cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3: Maret 2026" : 7 Documents clear
Pengaruh Dana Alokasi Umum Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Belanja Modal Dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Sebagai Variabel Moderasi Mutiara M. Diapati; Diarespati; Fitriana; Andi Mattulada
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.9546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran sebagai variabel moderasi di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis jalur melalui Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa peningkatan Dana Alokasi Umum cenderung digunakan untuk belanja rutin daripada investasi pada aset daerah. Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Belanja Modal, menunjukkan bahwa alokasi Dana Alokasi Khusus belum sepenuhnya terealisasi sebagai belanja modal karena keterlambatan penyerapan dan earmarking khusus. Surplus Pembiayaan Anggaran memoderasi secara negatif hubungan antara Dana Alokasi Umum dan Belanja Modal, yang berarti bahwa Surplus Pembiayaan Anggaran yang lebih tinggi melemahkan pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Sebaliknya, Surplus Pembiayaan Anggaran tidak memoderasi hubungan antara Dana Alokasi Khusus dan Belanja Modal secara signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa efektivitas transfer pemerintah pusat sangat bergantung pada kapasitas pemerintah daerah dalam menyerap dan mengelola keuangannya. Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat tata kelola fiskal, mempercepat penyerapan anggaran, dan mengoptimalkan penggunaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus untuk investasi modal yang produktif.
The Influence of Community-Based Total Sanitation Counseling on Community Knowledge, Attitudes and Actions in Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency Maulana, Fariz; Marina; Fadli, Mohammad; Aprilianingsih, Nikita; Hartina, Siti; Suhermanto; Suhestianigras; Nurhayati, Susi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.9656

Abstract

Community-Based Total Sanitation, or STBM, is an approach to changing hygiene and sanitation behavior through community empowerment and a triggering method. STBM consists of five pillars: the first is Stop Open Defecation, the second is Handwashing with Soap, the third is Household Drinking Water/Food Management, the fourth is Household Waste Management, and the fifth is Household Liquid Waste Management. This research method is quantitative, the research design used is a pre-experimental design with a one-group pretest- posttest design approach. The sample in this study amounted to 35 residents of Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency, Central Sulawesi Province. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test (paired t-test). The results of the study showed that pre- and post-test knowledge, P value 1 > 0.05. The results of pre- and post-test attitudes, P value 0.068 > 0.05. The results of pre- and post-test actions, P value 0.013 < 0.05. The conclusion is that there is an influence of counseling on community actions before and after being given counseling, but there is no significant influence on community knowledge and attitudes before and after being given counseling in Sarude Village, Sarjo District, Pasangkayu Regency, Central Sulawesi Province. As a suggestion, it is hoped that the Village and the local Health Center can always socialize the STBM program to cadres and the community so that the community gets information about the importance and benefits of implementing STBM, especially to achieve 100% ODF (Open Defecation Free) Village.
Penguatan Keterampilan Menulis melalui Integrasi Budaya Sasak dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Aprianto, Dedi Aprianto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10201

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta minimnya pemanfaatan budaya lokal Sasak sebagai sumber belajar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat, motivasi, dan keterampilan menulis mahasiswa melalui integrasi konten budaya lokal dalam pembelajaran. Metode yang digunakan berupa pendekatan pemecahan masalah dengan desain blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan luring. Strategi pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, kerja kelompok kolaboratif, serta penilaian antarteman (peer assessment). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test berbasis skala Likert untuk mengukur persepsi dan sikap mahasiswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata total dari (5,6) pada pre-test menjadi (7,0) pada post-test. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama minat menulis, kepercayaan diri, dan motivasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis berbasis budaya Sasak efektif dalam meningkatkan sikap positif dan kualitas pembelajaran mahasiswa.
Hubungan Sikap Masyarakat dengan Perilaku Diskriminasi Sosial pada Penderita Kusta di RSBLK Singgahan Tuban Dyna Nurlyta Kustyati Husnahtul Zanah; Ahmad Zainal Abidin; Adhe Anniza Pramesti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10589

Abstract

ABSTRAK Penyakit kusta masih menimbulkan stigma dan perlakuan diskriminatif di masyarakat akibat kurangnya pengetahuan dan persepsi negatif yang berkembang. Sikap masyarakat berperan penting dalam membentuk perilaku sosial terhadap penderita kusta, terutama di lingkungan yang hidup berdampingan secara langsung dengan penyandang kusta seperti di RSBLK Singgahan Tuban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar RSBLK Singgahan Tuban sebanyak 244 orang, dengan jumlah sampel 152 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sikap masyarakat dan perilaku diskriminasi sosial. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap sangat positif terhadap penderita kusta dan perilaku diskriminasi sosial berada pada kategori rendah. Uji statistik Spearman rho menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,512, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang dan arah negatif antara sikap masyarakat dan perilaku diskriminasi sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat dengan perilaku diskriminasi sosial pada penderita kusta di RSBLK Singgahan Tuban..ABSTRACT Leprosy continues to cause stigma and discriminatory treatment in society due to a lack of knowledge and persistent negative perceptions. Public attitudes play a crucial role in shaping social behavior toward people with leprosy, particularly in environments where people live directly alongside them, such as at the Singgahan Tuban Community Health Center (RSBLK Singgahan Tuban). This study employed a quantitative correlational design with a cross- sectional approach. The study population comprised 244 people living around the Singgahan Tuban Community Health Center (RSBLK Singgahan Tuban), with a sample size of 152 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using a questionnaire on community attitudes and social discrimination behavior. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses using the Spearman rho test at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had very positive attitudes toward people with leprosy, and social discrimination behavior was low. The Spearman's rho statistical test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of r = -0.512, indicating a significant, moderately strong, negative correlation between community attitudes and discriminatory behavior. There was a significant relationship between community attitudes and discriminatory behavior toward leprosy patients at the Singgahan Tuban Regional General Hospital (RSBLK).
Pengaruh Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dengan Media Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Putri Salsabila; Isrofah; Dani Prastiwi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10598

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia remaja. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta pencegahan DM menyebabkan remaja berisiko mengalami gangguan kesehatan di masa mendatang. Edukasi kesehatan melalui media audio visual dinilai mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami sehingga berpotensi meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja terhadap pencegahan DM. Mengetahui pengaruh edukasi penyakit DM dengan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi dengan metode diskusi. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired T Test. Rerata skor pengetahuan pada kelompok intervensi meningkat dari 12,38 ± 1,970 menjadi 19,58 ± 2,062 dengan selisih 7,200 (p value = 0,000). Rerata skor sikap meningkat dari 23,88 ± 1,381 menjadi 35,95 ± 1,679 dengan selisih 12,075 (p value = 0,000). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi penyakit DM dengan media audio visual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap remaja (p < 0,05). Edukasi penyakit Diabetes Melitus dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja di SMK Muhammadiyah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with an increasing prevalence, including among adolescents. Lack of knowledge and inappropriate attitudes regarding risk factors, signs and symptoms, and prevention of DM place adolescents at risk of developing health problems in the future. Health education using audio-visual media is considered effective in delivering information in an engaging and easily understandable manner, thereby potentially improving adolescents’ knowledge and shaping positive attitudes toward DM prevention. To determine the effect of Diabetes Mellitus education using audio-visual media on the level of knowledge and attitudes of adolescents at SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Pekalongan Regency.This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 80 respondents divided into two groups: 40 respondents in the intervention group and 40 respondents in the control group, selected using purposive sampling technique. The intervention group received DM education through audio-visual media, while the control group received education through discussion method. Knowledge and attitude levels were measured before (pretest) and after (posttest) the intervention. Data were analyzed using the Paired T-Test. The mean knowledge score in the intervention group increased from 12.38 ± 1.970 to 19.58 ± 2.062 with a mean difference of 7.200 (p value = 0.000). The mean attitude score increased from 23.88 ± 1.381 to 35.95 ± 1.679 with a mean difference of 12.075 (p value = 0.000). Statistical analysis showed a significant effect of Diabetes Mellitus education using audio-visual media on improving adolescents’ knowledge and attitudes (p < 0.05). Diabetes Mellitus education using audio-visual media has a significant effect on improving the knowledge and attitudes of adolescents at SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Pekalongan Regency.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BKKBN PROVINSI SUMATERA UTARA Zahra, Alya Az
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10603

Abstract

Gaya kepemimpinan sendiri memiliki berbagai bentuk, terdapat tiga tipe gaya kepemimpinan, yaitu otoriter (authoritarian), demokratis (democratic) dan laissez faire. Ketiga gaya kepemimpinan ini masing-masing dapat memengaruhi motivasi kerja secara berbeda. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimipinan dengan motivasi kerja pegawai di BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman Rho. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai di Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan tersebut bersifat negatif dengan kekuatan lemah, yang berarti semakin tinggi penerapan gaya kepemimpinan tertentu, maka motivasi kerja pegawai justru cenderung menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa ada faktor pemicu seperti gaya kepemimpinan otokratis dan gaya laisses fair. Kepemimpinan yang diterapkan kemungkinan kurang sesuai dengan kebutuhan psikologis pegawai, sehingga meskipun dinilai tinggi secara formal, gaya tersebut tidak mampu memicu motivasi secara optimal. Oleh karena itu, disarankan agar pimpinan lebih menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi pegawai untuk meningkatkan motivasi kerja secara lebih efektif.
Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Puskesmas Indonesia: Literature Review istiqamah, nurul fajriah; Dahlan, Nur Alam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10611

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer memiliki berbagai potensi bahaya kerja, seperti paparan agen infeksius, bahan kimia, limbah medis, serta beban kerja fisik dan psikososial, sehingga memerlukan penerapan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang komprehensif dan berkelanjutan. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pelaksanaan program K3 di Puskesmas masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan manajemen K3 di Puskesmas Indonesia, mengidentifikasi pola implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan pendekatan systematic literature review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar, PubMed, Garuda, dan portal jurnal nasional terakreditasi dengan rentang tahun publikasi 2015–2025. Kata kunci yang digunakan antara lain “penerapan manajemen K3”, “K3 Puskesmas”, “occupational safety and health management”, dan “primary health care Indonesia”. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif berdasarkan komponen utama manajemen K3 (kebijakan, perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi). Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas telah memiliki kebijakan dan struktur organisasi K3, namun implementasi program K3 masih parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem manajemen mutu Puskesmas. Kesenjangan utama ditemukan pada perencanaan berbasis identifikasi bahaya dan penilaian risiko, ketidakmerataan pelatihan K3, keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kepatuhan penggunaan APD, pengelolaan limbah yang belum konsisten, serta lemahnya dokumentasi dan pelaporan insiden. Pandemi COVID?19 sempat mendorong penguatan aspek proteksi infeksi dan penggunaan APD, namun praktik tersebut belum seluruhnya berlanjut sebagai budaya keselamatan yang mengakar. Kesimpulan: Penerapan manajemen K3 di Puskesmas Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar yang diharapkan dan masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, pelatihan, dan budaya keselamatan. Diperlukan penguatan perencanaan K3 berbasis risiko, pemenuhan sarana prasarana, pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan budaya keselamatan kerja untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat di layanan kesehatan primer. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen K3, Puskesmas, Sistem Manajemen K3, Literature review. ABSTRACTBackground: Community health centers (Puskesmas), as primary healthcare facilities, are exposed to various occupational hazards such as infectious agents, chemicals, medical waste, and physical and psychosocial workloads, thereby requiring the implementation of a comprehensive and sustainable Occupational Safety and Health (OSH) management system. However, numerous studies indicate that OSH programs in Puskesmas have not yet been fully implemented in accordance with existing standards and regulations. Objective: This study aims to examine the implementation of OSH management in Indonesian community health centers, and to identify implementation patterns, facilitating and inhibiting factors, as well as gaps between policy and practice in the field. Methods: This study is a literature review employing a systematic literature review approach. Articles were systematically searched through databases such as Google Scholar, PubMed, Garuda, and accredited national journal portals, covering the publication period 2015–2025. The keywords used included “penerapan manajemen K3,” “K3 Puskesmas,” “occupational safety and health management,” and “primary health care Indonesia.” A total of 15 articles that met the inclusion criteria were analyzed narratively based on the main components of OSH management (policy, planning, implementation, and monitoring and evaluation). Results: The review indicates that most Puskesmas have established OSH policies and organizational structures; however, OSH program implementation remains partial and has not been fully integrated into the overall quality management system of Puskesmas. Key gaps were identified in hazard identification and risk-based planning, uneven provision of OSH training, limited facilities and infrastructure, low compliance with personal protective equipment (PPE) use, inconsistent waste management, and weak documentation and incident reporting. The COVID?19 pandemic temporarily strengthened infection prevention measures and PPE use, but these practices have not been consistently sustained as a deeply rooted safety culture. Conclusion: The implementation of OSH management in Indonesian community health centers has not yet fully met the expected standards and remains constrained by limited resources, training, and safety culture. Strengthening risk?based OSH planning, fulfilling OSH facilities and infrastructure, providing continuous training, and developing a robust safety culture are required to enhance protection for healthcare workers, patients, and communities in primary healthcare services. Keywords: Occupational Safety and Health, OSH Management, Community Health Center, OSH Management System, Literature review.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2026 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue