cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi Sandi; Iman Suswanto; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2641

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA LAHAN ALUVIAL Gilang Wana Satria; Nurjani Nurjani; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25282

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakans elama 4 bulan sejak bulan Juli sampai Oktober 2016. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui dosis kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada lahan aluvial sebagai media tanam. Metode eksperimen yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali pada 24 bedengan dan 6 sampel tanaman per bedengan sehingga seluruhnya berjumlah 144 tanaman sampel. Perlakuan yang digunakan adalah A =10 kg per bedengan pupuk kotoran ayam, B= 8 kg per bedengan pupuk kotoran ayam + 2 g NPK DINAR per tanaman, C = 6 kg per bedengan pupuk kotoran ayam + 4 g NPK DINAR per tanaman, D= 4 kg per bedengan pupuk kotoran ayam + 6 g NPK DINAR per tanaman, E= 2 kg per bedengan pupuk kotoran ayam + 8 g NPK DINAR per tanaman dan F= 10 g NPK DINAR per tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman. Pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK Majemuk tidak ditemukan dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pemberian pupuk kotoran ayam 10 kg per bedengan atau 8 kg pupuk kotoran ayam + 2 g NPK adalah dosis yang paling efektif untuk diberikan pada cabai rawit pada lahan aluvial.Kata kunci: Cabai Rawit,Lahan Aluvial, PupukKotoran Ayam dan Pupuk NPK
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) LANDAK PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Suemi Suemi; Junaidi Junaidi; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9790

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah daerah yang dibatasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. Dalam pengelolaannya, DAS hendaknya dipandang sebagai suatu kesatuan sumber daya darat. Sehingga pengelolaan DAS yang bijak hendaklah didasarkan pada hubungan antara kebutuhan manusia dan ketersediaan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Perubahan keadaan DAS disebabkan adanya perubahan aktivitas tata guna lahan pada daerah hulu sungai seperti perambahan hutan, alih guna hutan menjadi perkebunan, limbah industri maupun rumah tangga yang pada akhirnya tidak hanya memberi dampak pada daerah hulu saja tetapi juga menimbulkan dampak pada daerah tengah dan hilir sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik Sub DAS Landak DAS Kapuas di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, secara geografis wilayah Kecamatan Sengah Temila terletak antara 015’- 030’ Lintang Utara dan 10930’-10945’ Bujur Timur dan memiliki luas wilayah 198.778,72 Ha. Berdasarkan pengukuran di lapangan outlet Sub DAS Landak selama 6 hari rata-rata pH 5,51, sedangkan pH minimum 4,52 dan pH maksimum 6,76, suhu 280C, kecerahan 67,50 cm, debit aliran rata-rata 3,46 m3/detik, sedangkan hasil analisis di laboratorium menunjukkan laju sedimen rata-rata adalah 2,59 ton/hari. dengan pola drainase dendritik dan bentuk drainase memanjang atau seperti bulu burung dengan profil melintang sungai berbentuk segitiga. Orde sungai terdiri dari 2 orde dimana indeks kerapatan drainasenya tergolong kategori sedang.   Kata Kunci : Studi Karakteristik Sub DAS Landak,
The Effect Of Dried Leaves Nutrient Ingredients Banana Watermelon Plant Growth On Alluvial Soil Mariana, Mariana; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine dried leaves nutrient ingredients banana the best of the watermelon plant growth on alluvial soil. research conducted in the faculty of agriculture universities Tanjungpura pontianak. This study took place from 28 February 2016 to 24 June 2016, using a randomized block design (RAK) consists of a single factor, five treatments and repeated four times with three plant samples. The carrying out of this research are k1=7,5 kg / plot equivalent to 10 ton/ha, k2= 15 kg/ plot eguivalent to 20 ton/ha, k3= 22,5 kg/plot equivalent to 30 ton/ha, k4=30 kg/plot equivalent to 40 to/ha, k5= 37,5 kg/plot equivalent to 50 ton/ha. variable observation in this study was the time of flowering, root volume and dry weight of plants. Award dried leaves nutrient ingredients banana 7,5 kg /seedbed par with 10 ton/ha, an effective dose of the watermelon plant growth on alluvial soil.
Penggunaan Rumput Laut (Eucheuma Cottoni) Pada Pembuatan Es Krim Susu Kambing Tri Maulidiyanti Maulidiyanti; Retno Budi Lestari; Ahmad Tohardi Tohardi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan penggunaan rumput laut (eucheuma cottoni) sebagai bahan pengisi pada pembuatan es krim susu kambing berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Metode ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi penambahan rumput laut 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, kemudian data dianalisis secara statistik menggunakan Uji F dengan membandingkantabel F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji BNJ jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta rumput laut berpengaruh nyata terhadap overrun, kecepatan meleleh, total padatan dan protein es krim susu kambing tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap organoleptik yang meliputi tesktur, rasa dan kesukaan es krim susu kambing. Perlakuan terbaik dari penelitian yang telah dilakukan yaitu F1 (penambahan 10% pasta rumput laut) dengan rerata uji fisikokimia : overrun 72,95%, kecepatan meleleh 13,46 menit, total padatan 37,51% dan protein 5,91%. Hasil uji organoleptik terbaik tesktur 3,70 (agak suka), rasa 3,50 (agak suka), kesukaan 3,58 (agak suka).Kata kunci: Es krim, susu kambing dan rumput laut
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG TRI SUMARDI WIJAYA; RIDUANSYAH ANIS; ari krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23734

Abstract

Lahan Gambut Di Desa Pelang  merupaka salah satu lahan yang marginal yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap social ekonomi masyarakatnya. Namun dalam pemanfaatannya belum berdasarkan kemampuannya. Permasalahan yang ada seperti pH yang rendah, Kapasitas Tukar Kation (KTK) gambut yang tinggi dan Kejenuhan Basa (KB) relatif rendah, ketersediaan hara makro dan mikro sangat rendah  Selain itu, sifat fisika tanah gambut seperti penurunan muka gambut (subsidence), kadar abu, ketebalan dan kematangan gambut juga menjadi salah satu kendala. Oleh sebab itu, diperlukan suatu kegiatan evaluasi kesesuaian lahan yang memberikan informasi tentang kondisi lahan.Metode penelitian yang digunakan seperti pengumpulan data-data sekunder, penyusunan peta rencana kerja, pengambilan sample tanah di lapangan dengan system grid, analisis dan kompilasi data serta penyusunan laporan akhir penelitian. Hasil analisis di laboratorium dan pengamatan di lapangan dipadukan dengan syarat tumbuh tanaman bawang merah, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan. Pada SPT 1 kelas kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah. Hal ini menunjukkan bahwa factor pembatas terberat adalah ketebalan gambut, ketersediaan hara K2O, dan retensi hara yaitu pH. Pada SPT 2  kelas kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah. Hal ini menunjukkan bahwa factor pembatas terberat adalah ketebalan dan kematangan gambut, ketersediaan hara K2O, dan retensi hara yaitu pH. Dengan teknologi masukan berupa perbaikan drainase, peupukan dan pengapuran menjadikan daerah studi memiliki kelas kesesuaian lahan potensial Sesuai (S) tanpa factor pembatas untuk tanaman bawang merah.  Kata Kunci:  Bawang Merah, Evaluasi Kesesuaian Lahan.
KARAKTERISASI MORFOLOGI FASE VEGETATIF BERAS HITAM SENAKIN DAN BELIAH PADA TANAH SAWAH Sunardi, Sunardi; Tantri Palupi, Tantri Palupi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi morfologi padi beras hitam lokal di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat sangat diperlukan. Ini dilakukan untuk memahami karakter spesifik yang kemungkinan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dan menghilangkan karakter yang tidak diinginkan dalam program perbaikan varietas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakter fase vegetatif padi beras hitam Senakin dan Beliah di tanah sawah berdasarkan Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi (Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah 2003). Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, sejak 31 Agustus 2016 sampai dengan 10 Januari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 (dua) perlakuan yaitu varietas Senakin dan Beliah. Setiap perlakuan diulang 8 (delapan) kali,dan setiap ulangan terdiri dari 6 (enam) sampel tanaman, sehingga pada penelitian ini diperoleh 96 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi bibit, panjang daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher, warna helai daun, warna pelepah daun, bentuk lidah, sudut batang, tinggi tanaman, jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi padi varietas Senakin yaitu memiliki  panjang daun 44 cm, permukaan daun berambut, sudut daun bendera (+45) atau tergolong sedang, warna leher daun hijau muda, helai daun berwarna hijau tua, pelepah daun berwarna hijau, bentuk lidah 2-cleft, sudut batang sedang, jumlah anakan padi 14 anakan, dan pertumbuhan tinggi tanaman pada fase pembungaan atau fase vegetatif maksimum yaitu 115 cm. Kemudian untuk karakter morfologi varietas Beliah yaitu memiliki panjang daun 50 cm, permukaan daun berambut, sudut daun bendera tegak, warna helai daun hijau muda, helai daun berwarna hijau tua, pelepah daun berwarna hijau, bentuk lidah 2-cleft, sudut batang sedang, jumlah anakan padi 12 anakan, dan pertumbuhan tinggi tanaman pada fase vegetatif maksimum yaitu 122 cm.Kata Kunci : Karakterisasi, fase vegetatif, Morfologi, Padi lokal beras hitam Senakin dan Beliah
PENGARUH BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Mukhlis -; Purwaningsih -; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.1183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mikroorganisme lokal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dimulai dari tanggal 19 Juni 3 September 2012. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan, 4 ulangan dan setiap perlakuan dalam1 ulangan terdapat 3 sampel tanaman, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 84 tanaman. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam sebagai pupuk dasar, perlakuan sebagai berikut : (A) Tanpa MOL (B) MOL Bongkol Pisang (C) MOL Sayuran (D) MOL Buahan (E) kombinasi MOL Bongkol Pisang dan MOL Buahan (F) Kombinasi MOL Sayuran dan MOL Buahan (G) MOL Bongkol Pisang+Sayuran+Buahan. Variabel pengamatan : tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah klorofil daun (spad unit), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat umbi segar per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis MOL memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama terhadap tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Pemberian kombinasi MOL sayuran+buahan yang paling efektif untuk diberikan pada tanaman bawang merah. Kata kunci: MOL, bawang merah, pertumbuhan, hasil, tanah aluvial.
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT yasma, ogei; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effects of coastal sediment on shallot growth and yield on peat soil and best dossage to optimal growth and yield.This research was conducted on January 10, 2018 until March 10, 2018 in research garden of Tanjungpura University Pontianak. The design used in this study was by using Completely Randomized Design (RAL) consist of seven treatments with four replicates, and each experimental unit consisted of 3 plant samples, the number of plant plants 84 units consist of l0 = 0 % coastal sediment, equivalent 0 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l1 = 2.5 % coastal sediment, equivalent 0.225 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l2 = 5 % of coastal sediment, equivalent to 0.45 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l3 = 7.5 % of coastal sediment, equivalent to 0.675 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l4 = 10 % coastal sediment, equivalent to 0.9 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; l5 = 12.5 % coastal sediment, equivalent to 1.125 kg of coastal sediment + 9 kg of peat; and l6 = 15 % of coastal sediment, along with 1.35 kg of coastal sediment     + 9 kg of peat. Variables in this study were plant height, number of leaves, number of tubers per hill, fresh weight of tubers per hill, dry weight of tubers per hill and soil pH after incubation. Environmental observations are also made, such as observations of temperature and humidity. The results showed that coastal sediment has significant effect on top plant height, fresh weight of tubers per hill, and dry weight of tubers per hill. At dossage of 7,5 % - 15 % coastal sediment, effects can increase the growth and yield of shallot. Keywords : coastal sediment, production, shallot 
KAJIAN CENDAWAN Trichoderma DI TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK Muhammad Mauludin, Sutarman Gafur Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan dari cendawan salah satunya Trichoderma sp sebagai organisme yang mempunyai kemampuan stimulator pengomposan pupuk hayati untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi cendawan Trichoderma, di beberapa tipe penggunaan lahan, di antaranya lidah buaya, pepaya, sawi, kelapa sawit, nanas, dan hutan sekunder. Penelitian ini menggunakan isolasi cendawan Trichoderma sp. dilakukan menggunakan media PDA (Potato Dextrosa Agar) dengan metode perhitungan MPN dengan 6 perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah, laboratorium Kimia dan kesuburan Tanah, laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura mulai bulan Agustus hingga November 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cendawan Trichoderma sp yang tumbuh pada lokasi tipe penggunaan lahan, di Siantan Hilir hanya ada 1 spesies yang mendominasi yakni spesies 1 atau sp 1 di lahan sawi. Hal ini disebabkan pada  areal pertanaman sayuran banyak dijumpai jenis cendawan Trichoderma spp. dibandingkan dengan jenis cendawan lainnya, sedangkan gambaran mikroskopis dari spesies cendawan Trichoderma sp. yang masing-masing berasal dari rizosfir tanaman cabai dan sawi. Kata Kunci : Cendawan Trichoderma sp, Penggunaa Lahan, Tanah Gambut.

Page 49 of 191 | Total Record : 1901