cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Br. Ginting, Agnes Junita; Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85327

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN LANDAK BBR, Antonio; Dolorosa, Eva; Aritonang, Marisi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.78679

Abstract

All of these factors"”economic, social, environmental, legal, and market-related"”are part of the financial feasibility analysis. Because of inflation and other price shocks, businesses must regularly do sensitivity analyses to account for the ever-changing cost and revenue components. This study aims to assess the oil palm nursery company in Landak Regency in terms of its financial viability using sensitivity analysis and investment criteria such as net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net benefit to cost (NB/C), and payback period. The method used in this research is a survey method by interviewing respondents with purposive sampling technique. In the NPV Criteria, a value of Rp. 279,800,862 was obtained; In the IRR Criteria, a value of 109% was obtained; In the Net B/C Criteria, a value of Rp. 3.4 was obtained; In the Payback Period Criteria, a value of 1.57 years was obtained; Sensitivity analysis was carried out on the five respondent businesses with a scenario if : There is a 10% decrease in selling prices, a 5% increase in fertilizer prices and even if there is a 10% decrease in selling prices and a 5% increase in fertilizer prices. Of all the criteria analyzed, the results show that the oil palm nursery business in Paloan Village is feasible to run and even developed.
PENGARUH PUPUK MKP DAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH PMK Fabregas, Nicsyaen; Maulidi, Mulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87564

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman yang tergolong dalam tanaman hortikultura semusim dari family solanaceae. Penelitian menggunakan pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik pupuk MKP, dosis abu janjang kelapa sawit serta interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Pontianak, sejak tanggal 27 Mei sampai 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah pupuk MKP, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan m0= tanpa pemberian pupuk MKP, m1 = 5 g/L, m2 = 10 g/L, dan m3 = 15 g/L dan faktor kedua adalah abu janjang kelapa sawit, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan a0 = tanpa pemberian abu janjang kelapa sawit,   a1 = 8 ton/ha atau setara 40 g/polybag, a2 = 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag dan a3 = 13 ton/ha atau setara 64 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk MKP berpengaruh nyata pada variabel bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman dan waktu berbunga dan pemberian dosis abu janjang kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, volume akar, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi   pupuk MKP 10 g/L sudah mampu meningkatkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah pada tanaman tomat di tanah PMK, dosis abu janjang kelapa sawit 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag sudah mampu meningkatkan diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga pada tanaman tomat di tanah PMK dan tidak terjadi interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Putri, Ekas July; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88067

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 15 Juni 2024 sampai dengan 15 Agustus 2024. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana UNTAN Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama adalah Konsentrasi Pupuk Hayati (K) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : k1 = 2 mL/L air, k2 = 4 mL/L air dan k3 = 6 mL/L air. Sedangkan Faktor kedua adalah Konsentrasi Urine Sapi (U) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : u1 = 200 mL/L air, u2 = 300 mL/L air dan u3 = 400 mL/L air. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, luas daun total, volume akar, berat segar pertanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan interaksi konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 4 mL/L air dan urine sapi konsentasi 300 mL/L air dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang terbaik pada tanah gambut.
PEMATAHAN DORMANSI BENIH KOPI LIBERIKA MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN KNO3 Lushfieka, Diah; Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.86467

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sub sektor perkebunan yang memiliki nilai pasar yang cukup tinggi baik di dalam ataupun di luar negeri dan juga memiliki kontribusi yang cukup nyata di dalam perekonomian Indonesia. Benih kopi memiliki masa dormansi yang relatif lama yaitu 5-8 minggu untuk muncul kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama perendaman KNO3 yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih kopi liberika. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, sejak 8 Februari sampai 7 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari : konsentrasi KNO3 0% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 24 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang hipokotil, panjang akar, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua interaksi perlakuan yang sama baiknya yaitu konsentrasi KNO3 0,5% dengan lama perendaman 24 jam dan konsentrasi KNO3 1% dengan lama perendaman 12 jam karena menghasilkan ratarata yang tinggi untuk variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang hipokotil.
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH BUAH PISANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DI TANAH PMK Aseng, Nehemia David; Abdurrahman, Tatang; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85414

Abstract

Tanah PMK berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman bawang merah. Pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat fisik dan kimia yang kurang baik serta kandungan unsur hara yang rendah. Alternatif untuk memperbaiki tanah PMK dengan pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Komplek Karya Alam Sutera B32, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada bulan september 2023 samapi november 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Faktor pertama, POC limbah buah pisang (p)  terdiri dari 3 taraf perlakun yaitu p0 = tanpa poc limbah buah pisang, p1 = 50 ml/L, dan p2 = 100 ml/L. Faktor kedua, adalah pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu  k1 = 150 kg/ha, k2 = 250 kg/ha, dan k3 =  350 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menujukkan terjadi interaksi antara pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 4 MST, 5 MST dan berat segar umbi. Konsentrasi 50 ml/L POC limbah buah pisang dan dosis pupuk kalium 350 kg/ha memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan.
PENGARUH PUPUK HIJAU LIMBAH SAWI DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subekti, Bagus Cahyo; Susana, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88395

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman sayuran buah yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi manusia. Tanah podsolik merah kuning sebagai media tumbuh tomat dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya rendahnya bahan organik, strukturnya pejal, serta unsur hara yang rendah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dapat   melalui perbaikan media tumbuh diantaranya dengan pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan konsentrasi terbaik serta untuk mengetahui interaksi dari pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah (PMK). Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Maret-Juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau limbah sawi (P) yang terdiri dari 3 taraf   p1= 10 ton/ha, p2= 14 ton/ha, p3= 19 ton/ha, dan faktor kedua pupuk hayati (H) yang terdiri dari 2 taraf h1= tanpa pupuk hayati, h2= 10 ml/â„“ pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah podsolik merah kuning. Pupuk hijau limbah sawi dosis 19 ton/ha dan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/â„“, merupakan dosis dan konsentrasi terbaik variabel tinggi tanaman 4 MST, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA RABAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Irwanto, Ignasius; Suyatno, Adi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89928

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padisawah di Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.Teknik penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Jumlah populasi sebanyak 264 petani dengan sampel sebanyak 72 petani, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi, data diolah menggunakan program SPSS kemudian dianalisis menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan faktor produksi pupuk Urea, pupuk NPK, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyataterhadap produksi padi sawah di Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN MAGNESIUM PADA TANAH GAMBUT Delvi, Ainun; Anggorowati, Dini; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88980

Abstract

Kubis bunga atau sering juga disebut sebagai kembang kol  (Brassica oleracea var. Botrytis L.)  merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae dengan bunga putih, dan berupa tanaman berbatang lunak.  Pupuk kotoran ayam merupakan sumber amelioran untuk mengurangi porositas pada tanah gambut selain sebagai sumber hara, Sedangkan magnesium merupakan unsur hara penting untuk pembentukan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mendapatkan dosis interaksi pemberian pupuk kotoran ayam dan magnesium yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah gambut.  Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura yang dilakukan pada bulan Juni  sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu Pupuk Kotoran Ayam (P) dan Magnesium (M), masing-masing perlakuan terdiri dari 3 taraf perlakuan, 3 ulangan dan 4 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 108 tanaman. Adapun taraf perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini  sebagai berikut; Faktor Pukan Ayam yaitu p1 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha, p2 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha, p3 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha, Faktor Pupuk Magnesium yaitu m1 = Pupuk magnesium 50 kg/ha, m2 = Pupuk magnesium 100kg/ha, m3 =  Pupuk magnesium 150kg/ha.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Uji F taraf 5%. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan.Variabel yang diamati didalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, diameter krop  dan berat segar krop, serta dilakukan juga pengamatan terhadap kondisi lingkungan penelitian meliputi: pH tanah, suhu udara, kelembapan udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dan pupuk magnesium 150 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kubis bunga pada tanah gambut.
PENGARUH LIMBAH SOLID KELAPA SAWIT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) PADA TANAH ALUVIAL Credo, Owen Saputra Michael; Susana, Rini; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90054

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi sebagai campuran bumbu masak. Pengembangan komoditas bawang merah di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Pemberian Solid kelapa Sawit sebagai pupuk organik dapat memperbaiki sifat tanah aluvial yang pejal menjadi remah serta meningkatkan porositasnya menjadi lebih baik, adapun pemberian pupuk NPK diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis terbaik Solid Kelapa Sawit dan NPK, serta mencari dosis interaksi Solid Kelapa Sawit dan NPK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan dari bulan September 2023 sampai November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian solid kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 = 20 ton/ha, s2 = 30 ton/ha dan s3 = 40 ton/ha dan Faktor kedua yaitu pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha dan p3 = 400 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi perumpun, berat segar umbi dan berat kering angin umbi perumpun. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi Solid Kelapa Sawit 30 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.