cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Safitri, Laila; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14987

Abstract

Daun kelor memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya adalah senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki salah satu aktivitas  antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuat formulasi dalam bentuk sediaaan sabun cair ekstrak daun kelor dan mengetahui sifat fisik sabun cair dari ekstrak daun kelor. Proses pembuatan sabun mandi cair dilakukan dengan tahap awal preparasi daun kelor yang diolah menjadi serbuk lalu dilanjutkan dengan tahap maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang dilakukan selama 24 jam. Hasil dari proses maserasi kemudian dievaporasi untuk diambil ekstrak kental sehingga dapat digunakan untuk pembuatan sabun cair. Metode yang digunakan untuk pembuatan sabun dengan memanaskan fase minyak dan fase air dengan penambahan pengemulsi. Sabun mandi cair diformulasikan menjadi sediaan dengan empat formulasi yang berbeda, formulasi 0 (0%), formulasi 1 (5%), formulasi 2 (10%), dan formulasi 3 (15%). Sediaan sabun mandi cair dari ekstrak daun kelor yang diuji dengan menggunakan uji sifat fisik dalam penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa. Hasil pengujian ekstrak daun kelor positif mengandung alkaloid, pada uji sifat fisik sediaan sabun mandi cair ekstrak daun kelor semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa.
ANALISIS PARAMETER NONSPESIFIK STANDARISASI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Tutik, Tutik; Riyanti, Gina; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10991

Abstract

ABSTRAKKulit bawang merah (Allium cepa L.) merupakan limbah pasar yang dapat digunakan masyarakat untuk pengobatan antiinflamasi, antihipertensi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai mutu ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) yang diharapkan dapat di jadikan sebagai acuan untuk membuat sediaan obat herbal. Sampel kulit bawang merah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %, kemudian diuji mutunya secara nonspesifik. Parameter nonspesifik meliputi penetapan cemaran logam dan cemaran bakteri. Hasil menunjukkan kadar cemaran logam timbal dan kadmium tidak terdeteksi logam berat, dan total cemaran bakteri dari ekstrak tidak ditumbuhi bakteri, sehingga ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) memenuhi persyaratan sebagai obat herbal terstandar atau fitofarmaka.Kata kunci : Kulit Bawang Merah, Maserasi, Parameter Nonspesifik.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN Eucalyptus pellita MENGGUNAKAN PELARUT AIR Kharisma, Gita; Retnaningsih, Agustina; Nusantari, Candra Saka; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14625

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ekstrak daun Eucalyptus pellita (E. Pellita) yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid, tanin dan total fenolik. Metode yang digunakan adalah skrining fitokimia menggunakan reaksi warna dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun E. pellita positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Ditandai dengan adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan berwarna merah bata dapat dikatakan positif mengandung senyawa flavonoid. kemudian dilihat dari reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan putih dapat dikatakan positif mengandung senyawa tanin. Hasil dari pengukuran total fenolik dengan absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y= 0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun E. pellita yaitu 83,4375 mg gallic acid equivalent/g, artinya dalam setiap gram ekstrak etanol daun E. pellita mengandung fenolik setara dengan 83,4375 mg asam galat.
FORMULASI DAN UJI SPF SEDIAAN EMULSI EKSTRAK KULIT DURIAN (Durio zibethinus L.) DENGAN KOMBINASI VCO DAN KOMBINASI MINYAK ZAITUN Chalia, Kadjul Firda; Winahyu, Diah Astika; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14994

Abstract

Kulit durian (Durio Zibethinus L.) merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Kulit durian mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai fotoprotektor dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap sinar UV-B. Untuk meningkatkan waktu kontak antara sediaan dengan kulit sehingga didapatkan efek yang maksimal maka dipilih sediaan emulsi sebagai penghantar zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan emulsi yang sesuai dengan syarat sifat fisik emulsi serta mengetahui pengaruh variasi ekstrak dan kombinasi VCO dan minyak zaitun terhadap nilai SPF pada sediaan emulsi. Kulit buah durian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan filtrat diuapkan sampai diperoleh ekstrak kental. Sediaan emulsi dibuat menjadi 6 formulasi yaitu F0 tanpa ekstrak, F1 dengan konsentrasi ekstrak 5%, dan F2 dengan konsentrasi ekstrak 10% dengan kombinasi VCO dan F0, F1, dan F2 dengan kombinasi minyak zaitun. Sediaan diuji kestabilannya meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe emulsi, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan dihitung nilai SPF (Sun Protector Factor). Hasil menunjukkan emulsi ekstrak kulit buah durian dengan kombinasi minyak zaitun memiliki stabilitas dan nilai SPF lebih baik dibanding emulsi dengan kombinasi VCO. Hasil terbaik didapat dari F2 dengan kombinasi minyak zaitun dengan bentuk cairan kental berwarna coklat pekat, pH 6,56, viskositas 12300 centipoise, dan nilai SPF yang didapat adalah 7,635. Berdasarkan kriteria SPF termasuk dalam proteksi ekstra terhadap sinar matahari.
FORMULASI HAND SANITIZER GEL DENGAN EKSTRAK BUAH LABU KUNING (Cucurbita Moschata) SEBAGAI ANTISEPTIK Zega, Ros Sandririan; Rahmawat, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10897

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam upaya untuk menjaga agar tubuh terhindar dari penyakit, khususnya infeksi yang di sebabkan oleh mikroorganisme atau virus. Kondisi pandemi covid19 saat ini membuat pemakaian antiseptik tangan meningkat, bahan alam perlu dikembangkan karena relatif lebih murah, aman, efektif, dan mudah didapat. Labu kuning merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung berbagai zat aktif yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi untuk kulit yaitu saponin, flavonoid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode maserasi. formulasi sediaan hand sanitizer di buat menjadi 6 formula, yang menggunakan zak aktif labu kuning (cucurbita moschata). Formula 5%, formula 8%. Formula 12%, formula 15% dan 20% hand sanitizer gel. Evaluasi yag dilakukan dalam penelitian pada gel yaitu uji organoleptis, uji homogenitas,iritasi, dan uji pH. Hasil dan penelitian yang didapatkan dari hand sanitizer gel labu kuning (cucurbita moschata). Kosentrasi penghambat bakteri terbaik terdapat pada konsentrasi 20%. Homogenitas, Stabil pada suhu ruang, memenuhi standar ph kulit serta tidak mengiritasi
Pengaruh Variasi Lama Ekstraksi Ultrasonik Terhadap Kadar Flavonoid dan Polifenol Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ulfa, Ade Maria; Wardhani, Aulia Gita; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10986

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah jenis bunga dari tanaman Febaceae (polong-polongan) atau suku Papilionceae. Bunga telang memiliki kandungan senyawa kimia seperti tanin, fenol, flavonoid, alkaloid, dan steroid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antikolesterol, antivirus, antihiperlipidemia, antiradang, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu ekstraksi dengan gelombang ultrasonik terhadap kadar flavonoid dan polifenol ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu ekstraksi gelombang ultrasonik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar flavonoid dan polifenol. Hasil terbaik menunjukkan pada waktu 30 menit menghasilkan total flavonoid sebesar 85,13 ± 0,372 mgQE/g ekstrak dan polifenol total sebesar 236,28 ± 5,642 mgGAE/g.Kata kunci : Bunga Telang, Ultrasonik, Flavonoid, Polifenol.
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Secara In Vitro Saprida, Annisa; Lamri, Lamri; Aina, Ganea Qorry
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.11579

Abstract

Penyakit diare merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli sering terkait dengan infeksi saluran pencernaan manusia. Daun pepaya memiliki sifat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ini. Daun pepaya sering digunakan dalam pengobatan tradisional karena mengandung senyawa kimia dengan sifat antiseptik, antiinflamasi, antifungal, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat yang dihasilkan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan pengujian daya hambat ekstrak daun pepaya dengan variasi konsentrasi (5%, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100%). Escherichia coli diinokulasi pada media agar yang telah ditempatkan cakram kertas filter yang diaplikasikan dengan ekstrak daun pepaya. Kontrol positif menggunakan antibiotik kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Metode yang digunakan adalah difusi Kirby-Bauer dengan media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, tidak terbentuk zona hambat yang ditandai dengan adanya zona bening pada bakteri Escherichia coli. Ini menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas antibakteri yang terdeteksi dalam ekstrak daun pepaya terhadap bakteri Escherichia coli. Kesimpulannya, berdasarkan uji zona hambat, tidak ditemukan respons hambatan yang ditandai dengan adanya zona bening pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada semua konsentrasi larutan yang diuji dari ekstrak daun pepaya
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK HIDROETANOL BUNGA KENCANA UNGU (Ruellia tuberosa L.) Salsabilla, Anantha; Saputri, Gusti Ayu Rai; Tutik, Tutik
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10255

Abstract

Tumbuhan kencana ungu (Ruellia tuberosa L.) mengandung banyak senyawa metabolit sekunder yang dapat bermanfaat seperti saponin, glikosida, karotenoid, flavonoid dan fenol yang cukup tinggi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan, Penentuan senyawa utama yang terkandung pada ekstrak bunga kencana ungu (Ruellia tuberosa L.) dan pengujian seberapa besar potensi pemanfaatan sebagai antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektofotometri. Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan perlarut hidroetanol. Hasil uji skrinning fitokimia menunjukan bahwa didalam ekstrak bunga kencana ungu positif mengandung flavonoid, terpenoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Hasil penelitian  didapatkan nilai IC50 ekstrak hidroetanol bunga kencana ungu sebesar 11,4 ppm yang artinya  IC50 < 50 adalah sangat kuat. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis linear merupakan konsentrasi sampel dan % inhibisi diplotkan masing masing pada sumbu x dan y untuk mendapatkan persamaan regresi linier probit, persamaan ini digunakan dalam menentukan IC50. Kesimpulan ekstrak bunga kencana ungu (Ruelliea tuberosa L.) memiliki aktivitas   antioksidan yang sangat kuat.
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Wibowo, Fiko Bradi; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11857

Abstract

Standarisasi simplisia merupakan tahapan penting dalam pengembangan obat bahan alam dari tanaman, dilakukannya standarisasi diperlukan untuk menjamin aspek dari keamanan dan stabilitas ekstrak. Standarisasi simplisia harus dilakukan sebagai penjamin bahwa suatu simplisia tersebut telah terjamin kualitas dan mutunya. Standarisasi dalam menjamin keseragaman mutu dari bahan alam yang diformulasikan dalam suatu sediaan farmasi diperlukan untuk menjamin keseragaman mutu produk. Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) dari beberapa penelitian menunjukkan tinggi akan antioksidan, bahkan lebih dari umbinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter nonspesifik dari standarisasi mutu simplisia kulit bawang merah (Allium cepa L.) apakah memenuhi persyaratan standarisasi simplisia Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sortasi basah, maserasi pada pelarut klorofom, akuades, etanol 96%, dan metode gravimetri. Hasil penelitian didapat susut pengeringan hasil 0,171% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 10%, kadar abu total 3,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 3,0%, kadar abu tidak larut asam 1,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak lebih dari 1.0%, kadar sari larut air 8,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak kurang dari 5,0%, dan kadar sari larut etanol 12,0% standar Farmakope Herbal   Indonesia Tidak kurang dari 4,0%.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAN LIP CREAM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN SARI BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Fatmawati, Rindi; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17785

Abstract

Kosmetik dibagi menjadi dua jenis yaitu skincare dan dekoratif. Salah satu kosmetik dekoratif yang paling terkenal yaitu pewarna bibir. Warna merupakan hal yang paling utama dalam formulasi sediaan kosmetika khususnya dalam sediaan kosmetik dekoratif. Kandungan brazilin pada secang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami serta kandungan asam glutamat dan sukrosa pada buah tomat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kelembaban bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat dapat dijadikan pewarna alami dan pelembab bibir, serta untuk mengetahui perbedaan warna konsentrasi dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Kayu secang diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% selama 3X24 jam, sementara buah tomat hanya diambil sari buahnya. Kemudian dilakukan skrining fitokimia pada ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Lip cream dibuat dalam 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang F1 2%, F2 4%, dan F3 6%, untuk konsentrasi tomat semua formulasi menggunakan konsentasi 5%. Kemudian sediaan lip cream dilakukan uji sifat fisik dengan hasil telah memenuhi syarat, seperti uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (F0 6,40, F1 6,34, F2 6,37, F3 6,42), uji daya sebar (F0 5,70 cm, F1 5,73 cm, F2 5,63 cm , F3 5,76 cm), uji daya oles, uji stabilitas, dan uji kesukaan. Pada uji stabilitas lip cream mengalami perubahan, lip cream stabil dan tidak mengalami perubahan setelah minggu ke-4 sampai dengan bulan ke-3. Pada uji kesukaan F2 dipilih sebagai formulasi yang paling banyak disukai panelis.