cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAS SAMIH DAS LANDAK KABUPATEN LANDAK Leosius Iyas; Ir. Saifudin, M. Si Saifudin; Ir. Junaidi, MP. Junaedi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3618

Abstract

STUDY OF THE CHARACTERISTICS OF SAMIH SUB WATERSHED AND LANDAK WATERSHED KABUPATEN LANDAK Leosius Iyas (1), Ir. Saifudin , M.Si (2) and Ir. Junaidi, MP (2) (1) a student of agriculture faculty and (2) lecturers at agriculture faculty of Tanjungpura University, Jl. A. Yani Pontianak 78124 ABSTRACT This research was to figure out and to study thr charachteristics of Samih sub-watershed in Landak Regency. This research was located in Samih watershed and was conducted in two stages. The first stage was to collect the water as sample in one outlet, which was in Sebangki Village in Sebangki District. Then, the next stage was to analyze the samlpe which was conducted in Soil, Water, and Envinronment Analysis Lab of Agriculture Faculty, Tanjungura University. According to the result of the analysis, it could be concluded that the water quality found in Samih watershed consist of: average of acidity as much 5.91. This indicator showed that the condition of Samih sub-watershed categorized into good. The average temperature Samih sub-watershed was as much 27.200C and that was categorized into normal within tropical climate. Meanwhile, the brightness level of the water in Samih syb-watershed was 59.80 cm, with maximum depth as 4.59 m. The result of the research pointed out that the drainage pattern in Samih sub-watershed took form as dendritics pattern and longitudinal as birds feather, meanwhile its tranversal profile took triangle form. The subsidiary indexes in Samih sub-watershed were (17), (4), and (2). Besides, Samih sub-watershed possessed drainage density with values of 33.54 which was categorized as high and average discharge was 3.39 m2/s and average value of sedimentation flow was 4.78 tonne/day. Keywords: The Charachteristics of Sub Watershed, Samih Sub Watershed.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH TERHADAP JUMLAH SIMPANAN BIJI GULMA (SEED BANK) PADA TANAH GAMBUT Amin, Muhammad; Sarbino, MP, Ir; Hj. Astina, MP, Ir
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah terhadap jumlah simpanan biji gulma pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 28 Agustus hingga 23 Desember 2015. Penelitian ini menggunakan metode observasi, pengamatan di lapangan menggunakan analisa vegetasi dengan metode kuadrat. Pengamatan jenis dan jumlah gulma dilakukan setelah pengolahan tanah satu kali, dua kali, tiga kali dan empat kali. Untuk mengetahui pengurangan biji gulma maka setiap jenis gulma dibandingkan berdasarkan perbedaan jumlah individu yang tumbuh dari setiap pengolahan tanah dengan menggunakan analisis standar deviasi. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 18 spesies gulma sebelum pengolahan tanah dan terdapat 25 spesies gulma setelah pengolahan tanah. Lima spesies gulma yang memiliki kerapatan tertinggi dan dianggap gulma penting setelah pengolahan tanah yaitu, Ageratum conyzoides, Phyllantus debilis, Fimbristylis dichotoma, Echinochloa colona, Elusine indica. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengolahan tanah yang dilakukan sebelum gulma menghasilkan biji dapat menurunkan jumlah simpanan biji total di dalam tanah gambut secara nyata.   Kata Kunci : Tanah Gambut, Pengolahan Tanah, Simpanan Biji Gulma
Analisis Keuntungan Usaha Industri Emping Melinjo Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota Ika Puji Utami; adi suyatno; imelda imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10625

Abstract

Emping melinjo merupakan salah satu produk olahan hasil pertanian yang diusahakan oleh masyarakat di Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota. Emping melinjo adalah sejenis kerupuk yang dibuat dari buah  melinjo yang tua, emping melinjo merupakan salah satu komoditi pengolahan hasil pertanian yang tinggi  harganya. Penelitian ini bertujuan  : (1) untuk mengetahui besarnya keuntungan usaha industri emping melinjo skala rumah tangga di Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi emping melinjo skala rumah tangga di Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode sensus yaitu suatu penelitian yang dilakukan pada semua individu dalam populasi. Populasi yang menjadi objek penelitian ini adalah seluruh petani emping melinjo Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota sebanyak 25 petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis keuntungan dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukan (1) rata-rata keuntungan usaha industri emping melinjo skala rumah tangga di Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota yang dihasilkan responden selama satu bulan yaitu sebesar Rp.1.179.923/Bln. (2) Variabel yang mempengaruhi produksi emping melinjo adalah jumlah bahan baku. Sedangkan variabel jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi emping melinjo. 
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Astriani, Ayu; Nurjani, -; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang puyuh yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. pada tanah podsolik merah kuning. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Agustus 2016 - Desember 2016 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor terdiri dari enam taraf perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 10 ton pupuk kandang puyuh  atau setara  dengan 300 g/polyabg, k2 = 15 ton pupuk kandang puyuh atau setara dengan 450 g/polybag, k3 = 20 ton pupuk kandang puyuh atau setara dengan 600 g/polybag, k4 = 25 ton pupuk kandang puyuh  atau setara dengan 750 g/polybag, k5 = 30 ton pupuk kandang puyuh atau setara dengan 900 g/polybag, k6 = 35 ton pupuk kandang puyuh atau setara dengan 1050 g/polybag . Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat basah, berat kering, waktu berbunga, jumlah buah pertanaman, rerata panjang buah pertanaman, dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : pupuk kandang puyuh, terung ungu, podsolik merah kuning. 
Effect of Cadmium Contaminants against Absorption of Cadmium and The Results of 3 Types of Families Brassicaceae Vegetables On Peat Soil Panthera Boy, Godefridus Delanova; Suswati, Denah; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadmium (Cd) is a heavy metal that is often the pollutants on agricultural land. This research aimed to study the absorption of cadmium (Cd) and yield of the three kinds family brassicaceae grown in peat media contaminated with cadmium (Cd). The method used in this research was Split Plot Design. As the main plot are 3 types of vegetables consist of 3 types of mustards: mustard greens, Chinese cabbage, and Chinese broccoli. Sub plot the dose cadmium treatment consisting of c0 (no contaminant), c1 (Soil contaminated with 2 mg Cd/kg soil), c2 (Soil contaminated with 4 mg Cd/kg soil), c3 (Soil contaminated with 8 mg Cd/kg soil), c4 (Soil contaminated with 16 mg Cd/kg soil) and c5 (Soil contaminated with 32 mg Cd/kg soil). The observation variables in this study consisted of soil pH, available Cd after incubation (mg/kg), the shoot fresh Weight (g), and Total Cd absorption of shoot (mg). The results showed that soil reaction (pH) after contaminant application has not changed significantly, whereas availability of cadmium increase of dose of Cd contaminant. Dose of Cd contaminant influenced the fresh weight of three crops used. Cd contaminant at the highest dose (32mg Cd/kg) tend to decrease fresh weight of mustard green and chinese cabbage but not to chinese broccoli. Dose of Cd contaminated significantly effected the absorption of Cd in plant, the higher the dose the greater the absorption of Cd by plant. Keywords: Cadmium (Cd), Brassicaceae, Peat Soil
Pengaruh Lumpur Sawit terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit pada Tanah Gambut di Pre Nursery pratama, bima candra
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research aims to determine the effect of solid decanter best on the growth of palm oil on peat soil, especially pre nursery. This research was conducted in Paal Lima, West Pontianak Districts, Pontianak City, which taken about 3 months. This research using a completely randomized design which consists of a single factor, that sludge, with six treatments, four replications, and ten samples of plants. Variable observed in this research include the persentage of life of the seedlings, root volume and dry weight of plants. The results showed that the treatment was highly significant to the variable of root volume and dry weight of plants, but no real effect on the percentage of life of the seedlings variable. The best effects is given by solid decanter 50% with the highest average on root volume variable and dry weight of plants variable. Keywords : Palm oil, peat, pre nursery, solid decanter
Pengaruh NAA dan Kinetin Terhadap Pertumbuhan Anggrek Coelogyne pandurata pada Media MS Secara Kultur Jaringan sawati, ely; asnawati, asnawati; listiawati, agustina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya eksploitasi hutan dan bencana kebakaran menyebabkan anggrek alam terus mengalami penurunan populasi sehingga perlu segera dilakukan usaha pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi NAA dan kinetin terhadap pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS secara kultur jaringan.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai tanggal 7 September sampai 11 Desember 2015.  Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak  Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan Kinetin dengan masing masing faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, dan 2,0 ppm.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu muncul akar (hari), jumlah akar (helai), waktu muncul tunas (hari), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai).  Hasil penelitian menunjukkan berbagai taraf konsentrasi NAA, kinetin dan kombinasinya berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah akar, waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan jumlah daun, akan tetapi  berpengaruh nyata terhadap waktu muncul akar.  Kombinasi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS terhadap waktu muncul akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,5 ppm kinetin (23,83 hari).   Kata kunci : Anggrek, Coelogyne pandurata, media MS, kultur jaringan, kinetin, pertumbuhan, NAA
Substitusi Pupuk Anorganik Dengan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit Pada Lahan Aluvial NYANGKO, ALDIANUS; WARGANDA, WARGANDA; ZULFITA, DWI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substitusi Pupuk Anorganik Dengan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit Pada Lahan Aluvial Aldianus Nyangko(1), Warganda(2), Dwi Zulfita(3) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Abstrak Penelitian ini membahas tentang  penggunaan substitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik   terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada lahan aluvial. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun BP3K Mandor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana substitusi antara pupuk anorganik dengan pupuk organik pada lahan aluvial. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan substitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik, yaitu p1 = 10kg = 100% pupuk organik, p2 = 8kg+1,25g = 80% pupuk organik + 20% anorganik, p3 = 6kg + 2,5g = 60% pupuk organik + 40% pupuk anorganik, p4 = 4kg+3,75g = 40% pupuk organik  + 60% pupuk anorganik, p5 = 2kg+5g = 20% pupuk organik + 80% pupuk anorganik, p6 = 6,25g = 100% pupuk anorganik. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit dan pada penelitian ini tidak ditemukan perlakuan substitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik yang terbaik,tetapi perlakuan yang efektif untuk hasil cabai rawit yang ideal dihasilkan oleh tanaman cabai rawit dengan pemberian 60% pupuk kotoran ayam dan 40% NPK mutiara. Kata kunci:  Aluvial, cabai rawit, pupuk organik, substitusi pupuk anorganik
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALUVIAL Syarifah Asmar Safitri; Mulyadi Safwan; Nurjani -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2390

Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan kedua setelah padi yang dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan gizi masyarakat karena kandungan gizinya yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi tankos kelapa sawit serta mencari dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan adalah metode ekperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 6 taraf perlakuan. Masing masing taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Adapun taraf perlakuan yang dimaksud adalah tanpa pemberian bokashi tankos kelapa sawit, 54 g/polybag, 355 g/polybag, 656 g/polybag, 957 g/polybag dan 1.257 g/polybag.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-2, 3, 4, 5, 6, dan 7 , berat kering bagian atas tanaman, volume akar,dan berat 100 biji pipilan kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol, berat tongkol, dan diameter tongkol. Pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 656 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap tanaman jagung pada tanah aluvial. Kata Kunci : Aluvial, Bokashi tandan kosong kelapa sawit, Jagung.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT Adrianus Sepoel; MAULIDI MAULIDI; AGUS HARIYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.775 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bawang Sabrang yang terbaik terhadap pemberian Pupuk Organik Padat pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jl. Reformasi Gg. Matematika Pontianak Tenggara Kalimantan Barat, mulai tanggal 7 November 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu (p1) : 10 g, (p2) : 20 g, (p3) : 30 g , (p4) : 40 g, (p5) : 50 g dan lima ulangan, sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Banyaknya sampel setiap perlakuan yaitu 4 tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah klorofi daun (spead unit), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar umbi per rumpun (g) dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Padat memberi respon yang sama terhadap semua variabel pengamatan.Kata Kunci : Bawang Sabrang, Gambut, Pupuk Organik Padat.RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIANPUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT

Page 47 of 191 | Total Record : 1901