sungai susu, dan cahaya membentuk narasi emosional yang kuat tentang kehilangan, harapan, dan keterhubungan spiritual lintas generasi. Bunga matahari berfungsi sebagai simbol kesetiaan dan komunikasi spiritual, sementara bulan melambangkan dunia transendental tempat jiwa beristirahat. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa video-klip ini tidak hanya menyampaikan pesan artistik, tetapi juga menciptakan wacana kultural yang memengaruhi persepsi audiens terhadap kehidupan, kematian, dan cinta yang abadi
Dari Pengganti Menjadi Sorotan:100 Hari Respati Ardi sebagai Wali Kota Solo Widyari, Anindya Aulia; Pawito; Hastjarjo, Sri
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi presentasi diri Respati Ardi sebagai Wali Kota Solo di akun Instagram @respatiardi selama 100 hari pertama masa jabatannya (20 Februari-10 Juni 2025). Menggunakan teori Self-Presentation Tactics dari Lee  dan Dramaturgi Erving Goffman, studi ini menganalisis proses pembentukan persepsi publik melalui perspektif panggung depan (front stage). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif terhadap 80 caption yang diunggah di akun Instagram @respatiardi. Hasil penelitian menunjukkan dominasi strategi asertif, terutama strategi Enhancement untuk membangun kesan positif awal, diikuti Exemplification, Basking, dan Ingratiation. Hal ini mengindikasikan bahwa Respati Ardi secara konsisten membentuk citra sebagai pemimpin yang kompeten, dekat dengan masyarakat, dan proaktif dalam mendorong partisipasi publik guna membangun legitimasi setelah menggantikan kandidat sebelumnya secara mendadak.
Komunikasi Interpersonal dalam Menjaga Harmonisasi Hubungan pada CV Indah Traso Medan Ubbaysi , Haikal Pasha; Tamsil, Ilma Saakinah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2278

Abstract

Hubungan dalam perusahaan atau organisasi komunikasi antar manusianya baik, seperti komunikasi secara horizontal seperti bawahan ke atasan maupun vertikal antara staf dan staf bisa memahami makna yang disampaikan komunikator maka akan ada sebuah hubungan yang nyaman. Sehingga dalam penerapan teori ini dapat tercapai di mana teori ini dinamakan teori komunikasi vertikal dan horizontal. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui komunikasi interpersonal pemilik dan karyawan dalam harmonisasi hubungan interpersonal pada CV Indah Traso Medan. Untuk mengetahui bagaimana hambatan komunikasi interpersonal pemilik dan karyawan dalam harmonisasi hubungan pada CV Indah Traso Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pemilik dan karyawan CV Indah Traso Medan berjalan dengan baik atau positif, hal ini dapat menunjukkan jika pimpinan CV Indah Traso Medan mampu menciptakan hubungan komunikasi dengan baik serta memberikan dukungan penuh pada karyawannya dalam menunjang setiap pemberian pekerjaan yang telah ditentukan oleh pimpinan.
Kritik Sosial dalam Lirik Lagu “5” Karya .Feast: Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure Marina, Yori Okta; Widodo Muktiyo; Diah Kusumawati
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2286

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang lirik lagu "5" karya .Feast dari album Membangun dan Menghancurkan (2024), analisis yang dilakukan dalam lagu ini menyampaikan pesan kritik sosial terhadap keadaan sosial yang ada di tengah masyarakat pada saat sekarang ini. Lagu ini dirilis bertepatan dengan tahun pemilu, menyampaikan pesan protes terhadap dinamika politik dan sosial di Indonesia. penelitian ini menggunakan metodologi kulitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure menganalisis hubungan penanda (signifier) dan petanda (signified) untuk menafsirkan makna kritik sosial dari lirik lagu “5” supaya mudah dipahami. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu "5" secara efektif menggunakan simbol dan metafora seperti lima tahun kedapan yang diulang sebanyak 7 kali yang menggambarkan proyeksi kehidupan masyarakat untuk lima tahun kedapan, serta tutur kata serapan tak berguna yang diulang sebanyak dua kali yang menggambarkan kekecewaan dan protes masyarakat terhadap ketidakadilan, korupsi, dan manipulasi politik, sekaligus mendorong kesadaran publik.
Membangun Narasi Politik: Studi Retorika Pidato Presiden Prabowo Subianto Trisnaningtyas, Farida; Pawito; Anshori, Mahfud
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2333

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika yang digunakan oleh Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, dalam membangun narasi politik dan citra kepemimpinannya. Fokus analisis adalah empat pidato yang disampaikan setelah Prabowo menjabat sebagai presiden (Februari–Mei 2025). Penelitian ini menggunakan teori retorika Aristoteles yang mencakup tiga pilar, yakni: ethos (karakter), pathos (emosi), dan logos (logika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo menggunakan gaya komunikasi yang khas, yakni komunikatif, informal, dan humoris, yang secara efektif menembus batas formal kepresidenan untuk membangun kedekatan (pathos) dengan audiens. Secara retoris, ia membangun ethos melalui penegasan integritas, nasionalisme, dan kerendahan hati; memobilisasi pathos melalui humor, empati, dan seruan persatuan; serta memperkuat logos dengan data program konkret (seperti Makan Bergizi Gratis) dan argumentasi pro-rakyat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi retoris Prabowo yang dinamis dan adaptif merupakan kunci untuk membentuk narasi politik yang populis, autentik, dan memperkuat legitimasi kepemimpinannya di politik modern Indonesia.
Analisis Penerimaan ChatGPT sebagai Alat Pemasaran Digital oleh Divisi Web Content Jendela360 Fadhilah, Nadia Ayu; Fikri, Mochammad Helmy
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2343

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT membawa perubahan dalam praktik pemasaran digital, terutama pada proses produksi konten. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan ChatGPT sebagai alat bantu pemasaran digital oleh Divisi Web Content di startup proptech Jendela360 menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan, yaitu Web Content Manager, SEO Specialist, SEM Specialist, dan Content Writer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT diterima secara positif berdasarkan dua konstruk utama TAM, yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Dari sisi kegunaan, ChatGPT dinilai mampu mempercepat proses kerja, meningkatkan kinerja dan produktivitas, serta membuat pekerjaan lebih efektif, terutama pada tahap awal produksi konten. Sedangkan dari sisi kemudahan penggunaan, ChatGPT dipersepsikan mudah dipelajari, mudah dikontrol, fleksibel, dan cepat dikuasai. Namun, efektivitas penggunaannya tetap bergantung pada kemampuan pengguna dalam menyusun prompt, mengevaluasi, dan merevisi hasil dari AI.
Manajemen Krisis Rumah Sakit RSUD Ryacudu Lampung Utara dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Monica, Della; Suwardi
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2358

Abstract

Organisasi profit maupun non-profit tidak akan terhindar dari krisis. Krisis harus di-manage dengan baik jika organisasi memiliki harapan untuk bertahan dan berkelanjutan. Namun, pada kenyataanya masih banyak organisasi atau instansi yang tidak dapat menangani krisis secara tepat dan cepat. Krisis tidak bisa dipangan dengan sebelah mata, krisis mampu menghancurkan citra, reputasi, kredibilitas bahkan kebangkrutan pada organisasi. Namun, jika penagan krisis dengan tepat dan cepat akan berdampak positif untuk organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis manajemen krisis yang telah dilakukan oleh RSUD Mayjen MH Ryacudu Koatabumi, Lampung Utara dalam meperkuat ketahanan ekonomi kreatif berbasis Nemui Nyimah. Penelitian menerapkan SMCR (Source- Message- Channel- Receiver) yang bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi yang dilakukaan saat pra-krisis, responsi krisis dan pasca-krisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa RSUD Ryacudu tidak melakukan crisis communication plan,  crisis planning dan critical communication relationship. Serta tidak melakukan follow up setelah krisis.
Geliat Relawan Digital Bencana: Analisis Jaringan Komunikasi di X terhadap Erupsi Gunung Lewotobi Rizky Fauziah; Siahaan, Saurma MGP
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2389

Abstract

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur sejak November 2024 hingga September 2025 menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Minimnya komunikasi publik pemerintah di media sosial mendorong relawan digital untuk aktif menyebarkan informasi kebencanaan melalui platform X (Twitter). Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur jaringan komunikasi serta peran relawan digital dalam penyebaran informasi erupsi Gunung Lewotobi. Metode yang digunakan ialah Social Network Analysis (SNA) berbasis big data dengan perangkat NodeXL menggunakan data percakapan X periode 1 Mei–21 September 2025. Hasil analisis menunjukkan 607 akun pengguna terlibat dalam 1.087 jaringan komunikasi dengan 48% unggahan bersifat netral, 37% negatif, dan 15% positif. Akun @humaniesproject berperan sebagai aktor utama, sedangkan akun pemerintah kurang aktif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara relawan digital dan pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik yang cepat, transparan, dan responsif dalam situasi bencana.
Penggunaan Konten Visual Media Sosial dan Keputusan Kunjungan Wisatawan: Tinjauan Sistematis Review Zahra, Izzatun; Endyana, Cipta; Pamungkas, Kasno; Nugraha, Awaludin
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2511

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara wisatawan mencari informasi dan mengambil keputusan perjalanan, dengan konten visual menjadi elemen kunci dalam komunikasi destinasi. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur akademik periode 2015-2025 mengenai peran konten visual di media sosial dalam membentuk niat dan keputusan kunjungan wisatawan. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis kerangka PRISMA, sebanyak 296 artikel dari basis data Scopus diseleksi, hingga diperoleh 27 artikel jurnal peer-reviewed berstatus open access untuk dianalisis mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa foto, video, travel vlog, dan user-generated content berfungsi sebagai stimulus utama yang memengaruhi respons kognitif dan afektif wisatawan melalui pembentukan citra destinasi, ekspektasi pengalaman, dan persepsi awal serta memengaruhi niat kunjungan wisatawan. Publikasi meningkat signifikan pasca-2020, meskipun penelitian masih terfragmentasi dari sisi platform dan pendekatan teoretis.
Understanding Young Adults’ Mental Health Information-Seeking on Social Media: A Qualitative Exploration Chairil, Augustin Mustika; Alamiyah, Syifa Syarifah; Husna, Arina Himatul
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v8i2.2548

Abstract

Along with the rapid growth of social media, information related to mental health is increasingly presented in various forms of content. Social media has transformed into a medium that facilitates users, particularly young adults, in seeking mental health information. By using the concept of information search patterns, the algorithms and the role of social media as a platform, this article analyzes patterns of mental health information seeking among young adults and illustrates how they access social media. Through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews with health stakeholders, this article explores how young adults use social media to seek mental health information, which is largely driven by visually appealing content and often followed by self-diagnosis. Algorithms indirectly shape patterns of mental health content consumption, and content produced by government platforms frequently fails to appear within the algorithmic filters encountered by young adults. This condition poses a challenge for stakeholders in delivering digital literacy, particularly in mental health information content.