cover
Contact Name
Muhammad Hanif
Contact Email
muhammadhanif@upi.edu
Phone
+6282136710440
Journal Mail Official
semnaspendas@upi.edu
Editorial Address
Ruang Jurnal Lantai 1, Gedung Administrasi Kampus UPI di Serang Jl. Ciracas No. 38 A, Serang, Banten 41126
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Didaktis: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Seminar Nasional Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang merupakan seminar rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang. Seminar ini merupakan wadah transfer pengetahuan dan pengalaman pada bidang ilmu pendidikan dasar sesuai perkembangan jaman. Luaran dari seminar ini adalah artikel yang telah dipresentasikan & dipublikasikan dalam Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar secara online ber-ISBN.
Articles 256 Documents
Kecerdasan Emosional dalam Film 5 Elang Karya Salman Aristo dan Relevansinya pada Perkembangan Sosial Anak Usia SD Wahyu Sopian; Nurul Safira
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.164 KB)

Abstract

Orang tua, umumnya menginginkan anak-anak mereka cerdas. Namun cerdas yang diinginkan adalah cerdas dalam bidang akademik. Padahal kecerdasan akademik bukanlah segalanya, ada kecerdasan lain yang tidak kalah penting yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional penting karena kecerdasan ini berpengaruh pada kesuksesan anak dalam tumbuh kembang dan besosial. Pada era teknologi informasi,komunikasi dan multimedia sekarang ini, apapun dapat memberi dampak pada kecerdasan anak baik secara kognitif maupun afektif. Penelitian inimeneliti salah satu produk media komunikasi yaitu film. Media komunikasi film diyakini turut memberikan efek pada penontonnya yangmenyentuh sisi emosional. Film yang di teliti adalah film Elang. Peneliti mengindikasi dan mengidentifikasi isi dalam film 5 Elang memiliki nilaikecerdasan emosional. Kecerdasan emosinal dalam film 5 Elang sesuai dengan teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Peneliti menemukan kecerdasan emosional dalam film tersebut memiliki relevansi pada perkembangan social anak usia SD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menonton film 5 Elang. Analisa data dilakukan dengan metode analisis isi. Metode keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan, yaitu mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dengan proses analisis yang konstan atau tentative.Hasil penelitian menunjukkan, film 5 Elang memiliki makna kecerdasan emosional, yaitu berupa mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain dan membina hubungan. Kecerdasan-kecerdasan emosional tersebut memiliki relevansi pada perkembangan sosial pada anak usia SD, yaitu kecerdasan emosianal berpengaruh pada interaksi sosial, membantu anak dalam berkomunikasi. Secara umum kecerdasan emosional membantu anak dalam penyesuaian diri di lingkungan sosial.
Eco Bricks Sebagai Solusi Penanggulangan Sampah Plastik Terhadap Masyarakat Kaujon Kidul Rw 02 Kota Serang Susilawati; Encep Supriatna; Ita Rustiati Ridwan; Riska Nasella; Rifyan Firdaus; n Hayati
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.952 KB)

Abstract

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Saat ini sampah, terutama sampah plastik merupakan momok yang sangat mengerikan bagi masyrakat. Pengolahan dan pemanfaatan sampah yang kurang efektif menjadi salah satu penyebabnya. Salah satu pengolahan sampah plastik adalah pembuatan Eco Bricks dimana pengolahan ini sangat bermanfaat dengan mengurangi sampah plastik karena botol plastik bekas akan digunakan dengan diisi dalam nya oleh bekas sampah plastik, sehingga tidak ada kata membakar sampah plastic, tetapi sampah plastic tersebut di masukan ke dalam botol plastik sampai penuh dengan di dorong oleh stick sehingga botol tersebut padat. Disusun sedemikian rupa dan menjadi barang yang dapat bermanfaat kembali untuk masyarakat. Kaujon kidul RW.02 dipilih sebagai tempat pengabdian dan sosialisasi Eco Bricks pertimbangan utamanya adalah yang pertama kampus universitas pendidikan Indonesia di Serang beralamat di kaujon Serang, kedua kaujon kidul RW.02 ini digunakan pula oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia sebagai tempat KKN Tematik pembersihan kali Cibanten, alasan yang ketiga adalah tingkat kesadaran masyarakat sekitar kali Cibanten ini sangat rendah dalam hal pengolahan sampah ditambah lagi dengan kurangnya sosialisasi dari pemerintah terkait pentingnya kesadaran akan sampah dan pemanfaatan sampah, merupakan pertimbangan lain bagi adanya perlatihan ini. Hal ini harus digaris bawahi ialah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sampah pelastik untuk mengurangi sampah plastik yang sulit untukdiuraikan oleh bumi. Dengan adanya pengabdian ini agar mengedukasi masyarakat di Kaujon Kidul Rw 02 Kota Serang agar dapat memanfaatkan sampah pelastik menjadi barang-barang yang bernilai jual dan tercapainya tujuan dari program pengabdian ini yaitu mengurangi intensitas sampah plastik.
Implementasi Pendidikan Humanis di Sekolah Dasar Fitra Nugraha; Wirda Hanim; Eko Siswono
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.728 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk mengetahui proses, hasil, maupun pembaharuan pendidikan humanis yang diterapkan di sekolah khususnya sekolah dasar. Hasil analisis sepuluh jurnal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan humanis bisa diterapkan di sekolah formal maupun inklusi. Selain itu, dalam menghadapi tantangan zaman dan pencegahan terhadap perilaku negatif di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan oleh pendidik maupun peserta didik, dalam proses pembelajaran dan pendidikan humanis diharapkan sudah diterapkan. Karena tujuan dari pendidikan humanis yaitu meninggikan derajat manusia, mengembangkan bakat serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik.
Pengaruh Penerapan Alat Permainan Edukatif Berbasis Ilmu Teknologi (IT) Terhadap Perkembangan Kognitif Anak SD Kelas 1 di SD Kebedilan Kota Serang: Penelitian Kuantitatif dengan Metode Quasi Eksperimen di SD Kebedilan Kota Serang Budhi Tristyanto; Ajo Sutarjo
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.207 KB)

Abstract

Pengaruh Penerapan Alat Permainan Edukatif Berbasis Ilmu Teknologi (IT) Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Kelas 1 SD Kebedilan Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendapaSDan data secara empiris tentang pengaruh penerapan alat permainan edukatif berbasis teknologi terhadap perkembangan kognitif anak SD kelas Rendah tahun ajaran 2019-2020. Metode yang digunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 A dan 1 B SD Kebedilan Kota Serang yang masing-masing berjumlah 15 oarng. Dari uji hipotesis penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perkembangan kognitif di kelas eksperimen sebelum dan setelah menerapkan alat permainan edukatif berbasis IT dan terdapat perbedaan perkembangan kognitif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru mampu merancang kegiatan pembelajaran dengan alat permainan berbasis IT yang dapat menstimulus perkembangan kognitif anak melalui bermain seraya belajar. Sehingga mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membuat anak merasa jenuh atau bosan, guru mampu berkomunikasi secara empatik dengan orang tua anak didik serta guru perlu mengetahui kemampuan dan kebutuhan setiap anak
Tinjauan Linguistis Penggunaan Terminologi Kebahasaan di Sekolah Dasar: Revolusi Berpikir dengan Belajar dari Siswa Deni Wardana; Widjojoko; Ani Novia; Rika Ar N Nurazka
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.277 KB)

Abstract

Bahasa merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan anak. Bahasa atau pembendaharaan kata yang anak dapatkan dipengaruhi oleh lingkungan belajar. Anak belajar meniru ucapan yang dituturkan oleh orang dewasa dan terkadang mereka hanya sekadar meniru tanpa tahuartinya. Di Sekolah Dasar (SD), siswa diperkenalkan dengan berbagai penamaan dan terminologi. Setiap terminologi yang siswa dapatkanmerupakan sesuatu yang baru bagi siswa—baik itu terminologi yang menurut guru mudah maupun sukar. Di SD kelas tiga, empat, dan limaditemukan istilah kebahasaan yang kurang sesuai dengan terminologi linguistik, yaitu penggunaan istilah imbuhan, awalan, sisipan, akhiran, dan lain-lain. Secara linguistik, seharusnya digunakan terminologi afiks, prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Istilah seperti afiks, prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks tersebut sering dihindari oleh para guru dengan anggapan penggunaan istilah imbuhan, awalan, sisipan, dan akhiran akan lebih mudah diingat dan dipahami siswa daripada istilah afiks, prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Hal ini bukan hanya berdampak salahnya penggunaan istilah, melainkan salahnya memahami konsep linguistik. Penggunaan istilah yang salah tidak hanya terjadi pada siswa SD, tetapi masih ada mahasiswa yang belum mengetahui penggunaan terminologi yang sesuai dengan terminologi linguistik yang benar. Penggunaan terminologi yang berbeda akan menimbulkan permasalahan yang akan dialami siswa ketika akan melanjutkan pada level yang lebih tinggi, sehigga kesamaan terminologi yang digunakan pada setiap level pendidikan harus diterapkan. Dengan demikian, setiap lembaga pendidikan dan penerbit buku hendaknya mampu dan berani melakukan revolusi berpikir dengan belajar dari siswa. Belajar dari siswa berarti memahami “karakter belajar” siswa dan mampu memperlakukannya dengan sikap yang benar.
Desain Didaktis Penjumlahan Pecahan Melalui Pembelajaran Etnomatematika Sunda untuk Meningkatkan Kemampuan Pemodelan dan Berpikir Kreatif Matematik Siswa SD Kelas 5 Supriadi
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.82 KB)

Abstract

Penulisan artikel penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan belajar siswa dalam kemampuan pemodelan dan berpikir kreatif matematik pada konsep pecahan. Tujuan penelitian untuk menyusun desain didaktis penjumlahan pecahan penyebut yang tidak sama melalui pembelajaran etnomatematika sunda permainan engklek dan endogendogan pada siswa kelas 5 SD di sebuah SD Islam kota Serang, Banten. Data hasil tes learning obstacle, desain didaktik awal dan revisi desain didaktik dianalisis dengan menerapkan metode didactical design research. Hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan belajar berkurang dan adanya peningkatan kemampuan pemodelan dan berpikir kreatif matematik siswa.
DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020 Full Version Deni Wardana
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 20200
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020 Full Version
Optimalisasi Peran Keluarga dalam Mendampingi Anak Belajar dari Rumah Ima Ni’mah Chudari; Fatihaturosyidah Fatihaturosyidah
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.848 KB)

Abstract

Covid-19 pandemic has been affected all sectors of human life, including education. Due to the social-distancing and the Learning from Home (BDR) policy from government, almost all school students now are under the supervision of their parents at home. At a glance, BDR seems like it can provide opportunities for parents to take a bigger role part in their children’s schooling activity. However, BDR has given its side effect on the parents-children behavior and psychological condition. This literature study reveals that BDR gives a very big chance for parents to take more involvements in their children's schooling activities, but on the other hand, BDR is also very potential for children to experience losing opportunities to socialize with their friends and teachers and accepting stress trigger due to the BDR atmosphere which tends to be boring. From these, hopefully parents can do this following breakthrough: (1) be more patient in dealing with children's schooling process and difficulties, (2) vary the learning activity with simple fun games, (3) give breaks between learning activities, (4) establish effective communication between parents and teachers, and last but not the least (5) try to enjoy a new role as a great teacher at home.
Inovasi Pembelajaran Numerasi di Sekolah Dasar di Masa New Normal: dari Situasi Nyata Hingga Geogebra Zetra Hainul Putra
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.858 KB)

Abstract

Wabah virus Corona (Covid-19) menyebabkan terjadinya perubahan tatanan baru kehidupan. Pembelajaran tatap muka yang selama ini dilaksanakan di sekolah hingga perguruan tinggi secara mendadak bertransformasi menjadi pembelajaran daring. Dalam menyikapi situasi tersebut, guru dituntut untuk terus berinovasi dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pada makalah ini, penulis mencoba memberikan beberapa gagasan inovasi pembelajaran numerasi yaitu inovasi pembelajaran menggunakan modul literasi dan numerasi yang dikembangkan oleh kemdikbud, inovasi pembelajaran numerasi dengan menggunankan buku bergambar matematika, inovasi pembelajaran numerasi berbasis program adroid seperti math games dan mathcitymaps, dan inovasi pembelajaran numerasi menggunakan geogebra. Inovasi pembelajaran numerasi ini dapat diterapkan oleh guru-guru sekolah dasar yang sangat bergantung dengan keadaan dan kondisi infrastruktur pembelajaran di masing-masing daerah.
Meningkatkan Kompetensi ICT Untuk Guru Agar Proses Pembelajaran Maksimal Afrisya Ghiyats Risholihati; Hana’ Raihana Sausan; Miftah Maulina Syifa; Nuriyati Nuriyati
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): DIDAKTIS 6: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2021
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The teacher does not have a role only to function as someone who facilitates the transfer of knowledge, but at the same time also functions to instill values and build the character of students on an ongoing basis. This dual role causes the teacher's position in the era of ICT advancement. It is easy because the teacher remains the main element in the entire learning/education process. Teachers to be able, professional in their fields, to increase their potential in a sustainable manner updating their knowledge in accordance with the times. Therefore, there is a need for ways to improve the competence of ICT teachers so that learning can run optimally and find out what obstacles occur in improving ICT competence. This research uses the method of literature study or literature study. The results of the study indicate that there are obstacles in increasing ICT competence and to improve ICT skills a teacher must be assisted by other parties such as the role of schools, the role of government, and others.

Page 9 of 26 | Total Record : 256