cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
fariz.nizar.lukman@gmail.com
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
fariz.nizar.lukman@gmail.com
Editorial Address
Dusun Cimangu RT 09 RW 03 Desa Pamanukan Hilir Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang Jawa Barat
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Merdeka Indonesia Jurnal International
  • MerdekaIndonesiaJournalInternati
  • Website
ISSN : -     EISSN : 27979326     DOI : -
Merdeka Indonesia Journal International (MIJI) is a journal with a scientific family in the general field, the scope of this journal is not limited to any scientific family, you can submit journals to the Independent Indonesia Journal International, for publications in June - July 2021, you will get a cost cut to upload to the journal. Merdeka Indonesia Journal International (MIJI). Journal Copyright Protected By Merdeka Indonesia Institute, Journal is Open Access.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 204 Documents
ETIKA BERKOMENTAR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK MENURUT PERSPEKTIF ISLAM DALAM MENGHINDARI PROVOKASI DAN PERPECAHAN Himatis Sholihah, Naila; Nadaniati; Fachreza, Raja; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.212

Abstract

Media sosial telah menjadi platform utama untuk komunikasi, namun sering digunakan tanpa memperhatikan etika, sehingga memicu penyebaran hoaks, komentar provokatif, dan perpecahan sosial. Dalam perspektif Islam, etika komunikasi menekankan nilai-nilai seperti kejujuran (shidq), tabayyun (verifikasi informasi), dan qaulan layyinan (perkataan yang lembut) sebagai panduan untuk mencegah konflik dan menjaga harmoni. Penelitian ini, menggunakan metode studi pustaka, menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip ini dapat mengurangi dampak negatif dari komunikasi digital. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam penggunaan media sosial dapat menciptakan lingkungan interaksi yang lebih positif dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama dalam menerapkan etika komunikasi di era digital, termasuk anonimitas pengguna, arus informasi yang cepat, dan kurangnya kesadaran moral. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital berbasis nilai-nilai agama untuk membangun kesadaran etis dalam berkomunikasi. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam interaksi media sosial, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menciptakan lingkungan digital yang harmonis, bebas dari provokasi, dan mendukung keharmonisan sosial.
KEBEBASAN PERS DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANTARA HAK PUBLIK DAN ETIKA KEAGAMAAN Dwi prayoga, Galih; Utami, Nida; Nisrina, Salwa; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.214

Abstract

Kebebasan pers merupakan salah satu pilar penting demokrasi, namun dalam Islam, konsep ini dipadukan dengan tanggung jawab moral dan etika keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebebasan pers dalam perspektif Islam, terutama terkait hubungan antara hak publik dan etika keagamaan, serta implementasinya di Indonesia pasca-reformasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang berfokus pada analisis literatur terkait prinsip kebebasan pers dalam Islam dan regulasi kebebasan pers di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan pers dalam Islam tidak hanya sebagai hak, tetapi juga sarana dakwah untuk menyampaikan kebenaran dan keadilan, sesuai dengan prinsip Al-Qur'an dan hadis. Di Indonesia, kebebasan pers telah berkembang dengan jaminan hukum seperti Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, tetapi masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan akses, diskriminasi sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Dalam Islam, kebebasan pers memiliki batasan yang bertujuan untuk menjaga harmoni sosial dan melarang penyebaran informasi yang tidak benar atau merugikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara nilai demokrasi dan prinsip keagamaan dalam kebebasan pers, sehingga pers dapat menjadi instrumen yang bertanggung jawab dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.
TIKTOK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI ERA REVOLUSI SOCIETY 5.0: TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENYEBARAN NILAI-NILAI ISLAM Fais Bachtiar, Junda; Hidayat, Imam; Zain, Salma; Agilah , Wanda
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.226

Abstract

Revolusi Society 5.0 menandai era transformasi digital yang mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk menyebarkan dakwah Islam. TikTok, yang awalnya dikenal sebagai aplikasi hiburan, sekarang dapat berubah menjadi media sosial yang efektif untuk dakwah. TikTok memungkinkan pesan agama disampaikan dengan cara yang kreatif, menarik, dan relevan, khususnya bagi generasi muda, berkat fitur interaktifnya, seperti video pendek, komentar, duet, dan tantangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur yang berfokus pada pengumpulan, analisis, interpretasi data dari berbagai sumber literatur terkait, seperti jurnal ilmiah, artikel, laporan dan data digital lainnya yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TikTok sebagai media dakwah di era Revolusi Society 5.0.Penelitian menunjukkan bahwa TikTok dapat digunakan dalam dakwah dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif, seperti menggunakan humor, skenario kehidupan sehari-hari, dan visual yang menarik, yang dapat membuat pesan agama lebih menarik. TikTok juga menciptakan komunitas virtual yang aktif di mana pengguna dapat mempelajari nilai-nilai Islam dan berbagi pengalaman.TikTok dapat menjadi alat dakwah yang inovatif dan efektif untuk mendukung upaya dakwah Islam di era internet jika digunakan dengan benar. Transformasi digital ini meningkatkan jangkauan dakwah dan membuatnya lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang hidup dalam arus teknologi. TikTok menawarkan peluang baru untuk dakwah Islam yang kreatif dan kontekstual di era Revolusi Society 5.0.
NILAI-NILAI ISLAM DALAM MENJAGA ETIKA JURNALISTIK DI MEDIA MUSLIM: STUDI SUARA ISLAM.ID (SI ONLINE) Swahadini, Qonita Rahma; Faoziyah, Siti; Ma'mun, Sahal; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.231

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai Islam dalam menjaga etika jurnalistik di media Muslim, dengan berfokus pada Suara Islam.id (SI Online). Melalui analisis konten, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam praktik jurnalistik SI Online, serta menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut membantu menjaga etika jurnalistik. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, dan amanah menjadi dasar dalam proses pengumpulan, penyuntingan, dan penyebaran informasi di SI Online. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam berperan penting dalam menjaga independensi, objektivitas, dan akuntabilitas jurnalistik, serta dalam membangun kepercayaan publik terhadap media muslim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan etika jurnalistik dalam media muslim, serta mendorong penerapan nilai-nilai Islam dalam praktik jurnalistik secara lebih optimal.
POLA INTERAKSI SOSIAL EDUKATIF DALAM PROGRAM “BINA KARAKTER ISLAMI” DI SMP AL-IRSYAD CILACAP Prayoga, Hendhi; Ningsih, Tutuk
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.237

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh semakin mencuaknya berbagai macam kasus penyelewengan perilaku khususnya pada anak-anak dan remaja. Kasus-kasus seperti pencurian, seks bebas, tawuran pelajar sudah sangat ramai terjadi diseluruh daerah. Tentunya penyelewengan tersebut tidak bisa terus didiamkan, perlu ada suatu usaha yang dapat mengembalikan anak-anak dan remaja pada fitrahnya. Pendidikan menjadi salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari penyelewengan perilaku. Dalam pendidikan, interaksi sosial menjadi salah satu kunci agar pendidikan dapat mencapai tujuannya dengan baik. Pendidikan tidak boleh focus hanya pada aspek akademisnya saja, tapi aspek pembentukan karakter siswa juga harus diperhatikan. Selain pembelajaran didalam kelas, kegiatan-kegiatan pendukung lain juga dapat membentuk karakter siswa, seperti kegiatan program “Bina Karakter Islami” Maka penelitian ini hadir untuk mengungkap berbagai macam pola interaksi sosial edukatif yang muncul dalam proses pendidikan, khususnya dalam program “Bina Karakter Islami” yang dicanangkan oleh SMP Al-Irsyad. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tiga pola interaksi sosial edukatif yang muncul di dalam program “Bina Karakter Islami” yaitu pola komunikasi satu arah, dua arah, dan tiga arah. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa program “Bina Karakter Islami” bisa dijadikan usaha untuk dapat mencetak karakter siswa yang terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan.
MENELUSURI JEJAK MEDIA ISLAM : DARI MASA KLASIK HINGGA ERA DIGITAL Ingtias, Etika Nur; Khasanah, Alfiatun; Indah Maisyaroh, Niken; Amania Fatihah, Salesia; Nur Haliza, Vebi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.238

Abstract

Evolusi media Islam dari era klasik ke era digital menyoroti pentingnya media dalam mempromosikan pendidikan dan nilai-nilai Islam. Sejak awal Islam, media telah berperan sebagai sarana komunikasi yang penting, mulai dari tulisan Nabi Muhammad SAW hingga penggunaan teks berupa Al-Qur'an dan hadis. Pada zaman klasik, manuskrip dan karya ulama dijadikan sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Perkembangan media cetak pada abad ke-15 memungkinkan penyebaran informasi lebih luas melalui kabar dan majalah surat. Era kontemporer telah menyaksikan munculnya radio dan televisi sebagai alat penyebaran dakwah yang efektif. Pada abad kedua puluh satu, internet telah merevolusi cara umat Islam berinteraksi dengan informasi melalui media sosial dan platform digital lainnya. Kajian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi media Islam di era internet, seperti hoaks dan ekstremisme, serta bagaimana media harus beradaptasi agar tetap relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan studi kepustakaan untuk menganalisis pertumbuhan media Islami dan dampaknya terhadap identitas Islam dan solidaritas umat manusia di seluruh dunia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran media dalam mendorong pembangunan manusia dan menyoroti isu-isu yang perlu ditangani di era digital.
MORALITAS PENGGUNA MEDIA SOSIAL X (TWITTER) DALAM PERSPEKTIF FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nugroho, Muhammad Agung; Syarifah, Imroatun; Zulfia, Salima Aini; Permatasari, Nurul Indah; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.240

Abstract

Meningkatnya interaksi pengguna media sosial X (Twitter) dan pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat menjadi perhatian peneliti. Pentingnya penelitian ini terletak pada perlunya pemahaman moralitas pengguna dalam konteks fatwa ulama Indonesia, memberikan panduan etika dalam berkomunikasi di dunia maya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh fatwa ulama terhadap perilaku moral pengguna Twitter seperti respon netizen mengenai konten agama, terhadap masalah sosial dan isu politik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, untuk menganalisis pengaruh platform media sosial X terhadap moral dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa ulama berperan penting dalam membentuk norma dan etika pengguna Twitter, di mana banyak pengguna yang merujuk pada fatwa sebagai pedoman dalam berperilaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fatwa ulama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman religius, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran moral di kalangan pengguna media sosial. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak lebih lanjut dari fatwa terhadap perilaku pengguna di platform lain serta strategi untuk meningkatkan implementasi fatwa dalam interaksi sehari-hari di media sosial.
HEGEMONI MEDIA DALAM ISU PEMBANGUNAN IKN (STUDI PADA MEDIA TEMPO.CO DAN DETIK.COM) Aliyah, Putri Nurul; Fitriyani, Desti Syefi; Sukma Anugrah, Nur Aidha; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.243

Abstract

Perencanaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur telah memicu diskursus politik dan sosial yang luas di Indonesia. Media massa, khususnya portal berita online seperti Tempo.co dan Detik.com, memainkan peran penting dalam membingkai isu ini. Tempo.co dikenal dengan pendekatan analitis dan kritis, menyoroti tantangan serta risiko pembangunan IKN, sedangkan Detik.com cenderung menekankan berita terkini dan perkembangan positif, membentuk persepsi optimis di kalangan pembaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing untuk memahami bagaimana kedua media membingkai isu pembangunan IKN. Temuan menunjukkan adanya pengaruh signifikan kepentingan politik dalam pemberitaan, di mana Detik.com lebih mendukung narasi pemerintah dan partai politik pro-pembangunan, sedangkan Tempo.co lebih kritis terhadap isu struktural dan potensi konflik. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik terkait kebijakan pemerintah. Dengan menganalisis dua media berbeda, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika media dalam konteks politik dan ekonomi di Indonesia, serta hegemoni media dalam membentuk narasi publik terkait proyek pembangunan yang signifikan ini.
UJI MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PUDING KOMBINASI DAUN KATUK (Sauropus androgunus (L.) Merr.) DAN BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) Prasdiantika, Ricka; Apriani Margantari, Faradia; Tolkhah, Ronal
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.245

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Penderita diabetes melitus dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari tanaman daun katuk dan buah alpukat. Daun katuk dan buah alpukat dapat dikombinasikan dalam sediaan jeli seperti puding untuk meningkatkan daya tarik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan puding kombinasi daun katuk dan buah alpukat (FI 25:75; FII 50:50, dan FIII 75:25) dan mengetahui organoleptik, kandungan flavonoid, dan aktivitas antioksidan sediaan. Uji organoleptik yang dilakukan meliputi tekstur, aroma, warna, dan rasa. Uji kandungan flavonoid menggunakan uji reaksi warna. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji organoleptik sebagai berikut: tesktur FI, FII, dan FIII yaitu kenyal; aroma FI, FII, dan FIII adalah khas daun katuk; puding FI berwarna hijau, FII dan FIII berwarna hijau tua; FI berasa sedikit manis, FII berasa hambar, dan FIII berasa sedikit pahit. Hasil uji organoleptik FI, FII, dan FIII telah sesuai dengan standar mutu jeli SNI 01-3552-1994. Hasil uji reaksi warna FI, FII, dan FIII yaitu positif mengandung flavonoid. Nilai IC50 FI sebesar 39,96 ppm termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Nilai IC50 FII sebesar 67,24 ppm dan nilai IC50 FIII sebesar 86,52 ppm sehingga FII dan FIII masuk dalam kategori antioksidan kuat. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, semakin sedikit daun katuk yang digunakan (semakin banyak buah alpukat yang digunakan), semakin tinggi aktivitas antioksidan yang dihasilkan sediaan.
EKSISTENSI INSTAGRAM DALAM MENCIPTAKAN MASYARAKAT INFORMATIF BERBASIS AKIDAH ISLAM zahro, Fatimatuz; Khairun Nisa, Anggarani; Dewi Salamah, Aini; Khotimah, Nurul
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.247

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana Instagram dapat berfungsi sebagai alat yang kuat untuk menciptakan masyarakat yang lebih informatif dan berbasis akidah Islam di era digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis konten dari akun-akun Instagram terpilih seperti @dawuhguru, @kafalahdakwah.id, @sedekahonlinedotcom, @an.nashihah.daily, @risalahdakwah.id @dakwah_tauhid dan @kajiansalafiofficial yang fokus pada penyebaran ajaran Islam. Penelitian mengeksplorasi bagaimana akun-akun tersebut berkontribusi dalam pendidikan keagamaan dan interaksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa banyak akun di Instagram berhasil meningkatkan interaksi antara pengelola dan audiens melalui konten yang menarik, seperti video, infografis, dan kutipan inspiratif. Namun, tantangan tetap ada, termasuk penyebaran informasi yang tidak akurat dan kesulitan sebagian pengguna dalam memahami konteks ajaran Islam. Dengan memanfaatkan Instagram secara bijak, kita dapat membantu masyarakat lebih memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyoroti potensi media sosial dalam dakwah dan pendidikan keagamaan, serta pentingnya meningkatkan literasi media di kalangan pengguna agar informasi yang diterima lebih berkualitas.