cover
Contact Name
Muhammad Hanif
Contact Email
muhammadhanif@upi.edu
Phone
+6282136710440
Journal Mail Official
semnaspendas@upi.edu
Editorial Address
Ruang Jurnal Lantai 1, Gedung Administrasi Kampus UPI di Serang Jl. Ciracas No. 38 A, Serang, Banten 41126
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Didaktis: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Seminar Nasional Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang merupakan seminar rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang. Seminar ini merupakan wadah transfer pengetahuan dan pengalaman pada bidang ilmu pendidikan dasar sesuai perkembangan jaman. Luaran dari seminar ini adalah artikel yang telah dipresentasikan & dipublikasikan dalam Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar secara online ber-ISBN.
Articles 256 Documents
Pengembangan Kapasitas Guru Sekolah Dasar Melalui Workshop Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Sri Wuryastuti; Tiurlina; Lizza Suzanti
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.264 KB)

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013, guru dituntut untuk memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek. Konsep Multiple Intelligence (MI) seyogyanya harus menjadi bagian dari pembelajaran. Oleh sebab itu, untuk mengembangkan kapasistas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis MI perlu dilakukan tindak lanjut berupa workshop. Adapun tujuan dari diselenggarakannya workshop ini adalah melahirkan model pelatihan bagi pengembangan kapasitas guru sekolah dasar melalui workshop pembelajaran berbasis Multiple Intelligences di Kecamatan Serang Kota Serang Banten. Peserta workshop terdiri dari 32 guru-guru SD dari 18 sekolah di Kota Serang. Sebelum dan sesudah workshop dilakukan wawancara untuk mengetahui pemahaman guru tentang konsep MI, perbedaan kecerdasan siswa, dan langkah-langkah yang dilakukan guru dalam merancang RPP dan melaksanakan pembelajaran untuk memfasilitasi berbagai kecerdasan siswa tersebut. Model pelatihan yang dihasilkan terdiri dari tiga tahap yaitu : pra workshop, pelaksanaan workshop dan pasca workshop. Berdasarkan hasil wawancara sebelum dan sesudah workshop serta dari hasil pendampingan menunjukkan bahwa kapasitas guru-guru SD di kota Serang tentang konsep MI dan aplikasinya dalam pembelajaran meningkat secara signifikan.
Analisis Relevansi Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Cici Wulandari; Ismika Nuri Hisyam; Nuraeni
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.127 KB)

Abstract

Kemajuan dunia pendidikan tidak lepas dari peran guru, karena itu guru harus memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional pendidikan. Terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu; kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional agar ia dapat menjalankan tugas dengan baik dan berhasil. Saat ini dalam kemajuan dunia pendidikan terdapat persoalan. Persoalan ini berkaitan dengan era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Dimana guru harus mempunyai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi guna mengedukasi siswa. Teknologi terus berubah menjadi lebih cepat dan canggih, namun saat ini masih banyak guru yang resisten terhadap perkembangan teknologi sekalipun dunia pendidikan telah bertransformasi. Artikel ini mengkaji dan menganalisis bagaimana relevansi empat kompetensi guru di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Dalam penelitian ini diharapkan dengan adanya empat kompetensi tersebut dapat menjawab revolusiindustri 4.0 dan society 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen, dengan menganalisis sumber yang didapatdari buku dan jurnal. Jenis pendekatan yang digunakan peneliti yaitu pendekatan penelitian kualitatif yang merupakan peneltian yangbersifat sementara. Dari hasil penelitian ini peneliti dapat mengetahui bahwa empat kompetensi guru tersebut masih relevan pada era revolusiindustri 4.0 dan society 5.0.
Sungai Cibanten: Riwayat Dulu dan Keadaan Kini Herli Salim; Susilawati; Yulianti Fitriani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.016 KB)

Abstract

Sungai Cibanten dulu berfungsi sebagai urat nadi kehidupan: perdagangan, pengairan, dan ekspresi budaya. Cibanten kini sedang sekarat: sungai sempit, bibir sungai menjadi tempat pembuangan sampah, limbah rumah tangga, dan lain-lain. Fokus pengabdian adalah pada penyadaran masyarakat di daerah aliran Sungai Cibanten terhadap kelestarian lingkungan Sungai Cibanten melalui pendekatan aksi, edukasi, dan fasilitasi. Dimulai dengan aksi pembersihan daerah aliran Sungai Cibanten dan audiensi ke perguruan tinggi. Dilanjutkan dengan edukasi berupa sosialisasi jenis-jenis sampah dan pengelolaan sampah. Dituntaskan dengan fasilitasi melalui pemberian sarana dan prasarana pendukung untuk pengelolaan sampah yang pengadaannya turut dibantu oleh DLH Kota Serang. Adapun luaran berupa 1) artikel yang akan dimuat di prosiding, 2) berita yang telah dimuat di 6 media massa diantaranya: Koran Kabar Banten, Majalah Teras, Berita UPI, Web UPI Serang, IG Prokasih Cibanten, dan Facebook Prokasih Cibanten. 3) Pemakalah di Forum yang dilaksanakan di Seminar Pendidikan Dasar 5, serta 4) Buku yang saat ini sedang dalam proses pembuatan dan akan di HAKI-kan. Secara umum pengabdian ini berhasil membangkitkan partisipasi dan penyadaran masyarakat terhadap upaya untuk kelestarian daerah aliran Sungai Cibanten. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif masyarakat akan Prokasih Cibanten
Pelatihan Literasi Berbasis Big Book Bagi Guru TK dan PAUD di Kota Serang Encep Supriatna; Lizza Suzanti
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.158 KB)

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini. Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampumewujudkan hal tersebut. Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD- Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI Di SD Kota Serang Erlangga Kusuma Yuda; Rifa Qutratunisa
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.123 KB)

Abstract

Perubahan kurikulum yang terjadi seiring dengan pergantian pemerintahan menyebabkan timbulnya berbagai gejolak di ranah pendidikan. Salah satunya dalam penerapannya. Masih banyak guru yang belum menguasai mekanisme kurikulum sebelumnya tetapi terpaksa harus beralih ke kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Berdasarkan masalah yang sudah dipaparkan di atas, peneliti berniat untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD kelas V. menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. dengan tiga tahapan yaitu; Tahap Awal, Tahap Horizonalization, Tahap Cluster of Meaning. Tenik pengambilan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara semi tertruktur, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian SDN Gelam 1, SDN Gelam 2 dan SDN Gelam 3. Dari fenomena yang telah diteliti berupa kegiatan pembelajaran PAI di SD Kelas 5, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara garis besar tahapan pembelajaran sudah mencakup tiga kegiatan utama yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Namun, ada beberapa komponen yang tidak nampak dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan cenderung sama dan terkesan hanya itu-itu saja. Media yang dipakai juga kurang variatif dan kreatif. Materi yang digunakan sudah sesuai silabus, akan tetapi masih menggunakan satu sumber. Jadi, pembelajaran PAI di sekolah yang kami teliti secara tahapan sudah sesuai dengan kurikulum 2013. Akan tetapi komponenkompenen yang mendukung seperti metode, materi, dan media masih belum maksimal.
Mengenal Prokrastinasi Akademik Ima Ni’mah Chudari; Fatihaturosyidah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.404 KB)

Abstract

Ada sembilan faktor yang menyebabkan mahasiswa mengalami Prokrastinasi yaitu kesatu, manajemen waktu yang buruk ; kedua, mengalami kesulitan berkonsentrasi; ketiga, mengalami takut dan cemas; keempat, memiliki keyakinan yang irrasional; kelima, mempunyai masalah pribadi; keenam, mengalami kejenuhan; ketujuh, mempunyai harapan yang tidak realistis dan kedelapan, perfeksionis; kesembilan, takut gagal. Prokrastinasi akademik harus dihindari dengan mengoptimalkan kondisi belajar yang dilakukan beberapa langkah tindakan, yaitu : (1) goal setting, yaitu menetapkan sasaran atau tujuan dan membuat rencana tindakan; (2) penggunaan strategi belajar yang bervariasi, seperti menggaris bawahi (underline) kalimat atau istilah penting, menjawab pertanyaan (dari soal yang diajukan dalam buku), membuat grafik; (3) memonitor pemahaman materi ketika belajar; dan (4) belajar di lingkungan yang mendukung dan mengambil istirahat bila diperlukan.
Konseptualisasi Situasi Pedagogis Dalam Merancang Pembelajaran Di Sekolah Dasar Dita Ikhfatul Inayah; Susilawati; Tatang Suratno
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.282 KB)

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pertanyaan “Bagaimana menjadi pendidik yang baik?”, dalam pencarian jawaban tersebut menuntun peneliti bertemu dengan situasi yang sering diabaikan namun sangat penting. Apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang baik?, Apakah keterampilan guru dalam mengendalikan pembelajaran? Atau saat guru mampu merencanakan kegaiatan pembelajaran dengan sempurna?. Pertanyaan tersebut menuntun peneliti mengungkapkan hubungan guru dan murid. Perlu pengambaran situasi yang terjadi untuk membantu menjelaskan pertanyaan-pertaanyaan tersebut. Oleh karenanya metode narrative inquiry digunakan untuk memudahkan penulis menggambarkan hasil temuan penelitian dalam bentuk narasi. Sehingga pembaca lebih mudah memahami hasil penelitian lewat sebuah situasi yang digambarkan melalui cerita sehingga pembaca akan memahami makna situasi pedagogis: tindakan komunikatif (communicative action), tindakan coregulatif (co-regulative action), dan tindakan yang disengaja (intentional action). Penelitian ini secara khusus membahas perjalanan peneliti belajar bersama siswa dalam memanusiakan diri sehingga menemukan kasih sebagai upaya mensyukuri kehidupan.
Optimalisasi Pendidikan Moral Melalui Pemahaman Cerita Rakyat Dengan Metode Mendongeng Nenden Sundari
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.228 KB)

Abstract

Cerita rakyat merupakan sarana hiburan dan pendidikan, dengan membaca atau mendengar cerita rakyat, anak dapat mempelajari karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Cerita rakyat dapat membantu dalam proses pembentukan karakter anak, karena disana banyak terkandung pesan moral dan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan membaca cerita rakyat, maka anak akan lebih mengenal dan mencintai budaya bangsanya sendiri. Namun orang tua atau guru, harus memilih cerita rakyat yang cocok dan cerita yang disampaikan harus sesuai dengan usia anak. Selain itu, Strategi pembelajaranpendidikan moral melalui pemahaman cerita rakyat dengan metode mendongeng, penuh dengan muatan moral tanpa menggurui.
Analisis Kesulitan Mengerjakan Soal Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Di SDN Gelam 3 Listia Dwi Almaida; Amaliyah; Erlangga Kusuma Yuda
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.395 KB)

Abstract

Dalam sebuah kegiatan pendidikan formal tidak bisa dilepaskan dari proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah sebuah interaksi yangdilakukan oleh guru dan murid tentang sebuah materi dengan tujuan yang sudah di rumuskan terlebih dahulu dan di lengkapi dengan media. Dalam proses pembelajaran biasanya diajarkan berbagai macam jenis pembelajarn. Salah satunya adalah pembelajaran matematika. Pondasipembelajaran matematika adalah operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Akan tetapi dan selamanya proses pembelajaran matematika berjalan dengan lancer sering kali terjadi kendala-kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah kesulitan siswa dalam mengerakan soal opersai hitung penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan alasan tersebut maka peneliti akan menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengerjakan soal opersai hitung penjumlahan dan penguramgan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tipe analisis isi. Lokasi penelitian adalah SDN Gelam 3 kelas 4. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, studi documentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa yaitu; Tidak teliti, Tidak memahami Penjumlahan dan pengurangan soal cerita, Tidak mengetahui cara menghitung penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk angka lebih dari satu, Masih menggunakan metode penjumlahan dan pengurangan beruntun ke bawah. Dan siswa salah dalam menempatkan posisi angka perhitungan beruntun kebawah, Siswa masih bingung dalam menjawab soal.
Analisis Sarana Prasarana SILN Johor Bahru Malaysia dan SDN Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang Cucun Sunaengsih; Mayang Anggarani; S Silfiany
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.107 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan meganalisis sarana dan prasarana pendidikanyang digunakan di sekolah dan kaitannya dengan Era Revolusi Industri 4.0. Metode pada penelitian ini melalui survei dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun yangmenjadi sampel pada penelitian ini yaitu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Johor Bahru Malaysia dan Sekolah Dasar Negeri Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang Indonesia. Fokus penelitian ini adalah berkenaan dengan analisis sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah Indonesia Johor Baru Malaysia dengan SDN Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang. Uraian data hasil obervasi meliputi 8 pernyataan sarana dan prasaranapendi dikan dengan masing-masing kategori yaitu SB (sangat baik), B (Baik), CB (Cukup Baik), dan TB (Tidak Baik). Dengan hasil penelitian sebagai berikut (1) di Sekolah Indonesia Johor Bahru Malaysia tidak terdapat kondisi sarana dan prasarana pendidikan dengan kategori SB sedangkan di SDN Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang terdapat 1 sarana dan prasarana dengan kategori SB. (2) di Sekolah Indonesia Johor Bahru Malaysia terdapat 4 sarana dan prasarana dengan kategori B sedangkan di SDN Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang terdapat 10 sarana dan prasarana dengan kategori B. (3) di Sekolah Indonesia Johor Bahru Malaysia terdapat 6 kondisi sarana dan prasarana pendidikan dengan kategori CB sedangkan di SDN Tanjungsari 1 Kabupaten Sumedang terdapat 1 sarana dan prasarana dengan kategori SB. (4) di Sekolah Indonesia Johor Bahru Malaysia terdapat 2 kondisi sarana dan prasarana pendidikan dengan kategori TB sedangkan di SDN Tanjungsari Kabupaten Sumedang tidak terdapat sarana dan prasarana dengan kategori TB. Dari hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan di SDN Tanjungsari 1Kabupaten Sumedang memiliki sarana dan prasarana yang lebih unggul dibandingkan dengan sarana dan prasarana pendidikan di SekolahIndonesia Johor Bahru Malaysia. Terhambatnya pengadaan sarana dan prasarana pendidikan mengakibatkan munculnya kendala untukmewujudkan pendidikan Era Revolusi Industru 4.0.

Page 8 of 26 | Total Record : 256