cover
Contact Name
Basri
Contact Email
basri05@gmail.com
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
mitzaljurnalunasman@gmail.com
Editorial Address
akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Kampus 1 Polewali Mandar Gedung FISIP Jl. Budi Utomo No.2 Manding. Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 25414364     EISSN : 25414372     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/mitzal.v6i2
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Merupakan jurnal enam bulanan yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Mandar, Sulawesi Barat. MITZAL Menerima tulisan ilmiah hasil penelitian yang belum pernah di publikasikan. Terutama yang berhubungan dengan studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi.
Articles 161 Documents
ANALISIS PERANAN MODAL SOSIAL DALAM PENGUATAN KEPEMIMPINAN DI DESA KABALLOKANG PAKKABBA KABUPATEN TAKALAR Abdul Rahman
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.5787

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh desa yang baru dimekarkan ialah pelayanan publik dan kegiatan pembangunan fisik. Tetapi dalam konteks Desa Kaballokang Pakkabba, hal tersebut dapat teratasi karena kuatnya modal sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi bentuk pelayanan publik sebagai fungsi pemerintahan di Desa Kaballokang Pakkabba yang berlandaskan modal sosial. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kulitatif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi ke kantor Desa Kaballokang Pakkabba. Hasil observasi tersebut kemudian diperkuat dengan melakukan wawancara kepada aparat pemerintah desa untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan iplementasi fungsi pemerintahan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Data yang diperoleh kemudian diverivikasi dan dianalisis untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, aparat Desa Kaballokang Pakkabba mengedepankan modal sosial berupa kepercayaan, norma dan jaringan. Kepercayaan dibangun atas dasar saling memahami antara masyarakat dengan pemerintah desa berdasarkan norma-norma keagamaan dan adat istiadat. Jaringan pun dikembangkan dengan cara menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program-program pembangunan yang telah direncanakan.
MEMBONGKAR MAKNA SIMBOLIK DALAM FILM BARBIE (2023): SEBUAH ANALISIS SEMIOTIKA Ahmad Azhari; Seny Luhriyani Sunusi; Fatimah Hidayahni Amin; Muhammad Fahri Jaya Sudding; Surya Anantatama Sembiring
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi budaya dan gender dalam film Barbie (2023) melalui pendekatan analisis semiotika. Dengan berfokus pada tanda-tanda visual, naratif, dan simbol-simbol yang muncul sepanjang film, penelitian ini mengkaji bagaimana konstruksi identitas perempuan, relasi kekuasaan patriarkal, serta wacana feminisme dikomunikasikan secara simbolik. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang membedakan antara makna denotatif dan konotatif dari tanda. Studi ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji artikel, jurnal, dan teori-teori pendukung tentang semiotika film dan representasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Barbie tidak hanya menampilkan ulang citra boneka ikonik tersebut, tetapi juga menyampaikan kritik budaya melalui estetika sinematik, dialog, dan setting yang sarat simbol. Dengan demikian, film ini menjadi media yang efektif dalam menyampaikan isu-isu sosial terkait peran gender dalam masyarakat kontemporer.Kata Kunci: Representasi Budaya, Gender, Film Barbie, Semiotika Roland Barthes, Feminisme, Patriarki, Analisis Visual
MENGKAJI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH LOKAL: TANTANGAN IMPLEMENTASI PERDA POLEWALI MANDAR DALAM PERSPEKTIF VAN METER DAN VAN HORN Abd Rahman P Abd Rahman P
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.6216

Abstract

Penelitian ini menyoroti pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 4 Tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn sebagai dasar analisis. Dengan pendekatan tinjauan pustaka, penelitian ini mengkaji enam aspek utama: tujuan dan standar kebijakan, ketersediaan sumber daya, karakter pelaksana, komunikasi antar lembaga, sikap pelaksana, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat.Hasil kajian mengindikasikan bahwa meskipun Perda tersebut telah menyediakan dasar hukum yang kuat, proses implementasinya menghadapi berbagai kendala. Kendala tersebut meliputi belum adanya indikator kinerja yang terukur, lemahnya sinergi antar lembaga pelaksana, kurangnya pelatihan serta internalisasi nilai etika di kalangan pelaksana, dan ketidakcocokan strategi dengan kondisi sosial-ekonomi setempat. Untuk memperkaya analisis, artikel ini mengadopsi perspektif tata kelola publik modern berdasarkan pemikiran Osborne, Denhardt & Denhardt, Edward III, dan Howlett et al.Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan indikator kuantitatif, penguatan kapasitas pelaksana, pengembangan sistem komunikasi berbasis digital, serta peningkatan partisipasi masyarakat yang sesuai dengan konteks lokal, agar implementasi kebijakan pengelolaan sampah menjadi lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
IMPULSIVE BUYING GENERASI Z STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA PRODI ILMU KOMUNIKASI PADA MARKETPLACE TIKTOKSHOP Nur sakinah; Vivin nila rakhmatullah; Lalu Ahmad Taubih
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku pembelian impulsif mahasiswa Generasi Z di Universitas Teknologi Sumbawa melalui platform TikTok Shop dengan menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai pendekatan analisis perilaku konsumen digital. . TikTok Shop sebagai media sosial berbasis video pendek dengan fitur belanja online menciptakan pola konsumsi baru yang menggabungkan hiburan, interaksi, dan transaksi. Berdasarkan konsep impulsive buying menurut Rook (1987), perilaku pembelian impulsif dipengaruhi oleh dorongan emosional, stimulus lingkungan, dan situasi sosial.Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan AISAS berlangsung dinamis: perhatian dan minat dipicu oleh konten visual di For You Page, live streaming, diskon, dan testimoni pengguna. Pencarian informasi lebih berfungsi sebagai pembenaran emosional dibanding keputusan rasional. Tahap tindakan menunjukkan pembelian spontan, sedangkan tahap berbagi hanya dilakukan sebagian informan tergantung pada kepuasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok Shop berfungsi sebagai saluran komunikasi pemasaran digital yang efektif dalam memengaruhi perilaku impulsif mahasiswa Generasi Z.
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI TANDA POLITIK GENERASI MUDA DALAM POSTER DIGITAL GERAKAN #RESETINDONESIA Syafira Aspari Yasmin Syafa; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.6762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik generasi muda terhadap kondisi sosial-politik Indonesia melalui poster kreatif bertagar #ResetIndonesia yang muncul pascademonstrasi Agustus 2025. Dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian kualitatif ini mengkaji tanda-tanda visual yang meliputi tulisan, gambar, dan warna dalam poster digital tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual kreatif seperti meme, simbol, dan bahasa keseharian efektif dalam mendorong partisipasi politik anak muda. Penggunaan humor, satir, serta simbol yang mudah dipahami mampu menyederhanakan kritik politik yang kompleks menjadi pesan yang relevan dengan generasi muda. Selain itu, pemilihan warna seperti Brave Pink, Hero Green, dan Resistance Blue berkembang menjadi simbol kolektif perlawanan yang merepresentasikan suara berbagai kelompok, termasuk perempuan dan masyarakat sipil. Poster-poster bertagar #ResetIndonesia berfungsi sebagai medium kritik sekaligus manifestasi identitas politik digital generasi muda, yang memperkuat ikatan sosial serta memobilisasi wacana di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas visual merupakan bentuk perlawanan yang kuat dalam lanskap politik digital Indonesia.
ANALISIS IDENTITAS BUDAYA DALAM KONTEKS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA: RESPONS TERHADAP FENOMENA GENTRIFIKASI DI KAWASAN WISATA SANUR Ketut Khrisna Mahardika Asmara Putra; Anak Agung Mia Intentilia
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas budaya dalam konteks komunikasi antar budaya dengan merespons fenomena gentrifikasi di kawasan wisata Sanur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif didasarkan melalui seluruh data yang terkumpul dengan berbagai teknik pengumpulan data yaitu observasi,  wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena gentrifikasi membawa dampak yang cukup kompleks di kawasan Sanur khususnya dalam aspek sosial, ekonomi, budaya dan spasial. Dibutuhkan peran masyarakat dan lembaga adat dalam menjaga budaya lokal di tengah arus pembangunan pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa selama keseimbangan antara aspek sosial, budaya, dan ekonomi dapat terjaga, maka gentrifikasi tidak akan menjadi ancaman bagi masyarakat lokal Sanur.
ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL OLEH LANSIA: HAMBATAN, PEMAKNAAN, DAN AKSES INFORMASI KESEHATAN Syaza Yasmin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6046

Abstract

This study aims to understand the experiences of older adults in adopting communication technology, particularly the use of smartphones and the internet, to obtain health information. It also examines their level of digital literacy in searching for and filtering health-related information through digital media. The study employs a qualitative approach using phenomenological methods and semi-structured interviews to explore the meanings and interpretations that older adults ascribe to their experiences with communication technology in accessing health information. The findings reveal that older adults strive to adopt and utilize communication technology, with WhatsApp and YouTube serving as their primary sources of health information. However, they encounter several challenges in adopting technology, including intrapersonal barriers (fear of technology), functional barriers (declining vision and motor skills), structural barriers (limited internet access), and interpersonal barriers (lack of social support). Additionally, older adults recognize the challenges of assessing the accuracy and credibility of health information, leading them to rely on family members or healthcare professionals at medical service centers. This study provides valuable insights into the process of technology adoption among older adults and their perception of digital technology as a medium for accessing health information.
BANTUAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF KUHAP SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN ACCESS TO JUSTICE BAGI TERSANGKA / TERDAKWA TIDAK MAMPU DI KABUPATEN MAJENE Nur Fitrah; H.Mukhlis Hannan
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.6137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan layanan hukum bagi para tersangka dan terdakwa yang kekurangan dana, dengan menggunakan perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dalam konteks sistem peradilan pidana yang ada di Kabupaten Majene. Layanan hukum sebagai hak dasar menunjukkan usaha perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia dan penerapan prinsip kesetaraan di hadapan hukum, yang dijamin oleh berbagai peraturan hukum baik di tingkat internasional maupun nasional.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan bantuan hukum gratis bagi tersangka dan terdakwa yang tidak memiliki kemampuan finansial di Kabupaten Majene, serta faktor-faktor yang mengakibatkan pelaksanannya belum mencapai hasil yang maksimal sesuai ketentuan KUHAP. Meskipun KUHAP telah menghapus berbagai batasan dalam pemberian bantuan hukum yang pernah diterapkan di masa HIR, masih terdapat banyak permasalahan dan penyimpangan di lapangan yang dapat menghambat pemenuhan hak-hak para tersangka dan terdakwa.Metode yang dipakai dalam studi ini adalah riset empiris dengan pendekatan hukum yang bersifat sosiologis. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan aparat penegak hukum serta lembaga yang memberikan bantuan hukum di Kabupaten Majene. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan layanan hukum dalam kerangka KUHAP di sistem peradilan pidana di Kabupaten Majene, khususnya di Polres Majene, Pengadilan Negeri Kabupaten Majene, serta Lembaga Bantuan Hukum, belum berjalan secara maksimal. Penyebab utamanya adalah adanya penyimpangan dalam pelaksanaannya, kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak untuk mendapatkan bantuan hukum, akses yang terbatas untuk mendapatkan pengacara atau penyedia layanan hukum, dan rendahnya kerjasama antar lembaga penegak hukum yang ada. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan pengawasan atas pelaksanaan bantuan hukum, peningkatan sosialisasi mengenai hak bantuan hukum kepada masyarakat, penyediaan dana dan sumber daya yang cukup untuk lembaga bantuan hukum, serta peningkatan kolaborasi antara aparat penegak hukum dan lembaga bantuan hukum agar implementasi dukungan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu dapat dilaksanakan secara efektif, adil, dan sesuai dengan prinsip-prinsip KUHAP serta Hak Asasi Manusia.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN NEW MEDIA OLEH OMBUDSMAN RI PERWAKILAN KALIMANTAN TIMUR DALAM PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA Hamzah Fansuri; Mujahid Mujahid; Nur Alim Djalil
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Vol 10, No 2 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i2.6663

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of communication through new media (email, social media, whatsapp), based on the statements of Tubb and Moss. In addition, this study also analyzes the supporting and inhibiting factors of communication using these new media. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study show that the use of new media by the East Kalimantan Representative of the Indonesian Ombudsman is overall quite effective, specifically for WhatsApp usage is considered very effective, however, there needs to be an increase in the intensity of socialization of new media as a complaint channel on social media (Facebook and Instagram).The process of clarification and confirmation by the Ombudsman staff on messages is carried out quickly, accurately, and professionally, which becomes a supporting factor for the use of new media. The inhibiting factors are the spread of the network and equipment constraints. This study recommends that the Indonesian Ombudsman Representative in East Kalimantan can enhance cooperation with public service organizations and continue to improve the use of new media by conducting training and upgrading sufficient supporting resources/equipment.
IMPLEMENTASI STRATEGI DIGITAL BRANDING MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA Nurjayanti Nurjayanti; Irfan Arifin
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6104

Abstract

Branding merupakan aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemilik produk (barang atau jasa) dalam rangka memperkenalkan, membangun dan mempertahankan eksistensi produknya di tengah masyarakat. Kehadiran media baru (new media) seperti media sosial ternyata juga berdampak pada perkembangan strategi branding. Tidak terbatas pada perusahaan saja, strategi branding melalui media sosial ini juga dimanfaatkan oleh organisasi atau lembaga pemerintah maupun swasta non profit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi serta dampak strategi branding yang diterapkan oleh sejumlah perusahaan/organisasi/lembaga pemerintah dan swasta khususnya di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dalam menganalisis sumber rujukan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari sejumlah perusahaan/organisasi/lembaga di Indonesia yang menerapkan strategi digital branding melalui media sosial terbukti merasakan dampak positif berupa peningkatan keputusan masyarakat dalam membeli dan menggunakan produk (barang atau jasa) yang ditawarkan. Adapun jenis media sosial yang mayoritas digunakan oleh pemilik produk ialah Facebook, Instagram, dan Youtube.