cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 531 Documents
ASESSMEN OF LEARNING PJOK TOPIK CABANG OLAHRAGA TONNIS MENGGUNAKAN APLIKASI TKPN PADA SISWA FASE D KELAS VIII Shafsaletra, Alifahillah; Hartati, Hartati; Ramadhan, Arizky
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan norma kategori pengukuran hasil tes kebugaran jasmani pada siswa cabang olahraga tenis menggunakan aplikasi TKPN. Komponen kebugaran yang diuji mencakup daya tahan, daya tahan otot, kekuatan, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 32 siswa SMP N 1 Tanjung Batu yang tergabung dalam cabang olahraga tenis, terdiri dari 13 laki-laki dan 19 perempuan. Data diperoleh melalui instrumen tes kebugaran, yaitu V Sit and Reach untuk mengukur kelentukan, Sit Up 60 detik untuk daya tahan otot, Squat Thrust 30 detik untuk koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan, serta Pacer Test untuk daya tahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes V Sit and Reach, baik laki-laki maupun perempuan memperoleh kategori baik dengan proporsi nilai 0,4. Pada tes Sit Up 60 detik, laki-laki memperoleh kategori kurang (0,4) dan perempuan kategori kurang sekali (0,2). Tes Squat Thrust menunjukkan kategori cukup untuk laki-laki (0,6) dan perempuan (0,8), sedangkan pada Pacer Test, baik laki-laki maupun perempuan memperoleh kategori kurang (1). Secara keseluruhan, tingkat kebugaran jasmani siswa tenis SMP N 1 Tanjung Batu berada pada kategori cukup. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi untuk peningkatan kebugaran jasmani guna mendukung prestasi olahraga siswa.
PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Agustin, Fenti; Zakiah, Nur Eva; Solihah, Sri
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.15975

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan pembelajaran yaitu pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional engklek dengan siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional kelereng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental (eksperimen semu), dengan bentuk Posttest – Only Control Design. Teknik analisis data menggunakan uji t-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Plus Ma’arif Al Mushlihuun yang terdiri dari dua kelas dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen pertama sebanyak 20 siswa dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen kedua sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemahaman konsep matematis sebanyak tiga soal uraian pada materi segiempat (persegi dan persegi panjang). Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional engklek dengan siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional kelereng. Kata Kunci: Kemampuan Pemahaman Konsep, Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME), Permainan Tradisional Engklek, Permainan Tradisional Kelereng
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE BERBANTUAN FLASH CARD DALAM MELATIH KEMAMPUAN KOLABORATIF Putri, Zahra Nabilah; Warsono, Warsono; Ilmiyati, Nur
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.14814

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran dan kurangnyaevaluasi mengenai kemampuan kolaboratif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitaspenerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan flash card dalam melatih kemampuan kolaboratif.Waktu penelitian pada bulan Februari sampai Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMA Negeri 1Kawali. Sampel yang digunakan yaitu kelas X IPA 1 dengan jumlah 36 peserta didik. Teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptifmelalui pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan one-shot case study design. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Data yangdiperoleh dengan hasil persentase menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scrambleberbantuan flash card efektif dalam melatih kemampuan kolaboratif peserta didik. Hal ini ditunjukkan pada hasilpersentase rata-rata yang mendapatkan nilai dengan kriteria baik yaitu 30,6%, dan yang mendapat nilai dengan kriteriasangat baik yaitu 69,4%.Kata Kunci: Kemampuan Kolaboratif, Media Flash Card, Model Pembelajaran Kooperatif, Scramble.
PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN NET TERHADAP KEMAMPUAN CHEST PASS BOLA BASKET Putra, Andrea Ananda; Suhendra, Dede Iman; Rustiawan, Hendra
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.19975

Abstract

Tujuan dari penelitian yang penulis ajukan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan latihan menggunakan net terhadap kemampuan chest pass bola basket pada siswa SMA Negeri 1 Baregbeg. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental designs. Desain yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah desain one-group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Baregbeg berjumlah 16 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang. Untuk lebih mengakuratkan akan dilakukan uji signifikan korelasi product moment rhitung lebuh kecil dari rtabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Tetapi jika sebaliknya rhitung lebih besar dari rtabel (rh>rtabel) maka Ha diterima. Ternyata rh (0,86) lebih besar dari rtabel (0,60) maka Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan latihan menggunakan net terhadap terhadap kemampuan chest pass bola basket pada siswa SMA Negeri 1 Baregbeg.
PERAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN BUDAYA BANGSA INDONESIA Raraswati, Ufi; Yanti, Dita Ari
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17657

Abstract

Pengertian tentang museum dari zaman ke zaman mengalami perubahan, karena museum senantiasa mengalami perubahan tugas dan kewajibannya. Museum berakar dari kata Latin museion. Museion merupakan sebuah bangunan tempat suci untuk memuja sembilan Dewi Seni dan llmu Pengetahuan. Museion selain sebagai tempat suci pemujaan Dewa Dewi juga tempat berkumpulnya para cendekiawan untuk mempelajari serta menyelidiki berbagai ilmu pengetahuan. Museum mengalami puncaknya pada Abad Pertengahan berkembang menjadi tempat penyimpanan benda-benda pribadi milik pangeran, bangsawan, para pencipta seni dan budaya, serta para pencipta ilmu pengetahuan. Museum juga pernah diartikan sebagai kumpulan ilmu pengetahuan dalam karya tulis seorang sarjana. Ini terjadi di zaman ensiklopedis yaitu zaman sesudah Renaissance di Eropa Barat. Zaman tersebut ditandai oleh kegiatan orang-orang untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan mereka tentang manusia, berbagai jenis flora maupun fauna serta tentang bumi dan jagat raya disekitarnya. Gejala berdirinya museum tampak pada akhir abad 18 sejalan dengan perkembangan pengetahuan di Eropa, termasuk Negeri Belanda. Perkembangan museum di Belanda sangat mempengaruhi perkembangan museum di Indonesia. Memasuki abad ke-18 perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan baik pada masa VOC maupun Hindia-Belanda makin jelas dengan berdirinya lembaga-lembaga yang benar-benar kompeten, antara lain pada tanggal 24 April 1778 didirikan Bataviaach Genootschap van Kunsten en Wetenschappen berkedudukan di Batavia atau Jakarta. Keberadaan museum sesudah tahun 1945 dan setelah Indonesia merdeka selanjutnya menjadi bagian program dari pembangunan bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang Pengetahuan, Pendidikan dan Budaya. Adapun tujuan diselenggarakan museum adalah untuk tiga kepentingan yaitu pengkajian (ilmu pengetahuan), pendidikan (ajaran) dan kesenangan /rekreasi (perasaan). 
IMPLEMENTASI PEMBUATAN ECOBRICK DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN Supriatna, Giena Sitha; Nurani, Desi; Adnan, Bahana Aditya
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.19544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan literasi lingkungan siswa setelah diimplementasikan pembuatan ecobrick di sekolah. Metode penelitian yang digunakan yaitu mix method (kualitatif dan kuantitatif) Concurrent Triangulation Design. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII serta VIII SMPN 4 Panawangan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu implementasi pembuatan ecobrick di sekolah dapat meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa. Praktek pembuatan ecobrick dan pemberian materi yang diberikan menghasilkan nilai efektivitas sebesar 42,04%, hasil ini masih kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa. Selain itu, siswa dan guru memberikan respon yang positif terhadap pelaksanaan pembuatan ecobrick di sekolah.
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN LABORATORIUM IPA DI SMP NEGERI 3 GUNUNGSITOLI Lafau, Arni; Nazara, Sudieli; Zebua, Abertina; Waruwu, Jernih Puspita Sari; Baeha, Anggun Marfiah; Lase, Natalia Kristiani
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan laboratorium ilmiah.  Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa laboratorium di SMP Negeri 3 Gunungsitoli masih belum  memenuhi standar manajemen laboratorium yang baik. Lebih lanjut,  hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen laboratorium IPA SMP Negeri 3 Gunungsitoli memiliki beberapa alur antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengembangan. Perencanaan mencakup penetapan tujuan laboratorium, pengalokasian sumber daya, serta penyusunan jadwal pemanfaatan laboratorium. Pada aspek organisasi, pengelolaan difokuskan pada sarana, peralatan, dan tenaga pendidik. Sementara itu, pelaksanaan melibatkan proses pembelajaran, pengamanan, dan perawatan peralatan. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan aktivitas laboratorium, evaluasi kinerja tenaga pendidik, serta pengumpulan umpan balik dari pengguna laboratorium. Upaya perbaikan sistem dilakukan dengan mengidentifikasi kendala, mengevaluasi proses yang berjalan, dan merumuskan strategi peningkatan. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan laboratorium IPA, seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pengembangan fasilitas laboratorium. Rekomendasi yang diajukan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pengelolaan laboratorium ilmiah. Hal ini mencakup upaya untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya serta meningkatkan fasilitas laboratorium guna mendukung kegiatan penelitian dan pembelajaran secara lebih maksimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 BANJARSARI Yara, Kania; Mulyadi, Endang
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.15539

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa merupakan masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk segera mencari berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan, rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran yang tepat digunakan oleh pendidik, tujuan dari penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media quizizz pada pengukuran awal dan pengukuran akhir. 2) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pretest dan posttest. 3) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division dengan media quizizz dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada posttest. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian eksperimen dengan bentuk quasi experimental design tipe nonequivalent control grup design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media quizizz, model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal dan pengukuran akhir serta model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division dengan media quizizz dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada posttest.
SELEKSI TENAGA KERJA (PEGAWAI) DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nagiuddin, Muhammad Syafiq; Jamilus, Jamilus
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17317

Abstract

Seleksi tenaga kerja pegawai dalam pendidikan Islam merupakan proses yang penting untuk memastikan kualitas dan integritas tenaga pengajar dan staf yang terlibat dalam dunia pendidikan. Dalam perspektif Islam, seleksi tenaga kerja tidak hanya berdasarkan pada kompetensi profesional, tetapi juga pada karakteristik moral dan spiritual yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Proses seleksi ini mencakup penilaian terhadap pengetahuan agama, kepribadian, serta kemampuan dalam mengimplementasikan ajaran Islam dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip seleksi tenaga kerja pegawai dalam pendidikan Islam, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menentukan kelayakan calon pegawai pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga membahas peran etika dan akhlak dalam menentukan kualitas tenaga pengajar yang dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan demikian, seleksi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi, sesuai dengan tuntutan ajaran Islam dalam pendidikan.
PENERAPAN DISIPLIN POSITIF UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA Faisal, Musni
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17244

Abstract

ABSTRAKDisiplin positif merupakan pendekatan yang menekankan penghargaan terhadap martabat siswa dan penanaman tanggung jawab melalui cara yang reflektif, kolaboratif, dan memberdayakan. Pendekatan ini penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, khususnya di pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi disiplin positif di SDN 03 Andaleh dalam membentuk karakter siswa yang mandiri dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan kontrol kolaboratif dengan membangun hubungan yang positif, menyusun aturan bersama, serta memberikan konsekuensi logis dan pilihan kepada siswa. Kesalahan siswa dijadikan sebagai momen pembelajaran melalui refleksi dan restitusi. Pendekatan ini juga membantu guru memisahkan perilaku dari identitas siswa, sehingga tetap memperlakukan siswa dengan penghargaan. Disiplin positif terbukti meningkatkan kesadaran diri, tanggung jawab, serta hubungan guru dan siswa. Temuan ini memperkuat bahwa disiplin positif merupakan strategi efektif dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.Kata Kunci: disiplin positif, kebutuhan dasar manusia, kontrol kolaboratif, refleksi, restitusi