cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Hubungan Pemakaian KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Amenorea Mumtazah, Siti Ainawati; Husna, Husna; Nabila, Aziza
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5163

Abstract

Program KB merupakan salah satu program dari pemerintah yang dilakukan dalam skala nasional agar dapat menekan angka kelahiran dan juga mengendalikan pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Jorong Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan uji chi-square melalui analisa data dengan uji statistik menggunakan uji chi-square dengan responden berjumlah 32 responden dan menggunakan total sampling, di dapatkan hasil bahwa yang menggunakan kontrasepsi suntik dengan lama penggunaan <1 tahun sebanyak 20 responden (62,5%), yang mengalami amenorea 6 responden (18,8%) dan yang tidak mengalami amenorea sebanyak 14 responden (43,8%). Sedangkan responden yang menggunakan suntik KB 3 bulan > 1 tahun sebanyak 12 responden (37,5%) yang mengalami amenorea sebanyak 11 responden (34,4%) dan yang tidak mengalami amenorea sebanyak 1 responden (3,1%). Dari hasil pengujian tersebut didapatkan hasil P value = 0.001 (P value< 0,05) artinya ada hubungan yang bermakna antara Pemakaian KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Amenorea di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Jorong Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenorea.
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dengan Perilaku Mengkonsumsi Vitamin A pada Masa Nifas Alfina, Nabila; Sari, Evin Noviana; Ramadani, Ratna Wulan
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5165

Abstract

Masa nifas merupakan masa atau periode setelah persalinan hingga 40 hari setelah persalinan. Masa nifas adalah periode di mana rahim membuang darah dan sisa-sisa jaringan ekstra setelah bayi dilahirkan selama masa persalinan. Lama masa nifas pada setiap wanita berbeda-beda. Umumnya masa nifas paling lama adalah 6 minggu. Pada masa nifas terjadi pengeluaran darah kotor atau lochea dari kemaluan wanita. Pada masing- masing periode, darah nifas akan berbeda warna dan konsistensinya seiring dengan berjalannya pemulihan Rahim. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang merupakan penelitian survey analitik dengan metode pengembalian data melalui rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sitiung II. Sampel teknik pengambilan sampel pada pelatihan ini menggunakan total sampling. Hasil uji bivariate menggunakan chi square di peroleh p value 0,255 > 0,05, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu nifas dengan perilaku mengkonsumsi vitamin A pada masa nifas . kesimpulan tidak terdapat hubungan antara yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas dengan perilaku mengkonsumsi vitamin A pada masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sitiung II.
Pola Konsumsi Junk Food dan Soft Drink sebagai Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular Hipertensi pada Remaja Simamora, Hetty Gustina; Silalahi, Serlina; Pujiastuti, Maria; Gaol, Hotmariana Lumban
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5216

Abstract

Pola konsumsi merupakan kebiasaan makan perorangan yang terkait tentang jumlah, frekuensi dan jenis makanan yang di konsumsi dalam sehari. Dampak yang diakibatkan jika mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan akan meyebabkan masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Gambaran Pola Konsumsi Junk Food Dan Soft Drink Sebagai Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular Hipertensi Pada Remaja di SMP Swasta Budhi Dharma. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi. sampel dalam penelitian berdasarkan rumus Slovin berjumlah 68 orang dengan menggunakan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pola konsumsi makanan junkfood dan softdrink tersebut dengan menggunakan Food frequency questionnaire dan untuk pengumpulan data mengenai resiko penyakit tidak menular (Hipertensi) dilakukan dengan cara mengukur langsung tekanan darah di arteri responden menggunakan alat Sphygmomanometer. Hasil penelitian dengan jumlah sampel 68 responden dari jenis makanan Junk food yang sering dikonsumsi mayoritas gorengan sejumlah 40 responden dengan presentase 58,8% dan minoritas pizza sejumlah 1 responden dengan presentase 1,5%. Dari jenis konsumsi Soft Drink Remaja SMP Budi Dharma Balige Tahun 2024 mayoritas remaja lebih sering mengkonsumsi soft drink jenis fanta sejumlah 35 responden dengan presentase 51,5% dan minoritas remaja jarang mengkonsumsi soft drink jenis pocarisweet, kopi susu, pulpy sejumlah 8 responden dengan presentase 11,8% dan berdasarkan dari tingkat tekanan darah pada remaja dengan kategori optimal mayoritas sejumlah 43 responden dengan presentasi 63,2%, dan minoritas dengan kategori prahipertensi sejumlah 3 responden dengan presentase 4,4%.
Pentingnya Ketepatan Penanganan Komplain dalam Mempertahankan Kepuasan Pelanggan Imlabla, Floria Veramaya; Payapo, Nabila; Liklikwatil, Nelma; Wiguna, Paramita Kurnia
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5227

Abstract

Peningkatan jumlah keluhan pasien di dunia juga meningkat pada kategori pengobatan klinis, perilaku pemberi pelayanan dan komunikasi. Komplain menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit yang diberikan. Penanganan komplain yang baik sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan pelayanan dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan para pelanggan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa ketepatan penanganan komplain dalam mempertahankan kepuasan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 6 informan yaitu HRD, bagian Rawat Inap, bagian pengaduan,perawat, Rawat jalan dan humas marketing. Teknik pengambilan sampling data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Data dianalisa dengan analisa tematik. Hasil dalam penelitian didapatkan adanya keluhan pasien yang menunjukkan adanya bukti ketidakpuasan pasien sebagai pelanggan. Didapatkan adanya 5 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengangan pengaduan dimana aspek tersebut saling berhubungan, antara lain a) Prosedur Pengaduan b) Cara Menangani Pengaduan c) Keterlibatan Karyawan, d) Pelatihan Pengaduan e) Lama Pengaduan. Sebagai upaya meningkatkan citra rumah sakit dan meningkatkan kepuasan pelanggan maka penting untuk menerapkan ketepatan penanganan komplain dalam mempertahankan kepuasan pelanggan dengan memperhatikan ke 5 aspek hasil penelitian.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Diberikan Buah Kurma pada Remaja Putri Purwati, Rati; Sari, Puja Maya; Husna, Fadiatul
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5236

Abstract

Remaja adalah usia roduktif yang harus diperhatikan tumbuh kembangnya. Berdasarkan siklus daur hidup, anemia pada saat remaja akan berpengaruh besar pada saat kehamilan dan persalinan, yaitu terjadinya abortus, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Cara mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja bisa dilakukan dengan meningkatkan konsumsi zat besi, cara non farmakologi untuk menanggulangi anemia remaja yaitu asuhan kebidanan komplementer dengan mengonsumsi buah kurma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah kurma pada remaja putri di SMKN 1 Sitiung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitiannya yaitu pre-experimental design dengan mengunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Responden dalam peneltiian ini remaja putri usia 18-21tahun sebanyak 15 orang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Hasil uji wilcoxon didapat p-value sebesar (0,007) dengan nilai p-value 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian buah kurma pada remaja putri di SMK N 1 Sitiung. Terdapat peningkatam rata-rata kadar hemoglobin remaja putri SMK N 1 Sitiung sebanyak 0,4 gr/dL setelah pemberian intervensi buah kurma sebanyak 56 gr perhari selama 7 hari.
Hubungan Persepsi dengan Kepatuhan Pelaksanaan Patient Safety pada Mahasiswa S1 Keperawatan Anggraini, Choriah Geby; Sureskiarti, Enok; Harianto, Joanggi Wiriatarina
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5241

Abstract

Patient safety merupakan elemen terpenting dalam praktik keperawatan untuk mengurangi dampak negatif yang dapat dicegah, seperti cedera dan kematian. Secara global terdapat 134 juta insiden keselamatan pasien setiap tahunnya. Kalimantan Timur menjadi penyumbang tingginya kasus insiden keselamatan pasien. Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran akan keselamatan pasien di kalangan mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu, perlu untuk menilai persepsi mahasiswa karena akan mempengaruhi kepatuhannya terhadap protokol keselamatan. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan patient safety. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan besar sampel sebanyak 121 orang yang diperoleh dengan metode total sampling. Data dianalisis dengan uji korelasi spearman rank untuk melihat hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa persepsi berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan patient safety (p = 0,000).
Penerapan Pijat Oksitosin terhadap Masalah Menyusui Tidak Efektif pada Ibu Post Partum Spontan Wulandari, Priharyanti; Wardhani, Natasya Kusuma
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5283

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi dan makanan terbaik bagi anak demi tumbuh kembang yang optimal.Produksi ASI yang kurang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu Solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI adalah dengan cara melakukan pijat oksitosin.Pijat oksitosin adalah pijat disepanjang tulang belakang (vertebre) sampai tulang costae kelima atau keenam, berfungsi untuk meningkatkan oksitosin, sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 15 responden dengan melakukan pijat oksitosin selama 2 hari berturut-turut dengan frekuensi 2x sehari selama 10-15 menit. Instrumen yang digunakan adalah lembar informed concent,lembar observasi dan evaluasi dan lembar standar operasional prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu post partum, produksi ASI pada intervensi pertama belum terlihat adanya peningkatan produksi ASI sampai pada intervensi kedua baru mulai terlihat adanya tetesan ASI yang keluar saat dilakukan pijat oksitosin dan terdapat peningkatan sesudah pemberian terapi pijat oksitosin pada hari pertama pada pemijatan kedua dan di hari kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan produksi ASI ibu post partum.
Analysis of Factors Influencing the Incidence of Stunting in Toddlers Widyaningsih, Tri Sakti; Wulandari, Novita Kurnia; Kanita, Maria Wisnu
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5309

Abstract

Stunting is one of the problems that hinders human development globally. Currently, there are around 162 million children under the age of five experiencing stunting. If this continues, it is projected that in 2025 there will be 127 million children under the age of five who will experience stunting. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of stunting in toddlers in the Banyuanyar Health Center Area. Research methodology: This study is an explanatory research study with a cross-sectional method approach. The sample of this study was approximately 56 toddlers at risk of stunting who were taken using a purposive technique by using the Slovin scale. Researchers took respondents based on inclusion and exclusion criteria during the implementation of the integrated health post, asked for respondents' approval, distributed research instruments and explained how to fill out the questionnaire. After obtaining the required data, researchers rechecked the questionnaire contents and then processed the data. The analysis used was the Chi Square test. Results of the study: Factors that influence the incidence of stunting in toddlers in the Banyuanyar Health Center Working Area, namely: History of LBW (p Value = 0.042), Provision of MP-ASI (p Value = 0.000), Mother's knowledge (p Value = 0.001), Parenting Patterns (p Value = 0.005). Factors that do not affect the incidence of stunting in toddlers in the Banyuanyar Health Center Work Area, namely: Exclusive Breastfeeding (p Value = 0.279), Immunization Status (p Value = 0.094), Socioeconomic (p value = 0.066). Conclusion: There are 4 factors that affect and 3 factors that do not affect the incidence of stunting in toddlers in the Banyuanyar Health Center Work Area, Surakarta City.
Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 3-5 Tahun Sugiharti, Rosi Kurnia; Fujianti, Nurtitis; Nuryati, Nuryati
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5324

Abstract

Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan pengambilan data menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil pengisian kuesiner oleh responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk masing-masing variabel dan Uji Chi Square untuk menganalisis hubungan dari masing-masing variabel bebas dan terikat. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu, pekerjaan dan umur ibu dengan dengan keberhasilan toilet training. Untuk variabel pendidikan ibu tidak ada hubungan dengan toilet training. Kesimpulan dari hasil penelitian ini ibu diharapkan lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.
Study of Factors Causing Compliance in Taking Medication for Diabetes Patients Widyawati, Bobby; Wardha, Fenty; Rosa, Emmilya
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5331

Abstract

With 236 million Muslims, or 84.3% of the population, Indonesia is the second largest Muslim country in the world, according to the World Population Review. It is undoubtedly a problem when all risk variables coincide with an activity. Diabetes is a long-term condition that arises from insufficient insulin production by the pancreas or ineffective use of insulin by the body. The purpose of this study was to determine the factors that cause compliance with taking medication for diabetics in the Palembang embarkation Hajj pilgrims. Method is descriptive and uses snowball sampling techniques through recording, interviews, and observations. Results of the total number of prospective hajj pilgrims in 2024, 8,473 have diabetes, 483 of whom are prospective hajj pilgrims through the Palembang Embarkation. The majority of diabetes sufferers are women (54.86% of respondents), while the majority of prospective male hajj pilgrims (45.14%) are men. The most common comorbidities in prospective hajj pilgrims at the Palembang Embarkation are diabetes sufferers under the age of 60 (64.80%), hypertension at 60.19%, and dyslipidemia at 39.81%. It is important to carry out regular health checks to prevent/avoid the emergence of unwanted diseases and to improve the quality of life for the better.