cover
Contact Name
Mikson M. D. Nalle
Contact Email
danierni@yahoo.co.id
Phone
+6281353820540
Journal Mail Official
jvip@politanikoe.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Kupang. Kotak Pos 1152, Kupang 85011 Telp. 0380-881600 » Tel / fax : 081353820540 / 0380-881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
ISSN : -     EISSN : 27454363     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan perikanan dan ilmu perairan dalam beberapa topik, tetapi tidak terbatas pada: Perikanan (Akuakultur, Perikanan Tangkap, Pengolahan Ikan dan Sosial Ekonomi Perikanan) Ekologi Akuatik (Air Tawar, Laut, dan Air Payau) Biologi Akuatik (Ikan, Moluska, Crustacea, Plankton, Terumbu Karang) Ilmu Kelautan
Articles 113 Documents
Analisis Finansial Usaha Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur Rehi, Nehemiah Tagi; Sunadji, Sunadji; Dahoklory, Nicodemus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pembudidaya rumput laut di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Untuk mengetahui finansial usaha budidaya rumput laut di Desa Tanaraing. Untuk mengetahui kendala apa yang pembudidaya hadapi dan mengatasi kendala dalam usaha budidaya rumput laut di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan dari tanggal 10 Mei 2023 sampai dengan 10 Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pendekatan kuantitatif diperoleh dari hasil wawancara kepada responden. Data yang diambil yaitu  data primer yang diperoleh dari responden yang didasarkan pada observasi lapangan dengan  melakukan pengamatan atau peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat aktivitas budidaya. Metode analisa usaha terdiri atas analisis pendapatan usaha, analisis Revenue Cost Ration (R/C), analisis Break Event Point (BEP). Untuk mengetahui layak tidaknya usaha budidaya di Desa Tanaraing ditinjau berdasarkan analisis kriteria investasi Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa karakteristik faktor pengalaman antara 1-10 tahun membudidaya rumput laut dengan persentase tertinggi 60%, untuk tingkat pendidikan tamat SD 57%, berdasarkan tingkat umur antara 18-60 tahun 87% dan jumlah tanggungan dengan jumlah responden terbanyak yaitu menanggung 3 orang dengan persentase 33%. Kelayakan usaha budidaya rumput laut di Desa Tanaraing berada pada kategori layak dilanjutkan usaha budidaya rumput laut berdasarkan analisis Payback Period (PP) yaitu 0,3 analisis Break Event Point yaitu BEP (Kg) 344,9 kg dan BEP harga (Rp) yaitu Rp. 4.328,9/kg, analisis Benefit Cost Rasio (BC) yaitu 3,8. Kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya rumput laut di Desa Tanaraing Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur adalah gangguan satwa penyu, ikan  boronang dan penyakit ice-ice. Cara mengatasi kendala yaitu pembudidaya dapat mengontrol dan menyiapkan bibit unggul untuk mengganti bibit yang terserang penyakit.`Kata kunci : Rumput laut (Kappaphycus alvarezii), analisis finansial
Studi Jenis dan Persentasi Makanan Tiram Mangrove (Crassostrea rhizophorae) di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Nuban, Yunita Elisabet; Santoso, Priyo; Tjendanawangi, Agnette
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7189

Abstract

Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting didalam suatu perairan. Kemampuan mereka untuk melakukan fotosintesis, mempunyai klorofil untuk menangkap energi matahari dan karbon dioksida menjadi karbon organik yang menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar makanan diekosistem perairan mangrove. Penelitian tentang jenis dan persentase makanan tiram mangrove dilakukan di Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah pada bulan Juni 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis fitoplanton yang dimakan oleh tiram dan persentase fitoplankton dalam lambung tiram mangrove (Crassostrea rhizophorae). Metode yang digunakan yaitu sampel berupa lambung tiram diambil dan dibawah ke laboratorium untuk melihat menggunakan mikroskop. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis fitoplankton yang ditemukan pada lambung tiram terdapat 4 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Cholopyceae, Cyanopcheae, dan Dinophyceae dengan total 18 genus. Kelimpahan fitoplankton pada genus Rhizosolenia 48,52%, Nitzschia 8,03%, Closentrium 7,70%, Guinerdia 4,26%, Chaetoeros 4,26%, Navicula 3,93%, Mougetia 3,44%, Thalassionema 2,79%, Synedra 2,62%, Micrasterias 2,46%,  Lyngbya 2,13%, Melosira 1,80%, Skletonema 1,80%, Surirella 1,64%, Spirogrya 1,48%, Aleksandrium 1,48%, Gonatozgon 0,82% dan Prorocentrum 0,82%.Kata kunci : Tiram Mangrove, Kelimpahan Fitoplankton dan Persentase Jenis Fitoplankton
Kepadatan dan Morfometrik Teripang Pasir Holothuria scabra di Perairan Koblain, Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang Dacosta, Elias Don; Tjendanawangi, Agnette; Dahoklory, Nicodemus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan morfometrik teripang pasir H. scabra yang berada di Perairan Koblain, Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.  Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Mei – 1 Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode transek. Penggunaan metode transek dilakukan dengan cara transek ditarik tegak lurus dari posisi surut terendah ke arah tubir karang di perairan Hansisi. Pada lokasi ditarik transek sepanjang 100 m, dengan jarak setiap transek yaitu 50 m, dan setiap transek memiliki 10 kuadran dengan ukuran 1 x 1 m. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kepadatan dan morfometrik teripang pasir (H. scabra). Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar kemudian dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun I transek III dengan jumlah 26 ekor teripang dengan jenis substrat lumpur berpasir dan pasir bercampur pecahan karang dan jenis lamun Endhalus, sedangkan jumlah kepadatan terendah terdapat pada stasiun II transek II dengan jumlah kepadatan 8 ekor teripang dengan jenis substrat berlumpur dan jenis lamun Endhalus. Hasil pengamatan morfometrik teripang pasir pasir pada stasiun II lebih tinggi dibandingkan morfometrik stasiun I.Kata kunci : Teripang pasir (Holothuria scabra), Kepadatan, Morfometrik
Pembenihan Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Balai Produksi Induk Udang Unggul Dan Kekerangan Karangasem, Bali Rasuliyanasari, Maviroh; Diniariwisan, Damai
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7153

Abstract

Keberadaan udang vaname sudah merebut simpati masyarakat pembudidaya karena kelebihannya, hingga mampu menggantikan udang windu. Salah satu keunggulan udang vaname yaitu memiliki sifat euryhaline. Permintaan benih udang (benur) vaname semakin meningkat seiring dengan meningkatnya produksi pada kegiatan pembesaran vaname di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun impor. Ketersediaan benih yang berkualitas adalah salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang vaname. Kegiatan ini dilakukan pada Bulan Mei 2023, dan bertujuan untuk mengetahui cara pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang baik dan benar, sehingga dapat menghasilkan udang vaname yang berkualitas baik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan partisipasi aktif, dengan data yang diambil berupa data primer dan sekunder sesuai kondisi di lapang. Hasil dari kegiatan pembenihan udang vaname menunjukkan nilai hatching rate (HR) rata-rata diatas 50%, dimana nilai tertingginya mencapai 81%. Rangkaian kegiatan pembenihan udang vaname sendiri meliputi kegiatan ablasi, sampling matang gonad, sampling kawin, pengadukan telur dan perhitungan telur. Selain itu juga terdapat faktor yang mempengaruhi Tingkat keberhasilan kegiatan pembenihan udangvaname antara lain yaitu pemilihan kriteria induk Jantan dan betina, kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan manajemen pakan, kualitas air, serta pencegahan hama penyakit. Tingkat kelangsungan hidup atau survival rate (SR) yang dihasilkan mencapai 66%.Kata kunci : Udang Vaname, Budidaya, Pembenihan
Spesies, Kandungan Metabolit Primer dan Hidrokoloid Makroalga di Perairan Oenaek, Kabupaten Kupang Cb, Shasqia Anwar; Oedjoe, Marcelien Dj. Ratoe; Turupadang, Welem Linggi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7277

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 yang berlokasi di Perairan Oenaek Kabupaten Kupang dengan menggunakan metode Snowball  yaitu menjelajahi pantai Oenaek pada saat surut terendah. Sampel yang ditemukan dilokasi dikumpulkan kemudian akan dikeringkan tanpa terkena paparan sinar matahari selama 4-5 hari kemudian dikirim ke LIPI untuk diidentifikasi jenis serta  dilakukan uji lab untuk mengetahui kandungan metabolit primer sepreti protein, lemak dan karbohidrat di laboratorium FKIP Kimia dan kandungan hidrokoloid pada Lab. Basah FPKP Undana. Jenis-jenis makroalga yang ditemukan pada perairan Oenaek, Kabupaten Kupang yaitu sebanyak 6 jenis yaitu. Halimeda macroloba, Halimeda Opuntia, Codium Fragile, Padina Australis, Sargassum cinereum, Hydropuntia Edulis. Hasil analisis kadar proksimat memiliki kadar lemak 4,20-7,60%, kadar protein 7,16-14,74%, kadar air 2,96-15,92%, kadar abu 11,90-23,79%, dan kadar kabrohidrat 48,15-72,78%. Hasil analisis kandungan hidrokoloid dari ke 6 jenis makroalga memperoleh kadar yang cukup rendah diantaranya kandungan karagenan 7,2%, agar 8,2%,serta alginat 4,26-9,56%.Kata kunci : Makroalga, Metobolit Primer, Hidrokoloid, Oenaek
Pengaruh pH Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) Jelinda, Pauliani Ermelista; Jasmanidar, Yudiana; Tjendanawangi, Agnette
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh pH Berbeda Terhadap  Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Vanname (Litopenaeus vannamei)”. Penelitian di lakukan pada bulan Juni – September 2023 berlokasi di Laboratorium Lahan Kering Fakultas Kelautan dan Perikanan Nusa Cendana Kupang. Metode ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan A (pH 6), perlakuan B (pH 7), perlakuan C (pH 8), dan perlakuan D (pH 9).  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak udang vanname  yang dipelihara selama 90 hari dengan pH yang berbeda mengalami pertumbuhan yang berbeda pula pada setiap perlakuannya. Pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan C (pH 8) sebesar 0,81g,  kemudian diikuti oleh perlakuan B (pH 7) sebesar 0,77g. Sedangkan, pertumbuhan mutlak terendah diperoleh pada perlakuan  A (pH 6) sebesar  0,41g dan perlakuan D (pH 9) sebesar 0,41g. ANOVA pertumbuhan mutlak udang vaname (Litopenaeus vannamei) menunjukan bahwa p>0,05 artinya perlakuan memberikan pengaruh nyata. Hasil uji BNT menyatakan bahwa nilai pertumbuhan berat mutlak udang vanname sangat berbeda nyata. Hal ini disebabkan karena pH yang di gunakan sangat optimal sehinggal nafsu makan udang meningkat. rata-rata pertumbuhan spesifik berat yang paling tinggi yaitu  pada perlakuan C sebesar 0,125 g%/hari menjadi 0,910 g%/hari dengan tingkat keasaman (pH) 8. Pada perlakuan B (pH 7) pertumbuhan udang vanname sebesar  0,123 g%/hari menjadi 0,739 g%/hari, perlakuan A (pH 6) lebih rendah dari perlakuan B dan C yaitu sebesar 0,101 g%/hari menjadi 0,491 g%/hari  dan terendah pada perlakuan D yaitu sebesar 0,100 g%/hari menjadi 0,485 g%/hari . Hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa pengaruh pH berbeda berpengaruh nyata (p>0,05), terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vanname sehingga dilakukan uji lanjut BNT. Hasil analisis kelangsungan hidup udang vanname (SR) menghasilkan F hitung 27,11. Nilai F hitung 27,11 lebih besar daripada F tabel 5% (4,06) dan F tabel 1% (7,59) maka data dinyatakan sangat berbeda nyata.Kata Kunci : Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup Udang (Litopenaeus vananmei)
Studi Jenis dan Persentase Fitoplankton Dalam Lambung Kerang Mutiara (Pinctada margaritifera) di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Rango, Yosefina Aloisia; Jasmanindar, Yudiana; Santoso, Priyo
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase fitoplankton dalam lambung kerang mutiara Pinctada margaritifera di perairan Tanah Merah, Kupang Tengah. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Januari – 5 februari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskripsi. Variabel  yang diamati dalam penelitian ini yaitu identifikasi  fitoplankton dan persentase fitoplankton dalam lambung kerang mutiara P. margaritifera, data identifikasi diperoleh dengan merujuk pada buku pedoman identifikasi plankton dari Yamaji (1982) “ Illustrations of the marine Plankton of Japan”, sedangkan  data persentase fitoplankton di analisis menggunakan perangkat Microsoft excel, dan data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar kemudian dibahas secara deskripsif. Hasil Penelitian menunjukkan jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan dalam lambung kerang mutiara Pinctada margaritifera terdiri dari kelas Bacillariophyceae memilikin 6 genus yaiyu  Rhizosolenia sp, Guardania deliculata, Navicula sp, Psudo-nitzschia sp, Surirella sp, Nitzschia sp., kelas Mediaophyceae memiliki 1 genus yaitu Eucampia zodiacus, kelas Dinophyceae memiliki  2 genus yaitu Prorocentrum sp., Protoperidinium sp., dan kelas Chlorophyceae memiliki 1 genus yaitu Pleurotaenium trabecula. Persentase fitoplankton dalam lambung kerang mutiara Pinctada margaritifera tertinggi dari  genus Prorocentrum sp. 46,97%, Rhizosolenia sp. 35,48%, Pseudo-nitzschia sp. 7,39%, Navicula sp. 4,58%, Protoperidinium sp. 1,98%, Eucampia zodiacus 1,52%, Guinardia delicatula 1,28%, Nitzschia sp. 0,83%, Pleurotaenium trabecula 0,62%,  Suriella sp. 0,39%Kata kunci : Fitoplankton, Pinctada margaritifera, Tanah Merah
Analisis Kelayakan Lokasi dan Usaha Budidaya Makroalga di Desa Rindi dan Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur Misbah, Ahmad Maulana; Sunadji, Sunadji; Turupadang, Welem L.
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7224

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk  menganalisis kelayakan lokasi dan finansial usaha budidaya makroalga di Desa Rindi dan Desa Kabaru, Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survei (studi lapangan) dengan melakukan pengambilan data dengan dua pendekatan, yakni pengukuran langsung di lapangan (in situ) dan pengambilan sampel air (ex situ). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kelayakan lokasi budidaya rumput laut di Desa Kabaru dan Desa Rindi, kecamatadxcn Rindi, Kabupaten Sumba Timur, berdasarkan parameter kualitas air dan finansial ekonomi, masih dalam keadaan layak untuk dilakukan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii yaitu dengan nilai skor pembobotan kelayakan lokasinya adalah 90, dan keuntungan yang didapatkan 4 kali lebih besar dibandingkan modal yang dikeluarkan. Saran dari penelitian ini agar masyarakat di Desa Rindi dan Desa Kabaru dapat memanfaatkan lokasi untuk melakukan budidaya rumput laut yang berskala besar untuk memajukan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.Kata kunci : Rumput laut, Musim, Studi kelayakan fisika kimia air, aspek finansial ekonomi, Kappaphycus alvarezii
Pendugaan Kelompok Umur Ikan Cakalang Sebagai Landasan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Di Kabupaten Sorong Rasdam, Rasdam; Rajab, Resky Amalia; Sugiono, Sugiono; Hasrianti, Hasrianti; Saputra, Aman
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan kelompok umur ikan Cakalang yang meliputi ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc), sebaran frekuensi panjang dan kelompok umur ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2016. Metode yang digunakan adalah metode survey untuk memperoleh data primer dengan melakukan pengukuran panjang terhadap 441 ekor ikan Cakalang sebagai sampel dan dianalisis dengan metode Bhattacharya (1967). Berdasarkan hasil perhitungan ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) diperoleh ukuran panjang 52 Cm. Sebaran frekuensi panjang dari bulan Mei sampai September mengalami pergeseran pada tiap bulannya. Hasil analisis kohort diperoleh tiga kelompok umur relative ikan Cakalang yaitu L1 = 48,48 Cm, L2 = 58,08 Cm dan L3 = 65,35 Cm.Kata Kunci : Cakalang, Lc, Umur Ikan, Sorong.
Krustasea Potensial untuk Budidaya dari Perairan Panmuti Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Lawa, Desi Rade; Jasmanindar, Yudiana; Linggi, Yulianus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i1.7330

Abstract

Krustasea merupakan salah satu sektor penting dalam industri perikanan di Indonesia. Kepiting memiliki potensi besar sebagai komoditas budidaya karena permintaan yang terus meningkat baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui  Krustasea di perairan panmuti dengan potensi untuk di budidayakan di pantai Panmuti. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 6  krustasea yang ditemukan di Perairan Panmuti. Spesies yang ditemukan terdiri atas dua Krustasea udang yang termasuk kedalam famili Penaeidae yaaitu Udang Putih (Penaeus merguiensis) dan Udang Windu (Penaeus monodon), Udang mantis (stomatopoda), Udang dogol (metapenaeus). Dua Krustasea Kepiting yang teridentifiksi, yaitu Kepiting bakau (Scylla serrata) yang tegolong famili Sesarmidae dan rajungan (Portunus pelagicus) tergolong  famili Portunidae.Kata kunci: Krustasea, Identifikasi, Budidaya

Page 9 of 12 | Total Record : 113