cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2: In Press" : 22 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KELOR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PADA TANAH GAMBUT Diputra, Juhar; Darussalam, Darussalam; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99855

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam memiliki beberapa faktor pembatas antara lain sifat fisik, kimia dan biologis. Pemberian pupuk NPK bersamaan dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun kelor Daun kelor sebagai zat pengatur tumbuh mengandung sitokinin berupa zeatin yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui respon pertumbuhan dan hasil konsentrasi Ekstrak daun kelor dan pemberian pupuk NPK pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di revormasi jl. Sepakat 2, Gg racana untan, pontianak tenggara kota pontianak kalimantan barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 25 maret 2024-22 april2024. menggunakan metode rancangan RAK Faktorian pupuk NPK (P) dan faktor Ekstrak Daun Kelor (K) dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 81 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut Faktor pertama pemberian ekstrak daun kelor (K) terdiri dari 3 taraf, yaitu : k1 : 15 ml/liter air k2 : 30 ml/liter air k3 : 45 ml/liter air Faktor kedua pemberian pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu : p1 : 100 kg/ha setara dengan 0,4 g/tanaman p2 : 200 kg/ha setara dengan 0,8 g/tanaman p3 : 300 kg/ha setara dengan 1,2 g/tanaman setiap perlakuan terdiri dari 9 sampel tanaman, sehingga terdapat 27 tanaman termasuk 81 tanaman sampel didalamnya hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara daun kelor dan pupuk NPKmasing masing 30 ml/L air dan 200 kg NPK/ha.
RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Leowardi, Iknasius; Hendarti, Indri; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.96144

Abstract

Lobak merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, memiliki bentuk umbi yang mirip dengan tanaman wortel. Produksi tanaman lobak dilakukan pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi antara abu tandan kosong kelapa sawit dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. penelitian dimulai dari 13 September sampai 06 November 2024. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah abu tandan kosong kelapa sawit (a). Faktor kedua adalah pupuk NPK (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 unit percobaan. Faktor (a) dosis abu tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = 3,5 ton/ha atau setara dengan 19 g/polybag, a2 = 5,0 ton/ha atau setara dengan 27 g/polybag, a3 = 6,5 ton/ha atau setara dengan 35 g/polybag dan Faktor (b) dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: b1 = 250 kg/ha atau setara 1,3 g/polybag, b2 = 400 kg/ha atau setara 2,1 g/polybag, b3 = 550 kg/ha atau setara 2,9 g/polybag. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 6,5 ton/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar tanaman dan berat segar umbi. Sementara hasil pemberian pupuk NPK dosis 250 kg/ha sama dengan hasil pemberian pupuk NPK dosis 400 kg/ha dan dosis 550 kg/ha.
PENGARUH CRUDE EKSTRAK STREPTOMYCES GBSR1 TERHADAP SUSUT BOBOT BUAH CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PASCAPANEN TERSERANG COLLETOTRICHUM CAPSICI Amina, Amina; Maherawati, Maherawati; Simamora, Cico Jhon Karunia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98892

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat infeksi Colletotrichum capsici sehingga dapat memicu peningkatan susut bobot dan kerugian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas crude ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam menekan laju susut bobot cabai selama penyimpanan. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0, 500, 1000, 1500, dan 2000 ppm), kemudian disimpan pada suhu ruang selama 7 hari. Pengamatan dilakukan setiap hari dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan mengalami peningkatan susut bobot seiring lama penyimpanan, namun laju penurunan berbeda antar konsentrasi. Konsentrasi 1500 ppm terbukti paling optimal dengan laju susut bobot terendah sebesar 0,1046% per hari dan nilai R ² tertinggi (0,8298). Efektivitas ini diduga berasal dari metabolit sekunder Streptomyces yang bersifat antibakteri, antifungi, dan antioksidan. Sebaliknya, konsentrasi rendah maupun terlalu tinggi belum memberikan hasil maksimal karena aktivitas senyawa bioaktif kurang efektif atau bersifat antagonis. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan dasar ilmiah penggunaan Streptomyces sebagai alternatif ramah lingkungan pengendalian pascapanen cabai.
PENGARUH CRUDE EKSTRAK STREPTOMYCES GBSR1 TERHADAP SUSUT BOBOT BUAH JERUK SIAM (CITRUS NOBILIS LOUR.) PASCAPANEN TERSERANG COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES Syifa, Atania; Maherawati, Maherawati; Simamora, Cico Jhon Karunia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98890

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis Lour.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun rentan rusak pascapanen akibat serangan Colletotrichum gloeosporioides penyebab antraknosa. Infeksi ini mempercepat degradasi fisiologis termasuk meningkatnya susut bobot, sehingga mutu menurun. Pengendalian dengan fungisida sintetis efektif tetapi menimbulkan residu berbahaya sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan. Streptomyces GBSR1 menghasilkan metabolit sekunder antifungi yang berpotensi menghambat patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam menekan susut bobot jeruk siam pascapanen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu 0 ppm (kontrol), 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm selama 10 hari. Hasil menunjukkan perlakuan 500 ppm terbaik dengan susut bobot terendah 1,17% pada kontrol 1,82%. Efektivitas ini terkait kemampuan ekstrak menekan pertumbuhan jamur dan menghambat enzim perusak dinding sel sehingga jaringan buah terjaga. Dengan demikian, ekstrak Streptomyces GBSR1 konsentrasi 500 ppm efektif memperlambat susut bobot jeruk dan menjadi alternatif biokontrol ramah lingkungan.
KEEFEKTIFAN HERBISIDA CAMPURAN BAHAN AKTIF CYHALOFOP-BUTYL DAN PENOXSULAM TERHADAP GULMA ECHINOCHLOA CRUSS-GALLI L. DAN CYPERUS IRIA. Masmudah, Masmudah; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.88540

Abstract

Pemakaian herbisida tunggal yang dilakukan terus-menerus akan menimbulkan resiko resistensi gulma, untuk mengatasinya perlu dilakukan pencampuran herbisida. Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif bertujuan untuk memperluas spektrum pengendalian gulma dan menghambat terjadinya resistensi gulma,campuran herbisida antar satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat bersifat aditif, sinergis, dan antagonis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat aktivitas campuran herbisida yang berbahan aktif cyhalofop-buty dan penoxsulam terhadap gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan tingkat dosis perlakuan dan diulang sebanyak 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida yaitu herbisida tunggal cyhalofop-butyl (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; l/ha), herbisida penoxsulam (0; 5; 10; 20; 40; 80 l/ha),dan campuranbahan aktif dari cyhalofop-butyl dan penoxsulam (0; 2,25; 4,5; 9; 18; 36 l/ha). Gulma yang menjadi sasaran adalah gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Variabel yang diamati yaitu tingkat keracunan dan bobot kering gulma. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS untuk menentukan LD50 tiap perlakuan herbisida tunggal dan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam memiliki nilai LD50 perlakuannya sebesar 238,8507 g/ha dengan nilai indeks kombinasi (IK) sebesar 0,98 (IK≤1) sehingga campuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam bersifat sinergis. .
SURVEI MAKANAN JAJANAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN MEMPAWAH Manalu, Fhebyta Solafide; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98365

Abstract

Makanan tradisional merupakan jenis makanan yang diolah secara tradisional dan didapatkan dari bahan lokal di suatu daerah. Makanan tradisional di Indonesia cukup beragam. Setiap makanan tradisional Indonesia memiliki cerita dan filosofi tersendiri di balik bahan dan cara pembuatannya. Demikian pula makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat karena dipengaruhi oleh budaya masyarakat setempat yang berasal dari etnis Dayak, Melayu, Jawa, Tionghoa, dan Madura. Makanan tradisonal di Mempawah cukup beragam dari makanan berat, jajanan dan minuman. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada instansi terkait dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Mempawah, didapatkan tiga jenis jajanan tradisonal berupa deram, cengkarok, dan kacamate yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Ketiga jenis jajanan tradisional tersebut lebih mudah ditemukan dan masih ada diproduksi hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bahan dan proses pembuatan dari ketiga jajanan tradisional tersebut yang didapatkan dari hasil wawancara dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Mempawah.
POTENTIAL STUDY OF PHOSPHATE-SOLUBILIZING BACTERIA UNDER DIFFERENT LAND USE IN KAYU TANAM VILAGE, MANDOR DISTRICT, LANDAK REGENCY Belo, Andreas Nobertus; Nusantara, Rossie Wiedya; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.97469

Abstract

Ultisol drylands in West Kalimantan generally have low pH and high concentrations of Al and Fe ions, resulting in phosphorus (P) being less available to plants. Phosphorus is an essential nutrient that supports plant growth and increases crop yield. Phosphorus bound to Al and Fe can be released through the activity of phosphate-solubilizing bacteria (PSB). The presence of PSB is influenced by various factors, including differences in land use. This study aimed to assess the potential and population of PSB under different land uses in Kayu Tanam Village, Mandor District, Landak Regency. The research was conducted from February to April 2025, with analyses carried out at the Soil Biology and Biotechnology Laboratory, Soil Physics Laboratory, and Soil Chemistry and Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Soil samples were collected from five points arranged diagonally at each site, with 50 m spacing and a depth of 0"“20 cm. Observed parameters included population, potential, and characterization of PSB, soil pH, organic C, available P, total N, C/N ratio, bulk density, soil moisture, and soil temperature. The highest PSB population was found in maize fields (54.60 × 10⁶ CFU/g) with 22 PSB characters. The highest solubilization ability was recorded in isolate Sp22 from secondary forest (solubilization index 7.75), while the lowest was isolate Sp9 from oil palm plantation (index 1.00).
PENGARUH PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI (Capsicuum annuum L.) Hariman, Hariman; Suswanto, Iman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.96598

Abstract

This study aims to test the effectiveness of chitosan compounds in controlling anthracnose disease (Colletotrichum capsici) on large chili plants (Red pepperL.). The study was conducted in September 2022-January 2023 for 4 months at Jl. Purnajaya 1, Siantan Hilir District, Kota. The study used a Completely Randomized Design with 6 levels of treatment doses, namely 0.05% chitosan, 0.10% chitosan, 0.15% chitosan, 0.20% chitosan, a negative control without treatment, and a positive control in the form of propineb 70% 2 g/l. The variables observed were disease incidence and disease severity after application of various treatment concentration levels. Data analysis used analysis of variance in the Minitab v.19 program. The results showed that the treatment of chitosan compounds on the development of anthracnose disease in the field test had no significant effect on the variables of disease incidence, disease severity, AUDPC calculations and regression. It is suspected that the absence of the effect of chitosan compounds in suppressing the development of anthracnose disease is due to the concentration given being too low so that the chitosan compound does not work effectively in protecting chili fruit
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK MANISAN KERING JAHE GAJAH (Zingiber officinale R.) DENGAN FORMULASI GULA PASIR DAN GULA KELAPA Pangesti, Nira Aulia; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98662

Abstract

Manisan jahe merupakan produk olahan dengan jahe sebagai bahan utama yang dibuat dengan cara mengawetkan jahe segar menggunakan gula. Manisan jahe memiliki rasa pedas yang khas dari jahe dan rasa manis dari gula yang digunakan. Jahe merupakan rimpang yang banyak digunakan sebagai rempah-rempah masakan dan obat tradisional. Jahe memiliki tiga jenis, yaitu jahe gajah, jahe merah dan jahe emprit. Jenis jahe yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis jahe gajah. Jenis gula yang digunakan yaitu gula pasir dan gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik menggunakan metode hedonik manisan kering jahe dengan formulasi konsentrasi gula pasir banding gula kelapa. Formulasi konsentrasi gula pasir dan gula kelapa yaitu, 100%:0%, 80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80% dan 0%:100%. Pengujian dilakukan oleh 30 orang panelis semi-terlatih menggunakan skala 1 sampai 5 dengan parameter: aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan keseluruhan. Hasil menunjukkan formulasi 80% gula pasir : 20% gula kelapa pada produk manisan kering jahe menunjukkan nilai organoleptik terbaik dengan nilai organoleptik warna 3,73, organoleptik aroma 3,70, organoleptik rasa 3,63, organoleptik tekstur 3,67 dan organoleptik kesukaan keseluruhan 3,73.
KAJIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DAN JENIS TANAH DI DESA MAYAK KABUPATEN BENGKAYANG Akbar, Syahirul; Umran, Ismahan; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.65232

Abstract

Mikoriza merupakan hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman yang saling menguntungkan. Mikoriza dapat ditemukan di hampir semua jenis tanah dan umumnya tidak memiliki inang yang spesifik, namun faktor-faktor tertentu mempengaruhi tingkat populasi dan komposisi jenis Fungi Mikoriza Arbuskular, seperti karakteristik tanaman dan sifat kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi spora dan keragaman Fungi Mikoriza Arbuskular dan kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan dan jenis tanah di Desa Mayak Kabupaten Bengkayang. Penelitian dilakukan mulai dari bulan September sampai November 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara komposit dengan sistem acak berpola diagonal. Hasil penelitian menggunakan uji-t menunjukan perbedaan yang nyata antara populasi   FMA pada jenis tanah Oxisol 1.926 spora/900 gram tanah (214 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.160 spora/900 gram tanah (128 spora/100 gram tanah) yang ditanami tanaman lada sedangkan pada tanaman kelapa sawit di jenis tanah Oxisol 1.420 spora/900 gram tanah (157 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.488 spora/900 gram tanah (165 spora/100 gram tanah), menunjukan perbedaan yang tidak nyata, Jenis FMA yang terdapat pada jenis tanah Oxisol dan Inceptisol yang ditanami kelapa sawit dan lada yaitu Glomus sp, Gigaspora sp, Acaulospora sp, dan Scutellospora sp, indeks keragaman FMA menunjukkan pada kelapa sawit Inceptisol yaitu 2,07 (tinggi), kelapa sawit Oxisol yaitu 1,93 (sedang), lada Inceptisol yaitu 1,71 (sedang), dan lada Oxisol yaitu 1,92 (sedang)

Page 1 of 3 | Total Record : 22