cover
Contact Name
M. Iman Wahyudi
Contact Email
iman.wahyudi@uinbanten.ac.id
Phone
+6285939501925
Journal Mail Official
jsga@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jl. Jendral Sudirman Ciceri Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 26852926     EISSN : 23554037     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/jsga
Core Subject : Humanities, Social,
JSGA: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 67 Documents
Sinergisitas Laki-laki dan Perempuan Pada Pembagian Kerja Rumah Tangga Dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender Malik, Rahman; Sihombing, Febrian Josua Halomoan; Hidir, Achmad; Kartika, Silvia Dwi
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.11225

Abstract

ABSTRAK Isu gender telah lama menjadi isu utama dalam keluarga. Ketimpangan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan menjadi permasalahan utama kesenjangan gender. Namun seiring berjalannya waktu, sosialisasi pendidikan egaliter mengenai hubungan keluarga secara besar-besaran menjadi lebih mudah dipahami oleh suami dan istri. Akibat perubahan nilai tersebut, pembagian peran dalam rumah tangga menjadi lebih merata dan terstruktur Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini mengkaji perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam penerapan pembagian kerja dalam kehidupan berkeluarga pada pasangan suami istri di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Deli Tua, Desa Kedai Durian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan mengalami perubahan pemahaman terhadap pembagian pekerjaan rumah tangga dan publik berdasarkan peran gender. Lebih lanjut, penelitian ini juga menunjukkan adanya efek sinergis dalam pembagian kerja gender antara rumah tangga suami istri di Desa Kedai Durian, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Pembagian Kerja Laki-laki dan perempuan cenderung menghargai keharmonisan dalam menjaga keharmonisan keluarga, baik di rumah maupun di muka umum, serta saling bekerjasama untuk membangun keluarga. Kata Kunci: Pembagian Kerja, Gender, Laki-laki, Perempuan, Rumah Tangga
Fenomena Catcalling Pada Perempuan: Relasi Tubuh dan Kekuasaan Perspektif Sandra Bartky Mukhyar, Muhamad; Risladiba
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.11455

Abstract

Catcalling adalah tindakan verbal yang bertujuan menarik perhatian, yang sering kali ditujukan kepada perempuan di ruang publik. Meskipun sering dianggap sebagai candaan atau perilaku sepele, catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual yang berakar pada objektifikasi tubuh perempuan dan ketimpangan kekuasaan sistemik yang dilanggengkan oleh patriarki. Artikel ini menganalisis catcalling melalui perspektif teori feminisme Sandra Bartky, dengan fokus pada relasi antara tubuh dan kekuasaan. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode kajian pustaka, penelitian ini mengacu pada karya-karya akademik terkait catcalling, kekerasan berbasis gender, serta teori Bartky tentang pendisiplinan tubuh dan objektifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang memperkuat dominasi patriarki melalui objektifikasi dan pendisiplinan tubuh perempuan. Konsep "pengawasan diri" (self-surveillance) dari Bartky menggambarkan bagaimana perempuan menginternalisasi norma sosial, sehingga mereka mengubah perilaku, penampilan, dan gerakan mereka sebagai respons terhadap ancaman pelecehan. Analisis ini menyoroti bahwa catcalling bukan sekadar tindakan individu, melainkan bagian dari struktur kekuasaan patriarkal yang membatasi kebebasan perempuan di ruang publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan struktural diperlukan untuk mengatasi catcalling, termasuk edukasi gender dan pergeseran budaya yang menantang norma patriarki. Temuan ini berkontribusi pada diskursus feminisme dengan menghubungkan pengalaman sehari-hari perempuan dengan sistem kekuasaan dan kontrol yang lebih luas.
CITRA DIRI DAN PENGALAMAN FANBOY SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Suropriyono, Akmal; Dwi Nurmala, Meilla; Wahyunigsih, Lenny
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.12640

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai citra diri yang terbentuk pada fanboy sebagai korban kekerasan seksual. Pertanyaan “mengapa laki-laki menyukai laki-laki?” adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada para fanboy K-Pop tentang orientasi romantis mereka. Dalam beberapa artikel mengenai fanboy K-Pop, mencatat mereka rentan terhadap tuduhan sebagai homoseksual, banci, atau effeminate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana citra diri dan pengalaman fanboy sebagai korban kekerasan seksual dan dampak citra diri tersebut terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, karena subjek penelitian adalah fanboy korban kekerasan seksual, yang membutuhkan banyak data kontekstual dan aktual, dengan kata lain peneliti membutuhkan data dari kejadian nyata di lapangan untuk menemukan solusi untuk masalah tersebut. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang informan utama dan 3 orang significant oders yang didapatkan dari teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan teknik analisis dara dari Milies Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan fanboy memiliki citra diri yang negatif dan tidak ada dampak akademik, tetapi sekalipun informan tidak melaporkan penurunan langsung dalam prestasi akademik, pengalaman kekerasan seksual dapat menyebabkan hambatan psikologis seperti kecemasan dan penurunan kepercayaan diri. Penelitian ini memberikan wawasan bagi masyarakat umum dan guru bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk meningkatkan rasa empati dan memberikan gambaran korban laki-laki yang mengalami kekerasan seksual, sehingga dapat merancang layanan bimbingan dan konseling yang sesuai.
Pengembangan Media Pop Up Book Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Peserta Didik Triana Elsa; Afiati, Evi; Handoyo, Alfiandy Warih
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.12650

Abstract

ABSTRACT (in English)This study aims to develop a Pop-Up Book as an information service to prevent sexualviolence among seventh-grade students at SMP Negeri 18, Serang City. This study used aResearch and Development (R&D) method with the ADDIE development model. Thefeasibility test results showed that the pop-up book achieved an average feasibility score of89%, which is categorized as very feasible. The effectiveness test results indicated anincrease in student understanding, with an average pre-test score of 63.9 and a post-testscore of 109.5, and an N-Gain score of 0.52, categorized as moderate. This indicates thatthe developed pop-up book is quite effective in increasing student understanding of sexualviolence prevention. Therefore, the Pop-Up Book for Sexual Violence PreventionEducation is considered very feasible and quite effective as an information service inguidance and counseling in junior high schools. ABSTRAK (in Bahasa Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Pop-Up Book sebagai layananinformasi dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada peserta didik kelas VII SMPNegeri 18 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development(R&D) dengan model pengembangan ADDIE, Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwamedia pop-up book memperoleh rata-rata kelayakan sebesar 89% yang termasuk dalamkategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahamanpeserta didik, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 63,9 dan post-test sebesar 109,5,serta nilai N-Gain sebesar 0,52 kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa media pop-upbook yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didikmengenai pencegahan kekerasan seksual. Dengan demikian, media Pop-Up Book EdukasiPencegahan Kekerasan Seksual dinyatakan sangat layak dan cukup efektif digunakansebagai media layanan informasi dalam bimbingan dan konseling di SMP.
Pengembangan Media Permainan Gotcha Box Terhadap Literasi Emosi di Sekolah Dasar Tiara Aprilia Kulsum; Afiati, Evi; Prabowo, Arga Satrio
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.12652

Abstract

Perkembangan emosi merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik, sosial, dan pribadi peserta didik sekolah dasar. Namun, rendahnya literasi emosi masih menjadi permasalahan yang sering ditemui, ditandai dengan kesulitan peserta didik dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan Gotcha Box sebagai sarana bimbingan dan pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi emosi peserta didik sekolah dasar serta mengetahui gambaran kemampuan literasi emosi peserta didik kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN 1 Tangerang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket literasi emosi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan Gotcha Box layak digunakan sebagai media pembelajaran dan bimbingan untuk meningkatkan literasi emosi peserta didik. Media ini membantu peserta didik dalam mengenali berbagai jenis emosi, memahami situasi pemicu emosi, serta melatih cara mengekspresikan dan mengelola emosi secara positif. Dengan demikian, pengembangan media permainan Gotcha Box diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif dalam mendukung perkembangan emosional peserta didik sekolah dasar dan meminimalisir perilaku negatif di lingkungan sekolah.
Representasi Wanita dan Kesetaraan Gender dalam Novel ‘Dikta dan Hukum’ karya marah roesli: Sebuah Kajian Feminisme yang Holistik dan Sistematis” Nensilianti; Ridwan; ra, St Zhafira
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.12711

Abstract

“Representation of Women and Gender Equality in Marah Rusli’s Novel ‘Dikta dan Hukum’: A Holistic and Systematic Feminist Study”This study examines the representation of women and gender equality in Marah Rusli’s novel “Dikta dan Hukum” through a holistic and systematic feminist approach. The novel, written in 1927, is a classic of Indonesian literature that portrays the lives of women in a patriarchal society. Using a feminist literary criticism framework, this study analyzes the female characters, their roles, and the power dynamics that shape their experiences. The findings show that the novel represents women as strong and independent individuals who struggle against patriarchal norms and social expectations. However, the novel also reinforces some patriarchal values, highlighting the complexity of gender relations in the context of the novel. This study argues that a holistic and systematic feminist approach is necessary to understand the nuances of gender representation in literary works, particularly in the context of Indonesian literature. The study concludes that “Dikta dan Hukum” offers valuable insights into the historical and cultural context of women’s experiences in Indonesia and contributes to the ongoing discourse on gender equality
Tubuh Perempuan, Sensor, dan Moralitas dalam Komik Indonesia tahun 1960 dan 1980-an: Studi Kasus Komik Karya Tatang Suhenra Munawaroh, Siti; Sumiati, Wina
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13 No 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v13i01.13042

Abstract

Artikel ini mengkaji perubahan representasi perempuan dalam komik Indonesia pada dekade 1960-an hingga 1980-an melalui studi kasus karya Tatang Suhenra (Tatang S). Penelitian berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana tubuh, peran, dan posisi perempuan direpresentasikan dalam komik, serta bagaimana representasi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan sensor dan moralitas pada masa Orde Baru. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama berupa komik-komik karya Tatang S yang terbit pada periode 1966–1988, didukung oleh arsip, literatur sejarah komik Indonesia, dan kajian mengenai gender serta budaya populer. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan perspektif sejarah budaya dan teori representasi gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komik-komik tahun 1960-an perempuan direpresentasikan sebagai tokoh yang berpakaian sopan, memiliki keberanian, serta berperan aktif dalam alur cerita meskipun masih dibatasi oleh konstruksi kecantikan sebagai modal sosial. Memasuki dekade 1980-an, representasi tersebut bergeser ke arah penonjolan tubuh perempuan yang lebih sensual dan penguatan stereotip gender yang menempatkan perempuan sebagai objek pandang laki-laki dan penerima nafkah. Pergeseran ini berlangsung di tengah praktik sensor negara yang tidak sepenuhnya menghapus unsur sensualitas, tetapi justru memperlihatkan adanya negosiasi antara komikus, lembaga sensor, dan kepentingan pasar. Dengan demikian, komik tidak hanya menjadi media hiburan, melainkan juga menjadi ruang yang merekam perubahan nilai moral, relasi gender, dan politik budaya pada masa Orde Baru. Kata kunci: komik Indonesia, representasi perempuan, sensor, moralitas, Orde Baru, Tatang Suhenra.