cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Efektivitas Berbagai Konsentrasi Ekstrak Daun Kemangi Dalam Menghambat Peertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro: _ Mayasyah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11882

Abstract

Kandidiasis adalah suatu infeksi disebakan oleh jamur Candida albicans dan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan karena meingkatnya kasus resistensi terhadap antijamur sintesis. Daun kemangi (Ocimum sanctum L) teridentifikasi memiliki kandungan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan sebagai antijamur alami. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kemampuan berbagai konsentrasi ekstrak daun kemangi dalam menekan pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Ekstrak daun kemangi diperoleh menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Studi ini menggunakan 24 sampel yang bagi menjadi empat kelompok kontrol positf berupa Nistatin dan kontrol negatif berupa akuades. Aktivitas antijamur diuji dengan melalui teknik difusi cakram. Data analisis dengan Shapiro - Wilk kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal- Walls dengan post hoc uji Mann - Whitney. Hasil menunjukan semua konsentrasi tidak terdapat perbedaan yang bermakna namun perbedaan bermakna ditemukan pada kontrol posistif dan negatif. Konsentrasi ekstrak daun kemangi mampu mengendalikan pertumbuhan Candida albicans, dengan diameter pengambatan terbesar diperoleh pada konsentrasi 25% yaitu 3,5 mm dan konsentrasi 50% sebesar 2,50 mm. Meskipun demikian, berdasarkan diameter zona hambat yang di hasilkan, ekstrak kemangi belum menunjukan efektivitas yang optimal terhadap Candida albicans aktitivitas penghambatan yang terbentuk masih tergolong rendah.
Persepsi Masyarakat Nelayan terhadap Pengaplikasian SIMKAPEL dalam Penerbitan Surat Tanda Kebangsaan Kapal (STKK): Fishermen’s Perception of the Implementation of SIMKAPEL in the Issuance of Ship Nationality Certificates (STKK) Fahmi Alkatiri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11885

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat nelayan terhadap penerapan Sistem Informasi Perkapalan dan Kepelautan (SIMKAPEL) dalam penerbitan Surat Tanda Kebangsaan Kapal (STKK) di KSOP Kelas III Kupang serta pengaruh faktor sosiologis, ekonomi, dan budaya terhadap adopsinya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain Sequential Explanatory. Sampel berjumlah 97 nelayan yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Product Moment, uji Z, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosiologis, ekonomi, dan budaya dengan persepsi masyarakat terhadap penerapan SIMKAPEL, ditunjukkan oleh nilai r-hitung 0,922 > r-tabel 0,1996, nilai Z sebesar 9,22, dan koefisien determinasi 85%. SIMKAPEL dinilai meningkatkan kepastian hukum dan transparansi pelayanan, namun adopsinya masih terkendala rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat, dan kurangnya pendampingan bagi nelayan tradisional.
Analisis Opini Publik Terhadap Kasus Penipuan Magang Ferienjob di Platform X: Analysis of Public Opinion on the "Ferienjob" Internship Scam Case on Platform X Putri Jahida Finasabila; Diah Fatma Sjoraida; Syauqy Lukman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik terkait kasus Ferienjob, penipuan magang ke Jerman yang melibatkan 1.047 mahasiswa dari 33 universitas di Indonesia yang menjadi korban eksploitasi kerja berkedok magang. Modus penipuan ini dilakukan oleh perusahaan PT CVGEN dan PT SHB yang menjanjikan program magang tersebut sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dapat dikonversi menjadi 20 SKS. Namun, setelah dilakukan penelusuran, program tersebut bukanlah magang melainkan Ferienjob yang merupakan kerja fisik paruh waktu saat musim libur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten (content analysis) terhadap postingan dan komentar di media sosial X yang membahas kasus tersebut. Pada kasus ini melibatkan penipuan dan eksploitasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah ini kontroversial dan menarik perhatian publik. Publik terlibat dalam diskusi yang intens di media sosial, yang akhirnya menghasilkan opini publik yang terintegrasi. Mayoritas opini menyudutkan lembaga perguruan tinggi dan pemerintah karena dianggap lalai dalam pengawasan program. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana opini publik terbentuk dan berkembang dalam kasus-kasus penipuan yang melibatkan banyak pihak.
ASPEK BUDAYA BATAK MANDAILING DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SABA SITAHUL-TAHUL KECAMATAN PADANG BOLAK TAHUN 2025 Findyani Siregar; Reni Agustina Harahap; Dewi Agustina; Wasiyem; Indira Fatra Deni
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11888

Abstract

Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh faktor sosial budaya dan dukungan keluarga sehingga pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Dalam masyarakat Batak Mandailing masih terdapat nilai budaya dan kebiasaan yang berkaitan dengan pemberian makanan atau minuman pada bayi serta praktik perawatan ibu menyusui yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga, nilai budaya Batak Mandailing, dan cara hidup masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif di Desa Saba Sitahul-Tahul, Kecamatan Padang Bolak, Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Batak Mandailing masih mempertahankan beberapa praktik budaya yang berkaitan dengan perawatan ibu dan bayi, seperti tradisi Mangupa Lahiran Daganak, pantangan makanan bagi ibu menyusui, serta kebiasaan mengoleskan madu atau gula pada bayi. Meskipun demikian, sebagian besar ibu tetap berhasil memberikan ASI eksklusif karena memiliki pengetahuan yang baik serta memperoleh dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan. Faktor sosial masyarakat juga menunjukkan dukungan positif terhadap pentingnya ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta dukungan keluarga agar praktik budaya yang dijalankan tetap sejalan dengan prinsip kesehatan dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Pola Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Fajar dalam Penggunaan Fitur Close Friends Instagram: Interpersonal Communication Patterns Among Communication Studies Students at Fajar University in Their Use of Instagram’s “Close Friends” Feature Chintya Pasauran; Muh Dicky Alwi Fauzi; Yusmanizar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Fajar dalam menggunakan fitur Close Friends Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Universitas Fajar dengan melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022–2023 sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal dalam penggunaan fitur Close Friends Instagram ditandai oleh keterbukaan yang dilakukan secara selektif, adanya empati, sikap saling mendukung, rasa nyaman dalam berkomunikasi, serta hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kedekatan seperti yang dikemukakan DeVito. Temuan tersebut menunjukkan bahwa fitur Close Friends tidak hanya dimanfaatkan untuk menjaga privasi, tetapi juga menjadi media yang mendukung komunikasi interpersonal yang lebih personal, efektif, dan mempererat hubungan antar pengguna. ABSTRACT This study aims to analyze the interpersonal communication patterns of Communication Studies students at Fajar University in their use of Instagram’s Close Friends feature. This study employs a qualitative approach, using purposive sampling to select informants. The study was conducted at Fajar University, involving Communication Studies students from the 2022–2023 cohort as informants. The results indicate that interpersonal communication patterns in the use of Instagram’s Close Friends feature are characterized by selective openness, empathy, mutual support, a sense of comfort in communication, and relationships grounded in trust and closeness, as described by DeVito. These findings indicate that the Close Friends feature is not only used to maintain privacy but also serves as a medium that supports more personal and effective interpersonal communication and strengthens relationships among users.
Analisis Konten Instagram @commuterline KAI Commuter dalam Membangun Kembali Kepercayaan Publik Pascakasus Kecelakaan KRL di Bekasi Timur: Content Analysis of KAI Commuter’s @commuterline Instagram Account in Rebuilding Public Trust Following the KRL Accident in East Bekasi Adel Abriani; Natalia Rerung; Silahuddin Genda
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11899

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konten Instagram @commuterline dalam membangun kembali kepercayaan publik pasca kecelakaan KRL di Bekasi Timur.Analisis dilakukan menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) sebagai landasan analisis melalui empat indikator, yaitu Instructing Information, Adjusting Information, Rebuild Strategy, dan Bolstering Strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator SCCT diterapkan dalam komunikasi krisis KAI Commuter, dengan Rebuild Strategy sebagai strategi yang paling dominan. Strategi tersebut diwujudkan melalui pemulihan layanan, pendampingan korban, peningkatan keselamatan, serta berbagai tindakan nyata untuk memulihkan kepercayaan publik. Selain itu, KAI Commuter juga menyampaikan informasi secara cepat, menunjukkan empati kepada korban, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui apresiasi dan edukasi keselamatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai media komunikasi krisis yang efektif dalam mendukung pemulihan reputasi perusahaan dan membangun kembali kepercayaan publik. ABSTRACT This study aims to analyze the content of the @commuterline Instagram account in rebuilding public trust following the KRL accident in East Bekasi. The analysis was conducted using the Situational Crisis Communication Theory (SCCT) as the analytical framework, focusing on four indicators: Instructing Information, Adjusting Information, Rebuild Strategy, and Bolstering Strategy. The results show that all SCCT indicators were applied in KAI Commuter’s crisis communication, with the Rebuild Strategy being the most dominant. This strategy was implemented through service restoration, victim support, safety improvements, and various concrete actions to restore public trust. In addition, KAI Commuter also disseminated information promptly, demonstrated empathy toward victims, and strengthened its relationship with the public through appreciation and safety education. These findings indicate that Instagram serves as an effective crisis communication medium in supporting the company’s reputation recovery and rebuilding public trust.
Association Between Waist Circumference and Cardiorespiratory Fitness in Adolescents and Young Adults: A Narrative Review Herlangga Ditama; Khoirul Ima; Rachma Hidana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11900

Abstract

Central obesity and low cardiorespiratory fitness (CRF) are increasingly recognized as important health concerns among adolescents and young adults. Waist circumference (WC) is a simple and practical indicator of central obesity, while CRF is a key marker of cardiovascular and metabolic health. This review aimed to examine the association between waist circumference and cardiorespiratory fitness in adolescents and young adults. A narrative review was conducted using studies retrieved from PubMed and ScienceDirect. Articles published between 2016 and 2026 were screened according to predefined eligibility criteria. A total of 12 studies involving adolescents and young adults were included. The selected studies evaluated waist circumference as a measure of central obesity and cardiorespiratory fitness assessed through VO₂max or validated field-based fitness tests. Findings were synthesized descriptively to identify patterns in the relationship between waist circumference and cardiorespiratory fitness. Current evidence consistently indicates that a larger waist circumference is associated with lower cardiorespiratory fitness. Individuals with greater central adiposity generally exhibit lower CRF levels. However, the magnitude of this association may vary according to factors such as sex, physical activity levels, and the methods used to assess these variables. Given its simplicity and accessibility, waist circumference can serve as a practical approach for identifying cardiometabolic risk at an early stage when combined with cardiorespiratory fitness assessment in adolescents and young adults
Analisis Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Komitmen Organisasional di PT Angkasa Pura Indonesia Tito Arrya Gaotama; Hadi Supratikta; Maswarni
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11901

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasional sebagai variabel antara (intervening). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 135 karyawan sebagai responden, dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi (X1), gaya kepemimpinan (X2), dan kompensasi (X3) semuanya memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional (Y). Selain itu, budaya organisasi (X1), gaya kepemimpinan (X2), dan kompensasi (X3) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Z). Terakhir, hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasional (Y) memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Z).
Perlindungan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan: Analisis Perspektif Hukum Kritis dan Hukum Progresif Andika Afriansyah; Ahmad; Eko Arianto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11904

Abstract

ABSTRAK Perlindungan pasien merupakan isu penting dalam hukum kesehatan karena pasien sering berada pada posisi rentan, baik secara medis, psikologis, ekonomis, maupun informasional. Artikel ini bertujuan menganalisis perlindungan pasien dalam pelayanan kesehatan Indonesia melalui dua perspektif teoritik, yaitu Hukum Kritis dan Hukum Progresif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta regulasi mengenai persetujuan tindakan kedokteran dan rekam medis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia telah memberikan dasar normatif bagi perlindungan pasien melalui pengakuan hak atas informasi, hak memperoleh pelayanan yang aman dan bermutu, hak menyetujui atau menolak tindakan medis, serta hak atas kerahasiaan data kesehatan. Namun, perspektif Hukum Kritis memperlihatkan bahwa norma hukum tidak selalu cukup mengatasi ketimpangan relasi antara pasien, tenaga medis, fasilitas pelayanan kesehatan, dan negara. Sebaliknya, Hukum Progresif menawarkan orientasi agar hukum tidak berhenti pada teks, melainkan diarahkan pada keadilan substantif, kemanusiaan, dan pemulihan pasien. Artikel ini menyimpulkan bahwa kedua perspektif bersifat komplementer: Hukum Kritis kuat sebagai alat diagnosis ketimpangan, sedangkan Hukum Progresif kuat sebagai orientasi pembaruan perlindungan pasien. ABSTRACT Patient protection is a crucial issue in health law because patients are often vulnerable medically, psychologically, economically, and informationally. This article aims to analyze patient protection in Indonesian healthcare services through two theoretical perspectives: Critical Law and Progressive Law. This study employs a normative legal research method with legislative, conceptual, and comparative approaches. The primary legal materials used include Law Number 17 of 2023 concerning Health, Government Regulation Number 28 of 2024, Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, and regulations concerning consent for medical procedures and medical records. The study's findings indicate that Indonesian positive law provides a normative basis for patient protection through the recognition of the right to information, the right to obtain safe and quality services, the right to consent to or refuse medical procedures, and the right to confidentiality of health data. However, the Critical Law perspective demonstrates that legal norms are not always sufficient to address the unequal relations between patients, medical personnel, healthcare facilities, and the state. Conversely, Progressive Law offers an orientation so that the law does not stop at text, but is directed toward substantive justice, humanity, and patient recovery. This article concludes that both perspectives are complementary: Critical Law is strong as a tool for diagnosing inequality, while Progressive Law is strong as an orientation for reforming patient protection.
Pengaruh Persepsi Harga dan Perilaku Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Minat Beli Konsumen pada Aplikasi TikTok Shop di Kota Karawang: The Effect of Price Perception and Fear of Missing Out (FOMO) Behavior on Consumer Purchase Intention on the TikTok Shop Application in Karawang City Iyan Ferdian
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11909

Abstract

Perkembangan social commerce telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian secara daring, termasuk melalui aplikasi TikTok Shop. Dalam konteks tersebut, persepsi harga dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO) menjadi faktor yang diduga memengaruhi minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga terhadap minat beli, pengaruh perilaku Fear of Missing Out (FOMO) terhadap minat beli, serta pengaruh persepsi harga dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO) secara simultan terhadap minat beli pada aplikasi TikTok Shop di Kota Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 55 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok Shop di Kota Karawang. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS, yang didahului dengan pengujian validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,380 dan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Sebaliknya, perilaku Fear of Missing Out (FOMO) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai signifikansi 0,251 (>0,05). Namun, secara simultan persepsi harga dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO) berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,276 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 27,6% variasi minat beli, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian perilaku konsumen pada platform social commerce serta menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih berorientasi pada pembentukan persepsi harga yang positif. The rapid growth of social commerce has transformed consumer purchasing behavior, particularly through the TikTok Shop platform. In this context, price perception and the behavior known as Fear of Missing Out (FOMO) are considered factors that may influence consumers' purchase intention. This study aims to examine the effect of price perception on purchase intention, the effect of Fear of Missing Out (FOMO) on purchase intention, and the simultaneous effect of price perception and Fear of Missing Out (FOMO) on purchase intention among TikTok Shop users in Karawang City. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 55 active TikTok Shop users in Karawang City. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software, preceded by validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that price perception has a positive and significant effect on purchase intention, with a regression coefficient of 0.380 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). In contrast, Fear of Missing Out (FOMO) does not have a significant effect on purchase intention, with a significance value of 0.251 (p > 0.05). However, price perception and Fear of Missing Out (FOMO) simultaneously have a significant effect on purchase intention. The coefficient of determination (R²) of 0.276 indicates that both independent variables explain 27.6% of the variance in purchase intention, while the remaining 72.4% is influenced by other factors outside the research model. This study contributes empirical evidence to the literature on consumer behavior in social commerce and provides practical insights for sellers in developing marketing strategies that emphasize positive price perception.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue