cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Formulation of toro tuna-based instant porridge with addition of seaweed flour for baby complementary food: Formulasi bubur instan berbasis toro tuna dengan penambahan tepung rumput laut untuk makanan pendamping ASI Ukhty, Nabila; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.59398

Abstract

The high incidence of malnutrition among children under five in Indonesia underscores the critical need for timely and comprehensive interventions to mitigate its impact. One of the factors contributing to malnutrition in toddlers is a lack of balanced nutrition in complementary food (CF). Fishery commodities such as tuna and seaweed have great potential to be developed into instant complementary food porridge for complementary feeding because they contain amino acids and essential fatty acids that toddlers need for brain and eye development. This research aimed to determine the best formulation for instant MPASI porridge made from toro tuna fish and seaweed flour based on organoleptic assessment, fatty acid profile, and amino acid profile. The complementary food porridge with toro tuna  and seaweed flour consists of four treatments, namely 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, and 76%:24%. The parameters analyzed included sensory tests (appearance, color, taste, and texture), fatty acid profile, and amino acid profile. Based on the research results, the differences in the formula of toro tuna and seaweed flour influence the panelists' level of preference for appearance, smell, and taste parameters. Organoleptic evaluation selected the formula with a ratio of 82%:18% as the best. The dominant fatty acids include palmitic acid (SFA) at 33.68%, oleic acid (MUFA) at 45.95%, and linoleic acid (PUFA) at 1.34%. The dominant essential amino acid is leucine at 1.28%, and the dominant non-essential amino acid is glutamic acid at 1.37%. Toro tuna and seaweed flour can be utilized in the production of instant complementary feeding porridge.
Potensi aktivitas antioksidan ekstrak spons laut Stylissa carteri: Potential antioxidant activity of sea sponge Stylissa carteri extract Adewal, Murad Alvian K; Abdullah, Asadatun; Zamani, Neviaty Putri; Arafat, Dondy; Ayu, Inna Puspa; Subhan, Beginer
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.60270

Abstract

The sea sponge Stylissa carteri plays an important role because it is one of the constituent biota of coastal and marine ecosystems, especially in coral reef ecosystems. The increasing utilization of bioactive compounds in sea sponges is feared to significantly reduce the population of sea sponges. The prevention effort involves cultivating sea sponges for sustainable utilization. This study aims to determine the antioxidant activity of transplanted Stylissa carteri sponges and those that live naturally in nature. This study was conducted in Pramuka Island using the sponge explant combination method. The three types of transplants were number one (SO), number two (S. carteri and Aaptos suberitoides), and number three (S. carteri, A. suberitoides, and Acropora hard coral). Antioxidant activity was tested with three repetitions on three transplanted and naturally occurring S. carteri sponges (SA) using the DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) method. The results indicated that the four sample sources contained strong antioxidant activity, namely SO had an IC50 value of 86.22±23.6 μg/mL, SAP 86.58±30.7 μg/mL, SAC 86.10±23.4 μg/mL, and natural living SA 54.27±16.9 μg/mL. The transplanted S. carteri sea sponge has strong antioxidant activity and can be an alternative solution in terms of raw material availability for the development of potential pharmaceutical products.
Pengaruh metode pengemasan ikan tongkol asap guna menghambat kemunduran mutu pada suhu ruang: Packaging method effect of smoked skipjack tuna to inhibit quality deterioration at room temperature Gustiningrum, Almalia Surya; Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61158

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan perikanan yang digemari karena rasanya khas dan aromanya yang sedap spesifik. Proses pengasapan menggunakan teknik konvensional memiliki umur simpan yang lebih pendek. Penjualan ikan asap tanpa pengemasan memungkinkan terpaparnya mikrob dan kapang kontaminan yang dapat memengaruhi mutunya. Pengemasan dengan metode modified atmosphere packaging (MAP) dan pengemasan plastik vakum merupakan upaya memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu ikan asap. Tujuan penelitian ini, yaitu menentukan metode pengemasan dan lama waktu penyimpanan terbaik ikan tongkol (Euthynus affinis) asap yang disimpan pada suhu ruang. Metode eksperimen rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dilakukan pada penelitian ini dengan variabel perlakuan metode pengemasan plastik nonvakum, vakum, dan MAP) serta lama waktu penyimpanan (hari ke-0, 1, 2, dan 3). Hasil uji mutu ikan asap yang diproduksi pada sentra pengasapan ikan bengkorok bakteri (Salmonella spp., S. aureus, E. coli) dan benzo[a]piren memenuhi standar SNI 2725:2013. Hasil analisis histamin pada setiap perlakuan selama penyimpanan sesuai standar SNI ikan asap, yaitu ≤100 mg/kg dengan nilai terendah pada metode pengemasan MAP, yaitu 52,32 mg/kg. Hasil analisis kimia dan mikrob pada pengemasan MAP dan plastik vakum hingga hari terakhir penyimpanan memenuhi standar SNI 2725:2013, kadar air < 60%, log total mikrob < 4,7 log CFU/g, dan log total kapang < 2 log CFU/g.
Pengaruh pelapisan daun jeruk purut dan pati terfotooksidasi terhadap karakteristik kimia dan mikrob ikan lemuru : The effect of kaffir lime leaf and photo-oxidized starch coating on the chemical and microbial characteristics of Bali sardinella fish Palupi, Niken Widya; Azhari, Achmad Ithman; Suwasono, Sony
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61210

Abstract

Ikan lemuru segar mengalami penurunan kualitas yang cepat setelah kematian, yang mendukung pertumbuhan mikroba. Alternatif untuk menghambat penurunan kualitas ikan adalah melapisi permukaan ikan dengan bahan alami. Ekstrak daun jeruk purut mengandung senyawa antioksidan dan antibakteri, sementara pati terfotooksidasi memiliki sifat perekat yang baik sehingga dapat digunakan sebagai bahan pelapis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi terbaik ekstrak daun jeruk perut dan pati terfoto-oksidasi dalam aplikasi pengawetan ikan lemuru selama penyimpanan suhu dingin berdasarkan parameter kimia, mikrob, dan fisik. Penelitian ini menggunakan dua faktor, yaitu perbandingan ekstrak daun jeruk purut dengan pati terfotooksidasi (1:2, 1:3, 1:4) serta variasi konsentrasi pati terfotooksidasi dalam suspensi (15% dan 30%). Parameter yang dianalisis meliputi analisis angka lempeng total, TVBN, pH, TBA, dan tekstur. Perlakuan pelapisan secara signifikan memperlambat pertumbuhan mikroba dan degradasi mutu ikan lemuru dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan). Total bakteri pada ikan kontrol mencapai ambang batas dalam 48 jam, sementara ikan dengan perlakuan melebihi ambang batas setelah 96 jam. Tren serupa terlihat pada TVBN dan TBA, yaitu ikan kontrol mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan ikan berpelapis, yang tetap dalam batas aman hingga 96 jam. Ikan kontrol mencapai ambang batas pH pada 24 jam, sedangkan ikan dengan pelapisan setelah 72 jam. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi pati terfotooksidasi 15% dengan rasio ekstrak daun jeruk purut 1:3, yang efektif mempertahankan kualitas ikan lemuru hingga 72 jam.
Prevalence of bacterial contamination on seafoods products collected from traditional fish market in Bali Province during 2023: Prevalensi kontaminasi bakteri pada produk hasil ikan laut yang dikumpulkan dari pasar ikan tradisional di Provinsi Bali selama tahun 2023 Sudaryatma, Putu Eka; Wiradana, Putu Angga; Razaq, Imanuddin; Sunarsih, Ni Luh; Jatmiko, Aris; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Widhiantara, I Gede; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Rosiana, I Wayan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61627

Abstract

Seafood provides essential nutrients beneficial for human health; however, it is highly vulnerable to harmful bacterial infections that pose significant public health risks. This research seeks to assess the prevalence of five categories of seafood obtained from various traditional fish markets in Bali Province. A total of 108 tuna samples, 78 pelagic fish samples, 37 cephalopod samples, 14 sardine samples, and 53 demersal fish samples were collected from various traditional markets in Bali Province. This research evaluated the prevalence of E. coli, coliforms, Salmonella, V. cholerae, and V. parahaemolyticus. The study revealed that the highest prevalence of E. coli, coliform, and V. parahaemolyticus contamination in tuna samples was 95 (87%), 95 (87%), and 103 (95%), respectively. The study indicated that E. coli and coliforms were present in 73 of the 78 pelagic fish samples, representing 93% contamination. Sardine samples exhibited the lowest prevalence of bacteria. All seafood samples, however, tested negative for Salmonella and V. cholera. PCR products from E. coli and V. parahaemolyticus isolates were effectively amplified for the target genes utilized in this study. Local seafood markets should adopt appropriate handling and storage practices to enhance seafood quality. This study emphasizes the significant presence of E. coli, coliforms, and V. parahaemolyticus in seafood, along with the potential health risks posed by specific strains and their antibiotic resistance.
Pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap ekstraksi glukosamina dari kitosan Penaeus monodon sebagai sistem sediaan liposom: The effect of hydrochloric acid concentration on glucosamin extraction from chitosan Penaeus monodon as liposomal-based delivery system Makatita, Suciarti; Trilaksani, Wini; Ramadhan, Wahyu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.62605

Abstract

Glukosamina merupakan senyawa penting untuk menjaga kesehatan sendi. Saat ini, hampir seluruh kebutuhan glukosamina di Indonesia masih bergantung pada impor. Pengembangan produksi glukosamina dengan variasi konsentrasi HCl menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi HCl terbaik dalam proses hidrolisis kitosan menggunakan metode ekstraksi ultrasonikasi untuk menghasilkan glukosamina hidroklorida (GlcN-HCl) berdasarkan rendemen, karakteristik fisikokimia, derajat kristalisasi, gugus fungsi, dan ukuran partikel. Ekstraksi dilakukan dengan variasi konsentrasi HCl sebesar 4, 6, dan 8%. Proses hidrolisis dilakukan dengan perlakuan ultrasonikasi selama 40 menit. Parameter yang dianalisis meliputi karakteristik fisikokimia, analisis X-Ray Diffraction (XRD), gugus fungsi melalui Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi ultrasonik dengan variasi konsentrasi HCl menghasilkan GlcN-HCl dengan karakteristik fisikokimia yang baik. Rendemen yang diperoleh berkisar antara 78,95–86,20%. GlcN-HCl yang dihasilkan memiliki pH 3,59–3,64 serta struktur kristal spesifik pada sudut 2θ (9,87° dan 28,95°) berdasarkan analisis XRD. Spektrum FTIR menunjukkan serapan khas pada bilangan gelombang 1.613 cm⁻¹, yang mengindikasikan keberadaan gugus amina. Ukuran partikel GlcN-HCl berkisar antara 26–239 nm. Perlakuan ekstraksi glukosamina dengan HCl 4% menghasilkan rendemen tertinggi sehingga terpilih untuk formulasi sediaan liposom. Evaluasi stabilitas liposom yang mengandung GlcN-HCl selama 4 hari penyimpanan menunjukkan bahwa waktu penyimpanan berpengaruh terhadap kestabilan fisik liposom, yang ditandai dengan peningkatan kekeruhan.
Nutritional improvement of gluten-free arrowroot biscuits through catfish flour enrichment: Peningkatan gizi biskuit tepung garut bebas gluten melalui penambahan tepung ikan lele Afiah, Rahmania Nur; Kusumaningrum, Indrati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.63072

Abstract

Permintaan produk bebas gluten meningkat seiring meningkatnya kesadaran akan intoleransi dan sensitivitas gluten. Penggunaan tepung alternatif, misalnya umbi lokal dan teknik fortifikasi tepung ikan dapat membantu meningkatkan kandungan gizi produk bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi tepung ikan lele terbaik berdasarkan kandungan gizi dan hedonik biskuit berbasis tepung garut. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dengan empat konsentrasi penambahan tepung ikan lele (0, 2, 4, dan 6%). Analisis yang dilakukan, yaitu uji proksimat, tekstur, warna, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan lele 6% memiliki karakteristik biskuit meliputi kadar air 5,59%; abu 1,63%; protein 8,57%; lemak 28,46%; dan karbohidrat 55,39%. Biskuit dengan penambahan tepung ikan lele 6% merupakan perlakuan terbaik, dengan karakteristik tekstur 3,43 N, warna L* 70,82, a* 2,46, dan b* 37,69 serta memenuhi SNI 2973:2022 untuk parameter protein. Uji hedonik menunjukkan penambahan tepung ikan lele pada biskuit dapat diterima dan disukai oleh panelis. Secara keseluruhan, tepung ikan lele bermanfaat meningkatkan kandungan nutrisi biskuit bebas gluten berbahan dasar tepung garut. Biskuit ini berpotensi menjadi camilan bebas gluten yang bergizi.
Karakteristik fisikokimia dan penerimaan konsumen kopi analog nonkafeina Rhizophora mucronata berdasarkan lama waktu penyangraian: Physicochemical characteristics and consumer acceptance of analogous coffee of non caffeine Rhizophora mucronata based on roasting time Ningsih, Nita Wahyuni; Pamungkas, Bagus Fajar; Diachanty, Seftylia; Sulistiawati, Septiana; Rusdin, Ilmiani
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i5.60631

Abstract

Analog coffee is a type of non-caffeine coffee that has different content and taste from coffee in general. Rhizophora mucronata mangrove fruit can be used as the main ingredient in making analog coffee because it has a distinctive bitter and slightly astringent taste. The aim of the study was to determine the best roasting time based on physicochemical characteristics and consumer acceptance level. The study used a completely randomized design (CRD) with three different roasting time treatments, namely 30, 45, and 60 minutes, with3 replications. The test results showed that the roasting time treatment had a significant effect on physicochemical characteristics, including yield, moisture content, pH, L*, a*, b*, and degree of whiteness, but had no significant effect on the ash content of R. mucronata mangrove fruit pulp analog coffee. A roasting time of 45 minutes was the best treatment, with a color value of 4.73 (liked), aroma of 3.80 (liked), taste of 5.57 (very liked), and overall 4.70 (liked), moisture content of 4.17%, ash 1.63%, fat 4.93%, protein 7.52%, and carbohydrates 81.11%. The analysis of the coffee analog of R. mucronata mangrove fruit meat revealed the presence of alkaloid, flavonoid, steroid, and triterpenoid compounds, but no saponins or caffeine.
Kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji buah nyirih (Xylocarpus granatum ): Phytochemical and antibacterial activity of ethanol extract from cannonball mangrove (Xylocarpus granatum) fruit seeds Khairina, Rita; Sari, Dewi Kartika; Fitrial, Yuspihana
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i5.60932

Abstract

Xylocarpus granatum adalah jenis mangrove yang dikenal dengan buah nyirih di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri biji buah X. granatum. Tahapan penelitian adalah preparasi buah nyirih menjadi bubuk buah nyirih, ekstraksi bubuk biji buah nyirih dengan pelarut etanol, uji fitokimia bubuk biji buah nyirih, preparasi bakteri uji, dan uji antibakteri ekstrak etanol biji buah nyirih. Parameter yang diuji, yaitu rendemen, proksimat, fitokimia, dan uji antibakteri terhadap E. coli dan S.aureus. Rendemen biji buah nyirih adalah 21,17% dan berat bubuk 7,04%. Bubuk biji buah nyirih mengandung kadar air 4,97%, abu 2,56%, protein 4,54 %, lemak 0,63%, dan serat kasar 2,5%. Bubuk biji buah nyirih mengandung senyawa saponin, alkaloid, flavonoid, tannin, triterpenoid, fenolik, steroid, dan antosianin. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak etanol bubuk biji buah nyirih berbanding terbalik dengan total bakteri akan tetapi berbanding lurus dengan persen penghambatan. Ekstrak 20–90 µL memperlihatkan total bakteri E. coli sebesar log 9,32 CFU/g dan log 1,18 CFU/g dengan persen penghambatan sebesar 5,93 dan 88,05%. Konsentrasi ekstrak 1–15 µL terhadap bakteri S. aureus memperlihatkan nilai total bakteri sebesar log 5,69 CFU/g dan log 8,65 CFU/g dengan persen penghambatan sebesar 29,37 dan 64,46. Pengujian antibakteri dengan metode kontak langsung menunjukkan kemampuan ekstrak etanol bubuk biji buah nyirih menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus pada konsentrasi ekstrak yang rendah.
Pengaruh penggunaan jenis gas terhadap mutu daging tuna selama penyimpanan dingin: The effect of using different types of gases on tuna meat quality during cool storage Siahaya, Anho Netty; Setha, Beni; Loppies, Cindy; Tawari, Ruslan Husen Saban; Polnaya, Febby Jeanry; Pagaya, Joseph; Siahaya , Anho Netty
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i4.61517

Abstract

Penyimpanan dingin merupakan metode umum dalam pengolahan ikan, namun efektivitasnya tergantung pada teknologi pendukung, termasuk jenis gas dalam kemasan. Penggunaan gas yang tepat dapat menghambat oksidasi, mencegah pertumbuhan mikroorganisme, dan menjaga warna, tekstur, serta cita rasa daging tuna. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis gas terbaik terhadap mutu daging tuna selama penyimpanan dingin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 3 kali ulangan. Perlakuan jenis gas yang digunakan adalah tanpa gas (A0), karbon monoksida (A1), filtered smoke (A2), dan gas non-kondensat yang berasal dari tempurung kelapa (A3), kulit batang sagu (A4), dan kayu jambu biji (A5). Sampel tuna loin disemprotkan dengan gas-gas tersebut, kemudian kantong plastik ditutup rapat dan disimpan pada suhu 1-4°C selama 3 hari. Parameter yang dianalisis meliputi pH, total volatile base (TVB), kadar mioglobin, dan angka lempeng total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gas CO (A1) secara signifikan menurunkan kadar TVB dan mempertahankan kadar mioglobin tuna loin, serta memperlambat penurunan kualitas dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Gas non-kondensat dari tempurung kelapa (A3) dan kulit batang sagu (A4) juga memberikan hasil yang cukup baik, namun gas CO terbukti paling efektif dalam mempertahankan kesegaran tuna. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan gas non-kondensat alami sebagai alternatif ramah lingkungan dalam memperpanjang umur simpan produk tuna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi baru untuk menjaga kualitas daging tuna dalam proses distribusi dan penyimpanan dingin, serta memberi kontribusi terhadap pengembangan teknologi penyimpanan ikan yang lebih berkelanjutan.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue