cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR PADA MEDIA GAMBUT Januaresty, Dzulsalina; Sasli, Iwan; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89034

Abstract

Kecipir merupakan tanaman polong-polongan yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Tanaman ini dapat beradaptasi pada berbagai jenis media tanam salah satunya media gambut. Gambut sebagai media tanam memiliki permasalahan pada tingkat kesuburan yang rendah dan pH yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi pada gambut. Upaya perbaikan yang dapat diberikan adalah tepung cangkang telur sebagai amelioran dan pupuk kandang ayam sebagai penyedia unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam, menganalisis pengaruh tepung cangkang telur dan menganalisis pengaruh pupuk kandang ayam terhadap kecipir pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari bulan April 2024 hingga Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah tepung cangkang telur yang terdiri dari dosis 14 ton/ha, 20 ton/ha dan 25 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam yang terdiri dari dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering, panjang buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tepung cangkang telur 20 ton/ha dan pupuk kandang ayam 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada kecipir di media gambut.
PENGARUH PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Fitriani, Nur; Sulistyowati, Henny; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89268

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu tanaman sayuran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi manusia. Tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya kandungan bahan organik rendah, strukturnya pejal, pH rendah, serta unsur hara rendah. Upaya dalam mengatasi permasalahan tanah tersebut adalah dengan menambahkan arang sekam padi dan pupuk guano, arang sekam padi bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah,  pupuk guano bertujuan untuk menyediakan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dan mengetahui interaksi dari pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Mahasiswa Bengkayang, Bansir Darat, Pontianak Tenggara dan dilaksanakan pada bulan april-juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah arang sekam padi (a) yang terdiri dari 3 taraf a1= 5 ton/ha, a2= 10 ton/ha, a3= 15 ton/ha dan faktor kedua pupuk guano (g) yang terdiri dari 3 taraf g1= 5 ton/ha, g2= 10 ton/ha, g3= 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Arang sekam padi dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel jumlah cabang dan pupuk guano 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering, jumlah cabang dan jumlah buah.  
RESPON PERTUMBUHAN HASIL LOBAK MERAH (Raphanus raphanistrum) TERHADAP PEMBERIAN BOKASI LIDAH BUAYA DAN FOSFAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Junianti, Clara Magdalena; Hadijah, Siti; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89917

Abstract

Lobak merah (Raphanus raphanistrum) merupakan tanaman semusim berupa perdu berakar tunggang yang bisa dikonsumsi sebagai sayuran, dapat juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan dan digunakan sebagai bahan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis terbaik dari interaksi pemberian bokasi lidah buaya dan pupuk fosfat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor bokasi lidah buaya (b) dan pupuk fosfat (p) terdiri dari 3 taraf dengan masing-masing perlakuan sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga terdapat 81unit sampel penelitian. Perlakuan tersebut yaitu: u b1 = 25 g/polybag, b2 = 50 g/polybag, b3 = 75 g/polybag, p1= 0,5 g/polybag, p2 = 1 g/polybag dan p3 = 1,5 g/polybag. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan bokasi lidah buaya, persiapan tempat penelitian, persiapan media tanam, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Variable pengamatan meliputi: jumlah daun (helai), Panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar umbi (g), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa jumlah daun terbanyak berjumlah 2 helai setelah 2 mst.
Uji Efektivitas Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Akar Bambu Terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung di Tanah Aluvial Sari, Rizka Mawaddah; Suswati, Denah; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Aluvial merupakan suatu lahan yang sering atau baru mengalami banjir, sehingga dianggap tanah yang masih muda dan belum mengalami differensiasi horison. Jagung menghendaki tanah yang subur untuk dapat berproduksi dengan baik. Bakteri PGPR berperan sebagai biofertilizer, biostimulan, dan juga melindungi tanaman dari serangan patogen. Pemberian PGPR dari akar bambu diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung pada tanah Aluvial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah Aluvial, serta mengetahui dosis PGPR terbaik untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal menggunakan perlakuan PGPR P0 (tanpa PGPR), P1 (10 ml/L), P2 (20 ml/L), P3 (30 ml/L), P4 (40 ml/L). Parameter penelitian yaitu reaksi N-total, P-tersedia, Kdd, C-Organik tanah, pH tanah, tinggi tanaman, dan diameter tanamanPemberian PGPR di tanah aluvial menunjukkan kecenderungan peningkatan terhadap ketersediaan hara K dapat ditukarkan, C "“ Organik, N-Total, P-Tersedia, pH. Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada konsentrasi 40ml/L dapat meningkatkan tinggi tanaman jagung dan diameter batang tanaman jagung masing-masing sebesar 29,45% pada tinggi tanaman dan 19,75% pada diameter batang. Hasil terbaik dari penelitian ini terlihat pada pemberian PGPR pada konsentrasi 40 ml/L.
RESPONS BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KASCING DAN KNO3 PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Valentino, Fernando; Rianto, Fadjar; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89918

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Upaya memperbaiki sifat tanah PMK sebagai media tanam agar mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah adalah dengan memberikan bahan organik berupa kascing. Penambahan kascing diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah, dan pemberian pupuk KNO3 untuk menambah unsur hara pada tanah yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi oleh kascing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian kascing dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bawang merah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung dari tanggal 14 Maret 2024 "“ 14 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kascing (k) k1 = 15 ton/ha kascing, setara dengan 100 g/polybag, k2 = 20 ton/ha kascing, setara dengan 125 g/polybag, k3 = 25 ton/ha kascing, setara dengan 150 g/polybag dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (p) p1 = 250 kg/ha KNO3, setara dengan 1,25 g/polybag, p2 = 350 kg/ha KNO3, setara dengan 1,75 g/polybag, p3 = 450 kg/ha KNO3, setara dengan 2,25 g/polybag. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan kascing dan pupuk KNO3 tidak menyebabkan pengaruh pada semua variable pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam pada tanah PMK. Semua kombinasi dosis kascing dan pupuk KNO3 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang sama besarnya. Anjuran perlakuan kascing dan pupuk KNO3 pada tanaman bawang merah adalah 15 ton/ha kascing yang ditambahkan 250 kg/ha pupuk KNO3.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Randawati, Randawati; Basuni, Basuni; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90997

Abstract

Kale (Brassica oleraceae var. sabellica) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki fisik mirip dengan brokoli dan kubis, tetapi memiliki perbedaan yaitu daun memanjang dan lebih bergelombang di bagian tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair limbah ikan dan dosis biochar kayu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan Jln. Sepakat 2 ujung, Pontianak tenggara, Kalimantan Barat berlangsung pada Juni "“ Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan polybag yang disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah ikan (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l, kemudian faktor kedua yaitu: perlakuan pemberian biochar kayu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu 4 ton/ha, 6 ton/ha, 8 ton/ha. Setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 144 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan biochar kayu berpengaruh terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman kale. Pertumbuhan dan hasil tanaman kale terbaik adalah pada pemberian pupuk organik cair limbah ikan konsentrasi 100 ml/l dan biochar kayu 6 ton/ha dengan rerata berat segar tanaman 441,98 g dan berat kering tanaman 34,74 g.
PENGARUH KOMBINASI POC LIMBAH AMPAS TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Cholik, Abdul; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85891

Abstract

Budidaya jagung manis di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, antara lain melalui penggunaan pupuk organik cair limbah ampas tebu dan pupuk NPK. Konsentrasi pupuk organik cair limbah ampas tebu dan dosis pupuk NPK yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi yang terbaik dari POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah ampas tebu dengan NPK dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 125. Perlakuannya sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 100% NPK setara dengan 300 kg/ha, t2 = konsentrasi POC 25% + 75% NPK setara dengan 225 kg/ha, t3 = konsentrasi POC 50% + 50% NPK setara dengan 150 kg/ha, t4 = konsentrasi POC 75% + 25% NPK setara dengan 75 kg/ha, t5 = konsentrasi POC 100% + 0% NPK setara dengan 0 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan hasil perpetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis kombinasi POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK yang diujikan pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan pada tanaman jagung manis di tanah podsolik merah kuning.
STATUS UNSUR HARA TANAMAN KELAPA SAWIT ( ELAEIS GUINEESIS JACQ) MENGHASILKAN PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMUNTAI KECAMATAN MUKOK KABUPATEN SANGGAU Juliawati, Ragil; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90863

Abstract

Tanah merupakan faktor utama dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena menyediakan air dan unsur hara esensial seperti N, P, K dan Mg. Ultisol salah satu jenis tanah yang umum di Indonesia, banyak dimanfaatkan dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan hara N, P, K, dan Mg pada tanah Ultisol guna mendukung produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan. Pengamatan dilakukan di lahan seluas 2 Ha dengan metode diagonal, 15 titik pengamatan berjarak 25 meter. Sampel tanah diambil dari kedalaman 0-30 cm dan dikompositkan menjadi 3 sampel, sampel daun diambil dari pelepah ke-17 dan juga dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan unsur hara bervariasi dengan fosfor tertinggi pada TM 3 (5,92%) dan kadar kalium yang rendah di semua titik. Analisis daun menunjukkan kandungan nitrogen 3,39-3,45%, fosfor 0,44-0,47%, kalium 1,00-1,43%, dan magnesium 0,34-0,39%. rekomendasikan pemupukan menggunakan urea 2,15 kg/ha, SP-36 1,65 kg/ha, dan KCl 3,22 kg/ha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit pada tanah Ultisol secara berkelanjutan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SUNGAI SADE DUSUN EMANG DESA GALAR KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Lekoa, Duferdurisa Ari; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.81440

Abstract

Sungai Sade terletak di Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak dan dimanfatkan oleh masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Adanya aktivitas-aktivitas tersebut dapat menjadi limbah bagi ekosistem perairan, yang mempengaruhi kehidupan organisme salah satunya makrozoobentos. Makrozoobentos sering dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Sade. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos   yang terdiri dari komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi, serta mengetahui hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos di Sungai Sade. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Februari 2024 di Sungai Sade, Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak. Penentuan stasiun pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan berdasarkan tata guna lahan dipinggir/sempadan Sungai. Pengambilan sampel makrozoobentos per stasiun dibagi menjadi 4 titik, yaitu 2 area riffle dan 2 area pool, dan pengambilan data makrozoobentos dilakukan sebanyak 6 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makrozoobentos berjumlah 1.558 individu terdiri dari 10 ordo, 14 famili dan 15 genus. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 6744 (Ind/m2).   Nilai indek keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman tinggi dan indeks dominansi rendah. Parameter lingkungan yang paling erat hubungannya dengan kepadatan yaitu suhu dengan niali korelasinya yaitu -1,000.
KLASIFIKASI AREA RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KECAMATAN SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Sanjaya, Oscar Fradiksa; Krisnohadi, Ari; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.57322

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam berupa pergerakan massa tanah dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat, berpotensi menyebabkan kerusakan bahkan   menimbulkan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan penyebaran kawasan rawan bencana  tanah longsor di Kecamatan Samalantan serta menentukan faktor yang berpengaruh besar terhadap potensi longsor, sekaligus memetakan sebaran tingkat kerawanan longsor di area penelitian. Penelitian dilakukuan dengan pembobotan terhadap faktor penyebab tanah longsor yaitu curah hujan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan erodibilitas tanah. Hasil penelitian diperoleh lima kelas kerawanan longsor di Kecamatan Samalantan yaitu : tidak rawan dengan luas 5.737,35 Ha (23,62%), agak rawan dengan luas 9.485,16 Ha (39,64%), cukup rawan dengan luas 6.327,56 Ha (26,3%), rawan dengan luas 2.345,18 Ha (9,75%), dan sangat rawan dengan luas 164,83 Ha (0,69%). Faktor utama penyebab meningkatnya tingkat kerawanan longsor yaitu penggunaan lahan dan kemiringan lereng.