cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENGARUH KOMBINASI BOKASI JERAMI PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL Irwansyah Irwansyah Irwansyah; Maulidi SP M.Sc; Agus Hariyanti SP., MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47466

Abstract

Usaha peningkatan produksi semangka dengan perluasan lahan budidaya harus diimbangi dengan usaha intensifikasi seperti penambahan bahan organik berupa bokasi jerami dan pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi jerami padi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil semangka pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu Perbandingan pemberian dosis bokasi jerami padi yang dikombinasi dengan pupuk NPK dengan 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud antara lain: A = dosis bokasi jerami padi 3 ton/ha + NPK 550 kg/ha; B = dosis bokasi jerami padi 5 ton/ha + NPK 450 kg/ha; C = dosis bokasi jerami padi 7 ton/ha + NPK 350 kg/ha; D = dosis bokasi jerami padi 9 ton/ha + NPK 250 kg/ha; E = dosis bokasi jerami padi 11 ton/ha + NPK 150 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah: panjang batang utama (cm); kadar klorofil daun (Spad Unit); volume akar (cm3); berat kering tanaman (g); jumlah buah/tanaman (buah); berat buah/buah (g); berat buah/tanaman (g); panjang buah (cm); dan lingkar buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dosis kombinasi bokasi jerami padi 7 ton/ha + pupuk NPK 350 kg/ha adalah dosis terbaik untuk meningkatkan hasil berat buah/buah dan berat buah/tanaman.
OUTPOURING OF WORKING TIME OF FAMALE FARMERS ON LOWLAND RICE FARMING IN THE VILLAGE OF KUALA TWO SUNGAI RAYA SUBDISTRICT KUBU RAYA REGENCY PRANSISKUS, PRANSISKUS; ARITONANG, MARISI; IMELDA, IMELDA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agricultural sector in Indonesia is very important in development that is as a source of life and income of farmers in the family. Therefore, efforts to increase production and increase in farmers income need to be developed continuously. This research is aimed to analyze the working hours of women farmers work time and aimed to analyze socio-economic factors that influence the working hours of women farmers work time in paddy rice farming in  the villiage of Kuala two, Sungai Raya subdistrict Kubu Raya Regency. The sampling technique used is simple random sampling method. The sample used in this study amounted to 61 female farmers. This study was processed using the SPSS program and then analyzed using multiple linear regression methods. The results showed that age, number of dependents, land area, family income and experience significantly affected women’s work time in Kuala II village, while the education level did not significantly affect women’s work time in Kuala II village.Keyword: Multiplie linear regression, The working hours of women farmers
PENGARUH KOTORAN WALET DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT Marato, Yohanes Yoga; Wati, Dini Anggoro; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat sering digunakan untuk menjadi penyedap masakan. Tanah gambut sebagai media tumbuh bawang merah memiliki banyak kendala diantaranya ketersediaan hara yang rendah, pH yang rendah, bahan organik yang belum terdekomposisi sehingga kandungan hara terutama hara makro seperti N,P dan K rendah. Usaha untuk memperbaikinya adalah dengan memberikan kotoran walet dan pupuk majemuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan interaksi dosis kotoran walet dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020 sampai 9 Mei 2020 di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemberian kotoran walet yang terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK yang petak terdiri dari 3 taraf dengan total 9 perlakuan diantaranya 20 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 15 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, volume akar, berat kering total per tanaman, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, hasil per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK  pada bawang merah merupakan dosis interaksi terbaik untuk meningkatkan hasil berat segar umbi dan berat kering angin umbi.
PERTUMBUHAN ANGGREK Cymbidium Finlaysonianum PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK NPK Ratih Widya Apsari; Asnawati Asnawati Asnawati; Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42295

Abstract

Anggrek adalah tanaman hias yang sangat populer karena memiliki jenis yang beragam. Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman anggrek adalah media tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan  konsentrasi pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian dilakukan di rumah paranet Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu media tanam dan konsentrasi pupuk NPK,  terdiri dari 3 taraf perlakuan media tanam dan 4 taraf perlakuan konsentrasi NPK,  dikombinasikan menjadi 12 perlakuan, 3 ulangan dan 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan tersebut adalah media tanam, m1= 1 pakis, m2= kadaka, m3= lumut dan konsentrasi NPK, k1= 1 g/l air, k2= 2 g/l air, k3= 3 g/l air, k4= 4 g/l air. Variabel yang diamati iyalah pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, pertambahan panjang daun, , pertambahan jumlah akar dan pertumbuhan tunas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara media tanam dan konsentrasi pupuk NPK. Pemberian pupuk NPK sebanyak 3g/l merupakan konsentrasi efektif untuk pertumbuhan tunas anggrek Cybidium finlaysonianum.
Pengaruh Campuran Ekstrak Tanjung Mimusops elengi dan Ekstrak Keben Barringtonia asiatica Terhadap Biologi Crocidolomia pavonana Putri, Tiari Aulia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Salah satu hama penting tanaman dari famili Brassicaceae ialah ulat krop kubis Crocidolomia pavonana. Kerusakan yang ditimbulkan hama ini dapat menyebabkan penurunan hasil produksi tanaman kubis. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah menggunakan insektisida berbahan nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh campuran ekstrak biji Mimusops elengi dan Barringtonia asiatica terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak dari bulan November 2018-Oktober 2019. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada daun. Bahan yang digunakan adalah ekstrak biji tanjung dan ekstrak biji keben. Uji mortalitas dilakukan pada larva C. pavonana instar dua melalui tahapan uji pendahuluan dan uji lanjutan, uji reproduksi C. pavonana dilakukan terhadap imago C. pavonana yang sehat dan berhasil muncul. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas dan reproduksi C. pavonana. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian reproduksi diuji pada konsentrasi setara LC30 dan LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas letal ekstrak campuran pada LC50 sebesar 3,27%. Hasil uji reproduksi menunjukkan konsentrasi LC50 dapat mempersingkat umur imago jantan selama 11,8 hari, dan konsentrasi LC30 belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago jantan dibandingkan kontrol.  Ekstrak campuran pada konsentrasi yang diuji belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago betina, dan konsentrasi ekstrak campuran 1,50%-4,00% dapat menurunkan keperidian imago betina sebesar 7,4%-10,4%.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Saragih, Kiki Roseni Boru; M.Sc, Dr. Ir. H Wasi'an; Hadijah, M.Sc, Ir. Hj. Siti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian  serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag  (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT firmansyah, ari; Zulfita, Dwi; Safwan, Mulyadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Ari Firmansyah(1), Dwi Zulfita(2), Mulyadi Safwan(2),(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm dan mencari konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 22 april  2020 – 22 mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu pupuk organik cair 1 ml/l  (p1), 1,5 ml/l (p2), 2 ml/l (p3), 2,5 ml (p4) dan 3 ml/l (p5). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman kale pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pada penelitian ini ditemukan konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut yaitu konsentrasi 2 ml/l. Kata Kunci :  gambut, kale, pupuk organik cair herbafarm
APLIKASI EDIBLE FILM PATI BIJI DURIAN DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN PENGEMAS PRIMER DODOL LIDAH BUAYASELAMA PENYIMPANAN panca pratomo; Retno Budi Lestari; Dwi Raharjo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.12802

Abstract

Edible film merupakan plastik biodegradableyang dapat terurai secara alami dan ramah lingkungan.Edible filmdapat digunakan sebagai bahan pengemas primer alternatifuntuk mengurangi penggunaan plastik sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi edible film pati biji durian dengan penambahan kitosan sebagai bahan pengemas primer dodol lidah buaya selama penyimpanan terhadap sifat fisikokimia. Dodol lidah buaya disimpan pada suhu ruang dengan lama penyimpanan (5, 10, 15, dan 20 hari), dan dikemas menggunakan edible film pati biji durian dengan penambahan kitosan (0%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan yang ditambahkan, maka nilai kadar air, Aw, bilangan peroksida, dan TPC semakin rendah.Edible film pati biji durian dengan konsentrasi kitosan 0,8% yang digunakan sebagai pengemas dodol lidah buaya selama penyimpanan 20 hari merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air 13,50%, Aw 0,80, bilangan peroksida 21,67 meq/g, dan TPC 5 x 102 koloni/g sampel.
KOMBINASI BOKASI SERUNI LAUT DENGAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT ati, Is mi; MS, Ir. Rahmidiyani; M.Agr, Ir. Eddy Santoso
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman okra merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman okra merah khususnya di pontianak dapat dilakukan dengan memnfaatkan lahan-lahan pertanian dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satunya yaitu tanah gambut.Berdasarkan luas penyebarannya, tanah gambut di Kalimantan Barat berpotensi digunakan untuk budidaya tanaman okra merah, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah gambut ini dihadapkan pada berbagai kendala yaitu tingkat kemasaman tinggi, tingkat kesuburan dan ketersediaan hara serta kejenuhan basa (KB) yang rendah. Perlu diimbangi dengan intensifikasi lahan salah satunya dengan aberupa abu serbuk gergaji. Pemberian bokasi seruni laut dan abu serbuk gergaji dharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksankan di Lahan Percobaan Fakultaas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Dengan lama penelitian 3 bulan dari bulan 16 Maret sampai 30 Mei 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang 5 kali dimana tiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 0 kg/polybag, B = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag  + abu serbuk gergaji 1,5 kg/ polybag, C = Bokasi seruni laut 0,2 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2 kg/ polybag, D= Bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag, dan E = Bokasi seruni laut 0 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), total luas daun (cm) volume akar (cm³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah perbuah (g).Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik. Namun pada pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 1,5 kg/polybag lebih efesien untuk pertumbuhan dan hasil pada tanaman okra merah.
LAJU INFILTRASI PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAK MAYAM KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Billing, Urai Edi Suryadi, Riduansyah,
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan penggunaan lahan lainnya turut menyebabkan rendahnya peresapan air ke dalam tanah sehingga mempengaruhi laju infiltrasi. Pada daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, semakin rendah infiltrasi tanah maka semakin besar aliran permukaan yang dihasilkan, dengan demikian potensi terjadinya erosi dan banjir meningkat. Perubahan penggunaan lahan juga terjadi di Desa Pak Mayam oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi pada hutan sekunder, semak belukar, kebun karet dan kebun sawit di Desa Pak Mayam Kecamatan Ngabang kabupaten Landak. Pengambilan sampel pada empat penggunaan lahan masing-masing 3 titik. Parameter penelitian meliputi sifat fisika tanah seperti laju infiltrasi tanah, tekstur, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, porositas total dan permeabilitas. Parameter pendukung seperti profil tanah, struktur, muka air dan  kematangan tanah. Hasil penelitian menunjukan laju infiltrasi awal (t= 0,25 jam) tertinggi sampai terendah yaitu kebun sawit laju infiltrasi awal sebesar 141,69 cm/jam, hutan sekunder 103,30 cm/jam, semak belukar 75,19 cm/jam, dan Kebun Karet 52,45 cm/jam. Laju infiltrasi konstan tertinggi sampai terendah adalah hutan sekunder 50,89 cm/jam (kriteria sangat cepat), kebun sawit 44,98 cm/jam (kriteria sangat cepat), semak belukar 25,89 cm/jam (kriteria cepat) dan kebun karet 17,22 cm/jam (kriteria cepat). Rata-rata laju infiltrasi tertinggi sampai terendah adalah kebun sawit sebesar 78,97 cm/jam, hutan sekunder 68,42 cm/jam, semak belukar 43,13 cm/jam dan kebun karet 29,87 cm/jam. Perbandingan laju infiltrasi pada hutan sekunder, semak belukar, kebun karet dan kebun sawit. Laju infiltrasi hutan sekunder dan kabun sawit (tergolong sangat cepat) dibandingkan dengan laju infiltrasi semak belukar dan kebun karet (tergolong cepat). Perbandingan laju infiltrasi aktual dengan laju infiltrasi Horton menunjukan adanya hubungan yang sangat nyata dan memiliki kecendrungan yang positif.  Kata kunci : Laju Infiltrasi, Penggunaan Lahan