cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SWANGGI (PRIACANTHUS TAYENUS) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Sylviandari, Irsa; Mulyadi, Ahmad; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.69971

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat di Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. PPN Pemangkat berperan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap. Salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPN Pemangkat yaitu ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan demersal dan biasanya terdapat di daerah karang atau terumbu karang dengan karakteristik khusus berwarna merah muda, memiliki mata besar dan pada sirip perutnya terdapat bintik berwarna ungu kehitam-hitaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan swanggi meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Pengambilan sampel ikan dan penentuan kapal menggunakan purposive random sampling. Hasil tangkapan ikan swanggi (Priacanthus tayenus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 127 ekor, terdiri dari 66 ekor ikan jantan dan 61 ekor ikan betina. Tingkat kematangan gonad ikan swanggi jantan dan betina di lokasi penelitian diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0.15-4.62% lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0.23-8.20%. Hasil penelitian fekunditas total ikan swanggi secara keseluruhan berkisar antara 9780-23127 butir telur dengan rata-rata 14482.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT David Remond Simanjuntak; Dini Anggorowati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50827

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis  30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY AKIBAT PEMBERIAN DOLOMIT DAN FREKUENSI POC CAMPURAN LIMBAH BUAH PADA TANAH GAMBUT Rizky Shoba'ah; Dwi Zulfita; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64929

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan jenis sayuran familia cucurbitacae atau labu-labuan yang popular di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis interaksi antara pemberian dolomit dan frekuensi POC campuran limbah buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby pada tanah gambut. Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Struktur, Pontianak Tenggara berlangsung dari 07 Desember 2022 - 22 Januari 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua adalah frekuensi campuran limbah buah (F). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama pemberian dolomit dengan 3 dosis taraf perlakuan yaitu 123 g/polybag; 150 g/polybag; 180 g/polybag. Faktor yang dua yaitu frekuensi POC campuran limbah buah yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu pemberian 2 hari sekali, taraf kedua pemberian 3 hari sekali dan taraf ketiga pemberian 4 hari sekali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan luas daun. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkn uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara dolomit dosis 150 g/polybag dan frekuensi POC campuran limbah buah 3 hari sekali   memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun baby yang terbaik pada tanah gambut walaupun interaksi pemberian dolomit dosis 123 g/polybag dan frekuensi POC campuran limbah buah 3 hari sekali sudah cukup efektif nutuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun baby pada tanah gambut
EFEKTIVIITAS BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Mustika Mustika; mulyadi safwan; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45429

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pada budidaya tanaman tomat  adalah tanaman tomat  tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan jenis mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman  tomat pada tanah aluvial. Penelitian  dilaksanakan pada bulan November  sampai Maret 2020 di Desa Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor 5 perlakuan yang  diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel perbedengan. Perlakuan tersebut terdiri dari: mulsa batang pisang (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa alang-alang (M2), mulsa sekam padi (M3),  dan mulsa plastik hitam perak (M4). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), jumlah buah perpetak (buah), berat buah perpetak (g) dan pengamatan lingkungan. Dari hasil penelitian perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), jumlah buah perpetak (buah), sehingga diambil kesimpulan bahwa penggunaan mulsa plastik  hitam perak memberikan hasil tertinggi pada beberapa variabel, namun penggunaan mulsa organik seperti mulsa batang pisang, mulsa jerami padi, mulsa alang-alang dan mulsa sekam padi sudah cukup efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial Kata Kunci : Jenis Mulsa, Tanah Aluvial, Tomat
DINAMIKA POPULASI IKAN TONGKOL ABU-ABU (Thunnus tonggol) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Syajidah, Hanna; Sirodjul Munir, Achmad Mulyadi; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74428

Abstract

Longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of the types of catches landed at the Pemangkat Nusantara Fishing Port. This study aims to determine the frequency distribution of fish length, length and weight relationships, growth parameters, as well as mortality and exploitation rates. Analysis of population parameters using Stock Assessment Tools FISAT II software Ver. 1.2.2. This research was conducted from March to June 2023. The method used in sampling longtail tuna is systematic random sampling method. The results of the study of the population parameters of longtail tuna landed at PPN Pemangkat showed the frequency distribution of the length of the cagak obtained a minimum length of 37 cm and a maximum length of 72 cm. The equation of the relationship between length and weight of tuna is W = 0.0104x3.1258 with a coefficient of determination (R2) of 0.876. The growth pattern is positive allometric. The growth coefficient (K) was 0.40 per year with an asymptotic length (L∞) of 79.65 and an initial theoretical age (t0) of 225 per year. The total mortality rate (Z) was 1.05 per year, natural mortality (M) was 0.76 per year, capture mortality rate (F) was 0.29 per year and exploitation rate (E) was 0.28. This exploitation rate value has not exceeded the optimum exploitation value of 0.5.
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Aditya, Tri Marta; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.65115

Abstract

Bawang daun Allium fistulosum merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dikonsumsi daunnya sebagai bumbu masak, bawang daun memiliki aroma yang sangat spesifik sehingga keberadaan bawang daun dalam suatu masakan akan menambah aroma harum dan rasa yang lezat pada makanan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui interakasi kapur dolomit dan pupuk N dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di jalan Reformasi Gg. Struktur, Pontianak Tenggara berlangsung dari bulan Februari 2023 sampai   April 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang teridiri dari 2 faktor. Faktor pertama kapur dolomit (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu d1=12,5 ton/ha;   d2=25 ton/ha; d3=37,5 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk urea yang terdiri dari 3 taraf   yaitu n1=200 kg/ha; n2= 250 kg/ha pupuk urea; n3=300 kg/ha yang di ulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun perrumpun, jumlah anakkan perrumpun, volume akar, berat segar daun, dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara kapur dolomit dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Pemberian kapur dolomit dengan dosis 25 ton/ha   memberikan hasil terbaik terhadap berat segar bawang daun.
Pengaruh Pupuk NPK dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Lahan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Ibrasius Bartoldi; Radian Radian; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada lahan pasang surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 –22 Januari 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor perlakuan yaitu pupuk NPK (300 kg/ha, 600 kg/ha dan 900 kg/ha) dan jarak tanam (15 cm x 15 cm, 15 cm x 20 cm dan 20 cm x 20 cm). , Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat basah tanaman per rumpun (g), dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata pada setiap variabel, sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Pada penelitian ini tidak terdapat adanya interaksi. Kata kunci: Bawang merah, Jarak tanam,lahan pasang surut, NPK.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA RASAU JAYA Albahari Albahari; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63233

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang strategis dan cukup penting bagi penduduk Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan utama. Kebutuhan beras seiring waktu terus meningkat sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi. Satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan optimalisasi sumberdaya lahan yang ada dengan  penggunaan varietas unggul. Berbagai varietas yang telah dikeluarkan tentu memiliki kemampuan adaptasi untuk tumbuh dan berproduksi yang berbeda terutama pada lahan non irigasi seperti lahan sawah tadah hujan. Berbagai kendala seperti ketersdiaan hara yang rendah, tingkat keasaman yang cenderung tinggi serta kondisi pengairan yang hanya berasal dari curah hujan bisa menyebabkan tanaman berproduksi tidak sesuai dengan deskripsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil padi terbaik pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga Juli 2022 di Desa Rasau Jaya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu varietas yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun taraf perlakuan varietas tersebut  yaitu:   v1= Inpari 22, v2 = Inpari 24, v3 = Inpari 30, =  v4 Inpari 32, v5 = Cilosari, v6 =  Jeliteng, v7 = varietas Baromah, v8 = varietas Sulutan. Variabel yang diamati  terdiri dari tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum umur 4, 6, 8, dan 10 MST, umur berbunga, jumlah anakan produktif, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, dan kepadatan malai. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan varietas berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, umur berbunga, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, kepadatan malai dan berat gabah kering giling per petak, namun tidak berpengaruh tehadap variabel jumlah anakan dan jumlah anakan produktif tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN AMELIORAN ORGANIK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG PUTIH DI TANAH ALLUVIAL Olivia, Dina Cahaya; Yulies, Urai Suci; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74951

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman asli daerah tropis, produktivitas tanaman terung di Kalimantan Barat masih di bawah produktivitas nasional. Pemanfaatan lahan marginal seperti tanah alluvial banyak mengalami kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan usaha memperbaiki kesuburan tanah dengan penambahan amelioran organik berupa biochar tankos dikombinasikan biochar kotoran ayam dan pupuk NPK majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh amelioran organik terhadap ketersediaan NPK tanah terhadap pertumbuhan tanaman terung putih. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah biochar tankos : biochar kotoran ayam perbandingan 50% : 50% dengan dosis yaitu 10 ton/ha ; 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK majemuk yaitu 75% ; 50% dan 25%. Masing"“masing faktor diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tankos dikombinasikan biochar kotoran ayam dan pupuk NPK majemuk secara masing-masing berpengaruh nyata terhadap pH H2O, P-tersedia, K-tersedia dan tinggi tanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap C-organik dan N-total tanah. Dosis terbaik pemberian biochar adalah B3M1 yaitu 30 ton/ha (1,260 g/polybag) dan pupuk NPK majemuk 75% (22,5 g/polybag), meningkatkan produksi terung sebesar 20%.
PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY PADA TANAH GAMBUT AKIBAT PEMBERIAN KOMPOSISI KOMPOS KOTORAN KAMBING DAN PUPUK UREA Hendra Hendra Alghafiq; Dwi Zulfita Dwi Zulfita Dwi Zulfita; Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50785

Abstract

Usaha peningkatan produksi tanaman pakchoy pada tanah gambut selain ditentukan oleh teknik budidaya yang tepat, juga sangat ditentukan oleh faktor tanah yang berupa sifat fisik, dan biologi tanah yang mutlak diperlukan  untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi kompos kotoran kambing dan pupuk urea yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan kebun percobaan fakultas pertanian, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari enam taraf perlakuan. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi 800 g/polybag kompos kotoran kambing dan 0,16 g/polybag pupuk urea  memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut.