cover
Contact Name
Muhammad Ikhlash
Contact Email
ikhlash@polibatam.ac.id
Phone
+6285276558866
Journal Mail Official
ikhlash@polibatam.ac.id
Editorial Address
Komp. Pertokoan Hafindo Square Blok B No. 8 Sekupang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 29424
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Bisnis Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 28072219     DOI : -
Tujuan dari Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah untuk mendorong penyebaran seluas-luasnya hasil penelitian ilmiah akademisi dibidang bisnis. Jurnal Bisnis Mahasiswa mengundang artikel-artikel di bidang: Manajemen Akuntansi Ekonomi e-Business Jurnal Bisnis Mahasiswa menerima artikel-artikel yang sesuai dengan subyek penelitian bisnis dan metodologi penelitian yang sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Kriteria utama untuk publikasi di Jurnal Bisnis Mahasiswa ini adalah pentingnya kontribusi hasil penelitian terhadap kekayaan literatur dibidang bisnis pada umumnya.
Articles 628 Documents
Pengaruh fraud triangle terhadap fraudulent financial statement Lintang Wijayasari; James Tumewu
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1381

Abstract

Tujuan – ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pressure, opportunity, rationalization, dan financial stability terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini berlandaskan pada Fraud Triangle Theory dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data melibatkan 141 observasi dari 47 perusahaan perbankan yang dipilih secara purposive sampling. Temuan – Secara simultan, seluruh variabel independen terbukti memengaruhi kecurangan laporan keuangan. Namun, pengujian secara parsial menunjukkan bahwa hanya variabel pressure yang berpengaruh signifikan, sedangkan opportunity, rationalization, dan financial stability tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial. Keterbatasan penelitian – Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada sektor perbankan dengan periode pengamatan yang singkat, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke sektor industri lain. Nilai Adjusted R Square yang diperoleh hanya sebesar 8%, mengindikasikan bahwa 92% variasi kecurangan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar model penelitian ini. Selain itu, ketergantungan pada proksi rasio keuangan memiliki keterbatasan dalam mencerminkan kondisi kualitatif secara menyeluruh. Implikasi – Manajemen perbankan perlu memperkuat sistem pengendalian internal, Good Corporate Governance, serta manajemen tekanan organisasi untuk meminimalkan celah manipulasi. Bagi auditor, temuan ini penting untuk meningkatkan skeptisisme profesional agar prosedur penilaian risiko kecurangan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. Kebaruan – Penelitian ini menyajikan bukti empiris mutakhir mengenai dinamika kecurangan laporan keuangan yang secara khusus berfokus pada sektor perbankan di masa pascapandemi (2022–2024) dengan memanfaatkan proksi yang telah disesuaikan.
Audit kepatuhan atas penerapan PSAK 109 tentang piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk sebagai klien KAP Sentra Audit dan Rekan Hilda Tri Rachmawati; Yusna Yusna; Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1382

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan akuntansi piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk, mengevaluasi prosedur audit dan kertas kerja pemeriksaan yang dilaksanakan oleh KAP Sentra Audit dan Rekan, mengidentifikasi kendala atau temuan signifikan dalam audit kepatuhan terhadap penerapan PSAK 109, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk memitigasi risiko ketidakpatuhan di masa mendatang. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan supervisor auditor yang terlibat langsung dalam audit PT Hyra Jaya Tbk. Data sekunder diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap kertas kerja pemeriksaan, aging schedule, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan akuntansi piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk secara umum telah sesuai dengan PSAK 109 pada aspek pengakuan, klasifikasi, pengukuran awal, penyajian, dan pengungkapan. Namun, ditemukan ketidaksesuaian pada aspek penurunan nilai (Expected Credit Loss/ECL), di mana perusahaan tidak melakukan penambahan cadangan kerugian pada tahun 2025 karena menganggap cadangan tahun sebelumnya sudah cukup, sementara perhitungan auditor menunjukkan nilai ECL yang seharusnya diakui lebih besar. Kendala utama yang dihadapi auditor adalah keterbatasan data aging schedule yang disusun secara triwulanan, sehingga menghambat analisis pola kolektibilitas piutang secara mendalam dan penerapan pendekatan forward-looking. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu periode audit (tahun buku 2025) dan satu objek perusahaan (PT Hyra Jaya Tbk), sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas. Keterbatasan data historis piutang yang tersedia juga memengaruhi kedalaman analisis ECL. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan frekuensi monitoring piutang, penyusunan aging schedule secara bulanan, dan perhitungan ECL secara berkala. Implikasi teoritisnya adalah penelitian ini memperkaya literatur tentang implementasi PSAK 109 dan audit kepatuhan atas instrumen keuangan di Indonesia. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan analisis kebijakan akuntansi, prosedur audit, dan perhitungan ECL dalam satu studi kasus pada perusahaan sektor teknologi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada prosedur audit secara atau aspek akuntansi piutang secara parsial, penelitian ini secara simultan mengevaluasi kesesuaian kebijakan akuntansi, prosedur audit, dan perhitungan ECL, serta mengidentifikasi kesenjangan spesifik antara ketentuan standar dan praktik di lapangan, terutama terkait ketersediaan data untuk pendekatan forward-looking.
Pengukuran kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggunakan pendekatan rasio profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas tahun 2020-2024 Hasanah Fitri Fandasti; Westi Setiati
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1396

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Telkom Indonesia (Persero), Tbk pada tahun anggaran 2020–2024 berdasarkan rasio Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Debt to Asset Ratio (DAR), dan Total Asset Turn Over (TATO), serta menganalisis perkembangan (pertumbuhan) masing-masing rasio tersebut selama periode pengamatan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT. Telkom Indonesia (Persero), Tbk periode 2020–2024 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menghitung rasio ROA, NPM, DAR, dan TATO serta membandingkannya dengan standar rata-rata industri. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ROA sebesar 11,15% (di bawah standar industri 30%), rata-rata NPM sebesar 21,25% (di atas standar industri 20%), rata-rata DAR sebesar 47,12% (di atas standar industri 35%, padahal semakin rendah semakin baik), dan rata-rata TATO sebesar 0,52 kali (di bawah standar industri 2 kali). Dengan demikian, kinerja keuangan perusahaan dinilai kurang baik pada aspek ROA, DAR, dan TATO, namun dinilai baik pada aspek NPM. Dari sisi pertumbuhan, ROA, DAR, dan TATO menunjukkan tren pertumbuhan rata-rata negatif, sementara NPM relatif lebih stabil meskipun tetap berfluktuasi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini hanya menggunakan empat rasio keuangan (ROA, NPM, DAR, dan TATO) pada satu perusahaan tunggal sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh perusahaan di sektor telekomunikasi. Penelitian ini juga bersifat deskriptif tanpa pengujian statistik inferensial maupun perbandingan langsung dengan kinerja perusahaan pesaing dalam industri yang sama. Implikasi – Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa PT. Telkom Indonesia (Persero), Tbk perlu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset dan efisiensi perputaran aset untuk menghasilkan penjualan, sekaligus menjaga struktur pendanaan agar ketergantungan terhadap utang tidak meningkat, meskipun efisiensi operasional perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan (NPM) sudah cukup baik. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini tidak terletak pada pembaruan periode semata, melainkan pada dua hal. Pertama, penelitian ini mempersoalkan ketepatan penggunaan tolok ukur rata-rata industri konvensional (ROA 30% dan TATO 2 kali) pada industri telekomunikasi yang bersifat padat modal, dan menawarkan pembacaan alternatif berbasis analisis tren internal antarwaktu. Kedua, penelitian ini menyoroti fenomena spesifik industri telekomunikasi pascapandemi, yaitu terjadinya ekspansi aset infrastruktur digital yang belum diimbangi pertumbuhan pendapatan sepadan, sehingga menghasilkan pola penurunan ROA dan TATO di tengah margin laba (NPM) yang tetap terjaga di atas standar industri.
Evaluating the effect of e-Samsat implementation on tax revenue optimization: a difference-in-differences analysis of West Java and South Sumatra Agus Joharudin
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1411

Abstract

Purpose – This study evaluates the effect of e-Samsat implementation on regional tax revenue in Indonesia using a Difference-in-Differences (DiD) approach to compare changes in tax revenue between West Java and South Sumatra. Design/methodology/approach – A quantitative quasi-experimental research design was employed using secondary annual data on regional tax revenue obtained from the Central Bureau of Statistics for the 2015–2019 period. The analysis applied a Difference-in-Differences regression model incorporating Treatment, Post, and the Treatment × Post interaction term to estimate the policy effect of e-Samsat implementation. Findings – The results indicate that the Treatment variable is positive and statistically significant, reflecting baseline differences in regional tax revenue between West Java and South Sumatra. However, neither the Post variable nor the Treatment × Post interaction term is statistically significant. Consequently, the analysis does not provide sufficient statistical evidence that e-Samsat implementation increased regional tax revenue in the treatment province relative to the comparison province during the study period. Research limitations – The study is limited to two provinces and a five-year observation period. In addition, the analysis does not explicitly control for other economic and administrative factors that may influence regional tax revenue. Future research should incorporate longer observation periods, additional comparison provinces, and relevant control variables to provide a more comprehensive assessment of the long-term effects of digital tax reforms. Implications – The findings suggest that digital tax payment systems alone may not generate immediate fiscal gains. Their effectiveness is likely to depend on complementary policies, including improvements in tax administration, digital infrastructure, and taxpayer engagement. Originality – This study contributes to the literature on digital government by applying a Difference-in-Differences approach to evaluate the fiscal impact of e-Samsat implementation. Unlike much of the existing literature that focuses on service quality or taxpayer compliance, this study provides causal evidence on the short-term effect of digital tax reform on regional tax revenue.
Kelayakan finansial dan determinan perilaku investasi PLTS atap pada UMKM di Jawa Barat Yuhaprizon Yuhaprizon; Fikry Ramadhan Suhendar
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1437

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap serta menguji pengaruh persepsi manfaat ekonomi, persepsi risiko investasi, dan dukungan kebijakan terhadap keputusan investasi PLTS pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain explanatory research dengan teknik purposive sampling terhadap 100 pemilik atau pengelola UMKM. Analisis perilaku dilakukan menggunakan regresi linear berganda, sementara kelayakan finansial dinilai melalui pemodelan arus kas 20 tahun yang memperhitungkan biaya operasi dan pemeliharaan, degradasi panel 0,5% per tahun, serta penggantian inverter pada tahun ke-10. Temuan – Analisis kelayakan finansial pada skenario acuan 5 kWp menunjukkan proyek ini layak secara finansial dengan nilai NPV Rp30.915.737, IRR 15,24%, PI 1,42, dan Payback Period 6,32 tahun. Hasil regresi menunjukkan bahwa persepsi manfaat ekonomi dan dukungan kebijakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sedangkan persepsi risiko investasi berpengaruh negatif dan signifikan, dengan keseluruhan model mampu menjelaskan 46,5% variasi keputusan investasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan kajian ini mencakup penggunaan teknik sampling non-probabilistik dan cakupan wilayah yang relatif terbatas di Jawa Barat, sehingga generalisasi pada populasi yang lebih luas harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu, pengukuran keputusan investasi pada penelitian ini didasarkan pada persepsi dan kesiapan responden, bukan pada realisasi investasi aktual. Implikasi – Secara manajerial, vendor PLTS disarankan untuk menyusun penawaran berbasis business case yang mencakup estimasi penghematan dan proyeksi cash flow. Bagi pemerintah dan lembaga keuangan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyediaan skema pembiayaan hijau yang terjangkau, kejelasan layanan purna jual, serta penguatan kebijakan dan pendampingan teknis untuk sektor UMKM. Kebaruan – Keterbaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara pendekatan techno-economic (kelayakan finansial proyek) dengan pendekatan perilaku secara simultan untuk menjelaskan secara komprehensif determinan keputusan adopsi PLTS di sektor UMKM.
Pengaruh efisiensi operasi, free cash flow, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress Rahma Dwi Febrianti; Dodi Dodi; Dede Djuniardi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1545

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi operasi, free cash flow, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan 19 perusahaan ritel selama 2019–2023, sehingga diperoleh 95 observasi. Sampel dipilih dengan purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dan Random Effect Model (REM) setelah melalui Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier dengan bantuan EViews 13. Temuan – Efisiensi operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Free cash flow berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Keterbatasan penelitian – Penelitian terbatas pada perusahaan ritel yang terdaftar di BEI selama 2019–2023 dan empat variabel independen, sehingga faktor lain yang memengaruhi financial distress belum tercakup. Implikasi – Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perlu memprioritaskan pengelolaan arus kas dan struktur utang dalam mengendalikan risiko financial distress. Bagi investor, hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam menilai kecukupan kas dan tingkat leverage perusahaan. Kebaruan – Penelitian memberikan bukti empiris yang lebih mutakhir dengan menguji secara simultan efisiensi operasi, free cash flow, leverage, dan ukuran perusahaan pada perusahaan ritel Indonesia pada periode yang mencakup kondisi sebelum pandemi, pandemi, dan pemulihan.
Pengaruh administrasi kontrak, perpajakan, analisis bisnis, dan cross-cultural management terhadap kepatuhan pajak dan manajemen risiko di FTZ Batam Afrianti Elsye Vanomy; Go Jhonlee; Alven Alven; Iham Iham; Sherlyna Sherlyna; Edward Hosadinata Lee; Charles Charles
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1214

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh administrasi kontrak, perpajakan, analisis bisnis, dan cross-cultural management terhadap kepatuhan pajak dan manajemen risiko perusahaan di wilayah FTZ Batam. Desain/metodologi/pendekatan – Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda terhadap 80 responden perusahaan dan karyawan di kawasan FTZ Batam yang memiliki kontrak kerja formal dan kewajiban pajak aktif pada periode 2025. Variabel independen terdiri dari pengelolaan administrasi kontrak kerja, perpajakan, analisis bisnis, dan cross-cultural management, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan pajak dan manajemen risiko perusahaan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengelolaan administrasi kontrak kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak, variabel perpajakan, analisis bisnis, cross cultural management berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. Sedangkan variabel pengelolaan administrasi kontrak kerja, perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen risiko perusahaan. Variabel analisis bisnis, cross cultural management berpengaruh signifikan terhadap manajemen risiko perusahaan. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian ini meliputi penggunaan metode survei berbasis persepsi yang rentan bias serta cakupan yang terbatas pada perusahaan di kawasan FTZ Batam. Implikasi – Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur integrasi cross-cultural management Hofstede dengan kepatuhan pajak dan manajemen risiko di kawasan FTZ. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi bagi BP Batam dan perusahaan multinasional untuk memperkuat sistem perpajakan, analisis bisnis, dan pengelolaan lintas budaya guna meningkatkan kepatuhan pajak dan manajemen risiko. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif cross-cultural management Hofstede dalam menjelaskan variasi praktik administrasi kontrak kerja di kawasan FTZ Batam dan konsekuensinya terhadap kepatuhan pajak serta manajemen risiko perusahaan.
Pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja pegawai UPTD Puskesmas Sidorejo, Kota Pagar Alam Lilis Kartini; Sastra Mico; Yadi Maryadi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1352

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja pegawai UPTD Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh 80 pegawai. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Temuan – Keseimbangan Kehidupan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 1,704; t = 13,505; p = 0,000) dengan hubungan yang kuat (r = 0,837) dan koefisien determinasi 70,0%, sedangkan 30,0% sisanya dijelaskan faktor lain di luar model. Keterbatasan penelitian – Penelitian hanya menguji satu variabel independen secara agregat pada satu puskesmas dengan 80 responden, tanpa menguji kontribusi parsial tiap dimensi Keseimbangan Kehidupan Kerja maupun perbedaan antarkelompok demografis. Pengukuran variabel independen dan dependen yang bersumber dari responden yang sama pada waktu yang sama juga membuka potensi common method bias, sehingga besaran koefisien determinasi perlu dimaknai secara hati-hati. Implikasi – Prioritas kebijakan yang paling mendesak adalah penataan sistem shift—khususnya pembatasan rotasi jaga malam berturut-turut dan jaminan waktu pemulihan setelah tugas jaga 24 jam pada unit rawat inap dan kebidanan—disertai pengurangan beban administratif di luar jam pelayanan serta mekanisme penggantian jadwal yang terencana agar pegawai tidak menanggung jam kerja tambahan secara mendadak. Kebaruan – Penelitian ini menguji Keseimbangan Kehidupan Kerja pada konteks puskesmas dengan layanan 24 jam di daerah non-metropolitan, yaitu unit pelayanan kesehatan primer yang menanggung beban ganda pelayanan klinis dan administratif dengan keterbatasan jumlah tenaga—karakteristik yang berbeda dari rumah sakit maupun instansi pemerintahan non-kesehatan yang mendominasi literatur terdahulu.