cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1" : 50 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN KOMPOS PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) DI TANAH ULTISOL Mariska, Ruby; Indrawati, Urai Suci; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93277

Abstract

Tanah Ultisol memiliki sifat masam, bahan organik rendah, miskin unsur hara, kejenuhan basa rendah, kejenuhan Al tinggi, serta nilai KTK yang rendah, sehingga menyebabkan rendahnya ketersediaan hara N, P, dan K. Penambahan biochar dapat meningkatkan ketersediaan dan retensi hara, retensi air, serta KTK tanah, sehingga mengurangi pencucian unsur hara seperti kalium dan NH₄⁺ (Lehmann, 2002). Pupuk kandang sapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi dan kompos pukan sapi terhadap ketersediaan hara N, P, dan K serta pertumbuhan tanaman tomat di tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu biochar sekam padi dan kompos pukan sapi yang terdiri dari sembilan kombinasi perlakuan, masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi biochar dan kompos meningkatkan N-total sebesar 2,88%. Biochar meningkatkan bahan organik (3,21%), fosfor tersedia (9,92%), dan kalium dapat ditukar (9%), sedangkan kompos meningkatkan pH H₂O (4,56%) dan kalium dapat ditukar (9%).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Raditya, Dimas; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93084

Abstract

Kurangnya informasi mengenai data-data karakteristik dan potensi lahan untuk tanaman kelapa sawit di Desa Lumut berdampak pada pertumbuhan dan penurunan produktivitas tanaman sehingga perlu dilakukan evaluasi lahan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan di Desa Lumut, menentukan sub-kelas kesesuaian aktual dan potensial lahan tanaman kelapa sawit serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan. Peneltian ini dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berdasarkan hasil overlay peta pada lokasi penelitian memiliki dua satuan lahan dengan dua sub group yaitu Acrudoxic Kandiudults dan Typic Kandiudults. Pengambilan sampel komposit dan sampel tanah utuh untuk analisis di laboratorium dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm pada setiap satuan lahan. Dari hasil pencocokan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk SL 1 dan SL 2 adalah S3-f,n,e atau sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat yaitu KTK tanah, kejenuhan basa dan C-organik (f), hara tersedia (n) yaitu Total N , P2O5 dan K2O, serta ringkat bahaya erosi (e). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa sawit pada SL 1 dan SL 2 adalah S2-w atau cukup sesuai dengan faktor pembatas yaitu curah hujan tahunan (w).
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI SAMBAS BESAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Hidayat, Restu; Padmarsari, FX Widadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.74273

Abstract

Sungai Sambas Besar seringkali digunakan warga sebagai tempat untuk menangkap ikan karena memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi, namun belum terdapat informasi terhadap struktur komunitas ikan di sungai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan yang tertangkap. Metode yang digunakan adalah survey. Teknik pengumpulan data menggunakan metode "purposive sampling" yang terbagi atas 3 stasiun selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri 13 spesies yang tergolong dalam 11 famili. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai 2.63, indeks keseragaman tergolong tinggi dengan nilai 0,85 dan indeks dominansi tergolong rendah dengan nilai 0,12.
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Dewi, Jeananda Kusuma; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.99185

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.)merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang berbentuk umbi dan dapat tumbuh di berbagai dataran yang beriklim tropis. Lobak memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan kandungan gizi lainnya seperti fosfor, kalsium, vitamin A, B1 dan C, sehingga lobak dibudidayakan sebagai tanaman sayur dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi ampas tebu dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di halaman Asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan polybag dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi ampas tebu (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk Kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 150 kg/ha, 300 kg/ha, 450 kg/ha, sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 81 sampel tanaman. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang diuji pada penelitian ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial, serta berat segar yang dihasilkan pada penelitian ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan deskripsi tanaman lobak, sehingga perlu dilakukan peningkatan hasil melalui perbaikan faktor-faktor penting.
PENGARUH PENGGUNAN LIMBAH KELAPA SAWIT (SOLID) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH ALUVIAL Toni, Toni; Wasi’an, Wasi’an; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98588

Abstract

Upaya peningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan dengan meningkatkan kesuburan tanah, memberikan limbah padat kelapa sawit (solid). Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis pemberian solid CPO dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di lokasi lahan di Kabupaten Kubu Raya, pada bulan September sampai November 2022. Penelitian menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu dosis dari limbah solid kelapa sawit p0 = kontrol (pupuk sintetik): urea 2,7 g/tanaman, sp-36 2,7 g/tanaman, KCl 1,8 g/tanaman (tanpa diberi solid), p1 = 4 kg solid/petak setara dengan 20 ton/ha solid, p2 = 6 kg solid/petak setara dengan 30 ton/ha solid, p3 = 8 kg solid/petak setara dengan 40 ton/ha solid, p4 = 10 kg/petak setara dengan 50 ton/ha solid, setiap perlakuan pemberian limbah kelapa sawit (solid) ditambah urea, sp-36, KCl sebanyak 1,35 g : 1,5 g dan 0,9 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian limbah kelapa sawit 20 ton/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN BIOSTIMULAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Candera, Raden; Listiawati, Agustina; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98339

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentum L) merupakan tanaman sayuran buah yang dikenal karena memiliki kandungan gizi dan manfaatnya. Tanah gambut sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman okra yaitu dengan penggunaan biostimulan dan pupuk NPK sebagai tambahan nutrisi dari luar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Desember 2024 "“ Maret 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi biostimulan (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ml/L, b2 = 20 ml/L dan b3 = 30 ml/L sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) terdiri dari 3 tahaf yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha dan p3 = 400 kg/ha. Hasil penelitian menujukan bahwa terjadi interaksi antara pemberian biostimulan dan pupuk NPK terhadap volume akar tanaman okra pada tanah gambut. Pemberian biostimulan konsentrasi 20 ml/L dan pupuk NPK dosis 200 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap volume akar yaitu 54,33 cm3.
PREDIKSI EROSI TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Virgiansyah, Irgi; Widiarso, Bambang; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93099

Abstract

Potensi masalah yang dapat mengancam keberlanjutan pertanian dan kesuburan tanah adalah erosi tanah, terutama pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Lumut yang memiliki berbagai macam kemiringan lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memprediksi tingkat erosi tanah menggunakan metode USLE, Mengetahui tingkat indeks bahaya erosi (IBE) dengan menggunakan metode erosi yang dapat ditoleransi, dan tindakan konservasi yang dapat dilakukan pada lahan kelapa sawit di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Titik pengamatan diambil sebanyak 22 titik pengamatan pada 8 satuan lahan, pada setiap satuan lahan memiliki jenis tanah dan kemiringan lereng yang berbeda "“ beda. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) Hasil penelitian nilai erosi aktual tertinggi terdapat pada SL 7 yaitu sebesar 3922,66 ton/ha/thn, sedangkan untuk erosi aktual yang terendah terdapat pada SL 6 sebesar 879,73 ton/ha/thn. Indeks bahaya erosi tertinggi terdapat pada titik SL 7 sebesar 55,95 dan indeks bahaya erosi terendah berada pada titik SL 6 sebesar 14,76. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan untuk menekan besarnya erosi tanah dengan menggunakan tindakan konservasi penanaman tanaman penutup tanah rendah pada tanaman perkebunan dengan kerapatan tinggi dari hasil perhitungan tindakan konservasi tersebut mampu mengurangi tingkat bahaya erosi secara signifikan.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) TERMODIFIKASI FISIK PASERANG, ALGUINA DORDIA; MAHERAWATI, MAHERAWATI; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98885

Abstract

Cookies merupakan salah satu produk pangan populer yang umumnya berbahan dasar tepung terigu, namun ketergantungan pada terigu impor mendorong perlunya pemanfaatan bahan lokal alternatif. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) memiliki potensi besar sebagai sumber tepung karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi, meskipun penggunaannya terbatas akibat sifat fisik tepung yang kurang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik sensori cookies dengan substitusi tepung ubi jalar ungu termodifikasi fisik (pregelatinisasi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor berupa variasi rasio tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu termodifikasi (100:0, 70:30, 60:40, 50:50, 0:100) dengan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala deskriptif, 1 hingga 5 berdasarkan lima parameter : warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Formulasi terbaik diperoleh pada 50% tepung terigu: 50 % tepung ubi jalar ungu termodifikasi dengan nilai sensori warna 2,90%, aroma 2,97%, rasa 3,53%, tekstur 3,60%, dan kesukaan keseluruhan 3,23%. Penggunaan tepung ubi jalar ungu termodifikasi dapat meningkatkan nilai fungsional cookies melalui kandungan antioksidan tinggi, sekaligus memberikan kontribusi dalam diversifikasi pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu impor.
PENGARUH RED MUD DAN PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K PADA ULTISOLS UNTUK TANAMAN JAGUNG Juliandri, Yakobus; Sulakhudin, Sulakhudin; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98883

Abstract

Tanah Ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang tersebar luas di Indonesia terutama Kalimantan Barat dan berpotensi untuk digunakan sebagai lahan budidaya tanaman jagung Hibrida. Berdasarkan karakteristiknya, Ultisol memiliki kendala apabila dijadikan lahan pertanian yaitu memiliki pH yang masam hingga sangat masam, unsur harayang rendah, KTK rendah, dan kejenuhan basa rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan amilioran berupa red mud dan pukan sapi disertai dengan pupuk dasar NPK majamuk (10 g/polybag). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu red mud sebanyak 4 taraf R0 (Tanpa Perlakuan), R1 (100 gram/polybag), R2 (200 gram/polybag), R3 ( 300 gram/polybag) dan faktor kedua Pupuk Kandang Sapi sebanyak 3 taraf S0 (Tanpa Perlakuan), S1( 800 g/polybag), S2 ( 1.200 g/ polybag), sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi red mud dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap Ketersedian Salinitas, pH, Fosfor dan Daya Hantar Listrik. Pemberian red mud secara tunggal memberikan pengaruh pada paremter ketersedian pH, Fosfor, Daya Hantar Listrik, C-organik, Tinggi Tanaman dan Diameter Batang. Pemberian pupuk kandang Sapi secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter.
KARAKTERISTIK SENSORI TEH HITAM DENGAN BAHAN PENAMBAH CITA RASA Zukhruf, Syaqinah Az; Lestari, Oke Anandika; Maherawati, Maherawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95352

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat disukai oleh masyarakat hampir seluruh di Indonesia. Terdapat berbagai jenis teh, salah satu jenisnya yaitu teh hitam. Pada penelitian ini, menggunakan teh hitam komersial yaitu merk "Poci". Penyajian teh tidak hanya menggunakan penambahan sukrosa saja, akan tetapi dapat dilakukan penambahan dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sensori teh hitam dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu perbedaan bahan penambah cita rasa yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 24 percobaan. Dilakukan uji organoleptik deskriptif kepada 30 panelis dengan parameter warna, rasa manis, rasa asam, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (α=5%) kemudian dilanjutkan dengan BNJ (α=5%). Data hasil uji oranoleptik dianlisis menggunakan metode Kruskal-Wallis (Analysis of variance on ranks) dan dilakukan uji menggunakan metode SPSS atau "Statistical Package for the Social Sciences". Apabila berpengaruh nyata, akan dilanjutkan dengan uji Bonferroni dengan taraf 5% (α = 0,05) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa setiap perlakuan ada yang berpengaruh nyata dan ada yang tidak berpengaruh nyata terhadap setiap parameter.