cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2" : 31 Documents clear
PENGARUH PUPUK HIJAU LIMBAH SAWI DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subekti, Bagus Cahyo; Susana, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88395

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman sayuran buah yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi manusia. Tanah podsolik merah kuning sebagai media tumbuh tomat dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya rendahnya bahan organik, strukturnya pejal, serta unsur hara yang rendah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dapat   melalui perbaikan media tumbuh diantaranya dengan pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan konsentrasi terbaik serta untuk mengetahui interaksi dari pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah (PMK). Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Maret-Juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau limbah sawi (P) yang terdiri dari 3 taraf   p1= 10 ton/ha, p2= 14 ton/ha, p3= 19 ton/ha, dan faktor kedua pupuk hayati (H) yang terdiri dari 2 taraf h1= tanpa pupuk hayati, h2= 10 ml/â„“ pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah podsolik merah kuning. Pupuk hijau limbah sawi dosis 19 ton/ha dan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/â„“, merupakan dosis dan konsentrasi terbaik variabel tinggi tanaman 4 MST, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA RABAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Irwanto, Ignasius; Suyatno, Adi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89928

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padisawah di Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.Teknik penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Jumlah populasi sebanyak 264 petani dengan sampel sebanyak 72 petani, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi, data diolah menggunakan program SPSS kemudian dianalisis menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan faktor produksi pupuk Urea, pupuk NPK, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyataterhadap produksi padi sawah di Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN MAGNESIUM PADA TANAH GAMBUT Delvi, Ainun; Anggorowati, Dini; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88980

Abstract

Kubis bunga atau sering juga disebut sebagai kembang kol  (Brassica oleracea var. Botrytis L.)  merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae dengan bunga putih, dan berupa tanaman berbatang lunak.  Pupuk kotoran ayam merupakan sumber amelioran untuk mengurangi porositas pada tanah gambut selain sebagai sumber hara, Sedangkan magnesium merupakan unsur hara penting untuk pembentukan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mendapatkan dosis interaksi pemberian pupuk kotoran ayam dan magnesium yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah gambut.  Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura yang dilakukan pada bulan Juni  sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu Pupuk Kotoran Ayam (P) dan Magnesium (M), masing-masing perlakuan terdiri dari 3 taraf perlakuan, 3 ulangan dan 4 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 108 tanaman. Adapun taraf perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini  sebagai berikut; Faktor Pukan Ayam yaitu p1 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha, p2 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha, p3 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha, Faktor Pupuk Magnesium yaitu m1 = Pupuk magnesium 50 kg/ha, m2 = Pupuk magnesium 100kg/ha, m3 =  Pupuk magnesium 150kg/ha.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Uji F taraf 5%. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan.Variabel yang diamati didalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, diameter krop  dan berat segar krop, serta dilakukan juga pengamatan terhadap kondisi lingkungan penelitian meliputi: pH tanah, suhu udara, kelembapan udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dan pupuk magnesium 150 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kubis bunga pada tanah gambut.
PENGARUH LIMBAH SOLID KELAPA SAWIT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) PADA TANAH ALUVIAL Credo, Owen Saputra Michael; Susana, Rini; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90054

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi sebagai campuran bumbu masak. Pengembangan komoditas bawang merah di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Pemberian Solid kelapa Sawit sebagai pupuk organik dapat memperbaiki sifat tanah aluvial yang pejal menjadi remah serta meningkatkan porositasnya menjadi lebih baik, adapun pemberian pupuk NPK diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis terbaik Solid Kelapa Sawit dan NPK, serta mencari dosis interaksi Solid Kelapa Sawit dan NPK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan dari bulan September 2023 sampai November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian solid kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 = 20 ton/ha, s2 = 30 ton/ha dan s3 = 40 ton/ha dan Faktor kedua yaitu pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha dan p3 = 400 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi perumpun, berat segar umbi dan berat kering angin umbi perumpun. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi Solid Kelapa Sawit 30 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR PADA MEDIA GAMBUT Januaresty, Dzulsalina; Sasli, Iwan; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89034

Abstract

Kecipir merupakan tanaman polong-polongan yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Tanaman ini dapat beradaptasi pada berbagai jenis media tanam salah satunya media gambut. Gambut sebagai media tanam memiliki permasalahan pada tingkat kesuburan yang rendah dan pH yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi pada gambut. Upaya perbaikan yang dapat diberikan adalah tepung cangkang telur sebagai amelioran dan pupuk kandang ayam sebagai penyedia unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam, menganalisis pengaruh tepung cangkang telur dan menganalisis pengaruh pupuk kandang ayam terhadap kecipir pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari bulan April 2024 hingga Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah tepung cangkang telur yang terdiri dari dosis 14 ton/ha, 20 ton/ha dan 25 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam yang terdiri dari dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering, panjang buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tepung cangkang telur 20 ton/ha dan pupuk kandang ayam 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada kecipir di media gambut.
PENGARUH PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Fitriani, Nur; Sulistyowati, Henny; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89268

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu tanaman sayuran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi manusia. Tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya kandungan bahan organik rendah, strukturnya pejal, pH rendah, serta unsur hara rendah. Upaya dalam mengatasi permasalahan tanah tersebut adalah dengan menambahkan arang sekam padi dan pupuk guano, arang sekam padi bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah,  pupuk guano bertujuan untuk menyediakan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dan mengetahui interaksi dari pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Mahasiswa Bengkayang, Bansir Darat, Pontianak Tenggara dan dilaksanakan pada bulan april-juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah arang sekam padi (a) yang terdiri dari 3 taraf a1= 5 ton/ha, a2= 10 ton/ha, a3= 15 ton/ha dan faktor kedua pupuk guano (g) yang terdiri dari 3 taraf g1= 5 ton/ha, g2= 10 ton/ha, g3= 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Arang sekam padi dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel jumlah cabang dan pupuk guano 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering, jumlah cabang dan jumlah buah.  
RESPON PERTUMBUHAN HASIL LOBAK MERAH (Raphanus raphanistrum) TERHADAP PEMBERIAN BOKASI LIDAH BUAYA DAN FOSFAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Junianti, Clara Magdalena; Hadijah, Siti; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89917

Abstract

Lobak merah (Raphanus raphanistrum) merupakan tanaman semusim berupa perdu berakar tunggang yang bisa dikonsumsi sebagai sayuran, dapat juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan dan digunakan sebagai bahan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis terbaik dari interaksi pemberian bokasi lidah buaya dan pupuk fosfat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor bokasi lidah buaya (b) dan pupuk fosfat (p) terdiri dari 3 taraf dengan masing-masing perlakuan sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga terdapat 81unit sampel penelitian. Perlakuan tersebut yaitu: u b1 = 25 g/polybag, b2 = 50 g/polybag, b3 = 75 g/polybag, p1= 0,5 g/polybag, p2 = 1 g/polybag dan p3 = 1,5 g/polybag. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan bokasi lidah buaya, persiapan tempat penelitian, persiapan media tanam, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Variable pengamatan meliputi: jumlah daun (helai), Panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar umbi (g), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa jumlah daun terbanyak berjumlah 2 helai setelah 2 mst.
Uji Efektivitas Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Akar Bambu Terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung di Tanah Aluvial Sari, Rizka Mawaddah; Suswati, Denah; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Aluvial merupakan suatu lahan yang sering atau baru mengalami banjir, sehingga dianggap tanah yang masih muda dan belum mengalami differensiasi horison. Jagung menghendaki tanah yang subur untuk dapat berproduksi dengan baik. Bakteri PGPR berperan sebagai biofertilizer, biostimulan, dan juga melindungi tanaman dari serangan patogen. Pemberian PGPR dari akar bambu diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung pada tanah Aluvial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah Aluvial, serta mengetahui dosis PGPR terbaik untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal menggunakan perlakuan PGPR P0 (tanpa PGPR), P1 (10 ml/L), P2 (20 ml/L), P3 (30 ml/L), P4 (40 ml/L). Parameter penelitian yaitu reaksi N-total, P-tersedia, Kdd, C-Organik tanah, pH tanah, tinggi tanaman, dan diameter tanamanPemberian PGPR di tanah aluvial menunjukkan kecenderungan peningkatan terhadap ketersediaan hara K dapat ditukarkan, C "“ Organik, N-Total, P-Tersedia, pH. Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada konsentrasi 40ml/L dapat meningkatkan tinggi tanaman jagung dan diameter batang tanaman jagung masing-masing sebesar 29,45% pada tinggi tanaman dan 19,75% pada diameter batang. Hasil terbaik dari penelitian ini terlihat pada pemberian PGPR pada konsentrasi 40 ml/L.
RESPONS BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KASCING DAN KNO3 PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Valentino, Fernando; Rianto, Fadjar; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89918

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Upaya memperbaiki sifat tanah PMK sebagai media tanam agar mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah adalah dengan memberikan bahan organik berupa kascing. Penambahan kascing diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah, dan pemberian pupuk KNO3 untuk menambah unsur hara pada tanah yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi oleh kascing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian kascing dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bawang merah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung dari tanggal 14 Maret 2024 "“ 14 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kascing (k) k1 = 15 ton/ha kascing, setara dengan 100 g/polybag, k2 = 20 ton/ha kascing, setara dengan 125 g/polybag, k3 = 25 ton/ha kascing, setara dengan 150 g/polybag dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (p) p1 = 250 kg/ha KNO3, setara dengan 1,25 g/polybag, p2 = 350 kg/ha KNO3, setara dengan 1,75 g/polybag, p3 = 450 kg/ha KNO3, setara dengan 2,25 g/polybag. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan kascing dan pupuk KNO3 tidak menyebabkan pengaruh pada semua variable pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam pada tanah PMK. Semua kombinasi dosis kascing dan pupuk KNO3 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang sama besarnya. Anjuran perlakuan kascing dan pupuk KNO3 pada tanaman bawang merah adalah 15 ton/ha kascing yang ditambahkan 250 kg/ha pupuk KNO3.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Randawati, Randawati; Basuni, Basuni; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90997

Abstract

Kale (Brassica oleraceae var. sabellica) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki fisik mirip dengan brokoli dan kubis, tetapi memiliki perbedaan yaitu daun memanjang dan lebih bergelombang di bagian tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair limbah ikan dan dosis biochar kayu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan Jln. Sepakat 2 ujung, Pontianak tenggara, Kalimantan Barat berlangsung pada Juni "“ Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan polybag yang disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah ikan (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l, kemudian faktor kedua yaitu: perlakuan pemberian biochar kayu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu 4 ton/ha, 6 ton/ha, 8 ton/ha. Setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 144 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan biochar kayu berpengaruh terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman kale. Pertumbuhan dan hasil tanaman kale terbaik adalah pada pemberian pupuk organik cair limbah ikan konsentrasi 100 ml/l dan biochar kayu 6 ton/ha dengan rerata berat segar tanaman 441,98 g dan berat kering tanaman 34,74 g.

Page 1 of 4 | Total Record : 31