cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4" : 30 Documents clear
KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN LABI - LABI (AMYDA CARTILAGINEA) DI SUNGAI BELAK DESA SEBADU KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Triponia, Triponia; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.94682

Abstract

Labi - labi (Amyda cartilaginea) is one of the soft-shelled freshwater turtle species that has been included in the vulnerable status by IUCN. The capture of labi - labi is done for consumption and sale without regard to its size, and is not balanced with cultivation efforts, it is feared that it can threaten the sustainability of labi - labi in natural habitats. This study aims to determine the eating habits and food of labi - labi which can later become scientific information for cultivation and conservation activities. This research was conducted during February - March 2025 in Belak River, Sebadu Village, Landak Regency, Kalimantan Province. Data taken in the form of total length, weight, capture time, and type of food. Analysis of eating habits and food of labi - labi was done using the stomach fullness index and the largest part index. The results of the analysis showed that the feeding habits of labi-labi in Belak River were actively foraging at night and their food habits were omnivorous with a food composition consisting of plants (50.53%), mollusca (33.09%), fish (16.20%) and worms (0.18%).
EFEKTIVITAS JAKABA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Nurhidayati, Dayang Windy; Ruliyansyah, Agus; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91514

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersial. Bawang daun digunakan untuk bahan penyedap rasa dan bahan campuran pada beberapa jenis makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial dan mendapatkan dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di halaman asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 2 bulan 22 hari. Penelitian ini menggunakan polybag dengan Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk organik jakaba (J) sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu tidak diberi jakaba dan diberi jakaba. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 72 tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jakaba tidak efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Tidak terdapat dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial.
FORMULASI SELAI LEMBARAN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DENGAN KOMBINASI SUKROSA, FRUKTOSA, DAN STEVIA Widoyo, Nurman Alif; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96134

Abstract

Selai lembaran sebagai modifikasi dari selai oles dapat memenuhi permintaan konsumen terhadap produk selai dengan penyajian yang lebih praktis dan dapat dikonsumsi kapanpun. Umumnya pada pembuatan selai lembaran jambu biji menggunakan pemanis seperti sukrosa, namun penggunaan sukrosa dapat membentuk kristalisasi pada permukaan selai lembaran, sehingga menyebabkan tekstur menjadi tidak kenyal pada selai lembaran. Formulasi pemanis seperti fruktosa dan stevia diharapkan dapat mengurangi kristalisasi pada selai lembaran jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, fruktosa, dan stevia berdasarkan karakteristik sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik didapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Fruktosa 12,5%: Stevia 37,5%. Karakteristik sensori selai lembaran jambu biji dengan penambahan sukrosa, fruktosa, dan stevia terbaik menghasilkan kenampakan selai lembaran jambu biji mengkilap dengan rata-rata 2,57, berwarna merah dengan rata-rata 3,10, agak ada aroma jambu biji dengan rata-rata 2,73, memiliki rasa manis dengan rata-rata 3,33, dan bertekstur kenyal dengan rata-rata 2,47.
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN PADA BEBERAPA ZONA KEBUN RAYA SAMBAS DI KABUPATEN SAMBAS Ananta, Ferdy; Suryadi, Urai Edi; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.67021

Abstract

Kebun Raya Sambas memiliki variabilitas lereng yang cukup beragam. Untuk mengetahui potensi dan mengetahui penghambat dalam pemanfaatan lahannya diperlukan klasifikasi kemampuan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik lahan sesuai parameter kemampuan lahan dan sub kelas kemampuan lahan serta memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan beberapa zona Kebun Raya Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lahan dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey tanah, analisis sampel tanah di laboratorium, dan pencocokan kelas kemampuan lahan. Berdasarkan hasil survey lapangan dan overlay peta terbagi atas delapan satuan lahan yang dibatasi pada lima zona pengelolaan (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), dari hasil klasifikasi terdapat empat sub kelas kemampuan lahan yaitu sub kelas kemampuan lahan IVes seluas 17,03 Ha (10,18 %) yang terdapat pada satuan lahan 2 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vs seluas 61,73 Ha (36,91) yang terdapat pada satuan lahan 1, 4, dan 6 (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vsw seluas 15,64 Ha (9,35 %) yang terdapat pada satuan lahan 5 dan 7 (Zona Riparian), VIIes seluas 72,82 Ha (43,55 %) yang terdapat pada satuan lahan 4 dan 8 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi). Hasil klasifikasi dari sub kelas kemampuan lahan tersebut diberikan tindakan pengelolaan lahan untuk meningkatkan fungsi konservasi lahan di Kebun Raya Sambas, pada sub kelas IVes dapat dilakukan pembuatan teras, saluran bervegetasi dan strip penyangga riparian, sub kelas Vs dapat menggunakan mulsa organik, sub kelas Vsw dapat melakukan pembuatan strip penyangga riparian, sub kelas VIIes dapat dilakukan pembuatan rorak, pembuatan strip cropping, saluran bervegetasi, dan strip penyangga riparian.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN SAPI DAN KAPUR PADA TANAH ALUVIAL Kalvin, Hero; Abdurrahman, Tatang; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.61498

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman pangan yang banyak diminati di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap jagung manis terus meningkat, hingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi jagung manis salah satunya melalui   pemupukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur serta mendapatkan dosis bokashi kotoran sapi dan kapur terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Jalan Pramuka Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan dari bulan Februari-Mei 2022. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran sapi yang terdiri atas 3 taraf :b1= 3 ton/ha setara dengan 0,8 kg/petak, b2 = 5 ton/ha setara dengan 1,4 kg/petak dan b3 = 7 ton/ha setara dengan 2 kg/petak. Faktor kedua yaitu kapur yang terdiri atas 3 taraf : d1 = 1,1 ton/ha setara dengan 316,8 g/petak, d2 = 2,2 ton/ha   setara dengan 633,6 g/petak dan d3 = 3,3 ton/ha setara dengan 950,4 g/petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur terhadap seluruh variabel pengamatan. Pemberian bokashi kotoran sapi 7 ton/ha setara 2 kg/petak dan kapur sebesar 1,1 ton/ha setara 316,8 g/petak memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah aluvial.
EVALUASI KESUBURAN TANAH UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DI DESA BELONSAT, KECAMATAN BELIMBING, KABUPATEN MELAWI Pradana, Fahmi Galih; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96074

Abstract

Tanah Ultisol banyak digunakan untuk budidaya kelapa sawit. Tanah ini memiliki karakteristik akumulasi liat yang mengurangi daya resap air dan meningkatkan erosi, berdampak negatif pada kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di lahan kelapa sawit di Desa Belonsat, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, serta memberikan saran pemupukan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Metode penelitian dilakulan ditiga lahan penelitian, satu lahan diambil 3 sampel menggunakan sistem diagonal lima titik untuk pengambilan sampel tanah, yang kemudian dianalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dengan parameter analisis sifat kimia tanah yaitu reaksi tanah (pH), C-organik, N-Total, P-Tersedia, Kalium Dapat Ditukar (Kdd), Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Analisis parameter sifat fisika yaitu Tekstur dan Bobot Isi (BI). Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah, dengan faktor pembatas kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) yang tergolong rendah. Evaluasi kesuburan tanah menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan budidaya kelapa sawit di masa depan.
SENSORY DESCRIPTION OF SAWI-NEANAS JELLY CANDY WITH SWEETENER (SUCROSE, KELULUT HONEY AND STEVIA) Farahiyati, Lana; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.90992

Abstract

Jelly candy is a transparent and clear candy made from a mixture of fruit juice with the addition of gel-forming ingredients. Jelly candy with the addition of mustard greens has advantages because it has complete nutritional content and as a natural coloring in jelly candy. In addition, pineapple juice is added. Pineapple has a low pectin content for gel formation in jelly candy. The purpose of this study was to obtain the best sweetener formulation (sucrose, stingless bee honey and stevia) on the physicochemical and sensory characteristics of mustard greens-pineapple jelly candy. This study used a Randomized Block Design (RBD) with one factor, namely the comparison of sweetener formulations and there were 6 levels of treatment f0 (100%: 0%: 0%), f1 (50%: 50%: 0%), f2 (50%: 37.5%: 12.5%), f3 (50%: 25%: 25%), f4 (50%: 12.5%: 37.5%) and f5 (50%: 0%: 50%) with 4 replications. The results showed that the best treatment based on sensory tests and physicochemical characteristics was treatment f2 (50%: 37.5%: 12.5%).
PENGARUH FORMULASI PEMANIS TERHADAP KARAKTERISASI FISIKOKIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY JAHE (Zingiber officinale) Aklisa, Seskia Amalia Nur; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91745

Abstract

Permen jelly termasuk permen lunak yang identik dengan penggunaan bahan baku berupa hidrokoloid, seperti gelatin, karagenan dan agar. Permen jelly umumnya memiliki rasa yang manis di lidah ketika dihisap dan dikunyah, sehingga terkadang dianggap kurang menyehatkan. Formulasi pemanis alami yaitu stevia dan madu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif konsumsi gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, stevia dan madu yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik di dapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Stevia 25%: Madu 25% Karakteristik kimia dan sensori permen jelly jahe dengan penambahan sukrosa, stevia dan madu pada pelakuan terbaik memiliki rata-rata yang menghasilkan kadar air 10,78%, gula reduksi   28, 90%, total padatan terlarut 37 °brix, warna L* 25,93 °brix, warna a* 3,70 °brix, warna b* 5,70 °brix. Kenampakan permen jelly jahe mengkilap, berwarna kuning-kecoklatan (orange), ada aroma jahe, memiliki rasa manis dan bertekstur lebih kenyal.
KARAKTERISTIK SENSORI COOKIES GLUTEN FREE BERDASARKAN PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L.) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Esalson, Dela Ogusvita; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96403

Abstract

Kebutuhan akan produk bebas gluten semakin meningkat, baik pada individu dengan intoleransi gluten maupun masyarakat umum yang menerapkan pola makan sehat. Cookies merupakan salah satu produk pangan yang potensial dikembangkan sebagai makanan bebas gluten dengan memanfaatkan bahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensori cookies gluten-free berbasis tepung sorgum dan tepung kacang merah. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala deskriptif, 1 hingga 5 berdasarkan lima parameter : warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 80% tepung sorgum dan 20% tepung kacang merah merupakan formulasi terbaik, dengan skor organoleptik tertinggi pada tekstur (4,17) dan keseluruhan (4,33), serta penerimaan baik pada warna (3,40), aroma (3,17), dan rasa (3,50). Formulasi ini diharapkan mampu menghasilkan cookies gluten-free yang disukai panelis dan memiliki potensi diterima pasar.
ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KELAPA SAWIT SWADAYA DI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Liguari, Boni Pasianus; Dolorosa, Eva; Maswadi, Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92370

Abstract

Masyarakat Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu berusahatani kelapa Sawit sebagai sumber mata pencaharian yang dilakukan secara swadaya.Untuk dapat tumbuh dan berproduksi kelapa sawit membutuhkan faktor- faktor produksi secara optimal.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pemilihan lokasi penelitian bertempat di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode survei yang diperoleh melalui kuesioner penelitian dan menggunakan data sekunder yang berasal dari artikel, laporan serta penelitian terdahulu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dengan bantuan aplikasi SPSS 18 untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit petani swadaya di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yang secara signifikan dipengaruhi oleh umur tanaman, Tenaga kerja, Luas lahan, pupuk NPK, Pupuk urea dan Pestisida dengan nilai R2 sebesar 96,9% dan sisanya 3,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Sedangkan hasil efisiensi alokatif fungsi produksi kelapa sawit petani swadaya di Desa Mandong dalam kondisi tidak efisien yaitu 0,802 < 1.

Page 2 of 3 | Total Record : 30