cover
Contact Name
Muhammad Faisal
Contact Email
bashair@staindirundeng.ac.id
Phone
+6282289616858
Journal Mail Official
bashair@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Lingkar Kampus Alue Peunyareng, Gp. Gunong Kleng, Meureubo - Aceh Barat. Kode Pos: 23615 Telp/Fax (0655) 7551591
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
BASHAIR
ISSN : 28071018     EISSN : 2807100X     DOI : https://doi.org/10.47498/bashair
Core Subject : Religion,
Jurnal Ilmu alQuran dan Tafsir concern menerbitkan karya ilmiah yang bertemakan kajian Alquran dengan Cakupan Kajian Ilmu Alquran, terjemahan Alquran, Studi Tafsir Alquran, Penelitian tentang Alquran dan Living Quran.
Articles 66 Documents
ANALISIS MAKNA ZAKAT DALAM AL-QURAN Haikal, Mohammad; Efendi, Sumardi; Ramly, Arroyyan
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.2871

Abstract

Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki peran yang penting dalam kehidupan umat Muslim. Dalam Al-Quran, zakat disebutkan sebagai kewajiban bagi umat Muslim yang mampu untuk menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Namun, makna zakat dalam Al-Quran tidak hanya terbatas pada aspek keuangan semata, tetapi juga mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna zakat dalam Al-Quran, dengan fokus pada konsep, tujuan, dan implikasi praktisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang prinsip-prinsip yang mendasari zakat dalam ajaran Islam dan relevansinya dalam konteks masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hermeneutika Al-Quran, yang melibatkan studi mendalam terhadap teks suci dengan memperhatikan konteks historis, linguistik, dan budaya. Penelitian ini juga menggunakan analisis perbandingan antara ayat-ayat yang terkait dengan zakat dan interpretasi dari berbagai tafsir Al-Quran yang ada. Analisis makna zakat dalam Al-Quran mengungkapkan kedalaman konsep ini dalam ajaran Islam. Zakat bukan hanya merupakan kewajiban keuangan, tetapi juga instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial, memperkuat solidaritas sosial, dan memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna zakat dalam Al-Quran, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan kewajiban zakatnya dengan lebih efektif dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
DISKURSUS AYAT-AYAT PELARANGAN RADIKALISME DAN TERORISME DALAM ISLAM Masruroh, Intan Ratu; Maknun, Lu’luil; Maulana, Mochammad Royhan; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.2975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep radikalisme dan terorisme dalam Islam melalui pendekatan tafsir Maudhu'i terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengutamakan Al-Qur'an sebagai sumber utama dan literasi dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, penelitian ini menyoroti makna radikalisme yang terkait dengan kata "ghuluw" dan terorisme yang terkait dengan kata "irhab", serta mencoba untuk menghindari penafsiran yang keliru atas kedua konsep tersebut. Untuk menafsirkan ayat, menggunakan metode penafsiran tematik, yaitu dengan mencari kata yang akan ditafsirkan, kemudian mencari tema yang dimaksud dari ayat tersebut serta menyajikan ayatnya dan terjemahannya serta menuliskan asbabun nuzul dan penafsiran-penafsirannya. Diawali dengan memilih kata dalam Al-Qur’an yang sesuai dengan makna yang mendekati fundamentalisme, kemudian dikaji dan ditelaah menggunakan tafsir Maudhu’i. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap konteks sejarah dan interpretasi yang benar dalam menangani fenomena radikalisme dan terorisme dalam konteks keagamaan Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam merespons tantangan radikalisme dan terorisme dengan meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran agama.
MENEGAKKAN KEADILAN DALAM ISLAM: PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR'AN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Nafi’, Hisyam; Farizi, Irgi Ahmat; Salsabila, Kaisya; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.2981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak asasi manusia dalam Islam melalui pendekatan tafsir Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, dengan Al-Qur'an sebagai sumber utama dan literatur dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Penelitian ini menyoroti pentingnya menegakkan keadilan mutlak dalam Islam, tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor dunia seperti cinta atau kebencian. Melalui metode tafsir tematik, penelitian ini mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan menganalisisnya dengan pemahaman tulisan tentang ayat tersebut. Untuk menafsirkan ayat, menggunakan metode penafsiran tematik, yaitu dengan mencari kata yang akan ditafsirkan, kemudian mencari tema yang dimaksud dari ayat tersebut serta menyajikan ayatnya dan terjemahannya serta menuliskan asbabun nuzul dan penafsiran-penafsirannya. Penelitian ini menekankan bahwa hak asasi manusia dalam Islam didasarkan pada ketaatan kepada Allah dan menjaga hubungan yang baik dengan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap konsep hak asasi manusia dalam Islam dan pentingnya menegakkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ISLAM, TRIAS POLITICA, LEMBAGA NEGARA INDONESIA DALAM AL-QUR’AN Supriatna, Kevin Khairurrajwa; Huda, Milan Pancadria Nurul; Inayah, Inayah; Muhyi, Asep Abdul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.3034

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana konsep negara dalam Al-Qur'an terkhususnya pemerintahan Indonesia. Di Indonesia, konsep lembaga negara didasarkan pada prinsip Trias Politica, yang membagi kekuasaan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Al-Qur'an tidak memberikan penjelasan rinci tentang konsep pemerintahan yang harus diterapkan oleh umat Islam, terutama di Indonesia. Meski demikian, Prinsip-prinsip lembaga negara yang mewakili antara legislatif eksekutif dan yudikatif tetap dietemukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Metode kualitatif berjenis studi pustaka dengan analisis tafsir maudhu’i digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaharui pemahaman kita tentang konsep-konsep tentang pemerintahan dan lembaga negara sesuai dengan pedoman Al-Qur’an yang relevan dengan keadaan pemerintahan Indonesia saat ini. Hal ini penting untuk ditafsirkan dan berkaitan dengan struktur pemerintahan Indonesia saat ini. Studi ini menggunakan metodologi tafsir maudhu'i dan mempertimbangkan aspek linguistik serta perspektif para ulama terdahulu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan solusi untuk masalah umat dan memberikan arahan pemerintahan yang sesuai dengan Al-Qur'an.
TAFSIR AYAT KAUNIYYAH PERSPEKTIF THANTHAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM Firdaus, Muhammad
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.3127

Abstract

Tafsir ayat kauniyyah yang berbasis sains merupakan sebuah fenomena yang terjadi saat ini dalam kajian tafsir kontemporer. Keberadaannya hingga saat ini masih menjadi perdebatan dikalangan ulama tafsir, termasuk produk tafsir Thanthawi Jauhari yang dalam hal ini merupakan tafsir berbasis sains. Tafsir Thanthawi Jauhari menjadi salah satu tafsir sains yang cukup revolusioner dalam penafsirannya dan dapat dikatakan melampaui zamannyaPenelitian ini ditujukan untuk memperjelas posisi tafsir ayat kauiniyyah perspektif Thanthawi Jauhari ini di era kontemporer saat ini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan jenis telaah Pustaka, yang mana dalam prosesnya dilakukan penelaahan terhadap data-data yang berupa kitab, buku, artikel, dan dokumen lainnya yang membantu penelitian ini. Melalui penelitian ini ditemukan fakta bahwa tafsir ayat-ayat kauniyah dalam perspektif Thanthawi Jauhari sama dengan apa yang diyakini oleh para pakar lainnya. Hanya saja dalam aplikasinya dalam penafsiran, cara dan bentuk yang diusung oleh Thanthawi Jauhari berbeda dan memberi kesan unik dan orisinil berbanding tafsir sains yang lainnya. Terkait dengan urgensi tafsir sains dalam studi kontemporer, sangat jelas bahwa tafsir dengan corak ini untuk era kontemporer saat ini sangat diperlukan, apalagi jika hal itu untuk mengungkap keagungan Allah tentang alam dan jagat raya, dimana pastinya hal itu akan menambahkadar ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Dimensi Ke-Indonesiaan Dalam Tafsir Al-Azhar: Analisis Refleksi Sosial dan Politik Dalam Surat Al-Balad Faisal, Muhammad; Fisa, Triansyah; Fazlul, Muhammad
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 2 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i2.2133

Abstract

Tafsir al-Azhar banyak dijadikan objek penelitian oleh para peneliti. Kitab tafsir ini sangat kental dimensi kontektualitasnya, dapat di katakan penjelasan surah dalam kitab tafsir ini dicoba untuk dilihat kontekstualitasnya oleh HAMKA tidak hanya dari segi kapan surah itu turun tetapi diusahakan untuk dikaitkan fenomena sosial politik yang sedang terjadi, baik itu yang terjadi di luar negara Indonesia maupun yang sedang terjadi di Indonesia. Walau demikian, HAMKA tidak mengesamping penjelasan tekstualitas dari ayat-ayat Alquran tersebut. Surat al-Balad merupakan salah satu surah dalam Alquran di mana kontekstualitas keIndonesiaan sangat kental dalam tafsir al-Azhar. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana dimensi KeIndonesiaan yang diterapkan oleh HAMKA dalam menafsirkan surat al-Balad dengan mempertimbangkan keadaan sosial dan Politik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Metode kualitatif deskriptif dengan menerapkan pendekatan historis dan sosial politik sebagai pisau analisis, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa HAMKA menjelaskan surat al-Balad dengan berbagai pendekatan tekstual dan kontekstual. Tetapi kontektuals agaknya lebih mendominasi, kontektualitas tafsir dalam surat al-Balad tersebut beliau terapkan dengan mengaitkan fenomena sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Surat al-Balad menurutnya merupakan surat yang telah mengilhami nilai-nilai kemanusian dan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia khususnya dalam mencapai kemerdekaan.
Makna Auliya’ Dalam Surah Al-Mumtahanah : (Studi Komparatif Tafsir Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, al-Qurtubi dan Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab) Rusli, Magfirah; Usman, ilham; Nurdin, Rahmat
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 2 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i2.2948

Abstract

Tulisan ini berupaya untuk menjawab permasalahan tentang hubungan pertemanan antara muslim dengan non-muslim dalam QS. al-Mumtahanah/60, surah ini memiliki penafsiran yang beragam dari para ulama mufassir. Dengan menggunakan metode komparatif, penulis menganalisis dengan membandingkan penafsiran kedua tokoh yakni Imam al-Qurtubi>dan M. Quraish Shihab. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan penafsiran Imam al-Qurtubi> dan M. Quraish Shihab tentang auliya>’, dalam QS. al-Mumtahanah menunjukkan bahwa penafsiran yang dilakukan oleh Imam al-Qurtubi> terlihat sedikit keras, hal ini dikarenakan penafsirannya dipengaruhi oleh dua sosio-kultural, yang partama Spanyol yang saat itu terkenal keras dan kedua Mesir yang terkenal moderat pada saat itu, dibandingkan dengan penafsiran M. Quraish Shihab yang lebih terlihat moderat, hal ini juga dipengaruhi oleh sosio-kultural yang ada di Indonesia yang terkenal dengan beragam agama dan sukunya.
Hak Perempuan Menurut Al-Qur’an; Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Marisa, Siti Nurkhafifah; Habibillah, Asri Qurrata Aini
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 2 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i2.2976

Abstract

Al-Qur’an dan hadis yang merupakan sumber utama dalam kajian islam, baik sebagai sumber hukum referensi bagi seluruh kajian keislamanan. Penelitian ini mengkaji tentang hak-hak dan kewajiban perempuan menurut Al-Qur’an melalui studi komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini dilakukan dikarenakan masih banyaknya asumsi yang menganggap perempuan dalam rumah tangga sebagai makhluk terbelakang yang menjadikannya tidak layak berkecimpung dalam banyak hal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui penelitian kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ayat al-Quran yang secara tegas menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang setara. Adapun beberapa ayat al-Qur’an yang telah menjelaskan tentang hak perempuan dalam rumah tangga adalah hak mendapatkan mahar saat dinikahi dalam Q.S An-Nisa: 4, hak dinafkahi dalam Q.S at-Talaq: 23, berhak diperlakukan dengan adil dalam Q.S. an-Nisa:3, berhak atas warisan dalam Q.S. An-Nisa: 12, berhak diperlakukan dengan baik dalam Q.S. AnNisa: 19, serta hak untuk dilindungi Q.S. An-Nisa: 34. Dalam penafsiran terkait ayat-ayat tersebut tidak banyak perbedaan antara kedua mufassir dalam penafsiran terkait hak perempuan tersebut meskipun kedua kitab Tafsir tersebut mempunyai metode yang berbeda dalam penafsirannya. Perbedaannya hanya pada beberapa kata saja yang tidak mempengaruhi penafsiran tentang hak yang diberikan kepada perempuan.
Al-Qur’an dan Diskursus Tentang Hate Speech Putri, Nurfadzilla; Syafieh, Syafieh
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 1 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i1.3176

Abstract

Hate speech is behavior that is badmouthing, harassing, intimidating, inciting hatred or provocation against individuals and groups based on race, ethnicity, religion, gender or social orientation which has many negative impacts. This article examines the discourse regarding hate speech based on the perspective of the Qur'an using qualitative data analysis methods and a library research approach. The results of this research show that the Al-Qur'an never legitimizes hate speech behavior. The Qur'an as huda lil nas summarizes teachings that call for good communication ethics in society and condemns behavior that falls within the scope of hate speech. Strategies for dealing with hate speech behavior that can be emulated in the Al-Qur'an are Qaulan Kariman, Qaulan Layyinan, and Qaulan Sadidan.
Konsep Bid’ah Dalam Tafsir Al-Qurthubi: (Telaah Atas Tafsir Surah al-Hadid Ayat 27) Sandimula, Nur Shadiq; Otta, Yusno Abdullah; Djamalullail, Usman
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 4 No 2 (2024): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v4i2.3201

Abstract

The issue of Bid'ah is a discussion that has often been debated among Muslims since ancient times until today. This is because there is still a vagueness of the concept of Bid'ah itself, the vagueness causes confusion in its application, giving rise to disputes among Muslims. The Qur'an as the most important source of concepts in Islam has basically drawn the concept of Bid'ah, especially found in QS. Al-Hadid [57]: 27. Therefore, the purpose of this study is to explore the concept of Bid'ah contained in the Qur'an. This research begins by analysing the word 'bid'ah' based on its root word, then defining the terminology of Bid'ah according to the scholars as a reference concept, and finally examining the interpretations of the scholars on the verse that discusses the concept of Bid'ah. The results of this study indicate that the exploration of the concept of Bid'ah based on QS. al-Hadid [57]: 27 illustrates the classification of the concept of Bid'ah which refers to its meaning in language, therefore in this verse, the Bid'ah performed by the perpetrators of Rahbaniyyah is actually considered praiseworthy with the reward (ajr), while the censure (dzamm) refers to those who do not maintain the practice as it should be. In conclusion, the Qur'an recognises the existence of good Bid'ah, as long as it does not contradict the religious texts.