cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,287 Documents
The Influence of Entrepreneurial Leadership, Human Capital, and Organizational Commitment on Business Performance - the Mediating Role of Entrepreneurial Orientation: A Study At Pt Panca Putra Gilang Mandiri Andrian Louise Tandra; Eddy
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11835

Abstract

This study aims to analyze the influence of Entrepreneurial Leadership, Human Capital, and Organizational Commitment on Business Performance, with Entrepreneurial Orientation as a mediator at PT Panca Putra Gilang Mandiri (PT PPGM), where the observed phenomenon is performance inconsistencies, supposedly caused by unclear leadership vision and slow innovation. The research's theoretical framework was developed to define all five variables. Literature reviews offer some explanations on the associations among variables. Based on empirical explanations, ten research hypotheses were formulated to test direct and mediating relationships. This study used a quantitative method with a causal approach. A census sample of all 43 employees at PT PPGM was used. Primary data was collected via questionnaires and analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 4 software. The measurement model has proved valid and reliable. Hypothesis testing (p<0.05) supported H1 (EL?BP), H2 (EL?EO), and H4 (HC?EO). However, H7 (EO?BP) and all mediation hypotheses (H8-H10) were rejected. The model explained 60.2% of the variance in Business Performance. Based on the IPMA analysis, the most critical yet underperforming areas include innovativeness and proactiveness items, which aligns with the lowest mean scores found in vision communication and innovation. Therefore, it is strongly recommended that PT PPGM prioritize fixing its innovation barriers to create a formal, fast-track system for new ideas. Moreover, future researchers are recommended to integrate another mediator on EO-BP associations.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan, Deteksi Dini, dan Penanganan Awal Serangan Jantung melalui Edukasi Kesehatan di Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala: Improving Public Knowledge about Prevention, Early Detection, and Initial Treatment of Heart Attacks through Health Education in Nupabomba Village, Donggala Regency Ismunandar; Supirno; Eko Kristanto; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa; Alfrida Samuel Ra'bung; Helena Pangaribuan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11872

Abstract

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, deteksi dini, dan penanganan awal sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh pertolongan medis sehingga meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal serangan jantung melalui edukasi kesehatan di Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 dengan menggunakan metode penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi penanganan awal saat terjadi serangan jantung, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan diikuti oleh 29 orang masyarakat Desa Nupabomba. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, upaya pencegahan, serta penanganan awal serangan jantung. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala serangan jantung secara dini dan segera mencari pertolongan medis guna mengurangi risiko komplikasi maupun kematian. Kegiatan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan awal serangan jantung. Program edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puskesmas untuk mendukung upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kasus Tersedak sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala: First Aid Training for Choking Cases as an Effort to Improve Community Knowledge and Skills in Nupabomba Village, Tanantovea District, Donggala Regency Supirno; Eko Kristanto; Alfrida Samuel Ra'bung; Fitria Masulili; Helena Pangaribuan; Baiq Emy Nurmalisa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11873

Abstract

ersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas dan berpotensi mengakibatkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus tersedak menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi dan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai penanganan tersedak melalui pelatihan pertolongan pertama menggunakan teknik Heimlich maneuver sesuai dengan pedoman kegawatdaruratan. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri atas masyarakat desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi, demonstrasi teknik penanganan tersedak, praktik langsung (simulasi), serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta selama praktik dan perbandingan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai tanda dan gejala tersedak, langkah-langkah pertolongan pertama, serta mampu mempraktikkan teknik Heimlich maneuver dengan lebih tepat setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan menyatakan kesiapan untuk menerapkan keterampilan tersebut apabila menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekitar. Pelatihan penanganan tersedak terbukti menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan serta mendukung upaya pencegahan kematian akibat sumbatan jalan napas di tingkat komunitas.
PRAKTIK AKUNTANSI TRADISIONAL DALAM USAHA KECIL: STUDI ETNOGRAFI PADA PEDAGANG LOKAL bagas respati
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11161

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik akuntansi tradisional yang diterapkan oleh pelaku usaha kecil, khususnya pedagang lokal, melalui pendekatan etnografi. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana praktik pencatatan keuangan dilakukan, faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta makna sosial dan budaya yang melekat di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan praktik akuntansi tradisional seperti pencatatan manual sederhana, bahkan sebagian hanya mengandalkan ingatan tanpa pencatatan formal. Praktik ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi akuntansi, keterbatasan akses teknologi, serta kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, praktik akuntansi tradisional tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan keuangan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial seperti kepercayaan, kejujuran, dan hubungan sosial antar pelaku usaha. Meskipun praktik ini memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan penyusunan laporan keuangan, sistem ini tetap relevan karena dinilai sederhana dan sesuai dengan kebutuhan usaha kecil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang adaptif dalam meningkatkan literasi akuntansi tanpa mengabaikan konteks budaya lokal agar pelaku usaha dapat bertransformasi menuju sistem yang lebih modern. ABSTRACT This study aims to analyze traditional accounting practices implemented by small businesses, particularly local traders, through an ethnographic approach. The focus of this research is to understand how financial record keeping is carried out, the factors influencing its use, and the social and cultural meanings inherent in it. The method used was a qualitative ethnographic approach, using participatory observation, in-depth interviews, and documentation of local traders. The results indicate that most businesses still use traditional accounting practices, such as simple manual record keeping, with some relying solely on memory without formal record keeping. These practices are influenced by low accounting literacy, limited access to technology, and inherited habits. Furthermore, traditional accounting practices serve not only as a means of financial record keeping but also reflect social values such as trust, honesty, and social relationships among business owners. Although these practices have limitations in terms of accuracy and financial reporting, these systems remain relevant due to their simplicity and suitability to the needs of small businesses. Therefore, an adaptive approach to improving accounting literacy, while not ignoring the local cultural context, is needed to enable businesses to transform to more modern systems
Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Proses Penyelidikan Kasus Kriminal di Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan: The Role of Artificial Intelligence (AI) in Improving Criminal Case Investigations at the Criminal Investigation Directorate of the South Kalimantan Regional Police Muhammad Febryan Firdaussy; Dadang Abdullah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11173

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran, tantangan, risiko etis, dan implikasi hukum penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses penyelidikan tindak pidana di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan. Menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 12 penyidik dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI digunakan secara terbatas, dominan untuk fungsi administratif (penyusunan laporan), bukan analisis substantif. Kapasitas SDM masih pada tingkat dasar hingga menengah, dan frekuensi penggunaan rendah. Kendala utama adalah ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP), kurangnya pelatihan, serta data yang tidak lengkap. Meskipun AI diakui meningkatkan efisiensi dan membantu menemukan pola sulit, hasilnya belum signifikan meningkatkan kualitas yuridis berkas perkara. Tingkat kepercayaan terhadap AI moderat, dan seluruh penyidik melakukan verifikasi manual. Regulasi saat ini dinilai tidak memadai, dan terdapat konsensus kuat (100% responden) untuk perlunya regulasi khusus yang mengatur batasan penggunaan, perlindungan data, dan pertanggungjawaban hukum. Kesimpulannya, AI berpotensi besar namun implementasinya menghadapi kesenjangan tata kelola yang memerlukan intervensi kebijakan komprehensif.
- HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA ANAK SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA: Studi Cross-Sectional kaka -
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11208

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penggunaan smartphone pada anak dan remaja mengalami peningkatan signifikan dalam dekade terakhir seiring dengan perkembangan teknologi digital. Tingginya durasi penggunaan perangkat ini meningkatkan aktivitas visual jarak dekat yang berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi myopia secara global, yang diperkirakan akan mencapai sekitar 50% populasi dunia pada tahun 2050. Tujuan: Meninjau secara komprehensif hubungan antara penggunaan smartphone dengan kejadian myopia pada anak dan remaja berdasarkan bukti ilmiah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi studi observasional, systematic review, dan meta-analysis yang membahas penggunaan smartphone, aktivitas visual jarak dekat, serta faktor risiko myopia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam durasi yang lama, terutama ?2–3 jam per hari, berhubungan dengan peningkatan risiko myopia. Mekanisme yang mendasari meliputi peningkatan beban akomodasi mata, spasme akomodasi, serta elongasi aksial bola mata. Selain itu, paparan cahaya biru dari layar digital dan kebiasaan penggunaan yang tidak ergonomis (jarak pandang dekat dan minim istirahat) turut memperburuk kondisi tersebut. Faktor lain seperti kurangnya aktivitas luar ruangan, faktor genetik, dan pola perilaku juga berkontribusi terhadap perkembangan myopia. Kesimpulan: Penggunaan smartphone merupakan salah satu faktor risiko penting dalam kejadian myopia pada anak dan remaja, meskipun bersifat multifaktorial. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pembatasan durasi penggunaan, penerapan kebiasaan visual yang sehat, serta peningkatan aktivitas luar ruangan. Kata kunci: smartphone, myopia, anak, remaja, screen time, kesehatan mata
Evaluasi Kesesuaian Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Cdob 2025 Pada Salah Satu Pbf Di Kota Pekanbaru Haiyul Fadhli; Rofifah Alza; Hesti Rahmatia
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11297

Abstract

ABSTRAK Penyimpanan obat merupakan aspek penting dalam penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin mutu, keamanan, dan stabilitas obat selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sistem penyimpanan obat di salah satu Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Pekanbaru berdasarkan standar CDOB tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist dan wawancara dengan Apoteker Penanggung Jawab serta Kepala Gudang. Aspek yang dievaluasi meliputi sistem penyimpanan obat, kondisi ruangan, fasilitas gudang, pengaturan suhu dan kelembapan, pemisahan obat, keamanan gudang, serta kebersihan gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian sistem penyimpanan obat memperoleh persentase sebesar 84,6%, sedangkan kondisi ruangan dan fasilitas gudang memperoleh persentase sebesar 100%. PBF telah menerapkan penyimpanan obat pada ruang khusus, penggunaan rak atau pallet, metode FIFO dan FEFO, pemisahan obat rusak dan kedaluwarsa, pemantauan suhu dan kelembapan, pemisahan obat OOT dan prekursor, ketersediaan APAR, serta pembatasan akses gudang. Pemantauan suhu dilakukan tiga kali sehari dengan suhu ruang 25°C–30°C dan kelembapan tidak lebih dari 70%. Secara umum, sistem penyimpanan obat telah sesuai dengan standar CDOB, namun masih diperlukan perbaikan pada penandaan obat LASA dan penataan obat berdasarkan bentuk sediaan. ABSTRACT Drug storage is an important aspect in the implementation of Good Distribution Practice (GDP/CDOB) to ensure the quality, safety, and stability of medicines during the distribution process. This study aimed to evaluate the conformity of the drug storage system at one Pharmaceutical Wholesaler in Pekanbaru City based on the 2025 CDOB standards. This research used a descriptive observational method, with data collected through direct observation using a checklist and interviews with the Responsible Pharmacist and the Warehouse Supervisor. The evaluated aspects included the drug storage system, warehouse conditions, storage facilities, temperature and humidity control, drug separation, warehouse security, and warehouse cleanliness. The results showed that the conformity of the drug storage system reached 84.6%, while the conformity of warehouse conditions and facilities reached 100%. The Pharmaceutical Wholesaler had implemented drug storage in a special room, the use of shelves or pallets, FIFO and FEFO methods, separation of damaged and expired drugs, temperature and humidity monitoring, separation of OOT and precursor drugs, availability of fire extinguishers, and restricted warehouse access. Temperature monitoring was carried out three times a day, with room temperature maintained at 25°C–30°C and humidity not exceeding 70%. In general, the drug storage system complied with CDOB standards; however, improvements are still needed in the special labeling of LASA medicines and the arrangement of medicines based on dosage forms.
Mengisi Celah Negara: Peran Gerakan Kepedulian Indonesia dalam Pemberdayaan Warga Eks Kampung Pulo Pasca Relokasi di Rusun Jatinegara Barat: Filling the State's Gaps: The Role of Gerakan Kepedulian Indonesia in Empowering Former Kampung Pulo Residents after Relocation to Jatinegara Barat Public Housing Arnis Desgita Eka Putri Putri; Sintia Pratama; Nabila Putri Sammanda; Aniqotul Ummah; Teddy Chrisprimanata Putra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11340

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Gerakan Kepedulian Indonesia (GK Indonesia) dalam memfasilitasi adaptasi warga relokasi eks Kampung Pulo di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Kebijakan relokasi tahun 2015 dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung mengakibatkan dislokasi sosial, ekonomi, dan psikologis yang kompleks bagi ribuan warga. Di tengah keterbatasan kapasitas negara, GK Indonesia hadir sebagai organisasi masyarakat sipil yang mengisi celah layanan publik melalui program sanggar belajar, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan jaringan komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan paradigma interpretivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan kerangka Teori Praktik Sosial Bourdieu. Temuan menunjukkan bahwa GK Indonesia membangun kepercayaan secara bertahap melalui kehadiran yang konsisten, mengakumulasi kapital budaya melalui sanggar belajar yang menghasilkan alumni berpendidikan tinggi, serta membentuk modal sosial komunitas melalui program lintas batas sosial. Kepercayaan warga kepada GK Indonesia terbukti melampaui kepercayaan kepada pengelola rusun. Namun, penurunan jumlah relawan dan minimnya dukungan institusional mengancam keberlanjutan program.
Potensi Fitokimia Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Kandidat Terapi SARS-Cov-2: Tinjauan Literatur: Phytochemical Potential of Clitoria ternatea L. as a Therapeutic Candidate Against SARS-CoV-2: A Literature Review I Gusti Ayu Intan Puspita Dewi; Ni Luh Desy Rupadani; Ni Putu Vyra Ginanti Putri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11355

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus korona yang menyebabkan sindrom pernapasan akut berat yang dikenal sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mendukung penanganan penyakit adalah penggunaan obat herbal. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis obat herbal yang tersedia di Indonesia, manfaat Clitoria ternatea L. (bunga telang), serta aktivitas biologis senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Clitoria ternatea L. mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain antosianin, ternatin, taraxerol, genistein, steroid, asam fenolat, polifenol, senyawa fenolik, dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan berpotensi membantu mengatasi proses inflamasi yang berhubungan dengan infeksi COVID-19. Oleh karena itu, Clitoria ternatea L. berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi pendukung dalam penanganan SARS-CoV-2.
Peran Komunitas JubirWarga dalam Menyalurkan Aspirasi Warga melalui X-Petisi Warga Livia Audy Salsabila; Anindhi Ramadhani; Mohammad Rayhan Hidayat; Aniqotul Ummah; Teddy Chrisprimanata Putra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11356

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Jubir Warga sebagai perantara berbasis komunitas dalam menyalurkan aspirasi masyarakat perkotaan melalui X-Petisi Warga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tingginya ekspresi digital warga, khususnya generasi muda, dengan terbatasnya kemampuan institusi politik formal dalam menerjemahkan ekspresi tersebut menjadi respons kebijakan yang nyata. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan memanfaatkan dokumentasi wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, catatan proposal, jejak media sosial, serta literatur yang relevan mengenai politik perkotaan, partisipasi digital, ruang publik, dan hak atas kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jubir Warga berfungsi sebagai penerjemah sipil yang menghimpun keluhan sehari-hari masyarakat, menyederhanakan bahasa advokasi, memperluas ruang diskusi informal, serta menghubungkan aspirasi warga dengan jalur birokrasi melalui narasi berbasis data dan policy brief. Namun, advokasi yang dilakukan masih menghadapi tantangan berupa respons birokrasi yang belum merata, lemahnya mekanisme tindak lanjut, keterbatasan sumber daya, serta risiko perhatian publik di ruang digital yang cepat meredup sebelum berubah menjadi tekanan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa X-Petisi Warga relevan sebagai model alternatif partisipasi perkotaan, tetapi memerlukan penguatan verifikasi, jaringan warga yang berkelanjutan, serta jalur akuntabilitas yang lebih jelas.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue