cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JADAM MICROORGANISM SOLUTION (JMS) DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85376

Abstract

Pemanfaatan tanah alluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. . Penggunaan JMS diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah yang pejal menjadi lebih remah, memperbaiki pori-pori dan aerasi tanah aluvial dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik JMS dan pupuk kalium serta dosis interaksi JMS dan kalium terbaik bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan sejak 28 September 2023 sampai 7 Desember 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. JMS (J) sebagai petak utama terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu j1 = tanpa pemberian JMS dan j2 = dengan pemberian JMS. Pupuk kalium sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = kalium 100 kg/ha, k2 = kalium 200 kg/ha dan k3 = kalium 300 kg/ha. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian JMS + kalium 100 kg/ha merupakan dosis interaksi terbaik pada penelitian ini dalam meningkatkan jumlah umbi dan berat segar tanaman
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN, NIKOSULFURON, DAN MESOTRION TERHADAP GULMA UMUM Adawiyah, Rabiatul; Syahputra, Edy; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87623

Abstract

Kehadiran gulma menyebabkan terjadinya kompetisi dengan tanaman budidaya dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya dan ruang tumbuh. Keberadaan gulma di lahan pertanian tentunya sangat beragam. Salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan beberapa jenis gulma yang berbeda dalam satu populasi yaitu dengan melakukan pencampuran herbisida. Penggunaan dua jenis atau lebih herbisida mampu meningkatkan efektivitas pengendalian gulma, serta dapat menekan resistensi gulma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif Atrazin, Mesotrion, dan Nikosulfuron terhadap gulma umum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 "“ Januari 2023 selama 3 bulan di Lokasi percobaan dan Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf dosis perlakuan yang diulang 5 kali. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah fitotoksitas dan intensitas kerusakan gulma setelah aplikasi herbisida. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif atrazin + mesotrion + nikosulfuron menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,98 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH GAMBUT Gunawan, Elfedius Andre; Purwaningsih, Purwaningsih; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.72166

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada tanah gambut dengan pengaplikasian pupuk hayati dan pupuk fosfat yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas tanah secara kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pemberian konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 13 Februari sampai 19 April 2022. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama pemberian pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk fosfat dengan 3 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Faktor pertama yang dimaksud adalah 4, 5 dan 6 ml/liter, faktor yang kedua yaitu 2,4, 3,6 dan 4,8 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan berat buah perbuah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi pemberian pupuk hayati dengan pupuk fosfat tidak terjadi pada tanaman tomat, namun pemberian pupuk fosfat saja sudah memberikan pengaruh pada berat buah perbuah dan berat buah pertanaman dengan dosis 2,4 g/tanaman yang paling efektif.  Kata kunci: Fosfat, Gambut, Pupuk   Hayati, Tomat
PENGARUH DOSIS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN METIL METSULFURON TERHADAP GULMA DIANELLA SP. (HEMEROCALLIDACEAE) Setiawan, Nonong; Syahputra, Edi; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.79512

Abstract

Gulma Dianella sp. menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit karena tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan. Pengendalian herbisida tunggal sering tidak sesuai harapan. Penggunaan herbisida campuran diharapkan dapat mengendalikan gulma Dianella sp. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron terhadap gulma Dianella sp. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan (Juni - September 2020) di Rumah Kawat Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan terdiri dari 6 taraf dosis herbisida dan 1 kontrol, dengan 5 ulangan. Dengan persentase perbandingan herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron 20:1. Variabel yang diamati adalah gejala keracunan herbisida terhadap gulma dan Biomassa gulma setelah aplikasi herbisida. Herbisida metil metsulfuron lebih efektif megedalikan gulma Dianella sp. dibandingkan dengan herbisida glifosat maupun campuran, kematian gulma tampak jelas pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA), pada seluruh dosis perlakuan yang menyebabkan kerusakan 100%. Kecuali dosis 12,5 g/ha kerusakan sebesar 68,3 %. Sedangkan herbisida campuran pada semua dosis perlakuan menyebabkan kerusakan 100%, kecuali dosis 0,25 l/ha dan 0,5 l/ha hanya mampu menekan sebesar 39,4 % dan 80,43%. Untuk herbisida glifosat hanya mampu menekan sebesar 23,75 % dan 24,14 % pada dosis 4 dan 8 liter/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Nazara, Jefirstino; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.86528

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat yang menurun sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah produksinya. Cara yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan luas lahan produksi bawang merah dengan memanfaatkan wilayah tanah aluvial sebagai lahan pertanian. Pemanfaatan tanah aluvial dihadapkan dengan kendala dari sifat tanah yang kurang baik. Upaya perbaikan sifat tanah aluvial dapat dilakukan dengan penggunaan arang sekam padi dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK, serta mencari dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berlangsung dari tanggal 30 November 2023 "“ 14 Januari 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Arang Sekam Padi (a) dan faktor kedua adalah pupuk NPK (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan arang sekam padi a1= 10 ton/ha, a2 = 15 ton/ha, a3 = 20 ton/ha. Pupuk NPK b1 = 500 kg/ha, b2 = 600 kg/ha, b3 = 700 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Terdapat interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman dan berat segar umbi bawang merah, serta kombinasi dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial ditunjukkan dengan kombinasi arang sekam padi dosis 10 ton/ha dan pupuk NPK dosis 500 kg/ha.Kata Kunci:   Aluvial, Arang Sekam Padi, Bawang Merah, Pupuk NPK
RESPON DUA VARIETAS KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN KAPUR DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Wijaya, Christian; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.83853

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi pupuk kandang dan kapur yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga varietas Larissa dan Snow White yang ditanam pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air dan mengetahui varietas yang memiliki respon terbaik terhadap pemberian perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp dengan jenis tanah aluvial yang berada di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung mulai dari Bulan Juli sampai November tahun 2023. Rancangan penelitian menggunakan split blok, dengan perlakuan varietas terdiri dari 2 taraf yaitu v1 (larissa) dan v2 (snow white), perlakuan kombinasi pupuk kandang dan kapur yang terdiri dari 4 taraf yaitu t1 (pukan ayam); t2 (pukan kambing); t3 (pukan ayam + kapur); dan t4 (pukan kambing + kapur). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, muncul bunga, berat krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas larissa lebih unggul dan penggunaan kombinasi pupuk kandang kambing memberikan respon pertumbuhan dan hasil yang baik. Varietas dan kombinasi yang efektif ditunjukkan pada varietas Larissa dan kombinasi pupuk kandang kambing sebagai perlakuan terbaik.
PENGARUH RED MUD DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT MAWAR PADA TANAH ALUVIAL Rio, Kornelius; Surachman, Surachman; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87870

Abstract

Tomat merupakan sayuran serbaguna dengan permintaan tinggi di pasaran, digunakan sebagai bahan masakan hingga kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi antara red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tomat mawar pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun kelompok tani Tresno Subur III, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Agustus sampai November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari dua faktor: red mud (1,0"“2,0 g/kg tanah) dan pupuk NPK (3,2"“6,4 g/polybag), masing-masing dengan tiga taraf perlakuan, tiga ulangan, dan empat sampel per ulangan (total 108 tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat mawar. Namun, dosis red mud 1,5 g/kg tanah aluvial dan pupuk NPK 4,8 g/polybag menghasilkan pertumbuhan dan produksi tomat mawar terbaik.  
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Fristiwa, Yudika; Surachman, Surachman; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85122

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata  L.) merupakan tanaman Leguminosae yang tumbuh baik didaerah tropis. Teknik budidaya yang kurang tepat menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan turun naiknya produksi kacang hijau. Usaha untuk meningkatkan produksi kacang hijau di Kalimantan Barat dapat dilakukan upaya seperti penambahan  unsur  hara  ke dalam  tanah menggunakan pupuk hayati dan perbaikan pH tanah dengan pemberian kapur dolomit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui jenis pupuk hayati dan dosis dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi Jalan Rahadi Usman Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari 01 Desember 2022 - 22 Februari 2023. Penelitian menggunakan Faktorial dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu pupuk hayati sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua Dolomit sebanyak 4 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali dengan setiap kombinasi perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu pupuk hayati: h1 = pupuk hayati A, h2 = pupuk hayati B, h3 = pupuk hayati C. Faktor kedua yaitu dolomit : d1 = 1,14 ton/ha setara dengan 219 g/1,92 m2, d2 = 2,28 ton/ha setara dengan 438 g/1,92 m2 ,d3 = 3,42 ton/ha setara dengan 657 g/1,92 m2, d4 = 4,56 ton/ha setara dengan 876 g/1,92 m2. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lokasi penelitian, pemberian pupuk kandang sapi, pemberian kapur dolomit, pemberian pupuk hayati, penanaman, pemberian pupuk dasar, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji per tanaman, berat 100 biji, jumlah polong per petak dan berat biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati A dan dolomit 4,56 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu pada volume akar tanaman. Pemberian pupuk hayati dengan jenis dan dosis yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang ditanam pada tanah aluvial, namun pemberian pupuk hayati C dengan dosis dolomit 1,14 ton/ha merupakan dosis yang efisien dalam meminimalisirkan biaya yang dikeluarkan dalam budidaya kacang hijau pada tanah aluvial.
PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN PENYAMAK TERHADAP DAYA TERIMA TELUR PINDANG Mentari, Dini; Lestaru, Retno Budi; Permadi, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87409

Abstract

Telur merupakan jenis bahan pangan asal ternak unggas yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Telur konsumsi adalah telur yang paling banyak ditemui di pasaran. Pemindangan telur merupakan salah satu bentuk pengolahan dengan kombinasi herbal-herbal tertentu dan perebusan. Telur pindang merupakan produk olahan telur tradisional yang menggunakan bahan penyamak protein. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menyamak telur antara lain kulit bawang merah, daun jambu biji dan air teh. Selain daun jambu biji, kulit bawang merah, dan air teh yang sudah dikenal oleh masyarakat sebagai bahan penyamak kulit telur, terdapat bahan alami lain yang berpotensi sebagai bahan penyamak dalam proses pemindangan salah satunya adalah kayu secang. Secang merupakan tanaman yang sudah lama banyak digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bahan penyamak terhadap daya terima telur pindang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 23 Juli "“ 20 September 2023 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan menggunakan masing-masing perlakuan 7 butir telur. (P0 : kontrol (dimasak tanpa bahan penyamak); P1: 5 % bubuk daun jambu biji; P2: 5   % bubuk kulit bawang merah; P3: 5 % bubuk teh; P4: 5 % bubuk kayu sepang). Variabel yang diamati adalah warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun jambu biji, kulit bawang merah, daun teh, kayu secang terhadap telur pindang memberikan pengaruh terhadap warna, aroma dan rasa tetapi tidak berpengaruh terhadap tekstur telur pindang. Formula terbaik telur pindang pada perlakuan penambahan kayu secang.
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS JERAMI PADI DAN PUKAN AYAM TERHADAP SERAPAN HARA N,P,K SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS L) DI TANAH GAMBUT Apriyani, Sri; Hayati, Rita; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.80125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi kompos jerami dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K serta hasil tanaman jagung manis (zea maysL) di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan, fakultas pertanian. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga jumlah perlakuansebanyak 25 tanaman. Perlakuan dimaksud adalah sebagai berikut :P1 : 40 ton/ha kompos jerami padi (900 g/ polybag), P2 : 40 ton/ha pupuk kandang ayam (900 g/ polybag), P3 : 20 ton/ha kompos jerami padi+20 ton/ha pupuk kandang ayam (450 g/ polybag + 450 g/polybag), P4 : 30 ton/ha kompos jerami padi +10 ton/ha pupuk kandaetng ayam(600 g/ polybag + 300 g/polyag), P5 : 10 ton/ha kompos jerami padi+ 30 ton/ha pupuk kandang ayam (300 g/ polybag + 600 g/polybag). Analisis statistik menggunakan Anova satu arah dan uji lanjut DMRT. Parameter sifat kimia tanah meliputi Serapan N bagian atas tanaman, serapan P bagian atas tanaman, dan serapan K bagian atas tanaman. Parameter hasil meliputi berat kering bagian atas tanaman, berat buah berkelobot, berat buah tanpa kelobot dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan kompos jerami padi dan pupuk kandang ayam secara tunggal maupun dikombinasi sama-sama dapat mencukupi kebutuhan hara bagi pertumbuhan tanaman jagung manis di tanah gambut. Pemberian Kompos jerami padi dengan dosis 900 g/polybag (40 ton/ha) dapat meningkatkan Serapan N, P, dan K Tanaman jagung manis.Kata Kunci: Tanah Gambut, Jagung Manis, Kompos Jerami Padi