cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2: In Press" : 51 Documents clear
KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura) DI SUNGAI SAMIH DESA KUMPANG TENGAH KECAMATAN SEBANGKI KABUPATEN LANDAK Wati, Kristina Eka; Soetigynya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.101310

Abstract

Samih River, located in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, is widely utilized by the local community for various activities, including excessive fishing. This activity has caused a decline in the population of economically valuable fish species, namely the kelabau fish (Osteochilus melanopleura). This study was conducted to analyze the feeding habits and diet of kelabau fish in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, from January to March 2025, consisting of three research stations based on environmental conditions. Kelabau fish were collected using gill nets and fishing lines, and data analysis was carried out using the Index of Preponderance (IP), the Index of Stomach Content (ISC), and relative gut length. The results showed that the main food of kelabau fish was phytoplankton with an IP value of 98.25%, followed by supplementary foods such as aquatic plants and zooplankton with IP values of 1.74% and 0.014%, respectively. Kelabau fish are herbivorous, as indicated by the relative gut length (ISC) values found: 1.232% at station three, 1.081% at station two, and 0.980% at station one.
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN DI DESA SUNGAI AMBANGAH KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Manalu, Safitri; B. Arief, Feira; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99303

Abstract

Kemampuan lahan merupakan penilaian terhadap lahan atas kemampuannya untuk pemanfaatan tertentu, yang ditentukan berdasarkan faktor-faktor penghambat yang ada pada lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan lahan dan menentukan arahan penggunaan lahan yang optimal dan berkelanjutan pada lahan pertanian di Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan evaluasi lahan berdasarkan klasifikasi kemampuan lahan USDA dan FAO. Titik pengamatan sebanyak 11 titik berdasarkan grid 200x200 meter. Data yang dianalisis mencakup parameter fisik (tekstur, kedalaman efektif, kemiringan lereng, drainase), kimia (pH, salinitas, C-organik), dan lingkungan (banjir). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar lahan tergolong ke dalam kelas kemampuan lahan kelas III dengan sub-kelas w, menunjukkan potensi tinggi dengan kendala utama berupa drainase buruk dan reaksi tanah sangat masam. Arahan pengelolaan lahan mencakup perbaikan drainase, pengapuran, penambahan bahan organic untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
PENGARUH TRIAKONTANOL DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ghivari, Haikal; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100941

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan dengan prospek pengembangan yang baik di Kalimantan Barat, terutama pada tanah aluvial yang kaya endapan mineral dan mendukung pertumbuhan tanaman. Triakontanol sebagai ZPT diketahui berpotensi meningkatkan produktivitas melalui stimulasi pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak dari 26 Agustus–17 Oktober 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga taraf triakontanol (0,01; 0,03; 0,05 ppm) dan tiga dosis NPK (200; 400; 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, komponen hasil, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara triakontanol dan NPK terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji. Triakontanol berpengaruh terhadap tinggi tanaman 6 MST, sedangkan NPK berpengaruh terhadap umur berbunga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi perlakuan tertentu mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah aluvial serta memberikan kontribusi dalam pengelolaan pemupukan dan penggunaan ZPT pada budidaya kacang hijau.
POLA PERTUMBUHAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI MUARA SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEBUPATEN BENGKAYANG Amelia, Putri; Mulyadi S Munir, Achmad; Magrima Anzani, Yunita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.97454

Abstract

Ikan kiper (Scatophagus argus) yang biasa disebut juga ikan ketang oleh masyarakat lokal, ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik dari Kuwait hingga Fiji dan dari Jepang bagian utara hingga selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan kiper pola pertumbuhan ikan kiper. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di muara Sungai Duri. Pengambilan sampel ikan kiper dibagi menjadi 3 stasiun dengan karakteristik ketiga stasiun yang berbeda yang dimana stasiun satu merupakan muara sungai, stasiun kedua merupakan kawasan mangrove dan stasiun 3 merupakan pemukiman masyarakat. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa jaring insang dengan ukuran mesh size 1-1,5 inch dengan panjang 20-30 meter. Analisis hubungan panjang berat menggunakan persamaan 〖W=aL〗^bdan transformasi logaritmik untuk menentukan nilai b sebagai indikator pola pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kiper jantan memiliki persamaan 〖W=0,02L〗^2,6702 dengan nilai b = 2,67 sedangkan ikan betina memiliki persamaan 〖W=0,1216L〗^1,8429dengan nilai b = 1,84. pada kedua jenis kelamin menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan kondisi perairan masih layak untuk kehidupan ikan kiper karena masih sesuai dengan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu kelas III.
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN KEDUKANG (Hexanematichthys sagor) DI SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Rahmadani, Novi; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99924

Abstract

Sungai Duri di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, merupakan ekosistem perairan dengan potensi sumber daya ikan bernilai ekonomis, salah satunya ikan Kedukang (Hexanematichthys sagor). Aktivitas antropogenik di sekitar sungai berpotensi memengaruhi kualitas perairan dan kondisi biologis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan Kedukang. Penelitian dilaksanakan pada Mei - Juni 2025 di tiga stasiun, menggunakan metode penangkapan dengan jaring dan pancing. Analisis panjang - berat dilakukan dengan persamaan logaritmik, sedangkan faktor kondisi dihitung dengan rumus Fulton"™s Condition Factor. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan bervariasi antar stasiun. Pada Stasiun 1 dan 3, ikan jantan bersifat isometrik b=3, sedangkan betina allometrik negatif b
PENGARUH PEMBERIAN ABU BOILER TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH GAMBUT Enjela, Dea Septi; Suswati, Denah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.85504

Abstract

Tanah gambut memiliki kandungan asam-asam organik beracun yang tinggi menyebabkan tanah gambut memiliki pH dan ketersediaan hara yang rendah. Satu diantara bahan amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah gambut yaitu pemberian abu boiler. Abu boiler memiliki sifat-sifat kejenuhan basa tinggi, pH tinggi, serta memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh abu boiler terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan berlangsung dari bulan Januari 2024 hingga Juli 2024 di Lahan Percobaan Pertanian Universitas Tanjungpura dan sampel analisis Fakultas tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. yang dimulai dari persiapan penelitian hingga penyajian hasil. Penelitian ini dilakukan pada percobaan dalam polybag dengan metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 6 perlakuan sama dengan 2 set perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 48 polibag. Adapun dosis perlakuan abu boiler yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : B0 = tanpa perlakuan, B1 = 500 g abu boiler/10.000 g tanah, B2 = 1.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B3 = 1.500 g abu boiler/10.000 g tanah , B4 = 2.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B5 = 2.500 g abu boiler/10.000 g tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi berat kering bagian atas tanaman, serapan hara N bagian atas tanaman, serapan hara P bagian atas tanaman, serapan hara K bagian atas tanaman, dan berat pipilan kering/tanaman. Pemberian abu boiler pada perlakuan B2 dengan dosis 1000g abu boiler/10.000g tanah dapat meningkatkan berat kering tanaman bagian atas tanaman sebesar 18,17%, serapan hara N bagian atas tanaman sebesar 31,65%, serapan hara K bagian atas tanaman sebesar 61, 13% dan berat pipilan kering tanaman sebesar 36,62%.
PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS SAWI PADA TANAH ALUVIAL Bahendra, Rendi; Maulidi, Maulidi; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103502

Abstract

Sawi pakcoy dan samhong merupakan dua varietas yang digemari masyarakat Indonesia. Produksi sawi di Kalimantan Barat menurun akibat berkurangnya luas lahan tanam. Tanah aluvial sebagai media tanam memiliki kesuburan rendah karena ketersediaan hara terbatas, sehingga diperlukan pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara. Tujuan penelitian untuk mendapatkan varietas yang terbaik pada pemberian komposisi pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari Juni-Juli 2024. Penelitian menggunkan pola Split Plot di mana petak utama (main plot) adalah varietas sawi (V) yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu v1 : Sawi Pakcoy dan v2 : Sawi Samhong. Anak petaknya (sub plot) adalah komposisi pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan yaitu n1 : NPK 16:16:16, n2 : NPK 15:9:20 dan n3 : NPK 9:25:25. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, berat segar tanaman, panjang akar, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara varietas dan komposisi pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Sawi samhong merupakan varietas sawi yang paling efektif dengan komposisi pupuk NPK 16:16:16 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial.
KARAKTERISTIK KONSUMEN GENERASI Y DAN Z DALAM MINAT PEMBELIAN ULANG PRODUK JUS BUAH: STUDI PADA JXXX JUICE DI KOTA PONTIANAK Saputri, Ilda Arista; Yurisinthae, Erlinda; ., Pamela
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99944

Abstract

Perubahan gaya hidup sehat telah mendorong peningkatan konsumsi produk berbasis buah di Indonesia, termasuk di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik konsumen Generasi Y dan Generasi Z dalam keputusan pembelian jus buah pada Jxxx Juice sebagai salah satu merek lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 160 responden berusia 21"“35 tahun yang berdomisili di Pontianak dan pernah membeli produk minimal dua kali. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Jxxx Juice didominasi oleh Generasi Z (62,5%) dengan usia 21"“28 tahun, serta mayoritas berjenis kelamin perempuan (58%) yang lebih peduli pada kesehatan, kebugaran, dan penampilan. Sebagian besar responden adalah mahasiswa dan pekerja muda dengan mobilitas tinggi, sehingga memilih produk yang praktis, mudah diakses melalui layanan pesan-antar, dan sesuai dengan tren gaya hidup sehat. Sementara itu, Generasi Y meskipun jumlahnya lebih sedikit (37,5%), tetap memiliki peran penting karena kecenderungan lebih rasional, kritis, serta mempertimbangkan konsistensi kualitas dalam keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa konsumen Jxxx Juice adalah kelompok muda yang aktif secara digital, responsif terhadap tren, serta menjadikan konsumsi produk sehat sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup sehari-hari.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK SIRUP JERUK SIAM DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT BUAH KECOMBRANG Qalbi, Chesarani Nur; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100028

Abstract

Saat ini industri pangan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk minuman. Jeruk siam (Citrus nobilis var. Microcarpa) merupakan salah satu komoditas hortikultura potensial dai Indonesia yang produksinya melimpah, namun pemanfaatannya sebagai produk belum optimal. Inovasi yang dapat dikembangkan adalah pengolahannya menjadi sirup dengan penambahan filtrat buah kecombrang sebagai penambah rasa, yang diketahui buah kecombrang memiliki aroma dan rasa yang khas seperti asam, pedas, dan sepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan filtrat buah kecombrang terhadap karakteristik organoleptik sirup jeruk siam. Evaluasi sensori dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan oleh 30 orang panelis. Parameter penilaian meliputi rasa, tekstur, aroma, warna, dan kesukaan keseluruhan dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 20% filtrat buah kecombrang dan 15% sari jeruk siam merupakan formulasi terbaik dengan hasil skor tertinggi pada rasa (3,00), tekstur (3,28), aroma (3,16), warna (3,20), dan kesukaan keseluruhan (3,72). Penambahan filtrat buah kecombrang dapat meningkatkan karakteristik organoleptik dari sirup jeruk siam yang memiliki cita rasa unik, sehingga berpotensi sebagai inovasi minuman berbasis bahan lokal.
PENGGUNAAN TIGA MODEL INFILTRASI PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA SUNGAI MALAYA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Alawiyah, Alawiyah; Nusantara, Rossie Wiedya; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98910

Abstract

Lahan gambut merupakan sumber daya lahan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyimpan air dan penyimpanan karbon. Perubahan penggunaan lahan gambut berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan tanah gambut dalam menyerap air. Laju infiltrasi merupakan parameter yang menunjukkan seberapa besar air hujan yang dapat meresap. Hasil laju infiltrasi berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi tanaman dan menjadi indikator penting dalam upaya mencegah degradasi lahan dan risiko banjir maupun kekeringan. Infiltrasi yang baik mencerminkan kondisi fisik tanah gambut yang baik juga, ini untuk memastikan keberlanjutan ekosistem lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan model Horton, Philip dan Kostiakov dan menganalisis perbedaan sifat fisik tanah pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sampel tanah setiap lokasi penelitian ditentukan 5 titik pengamatan. Analisis sifat fisik tanah yang dilakukan menggunakan ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil uji pada parameter kadar serat gambut, bobot isi tanah, kadar air kondisi dan kapasitas lapangan, porositas tanah dan permeabilitas tanah menunjukkan berbeda tidak nyata. Hasil pengukuran laju infiltrasi di lapangan dan analisis model menunjukkan laju infiltrasi tertinggi hingga terendah yaitu kebun karet, kebun nanas dan kebun sawit. Kemudian dilakukan uji kesesuaian menggunakan Mean Absolute Error, Root Mean Square Error dan Nash-Sutcliffe Efficiency didapatkan model terpilih ketiga penggunaan lahan yaitu model Philip.