cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2" : 50 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK P PADA TANAH PMK Rohmad, Rohmad; Listiawati, Agustina; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74427

Abstract

Kubis bunga merupakan sayuran yang mempunyai nilai ekonomis dan prospek yang baik untuk dibudidayakan. Pengembangannya di Kalimantan Barat cukup baik dikarenakan sudah tersedianya varietas yang sesuai. Kalimantan Barat mempunyai lahan podsolik merah kuning(PMK) yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya kubis bunga. Pemanfaatan lahanPMK sebagai media tumbuh kubis bunga dihadapkan pada beberapa permasalahan sepertitingkat kesuburan dan produktivitas tanah rendah. Pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P merupakan upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah sehingga dapat digunakan untuk budidaya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang ayam dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan dengan menggunakan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor (a) pemberian pupuk kandang ayam terdiri atas 3 taraf yaitu; a1 = 20 ton/ha, a2 = 30 ton/ha, a3 = 40 ton/ha. Faktor (p) pemberian SP-36 terdiri atas 3 taraf yaitu; p1 = 200 kg/ha, p2 = 250 kg/ha, p3 = 300 kg/ha. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat krop dan diameter krop kubis bunga. Variabel tambahan yaitu suhu, kelembaban udara, curah hujan, pH tanah, porositas dan bobot isi tanah PMK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan pupuk P 200 kg/ha merupakan dosis efektif yang dapat digunakan untuk budidaya kubis bunga pada tanah PMK.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Anggara, Rudi; Rahayu, Sri; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74503

Abstract

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan salah satu ikan yang berasal dari Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera (Kottelat dkk., 1993). Di Kalimantan Barat budidaya ikan jelawat di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan Jelawat yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) dari kolam yang berada di tempat kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat, Penelitian akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL, Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dilakukan menggunakan termometer air raksa yang dicelupkan langsung ke dalam perairan, kemudian biarkan hingga kurang lebih 2 menit dan di catat hasilnya Pengukuran pH perairan dilakukan menggunakan pH indikator dengan mencelupkan pH meter kedalam kolam, Pengukuran DO dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut akan terlihat pada monitor DO Meter. identifikasi parasit pada ikan jelawat dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menyerang   ikan jelawat yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang ikan. Prevalensi ikan jelawat kolam I yaitu 32% termasuk kategori umumnya dan infeksi sedang, pada kolam II yaitu 24% termasuk kategori sering dan infeksi sangat sering dan pada kolam III yaitu 8% termasuk kategori sering dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 Ind/ekor, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius djambal) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Aguilera. R, Agnes Rossiana; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74536

Abstract

Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kulit. Di Kalimantan Barat budidaya ikan patin salah satunya dilakukan di UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan patin (Pangasius djambal) di kolam budidaya. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kalimantan Barat dan Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode purposive sampling yang dilakukan disetiap kolam berdasarkan ukuran ikan. Hasil pengamatan ditemukan satu jenis ektoparasit. Jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan patin (Pangasius djambal) adalah Dactylogyrus sp ditemukan pada organ insang ikan. Prevalensi yang diperoleh selama penelitian pada kolam I yaitu 10% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam kategori infeksi sering, kolam II yaitu 25% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi sering, kolam III 35 % menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi biasa. Nilai intensitas kolam I yaitu 1,5 kategori rendah, kolam II yaitu 1,8 kategori rendah dan kolam III yaitu 2,14 kategori rendah, nilai intensitas dengan kategori yang rendah merupakan infeksi yang belum berdampak merugikan bagi ikan. Kualitas air di kolam budidaya UPT-PBAPL Kalimantan Barat selama penelitian berada dalam kisaran normal dan mendukung untuk kelangsungan hidup ikan, dengan rata-rata suhu berkisar 29,1-29,60C, pH 6,4-6,8, DO 4,2-5,6 mg/L
STRUKTUR POPULASI IKAN DURI (ARIUS MACULATUS) HASIL TANGKAPAN NELAYAN YANG DIDARATKAN DI TPI JUNGKAT KABUPATEN MEMPAWAH Katherive, Katherive; Hadinata, Fitra Wira; Soetignya, Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70412

Abstract

Ikan duri merupakan salah satu komoditas hasil tangkapan utama di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Ikan duri adalah salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis penting dan permintaan pasar terhadap ikan duri tergolong tinggi sehingga upaya penangkapan terhadap ikan duri terus meningkat. Adanya kegiatan penangkapan ikan duri atau ikan manyung yang dilakukan terus menerus tanpa adanya suatu usaha pengaturan, maka dapat mempengaruhi keberadaan dan mengubah status stok sumberdaya ikan duri  tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi ikan duri (Arius maculatus) yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang dan berat, laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Penelitian ini dilakukan pada  bulan April-Mei yang berlokasi di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel yang digunakan yaitu  126  ekor ikan dengan kisaran panjang 13-20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan duri (Arius maculatus) yang tertangkap terdiri dari 4 macam  kelas  ukuran dan tergolong dalam kelompok umur ikan  remaja. Hubungan panjang dan berat ikan duri bersifat  allometrik negatif  dengan nilai panjang asimptot (L∞) sebesar 34,40  cm  dan  koefisien laju pertumbuhan  sebesar  0,28 cm.  Nilai laju mortalitas total (Z)  3,61 pertahun, mortalitas alami (M) 0,74 per  tahun  dan  mortalitas penangkapan (F) 2,87 per  tahun,  serta nilai  laju eksploitasi (E) 0,79 per  tahun.    
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DI DUA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH Setiawan, Harry Radot; Wasi'an, Wasi'an; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi antara pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang lebih baik, dengan kedalaman muka air tanah yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Petak Berjalur (Split Blok), yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan masing-masing perlakuan. Faktor pertama (main plot) yaitu kedalaman muka air tanah yang terdiri dari 20 dan 30 cm, dan faktor kedua (sub plot) yaitu kombinasi pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang terdiri dari pupuk kandang ayam + varietas Larissa, pupuk kandang kambing + varietas Larissa, pupuk kandang + varietas Snow White, dan pupuk kandang kambing + varietas Snow White. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun per tanaman, berat segar tanaman, berat kering tanaman, kemunculan bunga, diameter krop, dan berat segar krop. Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan yang meliputi pH tanah, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk kandang dan varietas Larissa menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik daripada kombinasi pupuk kandang dan varietas Snow White pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air dan kedalaman muka air tanah 30 cm menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik dari 20 cm pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NUTRISI AB-MIX DAN REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK Firmana, Firmina Murniati; Nurjani, Nurjani; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77272

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi AB-mix dan pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta mendapatkan kombinasi AB-Mix dan POC pupuk organik cair rebung bambu yang terbaik bagi tanaman seledri yang ditanam secara hidroponik dengan media cocopeat dan arang sekam. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC rebung bambu. Perlakuan kombinasi AB mix dan POC rebung bambu terdiri dari 8 perlakuan, 4 ulangan, 3 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah ; p1: 100% AB-Mix, p2 : 90% AB-Mix + 10% POC Rebung Bambu, p3 : 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu, p4 : 70% AB-Mix + 30% POC Rebung Bambu, p5 : 50% AB-Mix + 50% POC Rebung Bambu, p6 : 30% AB-Mix + 70% POC Rebung Bambu, P7 : 20 % AB-Mix + 80% POC Rebung Bambu dan P8 : 10 % AB-Mix + 90% POC Rebung Bambu. Variabel pengamatan terdiri dari; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan), berat segar tanaman (g), volume Akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Variabel tambahan terdiri dari; suhu udara ( °C) dan kelembaban udara relatif (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu merupakan dosis kombinasi terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman seledri secara hidroponik.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH LAHAN SAWAH PASANG SURUT DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Muharram, Reza; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76687

Abstract

Kebutuhan pangan nasional terutama beras meningkat disetiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. pengembangan pertanian pada lahan rawa pasang surut merupakan salah salah satu upaya dalam menjawab tentang peningkatan produksi pertanian yang makin kompleks. Karakteristik yang menjadi masalah pada lahan pasang surut sebagai lahan pengembangan pertanian yaitu kemasaman tanah yang rendah, ketersedian unsur hara yang relatif rendah terutaman hara Nitrogen, Fospor, Kalium dan   Kejenuhan basa sedangkan kandungan Al dan Fe tinggi Oleh sebab itu, penelitian ini perlu dilakukan guna mengatasi masalah kesuburan pada lahan pasang surut untuk budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi kesuburan tanah serta saran dosis pemupukkan tanaman padi pada lahan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah pada ketiga lokasi termasuk dalam kriteria rendah. Berasarkan hasil perhitungan pupuk si semua lokasi penelitian yaitu lahan A pupuk Urea sebanyak 249,80 kg/ha, SP-36 sebanyak 100kg/ha, dan KCl sebesar 0 kg/ha dan Jerami 50 kg/ha, pada lahan B pupuk Urea sebanyak 245,97 kg/ha dan Jerami 50 kg/ha, SP-36 sebanyak 50 kg/ha. Lahan C untuk pupuk Urea 135 kg/ha, SP-36 sebanyak 100kg/ha, dan KCl sebnyak 0 kg/ha, dan Jerami 50 kg/ha.
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PEMUPUKAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA COCOPEAT Betalia, Betalia; Hernowo, Kukuh; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77249

Abstract

Tomat memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dalam sistem urban farming. Penggunaan cocopeat sebagai media tanam dapat memberikan solusi praktis dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas pertanian dilingkungan perkotaan. Cocopeat memiliki keterbatasan unsur hara yang membuatnya kurang ideal untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu, usaha   mengatasi keterbatasan unsur hara, sifak fisik dan kimia yang kurang ideal dari cocopeat diperlukan penambahan material tambahan seperti pupuk kandang, biochar maupun pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada media cocopeat. Penelitian dilaksanakan dilahan Asrama Kabupaten Bengkayang Jl. Sepakat II,mulai bulan september "“   november 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis NPK 400 kg/ha, 600 kg/ha, 800 kg/ha dan waktu pemupukan 1 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam, 14 minggu setelah tanam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, volume akar dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis dan waktu pemupukan NPK tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media cocopeat.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Silalahi, Ferdinand Krismanto; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73820

Abstract

Peningkatan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Permasalahan utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial yaitu rendahnya ketersediaan unsur hara bagi tanaman yang diakibatkan keasaman tanah, serta sistem budidaya tanaman yang terus menerus menggunakan pupuk anorganik. Upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik yaitu dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung pada bulan April 2023 "“ Mei 2023. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan yang masing - masing perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga jumlah sampel perlakuan keseluruhan sebanyak 75 sampel tanaman/polybag. Perlakuan terdiri dari : a1 = konsentrasi pupuk 6 ml/l, a2 = konsentrasi pupuk 8 ml/l, a3 = konsentrasi pupuk 10 ml/l, a4 = konsentrasi pupuk 12 ml/l dan a5 = konsentrasi pupuk 14 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, maka diperoleh konsentrasi POC yang paling efektif dalam penelitian ini adalah dengan konsentrasi POC 10 ml/l.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM DAN KALSIUM PADA TANAH GAMBUT Sari, Rinda; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70607

Abstract

Respon Pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemupukan kalium dan kalsium pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari sebagai bumbu utama. Usaha untuk meningkatkan produksi agar lebih tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha ektensifikasi. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media dalam budidaya dihadapkan pada kendala yaitu sifat kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah gambut agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah adalah dengan memberikan pupuk kalium dan kalsium ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan kalsium serta untuk mendapatkan kombinasi dosis terbaik untuk keseimbangan hara terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 30 November 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor pupuk kalium yaitu a1 = 1,2 g/polybag, a2 = 1,8 g/polybag dan a3 = 2,4 g/polybag dan faktor pupuk kalsium yaitu b1 = 5 g/polybag, b2 = 6 g/polybag dan b3 = 7 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman,   jumlah daun , jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk kalium dan pupuk kalsium belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Pemberian pupuk kalium pada dosis 2,4 g/polybag mampu mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman umur 5 MST dan jumlah daun umur 6 MST. Pemberian pupuk kalsium pada dosis 7 g/polybag memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman umur 5-6 MST. Pada hasil bawang merah menunjukkan pemberian pupuk kalium dan kalsium belum mampu meningkatkan hasil bawang merah pada tanah gambut.