cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN NANAS (Ananas Comosus Merr) DAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) DI DESA PARIT LABAK KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA Andre Dwi Nanda Putra; Joni Gunawan; Asadi Asadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.7490

Abstract

Karakteristik lahan gambut di Desa Parit Labak Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya sangat cocok untuk budidaya tanaman Nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) . Nanas dan Lidah Buaya adalah tanaman industri yang memilikin peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Hasil evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang mengindikasikan perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaaian lahan untuk tanaman nanas dan Lidah Buaya serta informasi luas area dari  masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu ketebalan dan kematangan gambut dan pada SPT 2 ketebalan gambut. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Kata Kunci : Nanas Dan Lidah Buaya, Evaluasi kesesuaian lahan, Gambut.
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWAIT DI PT. MITRA INTI SEJATI PLANTATION KECAMATAN SANGGAU LEDO KABUPATEN BENGKAYANG azzy, seman
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi hutan berubah menjadi  perkebunan kelapa sawit secara langsung berimbas pada perubahan fungsi hutan sebagai pelindung tanah. Akibat yang terjadi dari perubahan ini menimbulkan besarnya tingkat erosi yang berujung pada sumbangannya terhadap kehilangan hara serta kelestarian/umur lahan. Metode USLE digunakan untuk memprediksi erosi tanah.  Penelitian bertujuan untuk mempelajari besarnya prediksi erosi, Membandingkan nilai prediksi erosi dengan erosi yang ditoleransi dan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada perkebunan kelapa sawit di PT. Mitra Inti Sejati Plantationdi Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode USLE. Prediksi erosi di areal perkebuanan kelapa sawit di PT. Mitra Inti Sejati Plantation berkisar antara 275,94– 3.125,93 ton/ha/th. Semua unit lahan di lokasi penelitian mempunyai nilai prediksi erosi lebih besar dari nilai erosi yang dapat ditoleransi (ETOL). Perlu dilakukan suatu usaha pengendalian erosi di lokasi penelitian dengan cara melakukan tindakan konservasi tanah secara mekanik seperti membuat teras – teras dengan kualitas yang baik yang berfungsi mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan serta memungkinkan penyerapan air oleh tanah. Kata kunci : Prediksi erosi metode USLE , lahan kebun sawit
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DI PONTIANAK UTARA Maryana, Dina; Suyatno, Adi; Aritonang, Marisi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lidah buaya (aloe vera) yang dilakukan di Desa Siantan Hulu Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei, penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) . Sampel yang digunakan sebanyak 30 kepala keluarga petani lidah buaya. Variabel penelitian terdiri dari jumlah bibit, curahan tenaga kerja, jumlah pupuk urea dan jumlah abu . Analisis data yang digunakan Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lidah buaya (aloe vera) di Pontianak Utara menggunakan analisis uji regresi dengan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan software SPSS. Hasil analisis menunjukan bahwa pada uji parsial (uji-t) penggunaan faktor-faktor produksi bibit, abu dan pupuk urea berpengaruh terhadap produksi lidah buaya, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi lidah buaya sehingga dapat menyebabkan penerimaan yang diperoleh petani lidah buaya berkurang dan biaya yang dikeluarkan berlebihan. Kata Kunci :, Produksi Lidah Buaya, Cobb-Douglas.
PENGARUH BOKASI LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL JUWITA, JUWITA; SUSANA, RINI; ABDURRAHMAN, TATANG
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTS OF VEGETABLES WASTE BOKASHION THE GROWTH AND YIELD OF ONIONON ALLUVIAL SOIL Juwita(1), Rini Susana(2), Tatang Abdurrahman(2).Agrotechnology programe study of agriculture facultyTanjungpura University Pontianak  ABSTRACT This study aims to determine the effect of vegetable waste bokashi on the growth and yield of the onion on alluvial soil. This research was conducted in experimental garden of Faculty of Agriculture, Tanjungpura University Pontianak for 2 months starting on April 4th to June 5th, 2017. This research used Randomized Complete Design which consists of 6 treatments and 4 replications, with each replication consists of 3 samples, and the total number is 72 plants. The treatment were a0= 0 g/polybag, a1= 160 g/polybag, a2= 320 g/polybag,            a3= 480 g/polybag, a4= 640 g/polybag, a5= 800 g/polybag. The variable observed in this study included the number of leaf per clump, height of the plant, this amount of tuber per clump, fresh weight of tuber per clump, and dry weight of tuber per clump. The result showed that the difference dose of vegetable waste bokashi gave significant effect to fresh weight of tuber per clump and dry weight per clump, but it gives not significant effect to number of the leaf per clump, height of the plant, number of tuber per clump. The result showed that application of the vegetable waste bokashi increase the fresh weight of the tuber per clump and dry weight of tuber per clump, and application of vegetable waste bokashi with 160 g/polybag dose is the effective dose for the growth and yield of the onion. Keywords: alluvial, onion, vegetable waste bokashi
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) DI DESA SUKA MAJU KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG Suhardi -; Sarbino -; Astina -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2439

Abstract

Jagung (Zea Mays,L.) merupakan salah satu bahan pangan yang dikomsumsi setelah beras. Desa Suka Maju merupakan salah satu daerah penghasil tanaman jagung. Gulma yang tumbuh dipertanaman jagung merupakan salah satu faktor yang menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis gulma dan gulma dominan yang tumbuh dipertanaman jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan deskriptif yaitu pengamatan dilapangan dan analisis vegetasi dengan metode kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan sebelum persiapan lahan dan sebelum penyiangan umur tanaman jagung 25 Hst. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk persiapan lahan terdapat 27 gulma dari 9 famili dengan 9 jenis gulma dominan yaitu: Ageratum conyzoides, Borreria alata, Borreria repens, Fimbristylis tomentosa, Scoparia dulcis, Paspalum commersonii, Axonopus compressus, Digitaria ciliaris, dan Paspalum konjugatum. Umur tanaman jagung 25 Hst ditemukan 22 gulma dari 10 famili dengan 7 jenis gulma dominan adalah: Ageratum conyzoides, Borreria alata, Borreria repens, Emiliia sonchifolia, Cyperus brevifolius, Scoparia dulcis, dan Ludwigia hyssopifolia. Kata Kunci : Gulma, Struktur Komunitas, Tanaman Jagung
POPULASI KUTU PUTIH Planococcus citri DAN Dysmicoccus brevipes PADA BERBAGAI TANAMAN INANG Norma, Norma; Syahputra, Edy; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi serangga tidak selalu sama, hal ini dikarenakan perkembangan populasi dipengaruhi oleh lingkungan dan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan tanaman inang yang sesuai untuk perkembangan populasi P. citri dan D. brevipes dan membedakan perkembangan P. citri dan D. brevipes pada masing-masing tanaman inang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 5 bulan, yaitu bulan Juli sampai bulan November 2017. Penelitian ini menggunakan 2 jenis kutu putih yaitu P. citri dan D.brevipes. Empat tanaman inang yang digunakan adalah bibit jeruk manis (Citrus sinensis.L.), tunas kentang (Solanum tuberosum L.), buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch.), dan buah golden mama (Cucurbita moschata). Hasil penelitian menunjukkan ukuran tubuh imago P. citri dan D. brevipes yang dipelihara pada buah labu kuning lebih panjang dan lebar dibandingkan pada buah golden mama, bibit jeruk dan tunas kentang. Rata- rata populasi P. citri yang dipelihara pada empat tanaman inang yaitu buah labu kuning 295,2 ekor,bibit jeruk 120,4 ekor, tunas kentang  37 ekor, dan buah golden mama 168,5 ekor. Rata- rata populasi D. brevipes yang dipelihara pada empat tanaman inang yaitu buah labu kuning 425,8 ekor, bibit jeruk 29 ekor, tunas kentang 84,2 ekor, dan buah golden mama 143,5 ekor. Laju pertumbuhan populasi P. citri dan D. brevipes pada empat tanaman inang menunjukkan pertumbuhan yang paling cepat dipelihara pada buah labu kuning dengan koefesien regresi pada P. citri yaitu 66,18 dan D. brevipes yaitu 83,42. Hasil penelitian menunjukkan tanaman inang yang sesuai untuk perkembangan populasi P. citri dan D. brevipes yaitu buah labu kuning karena laju pertumbuhan populasi paling cepat dan ukuran tubuh paling besar.
UJI BEBERAPA MACAM TEKNIK SAMBUNG PUCUK TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNGAN BIBIT DURIAN Uswatun Hasanah; Patriani Patriani; Evi Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik sambung pucuk yang terbaik pada sambungan bibit durian. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan p1=sambung celah, p2= sambung celah terbalik, p3=sambung cemeti, dengan banyaknya 8 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase keberhasilan sambungan (%), pertambahan panjang entris (cm) dan jumlah daun terbentuk (helai). Berdasarkan hasil penelitian, teknik sambung pucuk memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambungan dan pertambahan panjang entris, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.
STUDI KETERSEDIAAN HARA N, P DAN K TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L) LAHAN PASANG SURUT DI DESA PELIMPAAN KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS Sari, Rizki Delima; Asfan, Asrifin; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI  KETERSEDIAAN HARA N, P DAN K TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L) LAHAN PASANG SURUT DI DESA PELIMPAAN KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS RizkiDelimaSari(1), Asrifin Aspan(2), Ari Krisnohadi(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Menyusutnya lahan subur untuk keperluan pertanian dan meningkatnya permintaan akan hasil pertanian mengakibatkan pembangunan pertanian diarahkan kepada pemanfaatan lahan marginal seperti lahan pasang surut.Desa Pelimpaan merupakan satu diantara desa yang memiliki lahan pasang surut. Petani menggunakan pupuk kimia dengan dosis yang belum tepat, kurangnyainformasimengenaipenggunaanpupukkimiauntuktanamanpadimembuatpetanimelakukanpemupukantidaksesuaidosis yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiketersediaan hara N, P dan K di lokasi penelitian serta memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai untuk lahan sawah pasang surut dilokasi penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – November 2016, di dusun Tauladan, DesaPelimpaan, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode survei, sampel tanah diambil dari 5 lokasi. Variabel pengamatan meliputi: penggunaanlahan, drainasetanah, kedalamanmuka air tanah, bahayabanjir, kedalamansulfidik, DHL, bobotisi, reaksitanah,C- Organik,N-total, P-tersedia, K-dd dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil penelitian menunjukkandrainasetanah buruk sampai agak buruk,kedalamanmuka air tanahberkriteriasangatdangkal, bahayabanjirkategoribanjirringan (F1.1), kedalamansulfidik berkriterialapisanpiritdalam, DHL berkriteria non salin, bobotisiberkisarantara 0,79–0,84 gram/cm3, reaksitanahberkisar 6,24-6,76 berkriteriaagakmasam-netral, C-Organiktergolongrendah-sedangberkisar 1,65–2,79%, N-total tergolongrendah-sedangberkisar 0,17-0,26%, P-tersedia tergolong sedang-sangat tinggi berkisar20,57-43,04ppm, K-dd tergolong sedangberkisar 0,44-0,50cmol(+)kg-1. Demi meningkatkan ketersediaan hararekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yang diperlukan yaitu L1 285,87 kg urea/ha, 289,11kg Sp-36/ha, 342 kg KCl/ha, L2 285,87 kg urea/ha, 262,77kg Sp-36/ha, 335,70 kg KCl/ha, L3 286,40 kg urea/ha,190,86 Sp-36/ha, 300,01 kg KCl/ha, L4 285,55 kg urea/ha, 268,86kg Sp-36/ha, 367,30 kg KCl/ha, L5282,70 kg urea/ha,201,52 Sp-36/ha, 164,18 kg KCl/ha.       Kata kunci : Ketersediaan Hara Tanah, Padi, Pasang Surut, Pemupukan.
ANALISIS PEMASARAN DAN TRANSMISI HARGA CABAI RAWIT DI KABUAPETAN KUBU RAYA Triana Vicky Boru Nainggolan; Adi Suyatno; Josua Parulian Hutajulu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.752 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26805

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tentang saluran pemasaran, margin pemasaran, efesiensi pemasaran dan transmisi harga cabai rawit di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan teknik survei.  Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja karena daerah penelitian memiliki nilai produksi cabai rawit tertinggi. Untuk mementukan jumlah responden digunakan metode  bola salju yaitu 11 petani dan 8 lembaga pemasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan ada 3 saluran pemasaran cabai rawit di Kabupaten Kubu Raya, yaitu; Saluran I  dari Petani langsung ke Pengecer Desa, Saluran II dari Petani,  ke Pengumpul Desa dan terakhir ke Pengecer, dan Saluran III dari Petani, ke Pengumpul Luar Kota kemudian ke Pedangan Pengecer. Saluran I memiliki nilai bagian yang diterima petani (83.33%) tertinggi, sehingga diindikasikan memiliki tingkat efesiensi pemasaran terbaik dibandingkan Saluran II (68.57%) dan Saluran III (67.86%). Selanjutnya,  nilai elastisitas transmisi harga dari cabai rawit adalah 0.042 lebih kecil dari 1 (ET < 1), nilai tersebut mengindikasikan jika terjadi perubahan harga sebesar 1% di tingkat pengecer maka akan menyebabkan perubahan harga sebesar 0.042% di tingkat produsen,  artinya elastisitas transmisi harga cabai rawit adalah inelastis.Kata Kunci:Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Efesiensi Pemasaran dan Transmisi Harga
PENGARUH WAKTU INFESTASI HAMA KEPIK LABU (Leptoglossus australis F.) TERHADAP KERUSAKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) astuti, widya; Sarbino, Sarbino; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptoglossus australis merupakan salah satu hama tanaman mentimun yang menyerang buah mentimun. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kehilangan hasil pada buah mentimun berdasarkan waktu infestasi kepik labu (L. australis). Penelitian dilaksanakan pada April hingga September 2016. Penelitian dilakukan dengan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari 1 perlakuan 5 taraf dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu waktu infestasi (W) pada umur buah yang berbeda dimulai pada umur 0 hsm (W1), 2 hsm (W2), 4 hsm (W3), dan 6 hsm (W4) serta control (W0). Pada setiap perlakuan diinfestasikan 2 ekor kepik instar ke-4. Kepik yang telah diinfestasikan kemudian dibungkus menggunakan plastik bening yang telah diberi lubang pernafasan. Infestasi dilakukan sampai buah mentimun berumur 9 hari. Hasil penelitian diketahui bahwa semakin awal waktu infestasi L. australis menyebabkan kehilangan hasil pada buah mentimun semakin besar. Infestasi pada 2 hsm menyebabkan kehilangan mencapai 97,06%. Kata kunci : Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis, Mentimun

Page 50 of 191 | Total Record : 1901