cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,794 Documents
Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pendampingan Residivis Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi pada Balai Pemasyarakatan Klas II Palu): The Role of Community Guidance in Mentoring Children's Resistance Perpetrators of Criminal Acts of Theft (Study at the Correctional Hall of Klas II Palu) Ni Made Vivi Nita Sari; Andi Purnawati; Ida Lestiawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1821

Abstract

Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan pendekatan Penelitian secara Yuridis Empiris. Penelitian ini bertujuan : (1)Untuk mengetahui peran pembimbing kemasyarakatan dalam proses pendampingan residivis anak tindak pidana pencurian di Balai Pemasyarakatan Kelas IIA Palu (2) Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pembimbing pemasyarakatan dalam proses pendampingan residivis anak tindak pidana pencurian di Balai Pemasyarakatan Kelas IIA Palu. Hasil Penelitian ini adalah (1)peran pembimbing kemasyarakatan dalam proses pendampingan residivis anak tindak pidana pencurian di Balai Pemasyarakatan Kelas IIA Paluterbagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu tahap sebelum sidang pengadilan (pra adjudikasi) yakni penyidikan, tahap saat sidang pengadilan (adjudikasi) yakni pendampingan di persidangan dan tahap setelah pengadilan (post adjudikasi) yakni pengawasan dan pembimbingan bagi Anak yang berkonflik dengan hukum.(2) Dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas pembimbing kemasyarakatan yang mendampingi residivis yang menjadi kliennya, pembimbing kemasyarakatan sering kali masih dihadapkan pada kendala- kendala baik yang bersifat teknis maupun nonteknis yaitu diantaranya faktor minimnya anggaran, faktor kurangnya sumber daya manusia dan faktor lemahnya koordinasi dan kerjasama antar instansi. Adapun Saran Penelitian adalah (1) Untuk meningkatkan fungsi BAPAS dan peran dari Pembimbing Kemasyarakat sebaiknya perlu pelatihan ilmu atau keahlian konseling, supaya dalam memberikan pembimbingan pada klien anak Pembimbing Kemasyarakatan Bapas dapat memberikan bimbingan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh klien anak. (2) Sebaiknya Bapas Kelas IIA Palu harus berusaha meningkatkan sumber daya yang dimilikinya, baik dengan terus menerus mengusulkan penambahan sumber daya ke pemerintah maupun melalui upaya kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Peranan Pendidikan Keluarga Terhadap Pembinaan Sikap Anak Usia Dini di Dusun III Desa Kalora Kabupaten Sigi: The Role of Family Education Toward Construction of Early Childhood Behaviour at Dusun III Desa Kalora Of Sigi Regency Nining Anggraeni; Muh. Asri Hente; Abdul Salam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1822

Abstract

Keluarga sebagai lembaga terkecil dari lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Tempat pertama anak mulai belajar berbagai macam hal, tempat pertumbuhan anak, dimana anak mendapatkan pengaruh dari anggota-anggota keluarga lainnya.Sehingga pada masa itu anak sangat kritis, melihat, meniru, belajar dari apa yang dipelajarinya di lingkungan keluarga tersebut. Dan orang tualah merupakan pendidik utama dan pertama yang memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka. Oleh sebab sangat besar dan sangat mendasarnya peran orang tua dan keluarga dalam pendidikan awal anak, diperlukan perhatian keluarga jangan sampai memberikan pengalaman-pengalaman atau meninggalkan kebiasaan yang tidak baik yang berpengaruh terhadap perkembangan sifat, sikap dan pribadi anak. Dimana peranan pendidikan keluarga sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peranan pendidikan keluarga terhadap pembinaan sikap anak usia dini di Dusun III Desa Kalora Kabupaten Sigi.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenom ena tertentu dengan bertumpu pada prosedur-prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku fundamental secara holistik (utuh). Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan melaksanakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis secara kritis dan saat data terkumpul penulis menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Dalam penelitian yang dilakukan di lingkungan Dusun III Desa Kalora, diketahui bahwa kesadaran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam pembinaan sikap; memberikan nasehat yang baik kepada anak, menegur anak bila tidak sopan terhadap seseorang, memberi contoh keteladanan dalam beribadah dan kesehariannya masih sangat rendah. Faktor yang mempengaruhi bahwa kesadaran orang tua tentang peran dan tanggung jawab mereka sangat rendah. Orang tua lebih sibuk dengan urusan mereka, baik dalam hal mencari nafkah ataupun yang lainnya. Pendidikan orang tua juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, serta kurangnya keteladanan orang tua dalam memerikan contoh yang baik kepada anak dalam pelaksanaan ibadah dan kesehariannya.
Kewenangan Pemerintah Kecamatan dalam Penertiban Hewan Ternak Menurut Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2005 (Studi Kabupaten Parigi Moutong Kecamatan Torue): District Government Authority in Regulating Animals Livestock According to Local Regulation Number 25 Year 2005 (District Study of Parigi Moutong District Torue) Ade Dwi Astuti; Muh Akbar; Ardin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1823

Abstract

Penulisan ini bertujuan 1). Untuk mengetahui Kewenangan dan mekanisme penertiban Hewan Ternak Menurut Peraturan Daerah Nomor.25 Tahun 2005.2). Untuk mengetahui Faktor-faktor apakah yang menjadi kendala sehingga peraturan daerah Nomor.25 Tahun 2005 tidak berjalan maksimal di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Dengan menggunakan tipe penelitian normatif-empiris. Tipe penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu berkenaan dengan penegakkan hukum Nomor 25 Tahun 2005 tentang pelaksanaan penertiban hewan ternak di Kecamatan Torue Kab.Parigi Moutong. Hasil Penelitian Menunjukan 1). Bahwa tugas camat di Kecamatan Torue adalah mengawasi penertiban Hewan Ternak dan Petugas yang melakukan penangkapan, penjagaan terhadap hewan ternak adalah Polisi Pamong Praja.2). Adapun Faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan kegiatan penertiban Hewan Ternak di Kecamatan Torue Kabupaten Parigi adalah tidak tersedianya dana/Anggaran khusus operasional untuk menyiapkan kandang hewan yang ditangkap, makanan hewan ketika dikandang, kendaraan memuat hewan yang ditangkap dan gaji bagi petugas yang melakukan penangkapan dan penjagaan terhadap hewan yang ditangkap sehingga menghambat pelaksanaan dari peraturan daerah itu sendiri.
Peranan Orang Tua dalam Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu: The Role of Parents to Overcome Adolescence Naughtiness at Desa Poboya Mantikulore District of Palu City Aisya Apriliani Sardipan; Muh. Asri Hente; Fitriani Ayuningtias
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1830

Abstract

Permasalahan yang dihadapi remaja secara umum lebih rumit karena belum maksimalnya kematangan diri. Dikarenakan masa remaja merupakan masa transisi dalam pencarian jati diri, mencoba hal baru, mengalami gejolak emosi dan masalah baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial. Masalah sosial yang dikatakan menyimpang diantaranya kenakalan remaja. Seorang remaja yang menyimpang atau nakal, pastilah dari banyak faktor yang melatarbelakanginya. Tentu dalam hal ini, posisi orang tua dinilai memiliki peran penting dalam mencetak sikap dan karakter seorang anak sebagai bekal hidup dimasa yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peranan orang tua dalam upaya mengatasi kenakalan remaja di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Pendekatan penelitian yang digunakan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan melaksanakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis secara kritis dan saat data terkumpul penulis menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Bentuk kenalakan remaja di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu adalah (a). Penyimpangan individu; perilaku berbohong, mencuri, membolos, menonton film pornografi, minum-minuman keras, seks diluar nikah. (b) Penyimpangan kelompok; Perkelahian antar remaja. (2) Faktor penyebab terjadinya; lemahnya kontrol diri, kurangnya dasar pendidikan keagamaan, kurangnya perhatian orang tua,terpengaruh oleh pergaulan di lingkungannya. (3) Upaya-upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam menanggulangi kenakalan remaja di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu adalah: Tindakan Preventif, Represif, danKuratif.
Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Alam terhadap Pengenalan Tumbuhan pada Kelompok B KB SPNF-SKB Kabupaten Sigi: Use of Nature-Based Learning Media on Plant Recognition in Group B KB SPNF-SKB Sigi Regency Elce; Muh. Asri Hente; Abdul Salam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1831

Abstract

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari orang dewasa atau lingkungan kepada anak usia dini sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat mereka untukbelajar melalui bermain. Peran media pembelajaran bagi pendidikan anak usia dini semakin penting mengingat anak pada saat itu anak berada pada masa berfikif konkret. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan anak usia dini adalah segala sesuatu yang memungkinkan anak untuk belajar dengan konkret. Di pedesaan pada layanan Pendidikan Anak Usia Dini masih terbatas dalam halsaran dan prasarana sekolah juga media pembelajaran yang ada. Pemanfaatan alam sebagai media pembelajaran dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk akti fturut serta mencari sumber-sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan aktivitas belajar dan dapat memperkaya wawasan anak. Anak juga harus di kenalkan dengan lingkungan alam sekitar yang kaya dengan sumber-sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan membantu pemahaman anak terhadap konsep-konsep materi pembelajaran. Jenis penilaian ini merupakan penelitian kualitatif partisipatif terlibat terbatas. Penelitian Kualitatif partisipatif terbatas adalah pengamatan yang mengharuskan peneliti untuk memperpendek jarak. Peneliti melibatkan diri dalam setiap aktivitas yang terjadisecara terbatas. Penelitian yang dijalankan ini diupayakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan secara mendalam tentang pengenalan tumbuhan melalui penggunaan media pembelajaran berbasis alam pada kelompok B KB SPNF-SKB Kab. Sigi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ketersediaan alam yang beraneka ragam dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Proses pembelajaran dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak dan dapat menciptakan suasana inovatif dengan tetap terarah kepada tujuan pembelajaran. Dilakukan tidak hanya di dalam kelas tetapi juga diluar kelas. Dan pelaksanaannya telah sesuai dengan kurikulum serta RPPH yang ada disekolah. Faktor pendukung penggunaan media berbasis alam terhadap pengenalan tumbuhan pada anak di antaranya ketersedian keanekaragaman hayati/ sumber daya alam, adanya kegiatan-kegiatan yang mendukung anak untuk berinteraksi dengan alam. Akan tetapi tidak semua pembelajaran berbasis alam dapat dihadirkan di dalam kelas. Dan diperlukan kesadaran tenaga pendidik/tutor untuk dapat terus berinovasi dan berkreasi serta kreatif menggunakan media pembelajaran berbasis alam yang ada dilingkungan sekitar.
Peranan Tutor dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Program Paket C di SPNF-SKB Kasintuvu Kelurahan Talise Kecamatan Palu Timur Kota palu: The Tutor Role to Increase Student Learning Interest of Paket C Program at SPNF-SKB Kasintuvu Of Kota Palu Nursiasa; Muh. Asri Hente; Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 4: APRIL 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i4.1832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peranan tutor dalam meningkatkan minat belajar peserta didik program paket C, (2 Faktor penghambat dalam meningkatkan minat belajar peserta didik program paket C, dan 3) Upaya tutor dalam meningkatkan minat belajar peserta didik program paket C. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yaitu penyelenggara program kesetaraan dan tutor kesetaraan paket C SPNF-SKB Kasintuvu Kota. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi pengambilan kesimpulan, sumber data. Trianggulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peranan tutor dalam meningkatkan minat belajar kepada peserta didik paket C, yaitu dengan memberikan motivasi secara pribadi dengan menjelaskan kepada mereka bahwa manfaat dalam mengikuti program paket C sangatlah besar bagi mereka sendiri. 2) Faktor penghambat yang dihadapi tutor dalam meningkatkan minat belajar peserta didik program paket C, antar lain: (a) Faktor External (dari lingkungan) (b) Faktor Internal (dari dalam diri peserta didik). 3) Upaya tutor dalam meningkatkan minat belajar peserta didik program paket C (a) Penguasaan bahan ajar melalui: 1. Variasi dan jumlah rujukan materi ajar dalam mengaja, totor menggunakan beberapa metode dalam mengajar seperti metode ceramah, tanya jawab, kerja kelompok., 2 Kemampuan tutor dalam mejelaskan materi ajar, 3 Kemampuan membangkitkan keiginan bertanya pada diri peserta didik, 4. Kemampuan menjawab pertanyaan peserta didik. (b) Dilihat dari sisi penerapan strategi ajar meliputi: 1. Penggunaan metode bervariasi, 2. Menggunakan media, 3. Memberi motivasi, 4. Mendisiplinkan serta mengelola kelas dengan baik.
Penanggulangan Tindak Pidana Penyalahgunaan Kendaraan Mobil Angkutan Barang sebagai Mobil Angkutan Orang oleh Polres Sigi: Criminal Offence Response of Car Vehicles Transport Goods as Car Transport People by Sigi Mohamad Naim; Syamsul Haling; Moh. Nafri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 5: MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i5.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh Polres Sigi dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas yang menyalahgunakan mobil barang untuk mengangkut penumpang (2) Untuk mengetahui dan menganalisis kendala yang dihadapi oleh Polres Sigi dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas yang menyalahgunakan mobil baranguntuk mengangkut penumpang. Hasil Penelitian ini adalah (1) Penggunaan mobil barang sebagai mobil penumpang diwilayah hukum polres sigi sudah menjadi kebiasan masyarakat, padahal kebiasan tersebut merupakan sesuatu yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahkan ada sanksi pidana bagi mereka yang melanggara aturan tersebut, berdasarkan hal tersebut maka beberapa upaya yang dilakukan oleh kepolisian resort sigi untuk menanggulangi penyalahgunaan mobil barang menjadi mobil penumpang diantaran melalui upaya pre-emptif, upaya preventif dan upaya represif. (2) Dalam hal penanggulangan pelanggaran lalu lintas yang menyalahgunakan mobil barang untuk mengangkut penumpang, berbagai kendala yang dihadapi oleh kepolisian resort sigi diantarannya terkait struktur hukum dimana kepatuhan dan kedisiplinan aparat penegakan hukum dalam menjalankan peraturan masih sangat minim selain hal tersebut budaya hukum masyarakat juga menjadi salah satu faktor kendala dalam upaya penanggulangan terhadap pelanggaran lalu lintas yang menyalahgunakan mobil barang mengangkut penumpang. Adapun Saran Penelitian adalah (1) Sebaiknya pihak kepolisian khususnya satuan kepolisian lalu lintas Polres Sigi harus memberikan sanksi yang tegas terhadap pemilik kendaraan mobil barang yang melakukan pelanggaran lalu lintas agar dapat memberikan efek jera dan meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan yang mana tiap tahunya mengalami peningkatan (2) Sebaiknya Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Sigi harus lebih meningkatkan sosialisasi kepada pengendara mobil barang terkait pelarangan mobil barang mengangkut penumpang dengan memperbanyak penempatan spanduk,baliho, pamphlet tentang larangan tersebut di jalan-jalan protokol.
Penanggulangan Tindak Pidana Illegal Logging di Sulawesi Tengah : Illegal Crime Prevention Logging in Central Sulawesi Arifin; Osgar S. Matompo; Abd. Malik Bram
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 5: MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i5.1834

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui upaya penanggulangan tindak pidana illegal logging oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya penanggulangan tindak pidana illegal logging oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil Penelitian ini adalah (1)Tindak pidana illegal logging merupakan suatu kejahatan yang terorganisir dengan rapi sehingga dibutuhkan cara-cara yang luar biasa untuk melakukan pencegahan terhadap tindak pidana illegal logging tersebut, dalam praktikya ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah untuk menanggulangi tindak pidana illegal logging tersebut yaitu diantaranya dengan menggunakan upaya pre-emtif, upaya preventif dan upaya represif (2) Persoalan tindak pidana illegal logging sudah menjadi fenomena umum yang berlangsung di mana-mana. Tindak pidana illegal logging bukan merupakan tindakan haram yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi sudah menjadi pekerjaan keseharian, berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencegah tindak pidana illegal logging namun belum memperoleh hasil yang optimal hal tersebut disebabkan karena adanya kendala-kendala yaitu lemahnya koordinasi antara instansi, Luasnya wilayah Hutan dan minimnya anggaran.Adapun Saran Penelitian adalah (1) Sebaiknya pencegahan terhadap tindak pidana illegal logging harus melibatkan semua lapisan masyarakat, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dan beberapa instansi yang terkait serta masyarakat haruslah bahu membahu dalam penanganannya. Maka bukanlah hal yang tabu jika hukum positif dan hukum adat berkolaborasi dalam upaya penanggulangan tindak pidana illegal logging tersebut (2) Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan lebih giat lagi dalam melakukan Kegiatan dalam rangka pencegahan, peringatan, Perlindungan dan Pengamanan Hutan dan melakukan kunjungan ke masyarakat, sosialisasi/penyuluhan serta pembinaan agar masyarakat juga lebih sadar untuk menjaga kelestarian hutan dan dampak terhadap kerusakan hutan.
Kewenangan Ombudsman dalam Penanganan Laporan Pelayanan Publik: Ombudsman's Authority in Handling Reports Public Service Muhammad Rus’an Yasin; Muhammad Akbar; Moh. Yusuf Hasmin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 5: MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i5.1874

Abstract

Hasil dari pembahasan ini yaitu pertama, mekanisme penanganan laporan pelayanan publik oleh Ombudsman menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 yakni terlebih dahulu “harus” dilaporkan pada instansi terlapor, sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009, yakni tidak mengharuskan masyarakat menyampaikan pada institusi terlapor. Kedua, penyelesaian disharmoni kedua peraturan perundang-undangan ini yakni dengan melakukan harmonisasi dan sinkronisasi oleh lembaga yang berwenang. Akhirnya, penulis memberikan saran pertama, sebaiknya pihak Ombudsman Republik Indonesia dan kementerian Hukum dan HAM, berkoordinasi untuk melakukan harmonisasi dan sinkronisasi terhadap ketentuan yang mengatur penanganan laporan sebagaimana terdapat dalam UU No. 37 Tahun 2008 dan UU No. 25 Tahun 2009. Kedua, kepada pihak pembuat Undang-Undang agar dapat merubah beberapa pasal yang ada dalam kedua UU tersebut, guna menghilangkan kebingungan pada lembaga pelaksananya.
Hak Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Studi Kantor DPRD Kab. Parigi Moutong): Initiative Rights of the Regional House of Representatives in the Submission of Local Regulation Draft (Study of the Office of the Parliament of Kab. Parigi Moutong) I Wayan Gamariel Umbarayasa; Osgar S. Matompo; Moh. Yusuf Hasmin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 5: MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i5.1875

Abstract

Penulisan ini bertujuan 1). Untuk mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan Hak Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Parigi Moutong dalam mengajukan rancangan peraturan daerah. 2). untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi sehingga Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong tidak dapat maksimal dalam melaksanakan hak inisiatifnya. Dengan menggunakan tipe penelitian normatif-empiris. Tipe penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu berkenaan dengan Hak Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Studi Kantor DPRD Kabupaten Parigi Moutong). Hasil Penelitian Menunjukan 1). Mekanisme pelaksanaan Fungsi Legislasi yang berasal dari hak inisiatif DPRD Kabupaten dapat diajukan oleh anggota DPRD Kabupaten/Kota, komisi, gabungan komisi, atau Bapemperda berdasarkan Propemperda Kabupaten/Kota sesuai Pasal 33 Peraturan Menteri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah 2). Adapun Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi sehingga anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong tidak dapat maksimal dalam melaksanakan hak inisiatifnya adalah karena kurangnya sumber daya manusia atau kualitas anggota DPRD yang sangat menentukan dalam memainkan peranan dalam menggunakan hak inisiatif untuk membentuk sebuah peraturan daerah dan Kurangnya Komitmen Anggota DPRD dalam menjalankan tugas, serta rendahnya rasa solidaritas antar sesama anggota untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab membentuk peraturan daerah.

Page 50 of 280 | Total Record : 2794


Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue