cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
THE PURIFICATION OF USED PALM OIL USING BAGASSE AND BANANA “KEPOK” PEELS AS AN ADSORBENT AKIEN MULIANI; SUKO PRIYONO; LUCKY HARTANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33788

Abstract

The purpose of this research is to know the best ratio based on the combination of the bagasse and banana “kepok” peels to the used palm oil purification. This research used Randomized Block Design one factor, the ratio formula of the combination bagasse and banana “kepok” peels (7 times treatment that is control, 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20, and 100:0, 4 times replication). The data analyzed by ANOVA 5%, if there is significant treatment, then it continued by Turkey’s (HSD Test). Data from hedonic analyzed by Friedman test. The result showed the combination of bagasse and banana “kepok” peels at ratio 100:0 is the best treatment. The quality of used oil are moisture content 0.35%, FFA 0.96%, relative density 0.956 g/mL, saponification 167.85 mg KOH/g and viscosity 0.56 cps. Organoleptic evaluation best result is colour 1.24 (yellow clear to bit yellow) and smell 1.4 (no rancid to bit rancid).
Keanekaragaman Jenis Ikan Hasil Tangkapan Bagan Tancap Di Pulau Penata Kecil Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Syukur Adnan; Inpurwanto Inpurwanto; Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.40528

Abstract

Pulau Penata Kecil merupakan salah satu pulau kecil yang terdapat di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, Pulau ini memiliki luas ±60,7Ha dan di huni oleh penduduk musiman sebanyak ±250 jiwa. Pulau Penata Kecil memiliki potensi perikanan pelagis yang cukup tinggi, kondisi yang demikian mengundang masyarakat nelayan untuk memanfaatkan sumberdaya tersebut, Salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan pelagis kecil adalah bagan tancap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi ikan hasil tangkapan bagan tancap di Pulau Penata Kecil Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan 6 buah bagan tancap, pengambilan sampel dilakukan dengan waktu hauling berbeda yaitu sebelum tengah malam dan sesudah tengah malam berdasarkan jarak bagan tancap dari bibir pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh 16 spesies yang dikelompokan menjadi 14 famili, dan jenis ikan terbanyak di dominasi oleh familia Carangidae sebanyak 3 spesies dan ikan yang sering tertangkap selama penelitian adalah teri (Stelephorus indicus), ikan selar kuning (Selaroides leptolepis), dan ikan petek (Gazza dentex). Indeks keanekaragaman stasiun 1-3 berturut-turut 0,93, 0,92, 0,92 dan secara keseluruhan stasiun di peroleh nilai yaitu 0,87 yang dikategorikan tinggi dan indeks dominansi pada stasiun 1-3 berturut-turut 0,06, 0,07, 0,07 dan secara keseluruhan stasiun diperoleh nilai yaitu 0,12 yang dikategorikan rendah atau tidak ada jenis yang mendominasi. Kata Kunci : Komposisi jenis, Indeks Kenaekaragaman, dan Indeks Dominansi
The Effect of Sea Shells Powder on the Growth and Yield of Mungbean at Peat Soil Sinaga, Siska Rauni; Zulfita, Dwi; ., Surachman
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L.) is leguminoceae plant with high protein and big potential to be cultivated. Application of sea shells powder have an important role in improving the chemistry nutrition of the peat soil. The aim of the study is to determine the best dose of sea shells powder on the growth and yield of mungbean plants in peat soil. This research was carried out on experimental field Agriculture Faculty of Tanjungpura University, Pontianak which took place from April to June 2019. The method used was Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatment levels, 5 replications, and 4 sample plants. Application of the sea shells powder treatment consist of k1 = 5 ton/ha, k2 = 10 ton/ha, k3 = 15 ton/ha, k4 = 20 ton/ha, and k5 = 25 ton/ha. The observed variables in this research consisted of plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of pods (pods), dry seed weight (g), dry seed weight 100 (g). The results showed that the best dose of sea shells powder growth and yield of mung bean was a dose of 5 ton/ha or equivalent to 62 g/polybag.Keywords : mungbean, peat soil, sea shells powder.
ANALYSIS OF FEMALE LABOR RATES AT PT. NOBLE BHAKTI KAHURIPAN (MBK) RIVER LAUR SUB-DISTRICT KETAPANG DISTRICT Wilna .; Abdul Hamid A. Yusra; Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35717

Abstract

This study aims to analyze the wage rate of female workers in PT. Mulia Bhakti Kahuripan which is an oil palm company. The analysis used in this study is multiple linear regression analysis. This study uses 50 respondents who are status as freelance daily employees (PHL). The results showed that the lowest SFM / female worker income was Rp.672,000.00 / month and the highest income was Rp. 864,000.00. PHL working hours / female workers with the lowest working hours of 168 hours / month and the highest 216 hours / month. the lowest is 25 years old and is the highest age of 50 years. The largest frequency of education is as many as 22 respondents or 44% determined by the category of junior high school graduation. The smallest respondents were 12 or 24% of high school graduates. This shows that SFM / female workers are mostly secondary education (SMP). Keywords :working hours , education, type of work, number of families
FORMULASI ES KRIM SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN UMBI KERIBANG SEBAGAI BAHAN PENGISI KURNIA, NENDEN VINA; LESTARI, RETNO BUDI; PURNOMOSIDI, MARJOKO
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula es krim susu kambing dengan penambahan umbi keribang sebagai bahan pengisi terbaik berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi penambahan umbi keribang 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, kemudian data dianalisis secara statistik menggunakan Uji F dengan membandingkan tabel F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji BNJ jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta umbi keribang berpengaruh nyata terhadap overrun, kecepatan meleleh dan protein es krim susu kambing tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas dan organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan rasa es krim susu kambing. Perlakuan terbaik dari penelitian yang telah dilakukan yaitu F3 (penambahan 30% pasta umbi keribang) dengan rerata uji fisikokimia: overrun 34,75%, kecepatan meleleh 21.76 menit, protein 2,83% dan viskositas 4667 dPa-s. Hasil uji organoleptik terbaik warna 4,12 (suka), tekstur 3,64 (agak suka) dan rasa 3,64 (agak suka).Kata kunci: Es krim, susu kambing, dan umbi keribang
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) DI DESA PARIT LABAK KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA puladin, arip; gunawan, joni; gafur, sutarman
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan Gambut di Indonesia tersedia cukup. Di Kalimantan Barat, Lahan Gambut banyak dipergunakan sebagai lahan pertanian terutama untuk pengembangan tanaman Jagung. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan dan pakan strategis dan saat ini produksinya belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat. Kesesuaian lahan gambut di Desa Parit Labak perlu diteliti sehingga luarannya dapat dipakai untuk menunjang pengembangan tanaman jagung agar dapat berproduksi dengan maksimal sesuai potensinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesesuaian beserta mempelajari kendalanya, dan memberikan rekomendasi perbaikannya. Kegiatan evaluasi kesesuaian lahan di lakukan sampai tingkat subgrupdengan menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan bahwa kesesuaian lahan gambut tersebut tidak sesuai untuk selamanya bagi pengembangan tanaman jagung. Faktor- faktor tersebut adalah masalah retensi hara dan kondisi media perakaran. Di ketahui bahwa untuk mengubah status kesesuaian lahan potensialnya menjadi status S3 diperlukan beberpa tingkat perbaikan yang tinggi seperti melakukan pengapuran dan pemupukan serta perbaikan sifat fisik tanah. Kata Kunci: Evaluasi kesesuaian Lahan, lahan gambut, tanaman jagung (Zea Mays).
PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PADA MEDIA SERBUK GERGAJI Elly Mustamir, Siti Hadijah, Gusti Randa
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.40307

Abstract

ABSTRAK                                     Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. Beberapa jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia yaitu jamur tiram putih (P.ostreatus), jamur tiram merah muda P.flabellatus), jamur tiram abu-abu (P. sajor caju), dan jamur tiram abalone (P.cystidiosus). Budidaya jamur tiram putih menurut hasil observasi yang biasa dilakukan untuk menghasilkan suhu dan kelembaban media tanam untuk pertumbuhan jamur tiram putih yaitu dengan cara penyiraman yang dilakukan 1-2 kali dalam sehari, namun penyiraman yang dilakukan petani dalam budidaya jamur tiram belum dapat memberikan hasil yang maksimal di karenakan belum bisa menyesuaikan suhu yang diingkan pada pertumbuhan jamur tiram yang disebabkan pengaruh suhu di khatulistiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mencari frekuensi penyiraman terbaik untuk pertumbuhan jamur tiram di media tanam serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura  Pontianak. Waktu penelitian berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan  yang diberi kode perlakuan ( F ) dan 6 ulangan. Masing –masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total penelitian yaitu 72 baglog. F1 penyiraman 1 kali dalam sehari yaitu siang hari, f2 penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, f3 penyiraman 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore, f4 penyiraman 4 kali sehari yaitu selama 3 jam sekali. Variabel pengamatan yaitu waktu panen pertama (HST), bobot segar jamur tiram/baglog, diameter tudung jamur tiram, jumlah tubuh buah, suhu media tanam dan pH media tanam jamur tiram. Pengamatan dilakukan setiap hari.
INDEKS KUALITAS TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BELITANG DUA KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Muslimin Saputra; Rita Hayati; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35284

Abstract

Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui Indeks Kualitas Tanah pada penggunaan lahan di Desa Belitang dua Kecamatan Belitang Kab Sekadau. Indikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang dapat menggambarkan kondisi tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan kebun kelapa sawit, kebun karet dan lahan hutan sekunder pada jenis tanah hapludult. Parameter yang di amati meliputi sifat fisik,kimia dan makro biologi tanah, untuk sifat fisik tanah yaitu Kadar Air Kapasitas lapang, Bobot isi, porositas total dan tekstur. Untuk sifat kimia tanah paremater yang di amati yaitu, pH, N-Total, P-total, K-Total, KB, KTK, Ca, Mg, C-Organik dan Bahan organik, dan untuk sifat biologi yang diamati hanya jumlah populasi cacing tanah pada setiap penggunaan lahan.  Indeks kualitas tanah dihitung dengan menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998), yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan menggunakan analisis Minimum Data Set (MDS).  Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kualitas Tanah (IKT) pada ketiga penggunaan lahan berkriteria rendah dengan nilai kebun kelapa sawit sebesar 0,3, lahan kebun karet sebesar 0,32 dan lahan hutan sekunder sebesar 0,35. hal ini disebabkan kurangnya pemberian pupuk yang dilakukan oleh petani serta kurang nya pengetahuan petani setempat tentang kualitas tanah yang baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan Indeks Kualitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan
The Effect of Concentrations Coconut Water on Growth and Yield Plant Cutting of Mint Muhammad Yudhy Octoarie; Dini Anggorowati; Astina .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36174

Abstract

This study aims to determine the best concentration of coconut water on growth and yield plan cutting of mint. This study held from on February 25st to April 25th 2019. The research was conducted in Purnama Agung VII, Komplek Pondok Agung Permata, South Pontianak. The method use is randomized completely design of one factor,the treatment consisted of 5 treatments, namely (p1 = concentrations of coconut water 0%, p2 = concentrations of coconut water 12,5%, p3 = concentrations of coconut water 25%, p4 = concentrations of coconut water 37,5%, p5 = concentrations of coconut water 50%,) all treatmets were repeated 5 times, each treatment consisting of 4 plant samples. The results showed that the concentrations of 25% coconut water was the best concentration for improving yield of cuttings of mint plants.Keywords: Coconut Water, Plant Cutting of Mint.
PEENGARUH PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS INPARA 3 DENGAN METODE SRU KURNIAWAN, SANDI; RADIAN, RADIAN; MUHAMMAD, KISWAN
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang sangat penting karena sebagian besar masyarakat Indonesia makanan pokoknya beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpara 3 dengan menggunakan metode SRI. Rancangan yang digunakan adalah metode ekperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 5 dosis perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan sebagai berikut: p1 = 257 gram, p2 = 385 gram, p3 = 514 gram, p4 = 643 gram dan p5 = 765 gram. Hasil penelitian menunjukan p1, p2 dan p3 berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, persentase gabah isi permalai, berat 1000 biji dan berat gabah perrumpun, tetapi berpengaruh nyata pada variabel anakan maksimum dan anakan produktif. Hasil uji BNJ 5% pada variabel anakan maksimum memperlihatkan p1, p2 dan p3 berbeda tidak nyata antar sesamanya, begitupula dengan p2, p3 dan p4, serta p4 dan p5 berbeda tidak nyata antar sesamanya, tetapi p5 berbeda nyata terhadap p1 dan p2, tetapi berbeda tidak nyata terhadap p3 dan p4. Hasil terbaik yang diperoleh adalah p4 dengan rerata anakan maksimum pada minggu ke 3, 5 dan 7 secara berturut-turut yaitu (6,47, 13,80 dan 25,27 batang). Hasil uji BNJ 5% pada variabel jumlah anakan produktif memperlihatkan p5 berbeda nyata terhadap p1, p2 dan p3, namun berbeda tidak nyata terhadap p4. Sedangkan p1, p2 dan p3 berbeda tidak nyata antar sesamanya, begitupula dengan p3 dan p4. Hasil terbaik yang diperoleh adalah p5 dengan rerata anakan produktif 12,40 batang. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam tidak memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpara 3 yang ditanam dengan menggunakan metode SRI.

Page 81 of 191 | Total Record : 1901