cover
Contact Name
patmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
lppm@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Gedung Fakultas AgamaIslam Universitas Al Asyariah Mandar Telp./Fax (0428) 21038
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam
ISSN : 25415212     EISSN : 25415220     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/jalif.v6i2
Core Subject : Religion,
Hukum Ekonomi Syariah, dan Sosial Budaya Islam J-Alif. Adalah jurnal Fakulatas Agama Islam Universitas Al Asy’ariah Mandar. Terbit berkala Enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Sosial Keagamaan dan Budaya Islam
Articles 143 Documents
PRAKTIK JUAL BELI ONLINE MENGGUNAKAN SISTEM RESELLER MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muhammad Muzani Zulmaizar; Saifuddin Saifuddin; Hairunnisa Hairunnisa
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 9, No 2 (2024): J-Alif, Volume 9, Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v9i2.5737

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui Praktik jual beli online menggunakan sistem reseller pada toko Lukfih Fashion dan Campuran dan 2) Praktik jual beli online menggunakan sistem reseller pada toko Lukfih Fashion dan Campuran menurut perspektif hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian berada di toko Lukfih Fashion dan Campuran, Desa Bonde Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah Penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa platform media sosial seperti Facebook dan WhatsApp digunakan oleh toko Lukfih Fashion dan Campuran untuk melakukan operasi pembelian dan penjualan online mereka melalui sistem Reseller. Ready Stock dan barang PO adalah dua produk yang tersedia. Dalam hal pembelian dan penjualan online, toko Lukfih Fashion dan Campuran telah sesuai dengan hukum Islam, dengan ketentuan bahwa rukun dan syarat untuk membeli dan menjual terpenuhi. Hal ini dapat dilihat dari objek yang ditransaksikan juga tidak mengandung unsur gharar dan bukan merupakan barang yang haram. Akad salam adalah akad yang digunakan dalam transaksi.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS EKOTEOLOGI ISLAM DI DESA BULUTELLUE KABUPATEN SINJAI Abdul Rahman
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 9, No 2 (2024): J-Alif, Volume 9, Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v9i2.5413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta masyarakat Desa Bulutellue dalam melestarikan lingkungan dengan pendekatan ekoteologi Islam. Penelitian ini dilakukan di Desa Bulutellue. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Bulutellue sangat memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, karena mereka menyadari bahwa lingkungan merupakan mandat dari Tuhan untuk mencari nafkah dan kelak akan dipertanggungjawabkan pengelolaannya. Lingkungan dikelola dengan menggunakan pendekatan ekoteologi Islam, dalam arti mengelola lingkungan sekaligus mengambil manfaat dari lingkungan berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam. Praktik pengelolaan lingkungan berbasis ekoteologi Islam dapat dilihat dari aktivitas masyarakat di desa ini dalam melakukan reboisasi, mengelola sampah, mengurangi penggunaan pestisida, teknik terasering pada lahan pertanian, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Bulutellue telah mampu menata hubungan yang harmonis dengan sesamanya, dengan hewan dan tumbuhan, dan dengan lingkungan fisik di sekitarnya sebagai bakti sekaligus mengharapkan perkenan dari Tuhan.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK SIKAP MAHASISWA TERHADAP TOLERANSI DALAM BERAGAMA Ma'arif, Anang; Khasanah, Anisa Fikriatun; Sabrina, Anisa; Maulana, Rizal
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 9, No 2 (2024): J-Alif, Volume 9, Nomor 2, November 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v9i2.5625

Abstract

Isu intoleransi agama merupakan tantangan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, yang muncul dari keberagaman dalam aspek agama, ras, budaya, dan bahasa. Perbedaan ini tidak hanya mencakup variasi faktor tersebut tetapi juga melibatkan perspektif yang beragam. Sebagai mahasiswa diharapkan menjadi agen penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama untuk membangun sikap toleransi. Islam, sebagai agama, mengajarkan manusia untuk selalu menghormati dan bersikap toleran terhadap sesama, serta menjaga kemurnian dan kebenaran ajaran Islam. Dalam setiap situasi dan kapan pun, Islam sebagai agama rahmatan li al-’alamin, selalu menekankan pentingnya menghargai perbedaan, termasuk perbedaan suku, bangsa, dan keyakinan. Jelas bahwa Islam menjamin kebebasan berpendapat serta sikap toleransi terhadap semua pemeluk agama, dan mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa adanya diskriminasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang diambil dari jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa moderasi beragama di media sosial penting untuk melawan ekstremisme, edukasi dan webinar dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi. Selain itu, pendidikan, kebijakan pemerintah, dan program sosial harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran.
TEO-ANTROPOSENTRISME DALAM PARADIGMA HUKUM ISLAM: REORIENTASI FIKIH SOSIAL INKLUSIF Muhammad Aulal Fikri Al-hasani; Abd. Muid N.; Kerwanto Kerwanto
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 2 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i2.6821

Abstract

In contemporary discourse, Islamic legal reasoning is often the primary focus of in-depth study. Philosophical studies of Islamic legal reasoning, especially the classical approaches, are often considered outdated by some contemporary thinkers. This argument arises because legal reasoning in the classical paradigm tends to be literalistic and static. As a result, the products of ijtihād in the classical paradigm often struggle to find relevance in the contemporary legal landscape. Therefore, it is crucial to seek a conception of Islamic legal reasoning that can integrate various fields of knowledge without marginalizing God's Sharia as the absolute authority. This is where theo-anthropocentrism becomes relevant. This research is a literature review on the concept of theo-anthropocentrism within the Islamic legal paradigm. As an analytical tool, the author employs integrative-interconnective theory as a basis for systematically constructing arguments. As a result, the principles of theo-anthropocentrism can, to a certain extent, become a new axis for progressive and inclusive Islamic legal reasoning. In its epistemological construction, theo-anthropocentrism emphasizes three core foundations. First, it places sacred texts as the primary object of study. Second, it considers various fields of knowledge holistically, including both religious and general sciences. Finally, it integrates these two dimensions harmoniously and comprehensively by emphasizing the principle of benefit (maslaḥah).
PENYELESAIAN SENGKETA MUAMALAH JUAL BELI KAYU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DI DESA TRASAK Habibur Rohman; Jaysal Vicry; Mafluhah Mafluhah
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 1 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i1.5892

Abstract

Di Indonesia, terdapat dua kategori lembaga yang berwenang menangani perselisihan ekonomi syariah, yakni lembaga litigasi dan nonlitigasi. Dalam kerangka ekonomi Islam, metode penyelesaian sengketa memiliki keterkaitan yang signifikan sesuai prinsip hukum Islam serta sistem hukum positif yang berlaku di negara ini. Ketika terjadi sengketa, manusia secara alami berupaya mencari solusi yang adil, mudah diterapkan, dan menguntungkan semua pihak yang terlibat (win-win solution). Islam mengatur segala persoalan yang berhubungan dengan ekonomi dan bisnis yang pedoman pada Al-Qur’an dan Hadis.  Artikel ini bertujuan  mengetahui bagaimana problematika terjadinya sengketa muamalah jual beli kayu di Desa Trasak, dan penyelesaian sengketa muamalah jual beli kayu dalam perspektif ekonomi Islam di Desa Trasak. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Artikel ini mengandalkan data primer dan data sekunder sebagai fondasi empirisnya. Hasil dari penelitian, diketahui problematika pada kasus tersebut disebabkan karena tidak tercapainya rukun jual beli atau menyalahi  dari rukun jual beli tersebut, sehingga memicu terjadinya sengketa. Penyelesaian sengketa dalam kasus tersebut menggunakan Sulh (perdamaian) dan mediasi sebagai hukum positif.
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS SYARIAH PADA HOME INDUSTRY MAKANAN OLAHAN SAMBAL AYAM SUWIR NILDA DARMIN Yuniartik Yuniartik; Mayang Rosana
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 2 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i2.6625

Abstract

This study examines the implementation of sharia business ethics in Nilda Darmin's Shredded Chicken Sambal Processed Food Home Industry. Sharia business ethics, which are instilled are morality, fairness, honesty, and social responsibility, which are considered crucial for the blessings of businesses and MSMEs in Indonesia. The purpose of this study is to find out how the principles of sharia business ethics such as balance, monotheism, free will, obligations, and Iḥsān) are implemented in all aspects of Nilda Darmin's operations, especially in its best-selling product, shredded chicken sambal, since its establishment in 2020 and halal certification in 2024. This study uses a qualitative research design that is field research with case studies. This study shows that Nilda Darmin consistently implements sharia business ethics in the selection of high-quality halal raw materials, clean production processes, transparent promotions, fair pricing, avoiding usury, as well as Iḥsān treatment of employees and social responsibility initiatives. This implementation is not only limited to ensuring halal and product quality, but also building consumer trust to create a positive impact. The implication is that Islamic business ethics need to be continuously improved through the formalization of financial records and the development of more structured social initiatives.
SISTEM RESELLER DALAM PRAKTIK JUAL BELI ONLINE PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Sri Irmayanti Asyhari; Busrah Busrah; Andi Sudarmin; Muhammad Ridwan
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 1 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i1.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme operasional sistem reseller pada Yila Olshop Wonomulyo serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Secara metodologis, pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui studi kasus, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam (data primer) dan telaah dokumen bisnis (data sekunder). Temuan mengungkapkan bahwa mekanisme reseller di platform ini bersifat order-based (berbasis pesanan), di mana penyerahan barang dilakukan secara langsung antara reseller dan konsumen menggunakan metode COD (Cash on Delivery/Bayar di Tempat). Terkait ketersediaan produk, sebagian barang dikelola dengan sistem stok ready, sementara lainnya hanya ditampilkan melalui foto beserta deskripsi spesifikasinya tanpa kepastian stok fisik. Ditinjau dari perspektif syariah, prinsip kejujuran dalam deskripsi produk dan transaksi telah terpenuhi. Namun, prinsip tanggung jawab masih menunjukkan celah signifikan dan memerlukan penyempurnaan mendesak guna memenuhi standar akad syariah.
Memahami Budaya Tedhak Siten di Masyarakat Jawa: Analisis Pendekatan Moderasi Beragama dan Hukum Islam Sheptiani Rizki Wulandari; Nur Hidayah; Vrisko Putra Vachruddin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 11, No 1 (2026): J-Alif, Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v11i1.7118

Abstract

The tedhak siten tradition is one of the Javanese cultural heritages still practiced today by communities to mark the early developmental phase of a child. This tradition not only carries symbolic meaning but also embodies social and religious values related to expressions of gratitude, hope, and the relationship between humans, their environment, and their community. Facing the dynamics of social change and evolving religious understandings, the existence of local traditions such as tedhak siten often sparks debates regarding their compatibility with Islamic teachings. This article aims to analyze the tedhak siten tradition from the perspectives of religious moderation and Islamic law. The study employs a qualitative approach using a literature review method. Data were analyzed using thematic analysis techniques, focusing on the concepts of religious moderation, Islamic law, and cultural ‘Urf. The findings show that the tedhak siten tradition represents a moderate and contextual form of cultural religious practice. From the perspective of Islamic law, this tradition falls within the domain of mu‘āmalah (social transactions) and ‘Urf (customary practice) that is acceptable as long as it does not contradict the basic principles of Sharia. This tradition reflects a harmonization between local culture and Islamic teachings and serves as a means of strengthening religious values and social solidarity within Javanese Muslim society.
PRAKTIK JUAL BELI MAKANAN ONLINE DI FACEBOOK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM DESA BANATO REJO Liwaul Hikmah; Muh. Irwan T; Muh. Bahrul Afif
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 2 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i2.6838

Abstract

This study aims to examine the practices of online food trading on Facebook and how Islamic business ethics are applied within those practices in Banato Rejo Village, Tapango District. This research uses a qualitative approach with a field research method. Data collection techniques include observation, direct interviews with business actors and consumers, and documentation. The data were analyzed inductively, emphasizing a deep understanding of the online food trading practices on Facebook. The results show that such practices provide various benefits for both sellers and buyers. Sellers experience an increase in orders and easier promotion, while buyers benefit from the convenience of ordering food quickly and practically without leaving their homes. However, there are still some drawbacks, such as unilateral cancellations by buyers, delayed deliveries, and slow seller responses. From the perspective of Islamic business ethics, most business actors have applied basic principles such as honesty, responsibility, trustworthiness, and kindness to consumers. This is reflected in their efforts to maintain food quality, be courteous to customers, and acknowledge and correct service errors. Nevertheless, shortcomings remain, including a lack of debt recording and suboptimal service during peak order times.
DAMPAK PENDANAAN MASJID TERHADAP LAYANAN SOSIAL DI KOMUNITAS MUSLIM: SEBUAH TINJAUAN NARATIF Rizqi Anfanni Fahmi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 1 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i1.6142

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendanaan masjid dalam mendukung layanan sosial di komunitas Muslim. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana berbagai mekanisme pendanaan, seperti zakat, sadaqah, dan strategi keuangan kontemporer, berkontribusi terhadap keberlanjutan dan dampak layanan yang diberikan oleh masjid, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan komunitas. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur naratif, studi ini menganalisis artikel-artikel yang telah peer-reviewed dari database Scopus, dengan fokus pada studi-studi yang dipublikasikan dalam dua dekade terakhir untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pendanaan masjid. Temuan utama menunjukkan bahwa sumber pendanaan tradisional masjid, seperti zakat dan sadaqah, tetap krusial tetapi menghadapi tantangan akibat fluktuasi ekonomi dan keterbatasan sumber daya di beberapa wilayah. Strategi pendanaan kontemporer, termasuk donasi online dan kemitraan dengan LSM, menawarkan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan ini. Selain itu, studi ini mengidentifikasi pentingnya mendiversifikasi sumber pendanaan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dan peningkatan layanan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur yang ada dengan mensintesis tren-tren utama dalam pendanaan masjid, serta menekankan perlunya transparansi dan manajemen keuangan yang lebih baik. Temuan studi ini memiliki implikasi signifikan bagi kebijakan dan praktik, menyarankan agar masjid mengadopsi model pendanaan inovatif untuk lebih melayani komunitas mereka. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih lanjut efektivitas platform digital dan studi perbandingan antar wilayah.