cover
Contact Name
patmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
lppm@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Gedung Fakultas AgamaIslam Universitas Al Asyariah Mandar Telp./Fax (0428) 21038
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam
ISSN : 25415212     EISSN : 25415220     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/jalif.v6i2
Core Subject : Religion,
Hukum Ekonomi Syariah, dan Sosial Budaya Islam J-Alif. Adalah jurnal Fakulatas Agama Islam Universitas Al Asy’ariah Mandar. Terbit berkala Enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Sosial Keagamaan dan Budaya Islam
Articles 123 Documents
TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG SISTEM AL-MUDHARABAH PADA PETERNAKAN KAMBING DI DESA LAMPOKO KECAMATAN CAMPALAGIAN Suardi Kaco
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 3, No 1 (2018): J-Alif Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.254 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v3i1.525

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum Islam tentang sistem al-mudharabah antara pemilik modal (shahibul maal) dan  pengelolah ternak (mudharib) dalam tinjauan hukum Islam Jenis penelitian ini tergolong Kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik modal, pengelolah, dan tokoh agama pada masyarakat Desa Lampoko Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem al-mudharabah pada peternakan kambing antara pemilik dan pengelolah peternakan kambing yaitu mereka melakukan akad lisan dengan keuntungan nisbah bagi hasil dibagi dua atau 50:50. Dalam pembagian hasil ini menggunakan pembagian keuntungan berdasarkan pendapatan yang diperoleh oleh pengelolah tampa mengkalkulasikan terlebih dahulu biaya yang dikeluarkan pengelola dalam pemeliharaan kambing, jika pendapatannya besar maka hasilnya juga besar, tapi jika pendapatannya kecil maka bagi hasilnya juga kecil.   
Pengaruh Harga, Promosi, Produk, Label Halal terhadap keputusan membeli frozen food (studi di kota Bengkulu) lestari, lupi ayu; Apriani, Yustika; Asnaini, Asnaini; Kustin, Kustin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 1 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.811 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i1.2135

Abstract

 AbstakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Harga, Promosi, Produk, Label Halal secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian Frozen food. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen di Kota Bengkulu yang membeli makanan beku dalam jumlah yang tidak diketahui. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 115 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel harga (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Frozen Food dengan nilai t hitung sebesar 2,563 > t tabel 1,65857 dan nilai signifikansi 0,012 < 0,05, dan Promosi ( X2) juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli Frozen. Makanan dengan nilai t-hitung 2,796 > t-tabel 1,65857 dan nilai signifikansi 0,006 < 0,05, dan produk (X3) juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Frozen Food dengan nilai t-hitung 3,892 > t -tabel 1,65857 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan Label Halal (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Frozen Food dengan nilai dan t hitung sebesar 4,757 > t tabel 1,65857 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa harga, promosi, produk, dan label halal berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian frozen food dengan nilai F hitung 51,360 > F tabel 3,08.Kata Kunci: Harga, Promosi, Produk,  Label Halal
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA MASYARAKAT MENGELUARKAN ZAKAT PERTANIAN Muhammad Alwi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 2, No 2 (2017): J-Alif Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.387 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v2i2.439

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah apa faktor yang menyebabkan kurangnya masyarakat dalam mengeluarkan Zakat ? Pokok masalah tersebut selanjutnya di breakdown kedalam beberapa sub masalah atau pertanyaan peneliti, yaitu: 1) Bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat mengenai tinjauan Hukum Islam dalam mengeluarkan zakat? 2) Apa faktor-faktor penyebab kurangnya masyarakat Desa Lampoko mengeluarkan zakat pertanian. Jenis penelitian ini tergolong deskriptif Kuantitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Petani, tokoh agama dan pada masyarakat Desa Lampoko Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, quesioner atau angket dan penelusuran referensi. Berdasar kanpada hasil penelitian, makapeneliti menarik  beberapa kesimpulan, yaitu: Tingkat pemahaman masyarakat Desa Lampoko Kecamatan Campalagian mengenai hukum Zakat Mal masih sangat rendah disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat Desa Lampoko di dalam mempelajari hukum-hukum Islam di sampingitu, Badan Amil Zakat  Kecamatan (BAZCAM) yang berada dibawah naungan KUA Kecamatan tidak maksimal dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya membayar Zakat atas harta yang telah mencukupi nishab. Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kurang membayar harta Zakat pertanian yaitu Tingkat pemahaman masyarakat Desa Lampoko mengenai Hukum, Syarat dan Nishab  Zakat Pertanian, sagat kurang. Karena hanya sebagian masyarakat yang paham mengenai tentang apa2 yang mesti dikeluarkan untuk Zakat, Kurangnya peran BAZCAM Campalagian untuk mensosialisasikan mengenai Hukum, Syarat, Nisab Zakat Pertanian serta keberadaan Lembaga BAZCAM Campalagian, Kurangnya perhatian masyarakat karna memiliki aktifitas dan kesibukan yang lain, Karena harta yang mereka miliki tidak mencukupi Nishab maupun Haul  yang telah ditentukan oleh syariat.
STRATEGI PENGUMPULAN DAN PENYALURAN DANA INFAK/SEDEKAH ASN PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KAB. POLEWALI MANDAR Busrah Busrah; Andi Damayanti
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 1 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.636 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i1.1784

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ”Strategi Pengumpulan dan Penyaluran dana Infak/Sedekah ASN pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Polewali Mandar, yang menjadi fokus penelitian penulis adalah Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Polewali Mandar dalam mengumpulkan dan menyalurkan Dana Infak/sedekah ASN serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengumpulan dan penyaluran dana Infak/sedekah ASN. Dalam menyusun Skripsi ini metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif yaitu data yang dikumpulkan  berupa kata – kata, gambar bukan angka – angka, yang terdiri dari wawancara langsung dengan struktur kepemimpinan sampai kepada staf/anggota Baznas, dokumentasi kegiatan penulis, dan studi keperpustakaan yang terkait dengan judul penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Polewali Mandar dalam bidang pengumpulan ialah dengan menyusun RKAT yang didalamnya memuat berbagai macam cara untuk mencapai target anggaran – anggaran yang diperlukan, salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan berbagai OPD terkait data ASN untuk pembayaran zakat profesi dan mesjid – mesjid dalam hal ini iman didagunakan untuk menampung dana zakat dari masyarakat sekaligus sebagai media informasi/motivasi agar tingkat kesadaran, ketulusan dan keikhlasan masyarakat dapat lebih meningkat. Adapun faktor pendukung yang dimiliki Baznas ialah dengan adanya adanya sumber dana tetap, yaitu Infaq/sedekah ASN, infaq haji,dan akan ditambah lagi dengan zakat profesi yang akan diberlakukan per maret 2020, ditambah lagi letak kantor Baznas yang sangat strategis. Disamping faktor pendukung ada pula faktor penghambat ialah kurangnya tingkat kesadaran masyarakat tentang hukum islam mengenai baiknya mengeluarkan zakat, infak dan sedekah, serta masih kuatnya tradisi/kebiasaan yang ada di masyarakat untuk memberi zakat secara langsung.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN POLEWALI MANDAR Rahmah Muin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 1, No 1 (2016): J-Alif Volume 1, Nomor 1, Nopember 2016
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.17 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v1i1.434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Polewali Mandar dan untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh dominan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali Mandar. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil analisis diperoleh apabila Pertumbuhan Ekonomi meningkat satu persen maka akan menaikkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 343.480.848, dengan asumsi bahwa variabel inflasi dan dana perimbangan adalah konstan. Kemudian jika inflasi naik satu persen maka akan menurunkan Pedapatan Asli Daerah sebesar Rp. 12.435.858 dengan asumsi bahwa variabel Pertumbuhan Ekonomi  dan Dana perimbangan adalah kostan. Jika Dana Perimbangan ditambah seribu rupiah maka akan menaikkan Pedapatan Asli Daerah sebesar Rp. 0,030 ribu dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan. Variasi kemampuan variabel observasi dalam menjelaskan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Polewali Mandar sebesar 91,2 persen, sisanya 8,8 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis satu yang menyatakan terdapat pengaruh parsial dan signifikan yakni faktor Dana Perimbangan, sedangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Polewali Mandar sebagian diterima sebagian ditolak.
GADAI EMAS PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Abd. Rauf AR Barri
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 4, No 1 (2019): J-Alif, Volume 4 , Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.962 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v4i1.541

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi gadai emas pada lembaga keuangan syariah di Makassar (studi kasus pada PT Bank Sulselbar Syariah). metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan dua model yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaimplementasi gadai emas di PT Bank Sulselbar Syariah sudah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia No: 25/DSNMUI/III/ 2002, tentang Rahn dan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 26/DSNMUI/III/2002, tentang Rahn Emas. Ini dibuktikan dengan akad qardh untuk mengikat jaminan ketika terjadi pembiayaan dan Akad ijarah dalam penitipan emas (barang jaminan) kepada bank dan nasabah wajib membayar biaya penitipan sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan bank. Dalam proses penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank lebih kepada musyawara dan mufakat. Apabila tidak tercapai mufakat para pihak sepakat untuk menyelesaikan melalui badan arbitrase atau melalui Pengadilan Agama.  
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH Rahmah Muin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 2, No 1 (2017): J-Alif Volume 2, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.454 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v2i1.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimana potret istri di Desa Pambusuang dalam mencari nafkah. (2) Mengetahui pandangan Hukum Islam terhadap istri yang membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah Tinjauan Hukum Islam dan Keikutsertaan Istri dalam pemberian nafkah rumah tangga. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis-deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangganya adalah sebuah keistimewaan, tetapi sekaligus tanggung jawab yang tidak kecil. Hal yang tidak kecil ini termasuk mencari nafkah untuk keluarga. Namun, dewasa ini banyak istri yang ikut serta menafkahi rumah tangganya dan hal ini merupakan kerjasama antar suami istri yang ternyata tetap diperbolehkan dengan berbagai syarat yang mengikatnya. Walaupun kewajiban mencari nafkah untuk anak dan istri dibebankan kepada suami, tetapi istri hendaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan bila perlu ikut bekerja mancari nafkah. Catatatn penting yang perlu dihayati oleh pasangan suami istri, yaitu betapa besar penghasilan isteri jika melebihi penghasilan suami, tidak berarti jika isteri berhak mendekte suami sesuai kehendaknya, dan keadaan tersebut tidak boleh membuat suami rendah diri. Dan dalam keadaan yang sama suami tidak berhak memaksa isteri untuk membelanjakan penghasilannya untuk kebutuhan rumah tangga. Pasalnya, sejak zaman Rasulullah terdapat banyak lini pekerjaan yang dipegang oleh perempuan. Syarat fundamental terpenting adalah Ridla dari suami. Dan istri tetap bisa memiliki akses ekonomi untuk dirinya. Harta yang dimiliki adalah hartanya dan tidak bisa dimiliki orang lain. Istri yang ikut menafkahi keluarganya secara ikhlas bisa mendapatkan pahala ganda dari bersadaqah dan bekerja. Dan bagi suami, istri yang memiliki pekerjaan meski bisa mencukupi nafkah dirinya sendiri namun, suami tetap berkewajiban memenuhi nafkah istrinya. Kecuali memang tersendat perekonomiannya. Dan sebaliknya istri yang menafkahi suaminya maka nafkah tersebut bisa dihitung sebagai hutang suami terhadap istri dan wajib diganti saat suami sudah memiliki uang, kecuali jika istri sudah benar-benar ridla dengan harta tersebut. Karena sesungguhnya dalam rumah tanggapun diajari untuk saling tolong menolong.(Kata Kunci: Istri, Nafkah, Rumah Tangga, Hukum Islam).
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KONDISI EKONOMI MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID M Sya’rani Machrizzandi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 2 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 2, Nopember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.291 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i2.1859

Abstract

Teknologi informasi menjadi kebutuhan primer saat ini dimana seluruh dunia termasuk Indonesia dilanda wabah corona virus yang mematikan dan mengakibatkan seluruh sektor bergantung pada teknologi. Penggunaan teknologi informasi ini bertujuan untuk meminimalisir dan mereduksi potensi penyebaran virus mematikan tersebut, tidak terkecuali di sektor Pendidikan. Di masa pandemi ini, mahasiswa mengikuti perkuliahan jarak jauh dengan menggunakan teknologi informasi. Tantangan terbesar terlihat pada sektor ekonomi, dimana mahasiswa harus memiliki kuota dan koneksi internet yang mumpuni dalam mengikuti proses perkuliahan. Sehingga penelitian ini akan mengkaji dampak teknologi informasi terhadap kondisi ekonomi mahasiswa di masa pandemi covid. Penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menunjukkan pengaruh teknologi informasi terhadap kondisi ekonomi mahasiswa. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa dampak teknologi informasi sangat besar terhadap kondisi perekonomian mahasiswa bahkan juga dirasakan oleh orang tua mahasiswa. Sehingga tidak sedikit dari mahasiswa memilih untuk mundur dari proses perkuliahan pada semester berjalan karena keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan teknologi informasi Pendidikan (perkuliahan daring).
PRAKTEK MA’ITAI ANJORO DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa katumbangan Kecamatan Campalagian) Dara Ayu, Cici; Kaco, Suardi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 1 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.088 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i1.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek dan tinjauan hukum Islam terhadap aktivitas ma’itai anjoro di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian. apakah memang benar bahwa praktek ma’itai anjoro adalah tradisi dan bagaimana pandangan hukum Islam mengenai praktek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan peristiwa pada objek penelitian sesuai dengan realitas di lapangan, data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak yang melakukan aktivitas ma’itai anjoro. Instrumen penelitian yang diperlukan dalam penelitian ini adalah  pedoman wawancara, handphone atau kamera dan buku catatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa praktek ma’itai anjoro di Desa Katumbangan adalah tradisi karena telah dikerjakan secara turun temurun dan tidak ada larangan dalam melakukan pekerjaan yang telah menjadi tradisi. seperti penjelasan dalam ilmu fiqh yaitu Al-‘adatul Muhakkamah bahwa adat bisa menjadi hukum. Maka praktek ma’itai anjoro diperbolehkan dengan menggunakan ilmu fiqhi kecuali dalam pencarian buah kelapa melakukan sesuatu yang akan mengakibatkan rusaknya lingkungan (lahan) ataukah mengambil kelapa dengan cara memanjat pohonnya maka disitulah letak larangan terjadi. Implikasi pada penelitian ini adalah ditujukan kepada para pencari dan pemilik kelapa. Para pencari kelapa seharusnya lebih memperhatikan lagi tentang halal haram dalam melakukan aktivitas pencarian buah kelapa sedangkan para pemilik kebun seharusnya lebih merelakan buah kelapa yang jatuh di lahannya untuk dipungut oleh para pencari kelapa jika itu tidak menimbulkan kerugian bagi pemilik kelapa.
MEKANISME PEMBIAYAAN MURABAHAH LIL AMIR BIS SYIRA’ DI BAITUL MAAL WA TAMWIL SIDOGIRI CABANG BONDOWOSO Ubaidillah Ubaidillah
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 4, No 2 (2019): J-Alif, Volume 4 , Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.131 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v4i2.1713

Abstract

Dewasa ini, lembaga keuangan syariah terus berkembang. Terbukti banyaknya praktik muamalah yang semakin marak terjadi. Salah satunya di baitul maal wa tamwil Sidogiri cabang Bondowoso yang sering mengimplementasikan pembiayaan murabahah lil amir bis syira’ dengan tujuan untuk menghindari penggunaan suku bunga dalam penentuan harga jual barang yang dijadikan objek pembiayaan murabahah lil amir bis syira’ yang saat ini masih tetap ada pembebanan bunga flat rate dan prinsip cost of fund di bank konvensional. Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan prosedur pengumpulan data observasi, interview, dan dokumentasi. Pertama, mekanisme pembiayaan murabahah lil amir bis syira’ di BMT Sidogiri cabang Bondowoso memiliki kebijakan tersendiri terhadap ketentuan administratif dalam kelengkapan pembiayaan tersebut. Selain itu, dalam proses pembelian barang, pihak BMT Sidogiri tidak menyediakan barang secara langsung. Akan tetapi, memesankan untuk nasabah atau menyerahkan langsung pada nasabah untuk memilih barang yang diinginkan. Kedua, hukum murabahah lil amir bis syira’ yang terjadi saat ini masih menjadi perdepatan dikalangan ulama (ikhtilaf). Namun, mayoritas ulama memperbolehkan praktik ini dengan alasan karena tidak adanya dalil yang melarangnya.

Page 4 of 13 | Total Record : 123