cover
Contact Name
Basri
Contact Email
basri05@gmail.com
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
mitzaljurnalunasman@gmail.com
Editorial Address
akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Kampus 1 Polewali Mandar Gedung FISIP Jl. Budi Utomo No.2 Manding. Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 25414364     EISSN : 25414372     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/mitzal.v6i2
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Merupakan jurnal enam bulanan yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Mandar, Sulawesi Barat. MITZAL Menerima tulisan ilmiah hasil penelitian yang belum pernah di publikasikan. Terutama yang berhubungan dengan studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi.
Articles 161 Documents
TATA KELOLA PELAYANAN PUBLIK BERBASIS DESENTRALISASI: STUDI EVALUATIF ATAS IMPLEMENTASI PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Aco - Parawansa; Ahmad Saleh
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.6760

Abstract

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat desentralisasi pelayanan publik di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan PATEN dalam meningkatkan tata kelola pelayanan publik di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aparatur kecamatan, pejabat Disdukcapil, serta masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PATEN di Polewali Mandar telah mendorong peningkatan akses dan efisiensi pelayanan, namun masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur digital, dan koordinasi antarinstansi. Faktor pendukung yang signifikan antara lain komitmen pimpinan kecamatan dan partisipasi masyarakat. Analisis menggunakan model Van Meter dan Van Horn mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi sangat ditentukan oleh kesesuaian standar kebijakan, komunikasi organisasi, serta sikap pelaksana di tingkat lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas aparatur dan digitalisasi sistem pelayanan untuk mewujudkan tata kelola publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada warga.
PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA LOKAL MELALUI TUGU GERABAH DALAM PEMBANGUNAN DESA BERBASIS NILAI WARISAN BUDAYA Zaenudin Zaenudin Zaenudin; Adji Suradji Muhammad; Endang Dwi Ratnasari
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6754

Abstract

Literasi budaya generasi muda sangat rendah. Terkait kondisi ini, semua pihak harus berusaha mendekatkan dan mengenalkan budaya-budaya leluhur kepada anak cucu, supaya budaya tersebut tidak punah dan dilupakan. Pemerintah Desa sebagai entitas pemerintahan paling bawah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, perlu membuat strategi agar pembangunan yang dilakukan punya dampak terhadap upaya melestarikan dan mempertahankan budaya bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan identitas budaya melalui simbol budaya seperti tugu gerabah berperan penting dalam memperkuat fondasi sosial pembangunan desa. penguatan identitas budaya lokal melalui tugu gerabah bukan hanya upaya pelestarian simbol tradisi, tetapi juga merupakan strategi pembangunan berkelanjutan berbasis budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah riset pustaka atau library research. Kesimpulan, pembangunan tugu-tugu gerabah di titik strategis desa dapat menjadi penguat identitas budaya dan menjadi alternatif strategi upaya melestarikan dan mempertahankan warisan budaya bangsa. Sangat disarankan kepada Pemerintah Desa untuk berani mengambil inisiatif membangun tugu gerabah di desanya.
ANALISIS KONTEN PADA POSTINGAN INFLUENCER MARSHANDA Berry Sastrawan; Sulistia Fitrianni; Koesworo Setiawan
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.5983

Abstract

Penelitian ini menganalisis data konten Instagram @Marshanda99 periode 1 Oktober 4 Desember 2024 untuk memahami strategi konten yang efektif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap berbagai variabel, termasuk bentuk postingan (Video Reels vs. Feed Foto), waktu posting, jenis konten (Promo Film, Endorsement, Photoshoot, Edukasi, Liburan), tujuan komunikasi (Instruktif, Persuatif, Informatif), dan jumlah like, tayangan, komentar, dan kolaborasi. Hasil menunjukkan bahwa Video Reels memperoleh jumlah like terbanyak (111.367) dibandingkan Feed Foto (80.375), mengindikasikan preferensi audiens terhadap format video yang lebih panjang dan ekspresif. Postingan sore hari memiliki tayangan tertinggi (1.358.593), menunjukkan aktivitas audiens yang tinggi pada waktu tersebut. Konten Promo Film paling banyak disukai (142.684), diikuti oleh Endorsement dan Photoshoot. Postingan dengan tujuan komunikasi Instruktif mendapatkan jumlah komentar terbanyak (977), sementara Feed Foto memiliki jumlah komentar keseluruhan tertinggi (1000). Semua jenis tujuan komunikasi memiliki 2 kolaborator. Feed Foto memiliki jumlah tayangan tertinggi (1.186.806). Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi Marshanda dan influencer lainnya dalam mengoptimalkan strategi konten Instagram, dengan menekankan pentingnya format video, waktu posting yang tepat, dan jenis konten yang relevan dengan audiens. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor kualitatif yang memengaruhi keterlibatan audiens.
MEDIA LOKAL DAN PELESTARIAN BUDAYA: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN UANG PANAI’ DI TRIBUN TIMUR Muh. Medriansyah Putra Kartika; Dewi Nuraliah; Rezki Rahmawati
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.7014

Abstract

Uang panai’ merupakan tradisi adat dalam pernikahan Bugis-Makassar yang menjadi wacana publik karena nominalnya yang tinggi. Media lokal memiliki peran penting dalam mengonstruksi pemahaman masyarakat terhadap praktik budaya ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tribun Timur, portal berita lokal di Sulawesi Selatan, membingkai budaya uang panai’ dalam pemberitaannya. Menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini mengkaji 10 berita yang dipublikasikan periode 2020-2021 melalui empat dimensi struktural: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Temuan menunjukkan bahwa Tribun Timur secara dominan menggunakan frame sosiologi dengan menekankan tingginya nilai nominal uang panai’ dan dampak negatifnya seperti kawin lari (silariang), bunuh diri, dan penipuan. Status sosial—meliputi pendidikan, pekerjaan, dan latar belakang keluarga—secara konsisten disorot sebagai faktor penentu. Namun, konstruksi media ini mengabaikan aspek budaya penting seperti proses negosiasi dan dampak positif dari tradisi tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa representasi media tidak sepenuhnya mencerminkan praktik budaya aktual, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang peran media lokal dalam pelestarian budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teori agenda-setting tingkat kedua dan konstruksi sosial realitas dalam konteks jurnalisme budaya lokal.
MENGAPA VAINGLORY GAGAL? ANALISIS PERUBAHAN EKOLOGI MEDIA DAN HILANGNYA IDENTITAS TAP CONTROL DALAM GAME DIGITAL Ahmad Azhari; Seny Luhriyani Sunusi; Fatimah Hidayahni; Muhammad Fahri Jaya Sudding; Surya Anantatama
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan game Vainglory melalui perspektif teori Ekologi Media Marshall McLuhan dengan menyoroti perubahan medium dan dampaknya terhadap komunikasi digital serta partisipasi komunitas pemain. Vainglory, yang awalnya dikenal sebagai pelopor Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) berbasis kontrol sentuhan (tap control), mengalami penurunan drastis setelah beralih ke sistem joystick dan mode 5v5. Perubahan ini tidak hanya menggeser karakteristik teknologinya, tetapi juga mengubah ekologi komunikasi dan budaya partisipatif yang telah menjadi fondasi komunitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana digital terhadap forum Reddit, grup Facebook, kanal Discord, dan dokumen resmi pengembang untuk menelusuri persepsi pemain terhadap transformasi medium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan tanpa adaptasi sosial menciptakan disonansi dalam ekologi media: sistem joystick meningkatkan kompleksitas teknis (enhance), tetapi menghapus identitas orisinal game (obsolesce), mencoba menghidupkan kembali gaya MOBA klasik (retrieve), dan akhirnya menimbulkan efek balik berupa kehilangan komunitas dan kepercayaan pemain (reverse). Dengan demikian, kegagalan Vainglory merepresentasikan disfungsi ekologi media, di mana medium baru tidak lagi memperluas pengalaman manusia, melainkan memutus hubungan komunikasi antara pengembang dan pengguna. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan adaptasi sosial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem digital.
DINAMIKA DIGITALISASI DALAM KAMPANYE POLITIK: FENOMENA MEDIA SOSIAL DALAM PILKADA SULAWESI BARAT 2024 Dewi Nuraliah; Rezki Rahmawati; Hendrawan Hendrawan; Nurfadilah Nasiruddin; Fitriani Sari Handayani Razak
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6097

Abstract

Era Digitalisasi telah mempengaruhi praktik kampanye politik, di mana media sosial kini menjadi wadah utama interaksi antara calon pemimpin dan masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana transformasi digital membentuk strategi komunikasi politik dalam Pilkada Sulawesi Barat 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami praktik kampanye digital dalam konteks spesifik Sulawesi Barat. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan konten digital di platform media sosial utama calon kepala daerah, wawancara mendalam dengan tim kandidat dan pemilih yang sukses, dan analisis dokumen dan berita resmi. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa selain berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan dan penguatan citra kandidat, ruang digital juga memicu dinamika baru seperti percepatan arus informasi dan fragmentasi opini publik. Penelitian ini memberikan wawasan terkait perubahan pola komunikasi politik di tengah perkembangan teknologi yang masif, serta menyoroti dampaknya terhadap partisipasi publik dalam pemilu. 
UPAYA NEGOSIASI MAKNA INKLUSIVITAS: STUDI RESEPSI MAHASISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PADA KAMPANYE “SHINE WITH PRIDE” NETFLIX 2022 Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6791

Abstract

Netflix sebagai aplikasi streaming yang semakin sering mengadopsi aktivisme merek, berisiko menghadapi resistensi di pasar dengan konteks sosial-budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi mahsaiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Negeri Makassar terhadap kampanye Netflix “Shine with Pride” 2022. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi resepsi, penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa semester awal dan menganalisis data mereka menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan, partisipan melakukan pembacaan oposisional. Jadi meski mereka memahami strategi visual di balik kampanye tersebut, pesan inklusivitas LGBTQ+ tetap ditolak secara tegas karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang mereka anut. Kampanye ini memicu emosi negatif seperti ketidaknyamanan dan gagal meningkatkan minat menonton, bahkan berpotensi menurunkannya. Disimpulkan bahwa kampanye aktivisme merek global yang tidak diadaptasi secara mendalam pada konteks lokal dapat menjadi kontraproduktif. Disarankan agar merek global melakukan riset audiens yang lebih mendalam dan mempertimbangkan narasi yang lebih kontekstual untuk menghindari penolakan budaya.
DAMPAK BILLBOARD TERHADAP KEPERCAYAAN PUBLIK DAN CITRA POLITIK BAGI DRS. H. MAHMUD ABDULLAH DALAM PILKADA KEPALA DAERAH SUMBAWA TAHUN 2024 Syukron anshori
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan baliho yang menampilkan Drs. H. Mahmud Abdullah selama pemilihan kepala daerah tingkat kabupaten terhadap upaya mempertahankan citra politik dan memperoleh kepercayaan publik. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan instrumen survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama. Sampel penelitian terdiri dari 99 responden dari desa Labuhan Sumbawa, dengan margin of error 10%. Penelitian ini didasarkan pada teori Stimulus-Organisme-Respon (SOR), yang berfokus pada efek stimulus dan frekuensinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan papan reklame memiliki pengaruh positif terhadap upaya mempertahankan citra politik dan menumbuhkan kepercayaan publik. Analisis statistik menunjukkan bahwa nilai-t yang dihitung melebihi nilai-t kritis: untuk mempertahankan citra politik, nilai-t adalah 8,174, dibandingkan dengan nilai kritis 2,591; untuk mendapatkan kepercayaan publik, nilai-t adalah 7,051, juga melebihi 2,591, dengan tingkat signifikansi 1%. Hasil ini mengarah pada penerimaan hipotesis alternatif untuk kedua variabel. Sebagai kesimpulan, penggunaan papan reklame yang menampilkan Drs. H. Mahmud Abdullah memberikan kontribusi yang signifikan untuk mempertahankan citra politiknya dan meningkatkan kepercayaan publik
LITERASI KEAGAMAAN YANG INKLUSIF: STUDI COGNITIVE FLUENCY PADA DESAIN PANDUAN MEMAKSIMALKAN PUASA RAMADAN BAGI PENGGUNA LANSIA Nurul Fadhillah S; Nurjayanti Nurjayanti
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.7142

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan literasi keagamaan yang lebih inklusif bagi pengguna lansia, khususnya dalam memahami panduan ibadah puasa Ramadan yang disajikan melalui media visual. Lansia cenderung mengalami penurunan fungsi penglihatan, daya tangkap, dan kecepatan pemrosesan informasi, sehingga desain infografis yang terlalu padat ornamen berpotensi menurunkan keterbacaan dan meningkatkan beban kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap tiga partisipan lansia, terdiri atas satu laki-laki dan dua perempuan. Partisipan diperlihatkan dua versi infografis Panduan Memaksimalkan Puasa Ramadan, yaitu desain minimalis dan desain yang lebih dekoratif, untuk mengetahui mana yang lebih cepat dipahami serta bagian mana yang dianggap membingungkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang lebih sederhana cenderung lebih cepat dipahami karena memberikan cognitive fluency yang lebih tinggi, sedangkan desain yang padat ornamen memunculkan beban kognitif visual yang lebih besar. Meski demikian, unsur estetika Ramadan tetap memiliki nilai selama tidak mengganggu kejelasan pesan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain literasi keagamaan untuk lansia perlu mengutamakan keterbacaan, struktur visual yang tegas, dan keseimbangan antara estetika serta efisiensi pemrosesan informasi. Oleh karena itu, desainer dan penyusun materi keagamaan disarankan menerapkan pendekatan user-centered serta menguji desain pada pengguna sasaran sejak awal perancangan.
KOLABORASI PENTAHELIX UPAYA INTERVENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM BAAS DI KOTA PEKANBARU Ramlan Darmansyah; Adlin Adlin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6756

Abstract

Kolaborasi pentahelix merupakan suatu konsep penting sebagai langkah stategis sebagai aksi cepat untuk penyusutan angka kasus gizi buruk, baik di tingkat nasional, lokal (provinsi,kabupaten/kota) maupun desa. Konsep kolaborasi pentahelix melibatkan seluruh elemen lintas sektor yang memiliki tanggung jawab bersama untuk melaksanakan program intervensi optimalisasi penyusutan angka kasus stunting. Implementasi dari program BAAS atau Bapak/Bunda asuh anak yang mengalami stunting di Kota Pekanbaru merupakan salah satu bentuk intervensi sensitif dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Pekanbaru, dengan melibatkan seluruh elemen terutama Pemerintah Kota Pekanbaru, pihak swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga kemasyarakatan dan media. Tujuan dalam penelitian ini yaitu melacak kolaborasi pentahelix upaya intervensi percepatan penurunan stunting tinjauan terhadap implementasi dari program BAAS atau Bapak/Bunda Asuh Anak yang mengalamai Stunting di Kota Pekanbaru. Adapun metode penelitian ini yaitu jenis penilitian kualitatif yang perolehan datanya melalui tinjauan pustaka. Adapaun hasil pembahasan dalam penulisan ini bahwa kolaborasi pentahelix sebagai upaya percepatan penyusutan kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru melibatakan Pemerintah Kota Pekanbaru, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi profesi, lembaga masyarakat dan media. Adapun intervensi upaya percepatan stunting telah dilaksanakan melalaui intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Pelaksanaan  kegiatan Bapak/Bunda Asuh Anak yang mengalami Stunting di Kota Pekanbaru merupakan salah satu intervensi sensitif yaitu intervensi secara tidak langsung untuk menekan angka kasus stunting dengan memberikan bantuan bahan pokok dan pemenuhan gizi untuk anak terdampak stunting