cover
Contact Name
M. Iman Wahyudi
Contact Email
iman.wahyudi@uinbanten.ac.id
Phone
+6285939501925
Journal Mail Official
jsga@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jl. Jendral Sudirman Ciceri Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 26852926     EISSN : 23554037     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/jsga
Core Subject : Humanities, Social,
JSGA: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 60 Documents
Women's Contribution in Society: An Islamic Perspective Adzima, Fauzan
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12287

Abstract

The concept of gender equality in Islam is often misunderstood, either by those who believe that Islam restricts women's roles or by those who demand absolute equality without considering inherent differences. This article explores the active roles of men and women in Islam using a thematic exegesis approach to QS. An-Nisa (4): 32 and QS. At-Taubah (9): 71, based on Fathul Karim Mukhtashar Tafsir. The analysis reveals that Islam emphasizes equality between men and women in faith and rewards for deeds while guiding them to fulfill roles in accordance with Islamic teachings. Women are provided with opportunities to contribute to various aspects of life, including social and da'wah activities, without violating religious principles. This study also identifies challenges in implementing this concept due to the strong influence of patriarchal culture. Therefore, a comprehensive understanding based on authoritative exegesis, along with supportive policies, is necessary to ensure the just implementation of Islamic values.
PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA nofia putri ramadhani
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12305

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah masalah serius di Indonesia yang tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga kerusakan psikologis dan sosial yang mendalam. Selama ini, penanganan KDRT cenderung lebih fokus pada hukuman bagi pelaku, tanpa banyak perhatian pada upaya membantu mereka berubah atau memperbaiki hubungan dengan korban dan masyarakat. Dalam konteks ini, keadilan restoratif muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dengan menekankan dialog dan membangun kembali hubungan antara pihak-pihak yang terlibat. Alih-alih hanya menghukum, keadilan restoratif bertujuan membantu pelaku menyadari dampak tindakannya serta mendukung rehabilitasi mereka dengan melibatkan keluarga, komunitas, dan para ahli. Artikel ini mengulas berbagai penelitian tentang penerapan keadilan restoratif dalam kasus KDRT di Indonesia menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keadilan restoratif dapat membawa perubahan positif pada pelaku, terutama jika didukung dengan program pendampingan yang terstruktur seperti konseling psikologis dan pelatihan pengelolaan emosi. Namun, terdapat tantangan seperti minimnya fasilitator terlatih dan budaya patriarki yang kuat yang menghambat pelaksanaannya. Selain itu, stigma sosial terhadap korban dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang keadilan restoratif juga menjadi kendala. Untuk benar-benar membuat perubahan, dibutuhkan sistem rehabilitasi berbasis komunitas yang jelas. Kerja sama antara pemerintah, LSM, dan komunitas lokal sangat penting untuk membangun sistem ini. Dengan usaha bersama, keadilan restoratif berpotensi membawa penyembuhan, mengurangi kekerasan berulang, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Konstruksi dan Ekspresi Identitas Gender Kontemporer di TikTok M Supriyadi; Muhammad Iqbal; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12314

Abstract

This study examines how TikTok, as a social media platform, influences the construction and expression of users’ gender identities. Employing a descriptive qualitative approach and discourse analysis, this research explores how symbols, language, and narratives within TikTok content reflect and challenge traditional gender roles. TikTok has emerged as an expressive and inclusive space for nonbinary and LGBTQ+ individuals to explore identity, foster interaction, and build social solidarity. The platform's algorithmic features allow for the rapid dissemination of alternative gender narratives and the formation of digital communities. While TikTok presents significant opportunities for empowerment, the study also reveals challenges such as queerbaiting, algorithmic bias, and normative body and gender expectations that may negatively impact users’ mental health. TikTok is thus not merely an entertainment platform but also a site of social contestation in redefining gender expression in the digital age. The findings conclude that TikTok plays a critical role in contemporary gender identity construction, despite ongoing structural and cultural obstacles.
REKONSTRUKSI MASKULINITAS MELALUI GERAKAN CANTIK: KAJIAN NEW SOCIAL MOVEMENT THEORY DALAM ISU GENDER DI INDONESIA putro haza muthi
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12315

Abstract

Kesetaraan gender bukan semata-mata menjadi tanggung jawab perempuan, melainkan merupakan perjuangan kolektif demi terciptanya keadilan sosial yang menyeluruh. Di Indonesia, ketidaksetaraan gender masih mengakar kuat, diperparah oleh dominasi budaya patriarki yang telah berlangsung lama. Meskipun selama ini gerakan berbasis gender cenderung didominasi oleh perempuan, dalam dua dekade terakhir mulai terlihat peran laki-laki yang mendukung nilai-nilai feminisme dan turut menantang konstruksi maskulinitas yang merugikan. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang menggunakan kerangka teori Gerakan Sosial Baru dari Alberto Melucci untuk memahami bagaimana kelompok seperti Aliansi Laki-Laki Baru berkontribusi dalam membentuk relasi gender yang lebih adil. Dengan mengkaji data kekerasan terhadap perempuan serta jejaring organisasi yang melibatkan kolaborasi antara laki-laki dan gerakan perempuan, artikel ini menekankan bahwa keterlibatan laki-laki dalam perjuangan kesetaraan merupakan langkah strategis menuju perubahan budaya yang lebih egaliter dan berkelanjutan.
Keterkaitan dan Pengaruh Peran, Kepribadian, dan Perilaku Gender dalam Kepemimpinan Perempuan Dinafilah, Dena
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12195

Abstract

Women’s leadership has become an increasingly significant topic in the modern era, alongside the growing contributions of women in various sectors. This study explores the relationship between social roles, personality, and gender behavior in shaping the effectiveness of women’s leadership. Using a descriptive qualitative method through questionnaires distributed to respondents aged 18-45 years, the findings reveal that gender stereotypes and structural barriers still influence perceptions of women’s leadership. The results indicate that women tend to adopt transformational leadership styles that emphasize collaboration and empathy, although they are often perceived as less assertive compared to men. These findings highlight the importance of organizational culture reform and women empowerment strategies to create more inclusive gender equality in the workplace. This study provides insights into efforts to strengthen women’s participation in leadership at various levels.
Perempuan Berkarir dan Memangku Jabatan Publik Perspektif Abdul Karim Zaidan Mahmudah, Fina Zen
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12454

Abstract

Kajian ini membahas kerancuan hukum dan dialektika fikih mengenai perempuan sebagai pemangku jabatan publik dalam perspektif hukum Islam. Fenomena meningkatnya keterlibatan perempuan di ranah publik memunculkan persoalan antara tuntutan realitas sosial dan batasan syariat, khususnya terkait keseimbangan antara kewajiban domestik dan tanggung jawab publik serta dampaknya terhadap relasi keluarga muslim. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan konseptual dan analisis deskriptif, memfokuskan pada kajian kitab Al-Mufasshal fi Ahkam al-Mar’ah wa al-Bait al-Muslim karya Dr. Abdul Karim Zaidan, serta literatur relevan sebagai data pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam secara normatif memberikan ruang bagi perempuan untuk menjabat posisi publik selama memenuhi syarat kompetensi dan keseimbangan antara peran domestik dan publik tetap terjaga. Kebaruan penelitian terletak pada pendalaman sumber primer kitab klasik fuqaha salaf yang jarang digunakan dalam kajian sejenis, serta integrasi perspektif salaf dengan realitas sosial kontemporer—menghadirkan pemahaman yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam menempatkan perempuan di jabatan publik sesuai prinsip syariah dan maslahat umat.
Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosisal Sebagai Media Penguatan Kesetaraan Gender Dalam Masyarakat Dimas Bayu utomo; Sakinatul Mufariqah; Maftucha
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12537

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam memperkuat kesetaraan gender karena mengajarkan nilai-nilai dan sikap yang mendorong keadilan dan rasa hormat antar gender dalam masyarakat. Artikel ini membahas bagaimana ide-ide tersebut diimplementasikan dalam proses pembelajaran IPS. Artikel ini menggunakan penelitian tentang strategi seperti manajemen kelas yang responsif terhadap gender dan bahan ajar yang bebas bias yang digunakan di sekolah-sekolah Indonesia untuk melawan stereotip dan mendorong partisipasi yang setara. Penelitian ini fokus pada tindakan yang dapat dilakukan, termasuk mengembangkan kurikulum yang sensitif terhadap gender, mendorong aktivitas pembelajaran aktif untuk partisipasi yang setara antara laki-laki dan perempuan, serta menggunakan konten tematik dan contoh multikultural dari dunia nyata untuk mengukur perubahan sikap terhadap kesetaraan. Kebutuhan akan dukungan kebijakan dalam pedagogi yang responsif terhadap gender ditekankan oleh studi-studi yang telah ditinjau, yang menunjukkan bahwa teknik-teknik ini meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi bias, namun kesenjangan dalam kesiapan guru tetap menjadi masalah.
Analisis Kesetaraan Gender dan Upah dalam UMKM Kota Magelang: Peran, Akses, dan Upah Nia Martha Tia; Danica Petrovski; Fernanda, Bagus Fernanda; Regita Dwi Wahyu Wulandari; Annisa Azalia; Grandis Salsabilla Ananta
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12547

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of gender inequality and the efforts to achieve economic equality within Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Magelang City, with a specific focus on the division of labor roles, access to core employment, and wage parity between men and women. Adopting the Gender and Development (GAD) framework, this research deeply explores how prevailing social norms, domestic power relations, and local micro-economic structures collectively influence women’s opportunities and economic participation. A descriptive qualitative method was employed, gathering primary data through in-depth interviews conducted across five diverse MSMEs: Anggrek Nambangan, Batik Rajah, Dhewi Laundry, Pabrik Tahu Trunan, and Cafe Utun & Mie Ayam Raya. The analysis of the findings is contextualized using Francine D. Blau’s theory on wage structure. The results indicate that women hold a substantial role, particularly in the service and family-based business sectors. However, their participation is still constrained by labor divisions based on gender stereotypes (e.g., assignment to light and repetitive tasks) and control stemming from domestic norms (particularly in the Dhewi Laundry case). Although there are claims of wage equality for similar work, the structural findings reveal that women’s access to strategic positions, formal managerial training, and economic mobility for career advancement remains highly limited, except in the case of Cafe Utun, which implements competence-based, gender-neutral recruitment and wages. This research concludes that women's empowerment within Magelang MSMEs is currently at the adaptive stage, yet to reach the transformative stage. Therefore, policy recommendations emphasize the necessity of inclusive structural interventions to improve women's access to capital, training, and core job opportunities.
KAPITALISME DAN PATRIARKI: PERBANDINGAN BEBAN GANDA PEREMPUAN PEKERJA FORMAL DAN INFORMAL KOTA MAGELANG Masna
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12548

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena beban ganda (double burden) yang dialami perempuan pekerja di Kota Magelang. Tujuan penelitian adalah memahami makna dan pengalaman peran ganda serta membandingkan dampaknya antara perempuan pekerja sektor formal dan informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur untuk menangkap pengalaman, strategi, dan persepsi informan terkait pembagian kerja domestik dan pekerjaan berbayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kedua sektor menghadapi beban ganda yang menimbulkan kelelahan fisik, emosional dan keterbatasan waktu. Pada sektor informal, temuan menyoroti ketidakstabilan kerja, upah rendah, dan ketiadaan jaminan sosial sehingga eksploitasi menjadi lebih nyata. Sementara pada sektor formal, meskipun terdapat struktur dan perlindungan tertentu, jam kerja panjang, target pekerjaan, dan tekanan jabatan tetap memperkuat perasaan teralienasi dari kehidupan keluarga. Analisis berbasis feminisme Marxis mengungkap bahwa kapitalisme dan patriarki saling memperkuat dalam mereproduksi ketidaksetaraan melalui kerja reproduktif yang tidak diakui. Kesimpulannya, beban ganda merupakan persoalan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan, seperti penguatan perlindungan sosial, akses pelatihan, serta program redistribusi tanggung jawab domestik untuk meringankan beban perempuan dan mengurangi ketimpangan gender. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya langkah kolektif dari pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk merumuskan solusi berkelanjutan.
Dominasi Maskulinitas Dalam Kepemimpinan HIMANISRA Universitas Tidar: Analisis Perspektif Gender And Development (GAD) Abimanyu, Adjie Anggito; Novita Putri Alifia; Annisa Fadhillah; Choiruly Inayah; Intan Amalia Kartika; Afifah Afra Aulia
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 02 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12552

Abstract

Penelitian ini menganalisis dominasi maskulinitas dalam kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himanisra) Universitas Tidar periode 2021–2025 melalui pendekatan Gender and Development (GAD). Meskipun perempuan mendominasi jumlah keanggotaan organisasi secara kuantitatif, posisi ketua himpunan secara konsisten dipegang oleh laki-laki selama lima periode berturut-turut, sementara perempuan hanya menempati posisi wakil ketua atau koordinator divisi pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, memperoleh data primer melalui wawancara mendalam terhadap pengurus aktif Himanisra dan data sekunder dari dokumen struktur organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan kepemimpinan disebabkan oleh tiga faktor utama menurut indikator GAD. Pertama, relasi gender yang tidak setara dalam distribusi kekuasaan organisasi, di mana laki-laki mendominasi posisi strategis. Kedua, hambatan struktural akibat konstruksi sosial dan stereotip gender yang menempatkan kepemimpinan sebagai ranah maskulin, sehingga perempuan sering kali tidak diberi kesempatan yang setara. Ketiga, upaya perubahan struktural melalui pelatihan dan workshop belum mampu mengeliminasi bias gender yang sudah sistemik, menunjukkan bahwa perubahan perlu dilakukan secara lebih mendasar. Hasil penelitian menegaskan bahwa dominasi maskulinitas dalam kepemimpinan bukan sekadar preferensi individu, melainkan produk dari relasi kekuasaan, konstruksi budaya patriarki, dan struktur organisasi yang bias gender. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kebijakan internal yang progresif, penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan secara berkelanjutan, serta transformasi budaya organisasi untuk mewujudkan kesetaraan substantif dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi. Keywords: Kepemimpinan, Maskulinitas, GAD, Kesetaraan Gender.